
Akmal menggandeng Tiara dengan mesra menyusuri jalanan setapak di sekitar taman kota. Sesekali mereka bercanda sehingga membuat beberapa orang yang melihatnya iri dengan sikap mereka.
“Sayang…, kaki aku pegal,” ucap Tiara yang terhenti disudut salah satu taman. Tiara dengan pelan berjalan menuju bangku yang ada di sudut taman tersebut.
Akmal mengikutinya dan berlutut di depan Tiara, dengan kasih dn sayangnya Akmal memijit kaki Tiara.
“Sayang…, bagaimana masih pegal kah?” ucap Akmal lirih sambil terus memijit kaki istrinya.
“Tidak kok sayang, ini sudah mendingan cuman nyeri saja karena semalam,” ucap Tiara mengisaratkan sesuatu. Akmal yang langsung paham mengatakannya pada Tiara kalau hal itu wajar karena baru melakukannya pertama kali.
“Ya sudah…, sini aku gendong kamu saja!” ucap Akmal yang agak membungkukan badannya agar Tiara bisa naik di pungungnya. Tiara yang manja tanpa segan langsung naik di punggung suaminya. Tiara melingkarkan tangannya di leher suaminya sedangkan kepalanya bersandar di salah satu pundak suaminya.
“Sayang…, terimakasih kau semalam melayaniku dengan baik. Nanti aku akan memberimu hadiah special,” ucap Akmal dengan senang. Akmal yang menggendong Tiara fokus dengan jalan sehingga tidak memperhatikan kalau ada seseorang yang berlari-lari kecil dengan bermain Hp di depannya hingga menabraknya.
“Bruk…,” mereka bertabrakan hingga membuat wanita yang menabraknya sempoyongan hendak jatuh.
“Maaf nona, lain kali kalau jalan harus fokus jangan main HP saja,” ucap Akmal memberi peringatan wanita tersebut. Wanita tersebut langsung menoleh karena mengenali suara Akmal.
“Kak Akmal? Hai siapakah wanita ini?” tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Intan mantan pacarnya. Pertemuan tidak sengaja ini membuat Intan tahu kalau istri Akmal terlihat istimewa dihadapan Akmal. Akmal pelan-pelan menurunkan istrinya kemudain memperkenalkannya kepada Intan.
“O…, bu Intan. Selamat pagi bu! Perkenalkan ini adalah istri aku dan belahan jiwa aku,” ucap Akmal sengaja menekankan istri dan belahan jiwanya. Akmal sengaja melakukannya untuk memberi peringatan kepada Intan agar tidak menggangu hubungannya dengan istrinya.
__ADS_1
“Intan…, dulu kekasihnya kak Akmal,” ucap Intan sengaja membuat panas hatinya Tiara. Namun Tiara dengan tenang hanya melempar seyumnya dan tidak menyambut tangan Intan hingga nyali Intan dibuat ciut oleh Tiara.
“Mantan kekasih suami saya tepatnya, Perkenalkan saya Tiara istrinya pak Akmal dari sekarang hingga nanti sampai maut memisahkan kita,” ucap Tiara lebih sadis dari Intan.
“Ok…, aku permisi dulu. Semoga kita bisa dipertemukan lagi,” ucap Intan dengan emosi dan meninggalkan mereka berdua. Intan nampak kesal dan menghentakan kakinya dan terus berlari meninggalkan mereka berdua.
“Dasar wanita sedeng dan tidak tahu malu. Bisa-bisanya hendak mengambil suami orang. Mantan kekasih saja bangga,” ucap Tiara mengumpat tidak jelas hingga membuat Akmal tertawa melihat ulah istrinya.
“He…, he…, nyonya Akmal ternyata bisa kasar juga ya?” ucap Akmal sambil tertawa melihat tingkah lucu istrinya ketika marah tidak jelas.
“Ini…, tertawa-tawa melulu mentang-mentng ketemu mantan. Hayo sini aku cubit ya? Dasar laki-laki nakal!” ucap Tiara yang terus berusaha mencubit pinggang suaminya.
“Aduh…, sakit sayang. Cubitan kamu terlalu keras!” ucap Akamal sambil memegangi tangan Tiara yang sudah mendarat di pinggannya sementara itu Akmal menikmati cubitan Tiara yang menurutnya tidak sakit justru menunjukan cubitan sayang meskipun terasa sakit.
