Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Akmal yang Posesif


__ADS_3

Hari ini udara tampak cerah cahaya matahari menerobos mengenai ranting-ranting dan dedaunan yang mengkilat karena terguyur hujan. Tiara bangun pagi dan bersiap diri untuk pergi ke kantor karena ada acara camping bersama seluruh karyawan perusahaan. Tidak ketinggalan pula semua karyawan dan staff dari perusahaan cabang juga hadir.


Tiara nampak semangat karena hari ini dia akan bertemu dengan Vino. Tiara naik ke bus dengan perasaan senang, dalam hati dia akan duduk bersama dengan Vino, namun diluar dugaannya ternyata tempat duduknya sudah diatur sedemikian rupa sehingga dirinya duduk bersebelahan dengan Akmal.


Tiara nampak kesal ternyata Vino duduk bersebelahan dengan Naira. Tiara nampak manyun sehingga menarik perhatian Akmal.


“Pletak!” Akmal menyentil jidat Tiara hingga membuat Tiara kaget.


“Apaan sih pak? Ganggu orang saja!” ucap Tiara jengkel terhadap bosnya.


“Sudahlah janganlah kau berharap dengan lelaki yang tidak jelas seperti itu! Ingatlah di sebelahmu masih ada lelaki yang tampan dan siap melindungimu!” bisik Akmal di telinga Tiara. Tiara melengos menghadap ke jendela bus menatap keluar dan tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Akmal.


“Dasar sok kecakepan dan kepedean, lagian siapa yang berharap dan mau denganmu,” gerutu Tiara hingga membuat Akmal tiba-tiba menangkap kepala Tiara dan menyandarkannya ke bahunya.


“Tidurlah, simpanlah energimu perjalanan masih satu jam lagi!” ucapnya lirih pada Tiara dan anehnya tidak ada pergerakan Tiara untuk melawannya.


Sementara itu Bayu yang juga ikut serta terlihat tersenyum melihat ulah Akmal yang posesif terhadap Tiara.


“Dasar si bos kurang pergaulan. Mana bisa cewek diperlakukan seperti itu? Bisa-bisa melarikan diri!” ucap Bayu yang santai duduk di samping kanan nya Akmal bersebelahan dengan salah satu karyawan bagian Keuangan yang sangat cantik dan menarik namanya Inge. Inge juga merupakan sahabat baik dari Tiara.


“Maaf pak? Tidak baik menguping pembicaraan seseorang apalagi mengambil kesimpulan sendiri?” ucap Inge sopan mengkritik ulah Bayu.


“Hai…, kamu tahu apa? Sok tahu ya kamu? Sudahlah yang terpenting hari ini kita nikmati liburan kita!” ucap Bayu sebal karena baru kali ini ada seorang wanita berani menilainya.


“Aku hanya bilang apa adanya kali? Jadi kalau bapak tidak merasa lebih baik diam saja!” ucap Inge kembali sehingga membuat Bayu panas hati.


Bayu hendak mengkritisi kembali namun tiba-tiba bibirnya tertahan karena Akmal langsung melarangnya untuk berisik.

__ADS_1


“Stop…, jangan berisik saja! Tiara lagi tidur!” ucapnya sambil melirik ke arah Tiara yang tanpa sadar dirinya terlelap di bahu Akmal.


“Wah…, lagi pewe nich? Bener-bener posisi wenak tenan ya?” goda Bayu kepada bosnya.


“Iyalah! Kalau seperti ini membuat kita saling mengenal satu sama lainnya,” ucap Akmal santai sambil betulkan posisi Tiara.


“Bos awas jangan memancing di air keruh, Lihatlah pak Vino nampak memerah wajahnya karena cemburu.


“Biarkan saja, memangnya Naira mau dikemanain tuh!” bisik Akmal kepada Bayu asistennya.


“Tau! Lagian tuh Bu Tiara kok berharap banget sama pak Vino ya?” ucap Bayu namun langsung diserobot jawaban oleh Inge.


“Itu karena Tiara ingin membuktikan kalau sesungguhnya dirinya mampu dan layak menjadi pendamping pak Vino karena masa lalunya.”


“Sudahlah Inge diamlah! Aku paling tidak suka kalau kamu ikut campur urusan kita para lelaki!” ucap Bayu sambil memandang tajam ke arah Inge.


