
Setelah seharian tidak keluar rumah, Akmal dan Tiara berencana jalan-jalan di kota Paris. Mereka berniat menikmati menara Eifel di malam hari. Tiara sangat senang dengan pemandangan kota Paris. Setelah puas jalan-jalan Tiara dan Akmal mampir di restoran khas menu Paris. Namun tiba-tiba Tiara dikejutkan dengan sosok yang mirip Vino. Tiara langsung mencolek suaminya dan membisikan seesuatu di telinga suaminya.
“Sayang…, bukankah itu kak Vino? Sama siapa dia?” tanya Tiara kepadaa suaminya. Akmal langsung menoleh ke araah telunjuk Tiara dan benar juga yang Tiara lihat memang Vino. Akmal pura-pura tidak mengetahui Vino namun sayang Vino menghampiri mereka.
“Malam, Akmal dan Tiara? Kalian juga di sini?” ucapVino berusaha ramah dengan mereka. Akmal berusaha menghindari mereka dan terkesan cuek. Tiara yang merasa Akmal sengaja tidak merespon mereka, Tiara yang tidak enak hati menyenggol lengan Akmal hingga Akmal menjawab pertanyaaan kakaknya.
“Iya, kami lagi haneymoon. Kami memang sengaja menghabiskan waktu kami di sini setelah pernikahan kami!” ucap Akmal cuek tapi menyakitakan. Akmal dalam hatinya bertemu dengan Vino itu nmerupakan bagian dari kesialan dirinya.
“O.., maaf aku masih ada acara dengan rekan bisnis akju!” ucap Vino yang canggung dengan situasinya. Vino dengan refelek pergi meninggalkan mereka menghampiri rekan bisnisnya.
“Sayang, kenapa kak Vino tidak mengajak istrinya? Dan kenapa dia bersama rekan bisnis wanitanya?” tanya Tiara yang merasa kasihan dengan Naira.
“Sayang, apa pedulimu? Bukankah dulu Naira menyakitimu?” tanya Vino melihat istrinya dengan dalam. Tiara hanya menghela nafasnya panjang. Tiara gak habis pikir dengan suaminya yang benar-benar masih sakit hati dengan Vino meskipun sudah tahu kalau Vino itu abangnya sendiri. Apalagi Naira dulu juga sahabatnya sejak kecil.
“Kak…, tolong kamu dekati abang kamu dan naseharti dia supaya jangan mempermainkan Naira!” ucap Tiara kepada suaminya dengan memohon. Tiara memang berhati bidadari sehingga mau menolong orang yang dulu menyakitinya.
“Baiklah sayang, nanti aku akan bicara dengan Vino secara laki-laki! Nanti aku akan menghubunginya! Ayo kita pergi dari sini!” ucap Akmal yang berdiri dari tempat duduknya kemudian menggandeng Tiara untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Akmal semakin cinta dengan Tiara karena Tiara yang baik hati bahkan cantik secara luar dan dalam. Akmal dan Tiara berjalan menelusuri kota Paris dan gandengan dengan sangat mesra. Dibalik kemesraan mereka ada seseorang yang iri melihatnya. Vino ternyata tidak lepas memperhatikan kebersamaan mereka hingga rekan bisnis wanitanya menegurnya.
“Are you oke?” tanya wanita tersebut sambil melihat Vino yag terus menatap kepergian Tiara dengan Akmal. Vino yang tidak fokus nampak bengong dan tidak menghiraukan pertanyaan wanita tersebut. Hingga wanita tersebut bertanya dengan berulang-ulang.
“Eh…, ya. Aku baik-baik saja! Maaf itu tadi adik dan istrinya hyag dulu pacar aku!” jawab Vino berusaha menjelaskannya. Wanita tersebut semakin tidak mengerti dengan pernyataan Vino.
“Kamu dikhianati wanita terswebut?” tanya sang wanita kepada Vino penasaran. Vino menggelengka kepalanya kemudian menjelaskan semuanya kalau sebenarnya dirinya yang dulu jahat dan meninggalkannnya. Sang wanita kemudian mengerti kalau ternyata Vino yang berada di dekatnya itu tidak lebihsebagi seorang lelaki pecundang dan bajingan. Wanita tersebut menghela nafasnya ternyata selama ini Vino yang dia cintai merupakan klelaki yang tidak baik. Wanit atersebut kemudian bertanya lagi kepada Vino.