“Makanya jangan jadi laki genit…, ayo sekarang kamu minta ampun dong kak! dan janji tidak macam-macam sama mantan ataupun cewek lain!” ucap Tiara yang terus mendelik di hadapan suaminya, hingga mereka berdua tertawa lepas dan menjadi pusat perhatian para pengunjung di taman kota.
“Iya…, sayang! Aku tidak akan macam-macam. Aku hanya butuh satu macam saja yaitu kamu. Aku sayang sama kamu dan aku janji tidak akan menyia-nyiakan kamu!” bisik Akmal lirih hingga membuat Tiara salah tingkah. Tiara saat itu juga melepaskan cubitannya dan menatap bola mata suaminya untuk mencari kepastian di dalam bola mata suaminya. Tiara merasa apa yang disampaikan oleh suaminya sangat tulus terhadapnya. Dengan pelan Tiara kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan berjinjit untuk mencium suaminya.
“Cup…! Terimakasih sayang kau telah menjadikan aku ratu di dalam hatimu. Aku janji akan tetap setia menemanimu hingga akhir hayatku,” ucap Tiara hingga membuat hati Akmal bergetar hebat karena baru kali ini Tiara menyatakannya kepadanya.
Akmal tidak tinggal diam kemudian langsung memeluk erat tubuh istrinya kemudian mengecup ulang kening dan pipi istrinya. Mereka berdua tanpa sengaja menjadai pusat perhatian para pengunjung hingga beberapa orang menggoda mereka.
__ADS_1
“Wah kayaknya yang lain kontrak nich! Dunia serasa milik kita berdua?” ledek salah satu pengunjung di taman tersebut.
Akmal pelan-pelan melepaskan pelukan istrinya kemudian menggandengnya menuju ke area parkiran. Naamun belum sampai ke area parkiran tiba-tiba Akmal dan Tiara dikejutkan dengan suara seseorang yang minta pertolongan karena dicopet.
“Tolong…, tolong…, tas aku dicopet!” teriak seorang wanita paruh baya yang terjatuh tersungkur di tanah karena tasnya direbut paksa oleh sang copet yang kebetulan berlari mengarah ke arah mereka berdua.
Akmal dengan kemampuan bela dirinya sambil mengandeng istrinya dengan gerak cepat dan reflek menjegal pencopet tersebut dengan kakinya hingga pencopet itu sempoyongan hampir jatuh. Dan pencopet itu ternyata dengan gerak cepat langsung berdiri tegak memasang kuda-kuda dan menyerang Akmal dan Tiara.
“Buk…, dasar copet meresahkan masyarakat!” ucap Akmal sambil menangkis serangan pencopet tersebut. Copet tersebut dengan membabi buta kembali menyerang Akmal namun lagi-lagi tidak bisa menyentuh akmal sedikitpun.
Akmal kemudisn dengan tendangannya langsung bisa meringkus pencopet tersebut. Namun pencopet tersebut tiba-tiba berklutut dan minta ampun kepada Akmal.
“Ampun pak! Maaf aku hanya suruhan! Sebenarnya aku disuruh untuk mengalihkan perhatian kalian agar fokus dengan aku. Mereka hendak mencelaki kalian dengan membuat rem mobil anda blong dan tidak berfungsi,” ucap pria tersebut sambil bergetar.
“Mencelakai aku dan istri aku? Rem mobil blong? Siapa mereka?” tanya Akmal marah besar, namun Akmal tidak mudah percaya begitu saja. Akmal kemudian menelpon montir langganannya untuk mengecek kendaraannya. Namun Akmal juga tidak memberi ampun orang tersebut. Akmal memberikan pria tersebut pada security agar diserahkan ke orang yang berwajib.
Setelah menyerahkan penjahat tersebut. Akmal dn Tiara menunggu montir datang untuk memeriksa mobilnya.
“Sayang, siapa yang tega berbuat seperti itu ya? Kenapa jahat sekali? Salah kita apa?” tanya Tiara kepada suaminya.
“Entahlah. Aku akan mnyelidikinya, dn aku pastikan mereka tidak akan selamat!” ucap Akmal geram. Dan tidak lama kemudian montir datang dan benar saja mobil mereka disabotase oleh seseorang.
__ADS_1
Akmal tidak tinggal diam dan dengan segera menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?