Sementara itu Vino yang duduk dibelakang tampak gelisah tidak bisa menikmati perjalanan karena dirinya tidak bisa berdekatan dengan Tiara.


“Kak kamu kenapa? Bukanya aku sudah ada di sisimu?” ucap Naira kepedean.


“Nggak apa-apa. Aku cuman merasa tidak nyaman duduk di belakang dan rasa-rasanya perut aku mual ingin muntah!” ucap Vino berbohong karena sesungguhnya dirinya cemburu melihat kedekatan Tiara dengan Akmal.


“Yang benar kak awas ya kalau muntah! Tuh sudah sampai sana segera ke toilet!” ucap Naira memberi perintah kepada Vino.


Vino yang ingin melihat Tiara langsung turun dari bus dan dirinya nampak kesal karena Tiara nampak lengket dengan Akmal.


Setelah semuanya turun dari bus semua peserta terutama laki-laki mendirikan tenda di area perkemahan. Inge dan Tiara satu tenda yang bersebelahan dengan Akmal dan Bayu. Akmal sengaja membuat seperti itu. Untuk Vino diberi area agak jauh dengannya yang tentunya berdekatan dengan Naira dan Luna sahabatnya.

__ADS_1


“Kak bantu aku membuat tendanya!” teriak Naira manja kepada Vino hingga semua orang memandang tidak suka terhadapnya.


“Iya sebentar!” teriak Vino yang masih mendirikan tendanya bersama Arya asistennya setelah semuanya selesai mereka menikmati makan siang yang disediakan panitia dan selanjutnya istirahat siang.


Tiara yang biasa tidur siang di dalam tendanya sudah tertidur pulas bersama Inge.


Setelah waktu menunjukan pukul 15.00 wib semua peserta diminta berkumpul dan membawa cemilan serta minuman untuk bekal penjelajahan ke puncak bukit untuk melihat keindahan matahari yang terbenam.


Tiara nampak menikmati pemandangan sepanjang jalan setapak dirinya sangat menyukainya meskipun dirinya terasa sakit jika melihat Vino yang selalu berduaan dengan Naira sedangkan di sisi lain Vino juga merasa sakit melihat kedekatan Tiara dengan Akmal.


Vino yang tahu kalau Tiara sedang tidak bersama Akmal dengan gerak cepat Vino langsung memanfaatkan kesempatan dengan merubah petunjuk jalan dengan membalikan arah anak panahnya. Akmal memang sengaja menunggu Tiara yang sedang ke kamar kecil yang ada di dekat pos. Dan Vino langsung bergegas pergi meninggalkan area tersebut dan bergegas menghampiri teman-teman rombongannya yang sudah berada di depan.


“Bos dari mana saja?” tany Arya penuh curiga.


“Aku sedang membuat Akmal celaka! Aku lihat tadi Akmal berada di barisan paling belakang dan sendirian!” bisik Vino kepada asistennya.


“Astaga bos, janganlah kau berbuat kesalahan yang bisa membuat orang celaka! Ini hutan bos?” bisik Arya bingung dengan kelakuan bosnya.


“Sudahlah semuanya serahkan saja padaku. Dan aku sendiri yang menanggungnya. Kamu tenang saja!” ucap Vino karena menurutnya strateginya akan berhasil untuk membuat Akmal tersesat di hutan dan tidak pulang untuk selama-lamanya. Vino nampak menyeringai dan tersenyum puas. Namun tiba-tiba wajahnya berubah menjadi tegang tak kala melihat Tiara tidak bersama Inge.


“Aryo…, Tiara dimana? Kok Inge sendirian?” tanya Vino panik penuh ketakutan.


“Mana aku tau? Aku tidak memantau pergerakannya? Astaga jangan-jangan Tiara bersama pak Akmal,” jawab Arya semakin membuat Vino panik. Vino langsung bergegas menanyakan keberadaan Tiara.


“Inge…, Tiara dimana?” tanya Vino penasaran.


“Tadi di belakang bersama pak Akmal karena dirinya ingin mencari kamar mandi untuk buang air kecil!” jawab Inge hingga membuat Vino sesak nafas. Vino tanpa dia sadari telah mencelakai Tiara bersama Akmal.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2