Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Cemburu


__ADS_3

Pertemuan Tiara dengan Fahry membuat


Akmal cemburu. Tiara dan Fahry sangat begitu akrab dan terihat begitu gembira.


Satu sama lainnya seolah-olah terlihat saling melengkapi satu sama lainnya.


“Wah Fahry, kamu sekarang terlihat


keren dan tampan. Kenalkan ini calon suami aku!” ucap Tiara yang langsung


terlihat akrab dengan Fahry.


“Kamu juga semakin cantik dan ****,


tahu begitu mau dong aku jadi pacar kamu,” ucap Fahry asal hingg membuat Akmal


nampak manyun.


“Fahry, jangan gitu dong! Ada


kangmas tuh! Kau itu buat dia cemburu saja!” ucap Tiara sambil melirik kea rah


Akmal yang semakin manyun.


“Maaf bang, kita sudah biasa ngobrol


dengan Tiara dengan saling mengejek seperti ini!” ucap Fahry terkekeh.


“Iya, aku percayaa kok sama Tiara.


Tapi au tidak percaya dengan dirimu!” ucap Akmal ketus.


“Siap bang…, jangan kuatir. Aku sama


Tiara dibesarkan bersama-sama satu susuan jadi bagi kami tidak mungkinlah untuk


hidup bersama. Abang etap menanglah dalam hal ini. Aku tidak mjungkinlah untuk


merusak tatanan yang ada!” ucap Fahry panjang lebar.


Akmal nampak bimbang dengan jawaban


Fahry, namun Tiara yang tahu isi hatinya calon suaminya langsung


menyakinkannya.


“Sayang, kalau kamu ragu nanti kita bisa


ngobrol langsung sama mama aku! Kamu percaya kan sama mama?” ucap Tiara yang


memandang mata Akmal dengan begitu dalam melekat dan menusuk jauh di relung


hati Akmal. Akmal langsung mengangguk dan mengambil sikap. Akmal membuka pintu


mobilnya kemudian dengan tertatih-tatih pura-pura menahan sakit pindah di sisi


Tiara.


Tiara yang tanggap langsung keluar


dan mengambil alih kemudi.


“Fahry, maaf ya kita harus pergi.


Jangan lupa main ke rumah. Papa dan mama menunggu kamu!” ucap Tiara dan


langsung pamitan kepada Fahry dan meluncur ke puncak. Tiara dengan terampil


mengemudikan kendaraannya menuju ke puncak sambil senyum-senyum sendiri.


“Ok, lusa selepas piket, aku akan


pergi temui papa dan mama! Hati-hati di jalan ya? Kalau ada-apa di jalan


hubungi aku ya?” ucap Fahry kepada Tiara.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Akmal


yang penasaran dengan sikap calon istrinya.


“Aku senang, ternyata kakak nampak


begitu cemburu dengan aku dan Fahry. Berarti kakak sangat cinta dan sayang sama


aku dong?” ucap Tiara sambil konsentrasi mengemudi.


“Sayang, kalau aku tidak cinta dan


sayang sama kamu apa mungkin aku mengajak dirimu ke pelaminan. Kita bulan depan

__ADS_1


sudah menikah lo?” ucap Akmal semakin bertambah kesal dengan Tiara.


“Iya…, aku percaya kok sama kakak!”


ucap Tiara senang karena mau bagaimanapun dirinya nampak menang seolah dirinya


milik Akmal seorang.


“Sayang kalau mengemudi pelan dong!


Kalau cara mengemudi kamu seperti ini bisa-bisa kau spot jantung!” ucap Akmal


yang nampak begitu ketakutan melihat cara mengemudi Tiara.


“Ha…, ha…, kak bukankah kakak dulu


suka ikut balap liar?” ucap Tiara berusaha meledek Akmal.


“Sayang, kau itu! Tahu darimana,


kamu diam-diam cari biografi aku ya?” ucap Akmal yang masih nampak serius dan


ketakutan melihat cara mengemudi Tiara.


“Kak…, diamlah! Di depan ada longsor


dan jalannya harus bergantian!” ucap Tiara memberi peringatan kepada Akmal.


“Sayang, tolong minggirkan kendaraannya.


Sini biar aku saja yang mengemudi!” ucap Akmal memberi peringatan.


“Kak…, aku sudah terlanjur nyaman


mengemudi apalagi mengemudi mobil sport milik kakak!” ucap Tiara sengaja menggoda


Akmal namun tetap meminggirkan kendaraannya.


“Sayang, ayo segera minggir. Aku


ingin muntah!” ucap Akmal sehingga Tiara meminggirkan kendaraannya.


