SHE IS QUEEN MAFIA

SHE IS QUEEN MAFIA
S2~ 16


__ADS_3

Saat melajukan mobil Sena mendapat pesan dari sang Kakak yaitu Alvaro untuk pulang kemansionnya.


"Ada apa nih, nggak biasanya Abang, nyuruh kita balik ke mansionnya, biasanya juga kita kali main diusir mulu." Gumamnya dalam mobil setelah membaca pesan Alvaro.


Sena yang memimpin didepan langsung membelokkan mobilnya menuju arah mansion sang kakak, yang dibelakang diikuti Serena, Karin dan Kelvin.


"Lah, ini bukan kemansion." Gumam Serena mengikuti arah mobil Sena didepannya. "Budu ah ikutin aja, palingan juga mau kemansion Kakak." Imbuhnya lagi bergumam karna sudah tahu kemana arah yang akan dituju Sena.


"Kemansion Kakak?" Ucap Karin bertanya tanya didalam mobil.


Sena dkk terus melajukan mobilnya menuju mansion Sisil, saat sudah sampai diteras mereka memarkirkan mobilnya berjajar rapi.


"Ngapain kita kesini? katanya mau balik kerumah." Tanya Kelvin pada Sena, setelah semua turuh dari mobil.


"Kaga tahu juga gw, tadi ada pesan masuk dari Abang, suruh kesini, yaudah kesini aja." Jelas Sena.


"Yaudah hayuk, buruan masuk, pasti udah ditungguin kita nih." Ajak Serena berjalan dahulu.


Sampai didepan pintu mansion.


"HALO SEMUA SERENA YANG CANTIK MENAWAN COME BACK MANA NIH RED CAROED NYAAAAAAAAA." Teriak Serena menggelegar disetiap penjuru mansion.


"BRISIK!" Teriak Gabriel dari dalam tak kalah menggelegar. Membuat yang lain menutup telinganya rapat rapat.


"Pfttt, sorry sorry, chill dong chill, dasar bocil." Ejek Serena.


"Sekali lagi bilang bocil, gw gibeng." Ucap Gabreil memasang kuda kuda. Seren yang tak mau kalah juga langsung memasang kuda kudanya.

__ADS_1


"Apa lu, ayo maju." Tantang Serena menggulung lengan bajunya. Tiba tiba Bibi Rosa langsung berdiri dan meraih telinga Serena, menjewernya.


"Aduh aduh aduh, Maaaa, sakit lepasin uch." Rintih Serena yang tak kuat dengan jeweran Bubi Rosa.


Gabriel, Sena, Kelvin dan Karin langsung tertawa terbahak bahak melihat Serena yang kena karma instan dari Bibi Rosa.


"Nggak dirumah, nggak disini ribut mulu." Kesal Bibi Rosa melepas jewerannya, Serena langsung mengelus telinganya yang sedikit memerah.


"Yaaaa iya iya, maap deh maap." Ucap Serena.


"Hahahah enak kan, sakit sakit aduh sakit." Ucap Gabreil mengejek Serena dengan menjulurkan lidahnya.


"Ish awas lu bocil." Kesal Serena.


"Budu, kaga duli."


"Mom, ngapain nyuruh kita kesini?" Tanya Sena.


Kelvin dan Karin langsung bingung, kenapa mereka berdua saja, biasanya Sena dan Serena juga diajak.


"Heh, lu berdua, buruan sana ikut." Suruh Alvaro yang masih melihat Kelvin dan Karin terdiam.


"Iya." Jawab Kelvin dan Karin berbarengan langsung berjalan menyusul Sisil kelantai dua, menuju ruang pribadi Sisil.


"Bang, Mom, Ma, ada apa?" kepo Serena


"Ntar juga tahu lu." Jawab Alvaro.

__ADS_1


"Kepo amat lu berdua, kek Dora." Ejek Gabriel tanpa mengalihkan pandangannya dari Baby.


"Duduk lu berdua." Suruh Alvaro.


"Iya."


Sedangkan diruang pribadi Sisil.


"Duduk kalian berdua." Suruh Sisil dengan wajah serus dan dengan nada yang amat dingin nan datar, membuat bulu kuduk Kelvin dan Karin berdiri.


"Aduh Kakak, kenapa nih, bikin takut aja." Batin Kelvin langsung duduk disofa yang ada disana.


"Kakak kenapa, kok dingun banget, kita ada bikin salah ya, atau Kakak tahu tentang mereka." Ucap Karin dalam hati menduga duga, namun ia langsung menuruti Sisil dan duduk disamping Kelvin sang Kakak.


Sisil juga langsung duduk dikursi depan Kelvin dan Karin dengan melipat tangannya didada.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPAπŸ‘†


SEE YOU NEXT EPISODE πŸ˜‰

__ADS_1


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIANπŸ’•πŸ’•


__ADS_2