
Mama Ratna hari ini diperbolehkan pulang, Akmal yang tidak bisa menjemputnya minta tolong Tiara untuk menggantikannya. Tiara yang begitu perhatian dengan Akmal langsung menyetujuinya. Tiara dijemput supir kantor kemudian meluncur ke rumahng menuju tante Ratna kemudian membantu nya berkemas. “Tante, maaf kakak Akmal sedang ada meeting jadi tidak bisa menjemput tante!” ucap Tiara sopan sambil terus membantu mengemas semua barang-barang tante Ratna.
“Iya, tante mengerti! Sudahlah tante tidak masalah yang terpenting hari ini tante bisa pulang!” ucap tante Ratna yang berusaha duduk di tepi ranjang. Tiara langsung dengan cekatan membantunya.
“Tante mau mandi?” tanya Tiara tba-tiba sambil menyangga tubuh tante Ratna.
“Tidak nak! tante tadi sudah mandi dibantu perawat rumah sakit!” ucap mama Ratna sambil meringis menahan rasa sakit.
“Ok, tante tunggu disini ya, aku mau bayar administrasi dulu!” ucap Tiara begitu selesai meluncur menuju kasir. Tiara langsung bertanya pada bagian administrasi semua biaya nya.
“Mbak berapa habisnya untuk perawatan tante Ratna?” tanya Tiara pelan.
“Semua sudah di transfer mbak oleh pak Akmal!” jawab petugas administrasi tersebut. Tiara akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruang perawatan tante Ratna.
“Tiara, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Vino yang tiba-tiba muncul dihadapannya di depan kasir. Vino hendak mendaftarkan berobat papanya.
“Hem…, maaf permisi dulu karena ada sesuatu yang harus aku lakukan!” ucap Tiara berusaha meninggalkan Vino. Pertemuan dengan Vino baginya merupakan pertemuan yang paling sial dan tidak diinginkan meskipun dirinya sudah melupakan Vino.
“Tiara, tunggu aku!” ucap Vino langsung memburu Tiara dan mencekal Tiara.
“Maaf aku ditunggu tante Ratna!” ucap Tiara langsung memilih pergi meninggalkan Vino. Tiara buru-buru menuju ruang perawatan tante Ratna.
“Tante mari kita pulang,” ucap Tiara membantu tante Ratna pindah ke kursi roda. Untuk barang-barangnya dibawakan oleh sopirnya. Tiara mendorong kursi roda tante Ratna dengan pelan.
Sementara itu Vino berusaha menemui Tiara dengan menunggunya di lorong dekat kasir. “Selamat siang tante Ratna? Sudah pulang ya? Semoga tante lekas sehat kembali!” ucap Vino yang sesungguhnya dirinya masih ingin melihat Tiara.
“Ia nak Vino! Terimakasih atas pertolongannya tempo hari sehingga tante bisa sehat kembali dan bisa pulang!” ucap tante Ratna yang sesungguhnya dirinya merasa dekat dengan Vino.
“Maaf kita harus segera pulang nyonya. Tuan muda juga minta dijemput!” ucap sopirnya Akmal yang tahu perasaan Tiara.
“Baiklah ayo segera pulang!” ucap tante Ratna yang sebenarnya enggan untuk berpisah dengan Vino.
“Tiara, sebentar! Tolong hentikan dulu!” tante Ratna meminta Tiara berhenti mendorong.
__ADS_1
“Baik tante!” ucap Tiara menghentikan mendorong kursi rodanya.
“Nak Vino kapan-kapan datang ke apartemen tante ya?” ucap tante Ratna sambil mengeluarkan kartu alamatnya.
“Baik tante,” ucap Vino yang sudah berada kembali di dekat tante Ratna. Vino juga sedikit melirik Tiara. Tiara hanya cuek dan menunggu mereka selesai bicara.
Setelah selesai ngobrol mereka pergi menuju parkiran. Vino juga kembali ke tempatnya semua kemudian menemui papanya.
“Nak kenapa lama sekali?” tanya papanya Vino.
“Ini pa, tadi aku bertemu tante Ratna yang hendak pulang karena perawatannya sudah selesai!”jawab Vino yang tanpa sadar telah membangkitkan kenangan papanya tentang mama Vino.
“Tante Ratna? Tante Ratna Siapa?” ucap papanya Vino penasaran.