Akmal dengan cekatan langsung keluar


dari mobilnya memutar menggantikan posisi Tiara.


lemas, mual dan ingin muntah!” ucap Akmal yang membuka pintu mobil Tiara.


Tiara dengan pelan keluar dari mobil


dan terkekeh melihat calon suaminya yang pucat. Kemudian Tiara mengambil


sesuatu dalam tasnya kemudian memberikannya kepada Akmal calon suaminya.


“Ini teh panas sayang, kau minum


dulu saja. Kamu keliatan pucat, aku tidak mau kalau kamu sakit,” ucap Tiara


sambil menyodorkan the panas yang diambilnya dari ermos kecil yang biasa dia


bawa kalau jalan ke luar.


“Terimakasih! Kamu benar-benar calon


istri yang sangat pengertian,” ucap Akmal yang terus memperhatikan Tiara hingga


mereka beradu pandang satu dengan lainnya. Tiara menundukan pandangannya hingga


tiba-tiba Akmal menangkap dagu Tiara kemudian mencium bibir Tiara yang merah


merona.


Tiara semakin kepanaasan karena ulah


Akmal. Wajahnya yang putih bersih terlihat memerah seperti kepiting rebus.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Akmal


yang sengaja menggoda Tiara.


“Kakak, kau itu tidak tahu perasaa


aku saja!” ucap Tiara yang melengos melihat pemandangan di luar mobil.


“He…, he…, maaf aku sayag kamu! Ayo


kita segera berangkat kembali!” ucap Akmal yang langsung membetulkan sabuk


pengaman milik Tiara dan kembali bersentuhan dengan Tiara. Tiara kembali

__ADS_1


menegang dengan ulah Akmal.


“Dasar pikiran kamu ngeres melulu!


Aku tidak akan berbuat yang nekad lagi dik! Sudahlah yang terpenting kita


lanjutkan perjalanan,” ucap Akmal yang terus berusaha menggoda Tiara.


“Kak, masih lama ya?” tanya Tiara


penaasaran,


“Tidak kok sayang, sebentar juga


sampai. Paling lama 15 menit!” ucap Akmal sengaja menghibur Tiara.


“Bener nich sayang. Aku udah capek!”


ucap Tiara yang menyandarakan tubuhnya di kursi depan samping Akmal yang sedang


mengemudi.Akmal menghela nafasnya yang melihat Tiara begitu capek dan tertidur.


Akmal yang tidak tega dengan Tiara langsung mengemudikkan mobilnya menuju


Villanya yang biasa dia kunjungi.


Dan tidak berapa lama kemudian Akmal


sudah sampai di Villa tersebut, karena capek Tiara masih terlelap hingga


akhirnya Akmal menggendongnya menuju kamar utama yang ada di Villa. Akmal


dengan pelan membaringkan tubuh Tiara di ranjang.


Setelah Tiara dibaringkan di


ranjang, Akmal langsung kembali mencari si mbok pengurus Villa.


“Mbok…, tolong nanti sediakan makan malam


untuk kita ya? Aku bersama calon istriku nginap di sini selama 2 malam. Tolong


semua kebutuhan kami si mbok cukupi. Ini uang belanjanya. Jika kurang beritahu


aku!” ucap Akmal sambil mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang diberikan


untuk si mbok.


“Baik tuan muda. Si mbok izin


belanja terlebih dahulu,” kata si mbok dan terus keluar untuk belanja.


Akmal kembali ke kamar untuk melihat


Tiara. Tiara nampak masih tertidur pulas, Akmal membetukan selimut untuk Tiara


dan beranjak ke kamar sebelah. Akmal nampak kelelahan dan langsung berendam di


dalam bath up dengan air hangat.


Setelah


selesai mandi Akmal menanyakan kepada si mbok tentang hidangan yang telah disiapkan.


Setelah hidangannya siap Akmal menuju ke kamar Tiara kemudian membangunkannya dengan


pelan namun tidak ada pergerakan dari Tiara.


Akmal


tersenyum puas, akhirnya dengan pelan dan pasti Akmal mencium bibir Tiara yang


kemudian dengan pelan Tiara membuka matanya.


“Sayang, apa


yang kamu lakukan?” tanya Tiara kepada calon suaminya.


“Ayo bangun


dan mandi, dibawah si mbok masak special untuk kita,” ucap Akmal sambil


tersenyum melihat Tiara yang pelan-pelan mulai mengumpulkan kesadarannya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda


dalam memberikan komentar,  like, hadiah


dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2