Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Hancur


__ADS_3

Tiara benar-benar merasa hancur, ternyata cintanya tidak semudah yang dia bayangkan. Begitu sudah memutuskan menerima Akmal tapi terganjal restu mamanya. Tiara menangis sesngukan memikirkan dirinya yang selalu gagal dengan cintanya.


“Non…, mau kemana?” tanya sopir taxi yang tidak tega melihat Tiara menangis.


“Kemana saja pak terserah bapak!” ucap Tiara sekenanya, namun karena Tiara tak kunjung menunjukan arahnya maka sopir hanya membawa Tiara keliling. Hampir satu jam sopir taxi membawa Tiara keliling kota. Sang sopir pun kembali merasa tidak nyaman kemudian bertanya kembali ke Tiara.


“Non…, sekali lagi mau kemana? Tidak baik lo malam-malam sendirian di luar? Apa saya antarkan pulang saja!” ucap sopir taxi tersebut ramah.


“Kita ke club Bintang saja pak!” ucap Tiara sambil menghapus air matanya.


“Non…, gak baik lo non datang sendiri kesana! Itu tempat gak bener lo non?” ucap pak sopir lagi-lagi mengingatkan Tiara.


“Tidak apa pak, aku bisa jaga sendiri kok,” ucap Tiara menyakinkan sang sopir.


“Kasihan gadis baik ini, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa!” gumam pak sopir lirih, namun sang sopir tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mengantarnya sesuai permintaan Tiara.


Sementara itu Akmal merasa kecewa dengan mamanya, Akmal seperti orang yang kalut berusaha mencari Tiara bahkan Akmal meminta Bayu dan Inge untuk membantunya mencari Tiara namun Bayu nampak susah dihubungi.


“Sial…, bener-bener sial hari ini!” gerutu Akmal sambil mengusap dahinya dibelakang kemudinya.


Akmal kemudian menghubungi Inge dan menanyakan keberadaan Tiara namun tidak juga ada di rumahnya. Akmal juga menyuruh Inge untuk menanyakan tentang Tiara ke rumahnya namun katra tante Dewi belum pulang ke rumah. Akmal semakin panik memikirkan Tiara.


“Terimakasih infonya, Inge tolong untuk sementara kamu jangan sampaikan apapun ke tante Dewi ya? aku akan mencarinya,” ucap Akmal melalui ponselnya dan sedikit bercerita tentang persoalannya kemudian menutup ponselnya.


Sementara itu Tiara yang sudah masuk club duduk sendiri di depan bar dan memesan minuman.


“Kak…, pesan minuman dong?” ucap Tiara berada di depan mini bar tersebut.


“Minuman apa kak!” jawab pelayan bar terseut merespon ucapan Tiara.

__ADS_1


“Apa saja lah terserah Kakak!”  Jawab Tiara yang memang tidak pernah tahu jenis-jenis minuman yang ada di bar.


Pelayan meracik minuman yang diminta Tiara, dia sengaja memberi minuman yang beralkohol rendah karena Tiara kelihatan kalau belum pernah ke tempatnya.


Tiara yang jarang ke tempat seperti itu mengira bahwa minuman yang diminum sama dengan minuman cafe-cafe yang sering dikunjunginya bersama Inge. Tiara yang tidak merasakan apa-apa memintanya lagi dan lagi sehingga Tiara nampak teler hal itu dimanfaatkan oleh lelaki hidung belang yang ada di sekitarnya.


“Hai cantik, boleh dong temani kita? Aku boking semalam 100 juta ya?” kata lelaki hidung belang tersebut dan menarik-narik Tiara dalam pelukannya.


“Aku tidak mau! Aku bukan wanita murahan seperti yang anda pikirkan!” ucap Tiara sambil menghempaskan laki-laki tersebut hingga terjatuh menimpa meja. Suasana pun menjadi hiruk pikuk karena lelaki itu murka dan menarik gaun Tiara hingga sobek. Tiara menangis histeris dan menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. Namun tidak lama kemudian datang sosok laki-laki yang ternyata Akmal. Akmal langsung menutupi tubuh Tiara dengan jasnya kemudian menghajar laki-laki yang hendak berbuat mesum pada Tiara.


“Ampun pak!” ucap laki-laki itu hingga memohon kepada Akmal.


