
Pertemuan Tiara dengan Fahry membuat
Akmal cemburu. Tiara dan Fahry sangat begitu akrab dan terihat begitu gembira.
Satu sama lainnya seolah-olah terlihat saling melengkapi satu sama lainnya.
“Wah Fahry, kamu sekarang terlihat
keren dan tampan. Kenalkan ini calon suami aku!” ucap Tiara yang langsung
terlihat akrab dengan Fahry.
“Kamu juga semakin cantik dan ****,
tahu begitu mau dong aku jadi pacar kamu,” ucap Fahry asal hingg membuat Akmal
nampak manyun.
“Fahry, jangan gitu dong! Ada
kangmas tuh! Kau itu buat dia cemburu saja!” ucap Tiara sambil melirik kea rah
Akmal yang semakin manyun.
“Maaf bang, kita sudah biasa ngobrol
dengan Tiara dengan saling mengejek seperti ini!” ucap Fahry terkekeh.
“Iya, aku percayaa kok sama Tiara.
Tapi au tidak percaya dengan dirimu!” ucap Akmal ketus.
“Siap bang…, jangan kuatir. Aku sama
Tiara dibesarkan bersama-sama satu susuan jadi bagi kami tidak mungkinlah untuk
hidup bersama. Abang etap menanglah dalam hal ini. Aku tidak mjungkinlah untuk
merusak tatanan yang ada!” ucap Fahry panjang lebar.
Akmal nampak bimbang dengan jawaban
Fahry, namun Tiara yang tahu isi hatinya calon suaminya langsung
menyakinkannya.
“Sayang, kalau kamu ragu nanti kita bisa
ngobrol langsung sama mama aku! Kamu percaya kan sama mama?” ucap Tiara yang
memandang mata Akmal dengan begitu dalam melekat dan menusuk jauh di relung
hati Akmal. Akmal langsung mengangguk dan mengambil sikap. Akmal membuka pintu
mobilnya kemudian dengan tertatih-tatih pura-pura menahan sakit pindah di sisi
Tiara.
Tiara yang tanggap langsung keluar
dan mengambil alih kemudi.
“Fahry, maaf ya kita harus pergi.
Jangan lupa main ke rumah. Papa dan mama menunggu kamu!” ucap Tiara dan
langsung pamitan kepada Fahry dan meluncur ke puncak. Tiara dengan terampil
mengemudikan kendaraannya menuju ke puncak sambil senyum-senyum sendiri.
“Ok, lusa selepas piket, aku akan
pergi temui papa dan mama! Hati-hati di jalan ya? Kalau ada-apa di jalan
hubungi aku ya?” ucap Fahry kepada Tiara.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Akmal
yang penasaran dengan sikap calon istrinya.
“Aku senang, ternyata kakak nampak
begitu cemburu dengan aku dan Fahry. Berarti kakak sangat cinta dan sayang sama
aku dong?” ucap Tiara sambil konsentrasi mengemudi.
“Sayang, kalau aku tidak cinta dan
sayang sama kamu apa mungkin aku mengajak dirimu ke pelaminan. Kita bulan depan
__ADS_1
sudah menikah lo?” ucap Akmal semakin bertambah kesal dengan Tiara.
“Iya…, aku percaya kok sama kakak!”
ucap Tiara senang karena mau bagaimanapun dirinya nampak menang seolah dirinya
milik Akmal seorang.
“Sayang kalau mengemudi pelan dong!
Kalau cara mengemudi kamu seperti ini bisa-bisa kau spot jantung!” ucap Akmal
yang nampak begitu ketakutan melihat cara mengemudi Tiara.
“Ha…, ha…, kak bukankah kakak dulu
suka ikut balap liar?” ucap Tiara berusaha meledek Akmal.
“Sayang, kau itu! Tahu darimana,
kamu diam-diam cari biografi aku ya?” ucap Akmal yang masih nampak serius dan
ketakutan melihat cara mengemudi Tiara.
“Kak…, diamlah! Di depan ada longsor
dan jalannya harus bergantian!” ucap Tiara memberi peringatan kepada Akmal.
“Sayang, tolong minggirkan kendaraannya.
Sini biar aku saja yang mengemudi!” ucap Akmal memberi peringatan.
“Kak…, aku sudah terlanjur nyaman
mengemudi apalagi mengemudi mobil sport milik kakak!” ucap Tiara sengaja menggoda
Akmal namun tetap meminggirkan kendaraannya.
“Sayang, ayo segera minggir. Aku
ingin muntah!” ucap Akmal sehingga Tiara meminggirkan kendaraannya.