“Tante Ratna, mamanya Akmal pa?” jawab Vino yang membuat detak jantung papanya Vino semakin berdetak kencang.
“O…, kenapa?” tanya papanya Vino penasaran.
“Tertabrak mobil waktu jalan-jalan di alun-alun!” ucap Vino sekenanya.
“Iya pa kebetulan, kemarin waktu operasi membutuhkan donor darah yang kebetulan habis stoknya. Dan darahku sama dengan tante Ratna jadi apa salahnya aku membantunya!” ucap Vino yang membuat hati papanya semakin tercabik-cabik karena memang sesungguhnya mereka ada hubungan darah.
Tak lama kemudian papanya Vino terhenyak dari lamunannya karena namanya dipanggil untuk masuk ke dalam. Papanya Vino masuk ke dalam ruangan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah selesai diperiksa mereka berdua pergi ke apotek untuk menebus obatnya.
Vino bersama papanya kembali ke parkiran untuk pergi meninggalkan rumah sakit. Namun siapa sangka ternyata tante Ratna belum pergi meninggalkan parkiran.
“Nak bukankah itu Vino?” tanya mama Ratna kepada Tiara.
“Iya tante?” jawab Tiara bingung.
“Bukankah dia Abas?” tanya mama Ratna pada Tiara.
“Abas siapa tante?” Tiara balik bertanya.
__ADS_1
“Itu yang bersama Vino?” tunjuk mama Ratna dengan telunjuknya.
“Maaf tante, aku kurang tahu!” jawab Tiara sopan. Namun belum sempat mama Ratna tanya macam-macam sopir sudah memacu kendaraannya. Mama Ratna hanya bisa diam dan berasumsi dengan pikirannya sendiri.
“Astaga, apakah mungkin Vino itu Alvino putraku?” gumam mama Ratna dengan kebingungan.
“Iya tante ada apa?” tanya Tiara cemas yang melihat tante Ratna gelisah.
“Tidak ada apa-apa nak! Tante hanya kepikiran untuk pulang ke Amerika! Pasti suami dan anak tante di sana cemas!” ucap Ratna yang mulai lunak terhadap Tiara.
“Iya tante bukankah kemarin katanya mau ke sini!” ucap Tiara yang menguatkan mama Ratna.
“Iya tapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi! Tante juga merindukannya!” ucap mama Ratna yang kembali gelisah.
“Sudahlah tante, nanti setelah sampai di apartemen kita hubungi mereka!” ucap Tiara sambil memeluk tante Ratna.
“Iya nak, nanti kita telpon! Kamu juga biar tahu dan kenal dengan papa mertua sambung kamu!” ucap mama Ratna yang sudah mulai berdamai dengan Tiara.
“Nyonya, kita sudah sampai!” ucap sang sopir yang mengarahkan mobilnya di parkiran apartemen. Tiara dibantu sopir menurunkan mama Ratna untuk berganti ke kursi roda.
Tiara mendorong kursi roda mama Ratna menuju apartemennya. Apartemen mama RAtna kebetulan ada di lantai dasar jadi mereka tidak perlu naik ke lift. Setelah sampai di apartemen Tiara mengantar tante Ratna ke dalam kamarnya dibantu oleh asisten yang membersihkan apartemen tante Ratna.
“Tante, tunggu di sini ya? Kalau diperbolehkan aku mau masak sebentar untuk makan siang. Nanti kak Akmal juga mau mampir kesini!” tanya Tiara sopan.
“Iya. Kamu masaklah di kulkas ada banyak bahan makanan yang bisa untuk dimasak!” ucap mama Ratna sambil berbaring di ranjang.
“Iya non, mari aku bantu! Kebetulan si mbok sudah selesai bersih-bersih!” ucap asisten mama Ratna.
Mereka berdua menuju ke dapur untuk memasak. Tiara dengan cekatan memasak makanan yang ada di kulkas seadanya. Tiara memang sejak resign dari perusahaan dengan sengaja mengikuti kursus memasak. Tiara mempraktekan keahlian nya dengan maksimal hingga hasilnya juga cukup memukau tante Ratna.
“Tante, mari makan dulu! Ini tante, masakannya aku jamin sangat enak!” gurau Tiara dihadapan tante Ratna.
Tante Ratna tanpa segan mencicipi semua jenis masakan Tiara dan dengan senang hati memuji Tiara sehingga mereka berdua tampak akrab satu sama lainnya.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?