“Awas ya kalau kau berani lagi dan berniat jahat sama dirinya akan kuhabisi kau,” ucap Akmal dan langsung menggendong Tiara ke dalam mobilnya. Tiara menangis sesenggukan sambil menahan rasa berat di kepalanya karena pengaruh Alkohol.


Akmal membawa Tiara pulang ke rumahnya Tiara. Akmal sebenarnya bingung mau mengatakan apa kepada mama dan papanya Tiara. Namun karena rasa tanggung jawabnya Akmal harus menghadapinya. Resiko apapun dia akan terima konsekuensinya.


Tiara sudah mabuk berat dan tidak sadarkan dirinya dan tidak berapa lama kemudian Akmal sampai di depan rumah Tiara.  Akmal kembali menggendong Tiara. Akmal dengan susah payah berusaha menggapai bel rumah Tiara dan tidak lama kemudian mama Dewi membukakan pintu rumahnya.


“Itu semua karena dirinya ma? Mamanya jahat ma! Hik…, hikk…,” ucap Tiara meracau dan kembali menangis.


“Maaf tante…, nanti aku ceritakan!” ucap Akmal menerobos masuk ke rumah kemudian membawa Tiara masuk ke dalam kamarnya.


Akmal hendak menurunkan Tiara dari gendongannya namun tiba-tiba ada cairan aneh yang menumpahi kemejanya.


“Huek…, huekk…, syur!” kemeja Akmal kena muntahan Tiara. Akmal hanya menyeringai menahan baunya yang menyengat.


Mama Dewi yang mengetahui itu langsung berlari menuju kamarnya dan membangunkan suaminya.


“Sayang…, ayo bangun! Tolong ambilkan kemeja atau kaos untuk nak Akmal!” ucap mama Dewi yang berusaha membangunkan suaminya.

__ADS_1


Papa Roy terbangun mendengar istrinya yang berusaha membangunkannya.


“Akmal? Memangnya dia disini dan kenapa dengannya?” tanya papa Roy penasaran.


“Ayolah pa ambilkan dulu, nanti kita tanyanya belakang! Mama juga gak ngerti pa?” ucap mama Dewi.


Papa Roy setelah mengambil kaos untuk Akmal kemudian memberikannya untuknya.


“Nak Akmal, bersihkan dulu badanmu! Dan gantilah!” ucap papa Roy memberikan bajunya untuk Akmal sementara itu mama Dewi menyuruh bibi membuatkan teh hangat untuk Tiara. Namun Tiara kembali tidak sadarkan diri.


Semantara Akmal memberisihkan dirinya di kamar tamu, mama Dewi dibantu bibi menggantikan baju Tiara dan mengelap tubuhnya agar tidak lengket.


Setelah membersihkan dirinya, Akmal kembali menemui papa dan mamanya Dewi yang sudah menunggu di ruang keluarga.


Akmal menceritakan semua kejadian yang menimpa Tiara hingga Tiara seperti itu. Akmal memohon kepada orang tuanya Tiara agar tidak memandang sebelah mata kejadian yang menimpa Tiara hanya karena mamanya yang tidak merestuinya.


Papa Roy menghela nafasnya panjang, sebenarnya dirinya tidak rela mendengar putrinya diperlakukan seperti itu oleh mamanya Akmal. Namun karena kejujuran Akmal membuat dirinya merasa simpati kepada Akmal.


Papa Roy yakin Akmal pasti bisa menyelesaikan masalahnya.


“Ya sudah nak! Om tidak bisa berbuat apa-apa tapi om yakin semua pasti berlalu!” ucap papa Roy kembali menghela nafasnya.


“Iya nak Roy om dan tante percaya kamu mampu mengatasinya!” ucap mama Dewi sambil memberinya minum teh hangat untuk Akmal.


“Nyonya, nona muda badanya panas sekali! Dan nona selalu memanggil-manggil tuan muda Akmal” ucap si mbok tergopoh-gopoh memberi kabar pada mereka.


Mereka semua akhirnya berlari menuju kamar Tiara. Akmal meletakan tangannya ke kening Tiara kemudian meminta si mbok mengambil kompres.


Si mbok dengan cekatan mengambil kompres untuk Tiara. Akmal dengan sabar menjaga Tiara sepanjang malam. Orang tua Tiara sangat simpatik dengan Akmal sehingga mengizinkan Akmal merawat putrinya karena Tiara  tidak mau melepas Akmal dan selalu memegangi tangannya.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2