Akmal dengan cekatan langsung keluar
dari mobilnya memutar menggantikan posisi Tiara.
lemas, mual dan ingin muntah!” ucap Akmal yang membuka pintu mobil Tiara.
Tiara dengan pelan keluar dari mobil
dan terkekeh melihat calon suaminya yang pucat. Kemudian Tiara mengambil
sesuatu dalam tasnya kemudian memberikannya kepada Akmal calon suaminya.
“Ini teh panas sayang, kau minum
dulu saja. Kamu keliatan pucat, aku tidak mau kalau kamu sakit,” ucap Tiara
sambil menyodorkan the panas yang diambilnya dari ermos kecil yang biasa dia
bawa kalau jalan ke luar.
“Terimakasih! Kamu benar-benar calon
istri yang sangat pengertian,” ucap Akmal yang terus memperhatikan Tiara hingga
mereka beradu pandang satu dengan lainnya. Tiara menundukan pandangannya hingga
tiba-tiba Akmal menangkap dagu Tiara kemudian mencium bibir Tiara yang merah
merona.
Tiara semakin kepanaasan karena ulah
Akmal. Wajahnya yang putih bersih terlihat memerah seperti kepiting rebus.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Akmal
yang sengaja menggoda Tiara.
“Kakak, kau itu tidak tahu perasaa
aku saja!” ucap Tiara yang melengos melihat pemandangan di luar mobil.
“He…, he…, maaf aku sayag kamu! Ayo
kita segera berangkat kembali!” ucap Akmal yang langsung membetulkan sabuk
pengaman milik Tiara dan kembali bersentuhan dengan Tiara. Tiara kembali
__ADS_1
menegang dengan ulah Akmal.
“Dasar pikiran kamu ngeres melulu!
Aku tidak akan berbuat yang nekad lagi dik! Sudahlah yang terpenting kita
lanjutkan perjalanan,” ucap Akmal yang terus berusaha menggoda Tiara.
“Kak, masih lama ya?” tanya Tiara
penaasaran,
“Tidak kok sayang, sebentar juga
sampai. Paling lama 15 menit!” ucap Akmal sengaja menghibur Tiara.
“Bener nich sayang. Aku udah capek!”
ucap Tiara yang menyandarakan tubuhnya di kursi depan samping Akmal yang sedang
mengemudi.Akmal menghela nafasnya yang melihat Tiara begitu capek dan tertidur.
Akmal yang tidak tega dengan Tiara langsung mengemudikkan mobilnya menuju
Villanya yang biasa dia kunjungi.
Dan tidak berapa lama kemudian Akmal
sudah sampai di Villa tersebut, karena capek Tiara masih terlelap hingga
akhirnya Akmal menggendongnya menuju kamar utama yang ada di Villa. Akmal
dengan pelan membaringkan tubuh Tiara di ranjang.
Setelah Tiara dibaringkan di
ranjang, Akmal langsung kembali mencari si mbok pengurus Villa.
“Mbok…, tolong nanti sediakan makan malam
untuk kita ya? Aku bersama calon istriku nginap di sini selama 2 malam. Tolong
semua kebutuhan kami si mbok cukupi. Ini uang belanjanya. Jika kurang beritahu
aku!” ucap Akmal sambil mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang diberikan
untuk si mbok.
“Baik tuan muda. Si mbok izin
belanja terlebih dahulu,” kata si mbok dan terus keluar untuk belanja.
Akmal kembali ke kamar untuk melihat
Tiara. Tiara nampak masih tertidur pulas, Akmal membetukan selimut untuk Tiara
dan beranjak ke kamar sebelah. Akmal nampak kelelahan dan langsung berendam di
dalam bath up dengan air hangat.
Setelah
selesai mandi Akmal menanyakan kepada si mbok tentang hidangan yang telah disiapkan.
Setelah hidangannya siap Akmal menuju ke kamar Tiara kemudian membangunkannya dengan
pelan namun tidak ada pergerakan dari Tiara.
Akmal
tersenyum puas, akhirnya dengan pelan dan pasti Akmal mencium bibir Tiara yang
kemudian dengan pelan Tiara membuka matanya.
“Sayang, apa
yang kamu lakukan?” tanya Tiara kepada calon suaminya.
“Ayo bangun
dan mandi, dibawah si mbok masak special untuk kita,” ucap Akmal sambil
tersenyum melihat Tiara yang pelan-pelan mulai mengumpulkan kesadarannya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda
dalam memberikan komentar, like, hadiah
dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1