“Jangan-jangan kamu pria yang beristri?” tanya wanita tersebut kepada Vino dengan maksud mencari kejelasan tentang status Vino yang selalu Vino sembunyikan. Mungkin ini saat yang tepat kalau dirinya bertanya kepadanya.
Vino yang tidak menyanggka mendapatkan pertannyaan seperti itu nampak gelagapan untuk menjawab pertanyaannya.
“Vin…, aku bukan wanita yang seperti itu. Aku tahu kamu merahasiakan status kamu. Ingatlah istri kamu dan calon anak kamu! Percayalah hidupmu kelak akan menjadi baik degan memperlakukan merka dengan baik,” ucap wanita tersebut kemudian pamkitan meninggalkan Vino. Sementar itu Vino seperti sadar diri dan kembali dari mimpi buruknya. Vino menghela nafasnya kemudian duduk bengong danmemikirkan kata-kata perempuan tadi.
“Kak, boleh aku duduk di sini?” tanya seseorang yang mengagetkannya tiba-tiba berada di depannya yang tak lain Akmal adiknya.
“Hai…, bukankah kamu sudah pergi?” tanyanyabalik dengan sedikit rasa canggung.
__ADS_1
“Iya, tapi adik iparmu menyuruhku kembali untuk menasehatin kamu. Dia sangat mengkawatirkan kamu dan membujukku untuk menasehati kamu dan mengingatkan kamu agar tidak terjerumus ke hal yang lebih dalam. Dia menginginkan kamu untuk selalu jadi lelaki yang setia terhadap satu wanita yaitu istri kamu!” ucap Akmal menyampaikan semua pesan istrinya kepada kakanya.
Vino menghela nafas panjang. Vino merasa Tiara adalah waita yang sangat baik dan dia menyesal dulu telah menyia-yiakannya.
“Terimakasih. Kalian berdua memang adik aku yang terbaik. Maaf kesalahan aku di masa lampau. Aku akan berusaha merubah diriku. Aku barusan juga medapatkan wejangan yang sama dari wanita tadi yang bersamaku. Setelah ini akju janji akan merubah hidupku. Aku akan membahagiakan orang-orang yang mencintaiku!” ucap Vino yang tidak tanggung-tanggung merendahkan dirinya dihadapan adiknya. Vino pun berteimakasih dan sekaligus minta maaf kepada Vino kemudian merangkul Akmal. Akml yan gamarahnya sudah mereda membalas pelukan Vino dengan pelukan yang menghangatkan.
“Bang aku juga minta maaf selama iniaku belum bisa megakui kamu sebagai kakak aku!” ucap Akmal yag kemudian berangsur-angsur melepasakan pelukan kakaknya. Mereka berdua pun akhirnya bercerita dengan tanpa canggug lagi. Vino pun akhirnya tersadar kalau Akmal mendekatinya tanpa degan Tiara kemudian Vino menanyakan keberadaan Tiara.
“Tiara sudah akuantar pulang, yang kebetulan rumah kita di Paris ada di dekat sini. Tadi Tiara sengaja memintau kembali untuk menmui kamu. Kakak kalau mau ke rumah boleh kok. Kalau kakak mau berlibur di sini kakak boleh tingal di rumah kami,” ucap /akmal yag sudah mulai biasa memanggilnya kakak meskipun awalnya agak canggung.
“Baiklah kapan-kapan ya? Hari ini aku akan kembali ke Indonesia. Aku ingin pulang menemui Naira. Aku sadr ternyata kebahagiaan aku ada di Naira,” ucpa Vino terlihat tulus. Vino langsung pamitan kepada adiknya. Akmal yang mengetahui kalau Vino tulus akhirnya menawarkan diri untuk mengantar Vino ke bandara. Vino juga tidak menolak keinginan Akmal. Mereka berdua pun menjadi pusat perhatian banyak orang terutam wanita-wanita Bule yang ada di sekitarnya.
“Gila merka berdua laki-laki tampan dan gagah, idaman semua wanita. E.., mereka berdua mirip sekali? Kembarkah?” celetuk wanita bule yang ada di dekat mereka dengan bahasa asing. Akmal dan Vino yang mendengar percakapan mereka sontak langsung saling pandang seolah mencari kebenaran artas perkataan wanita tersebut.
“Benarkah begitu ya kak?” tanya Akmal terhadap Vino hingga mereka berdua akhirnya tertawa setelah mengeryitkan dahinya.
“Iya kali, kita kan terlahir dari rahim satu ibu!” ucap Vino menjawab pertayaan Akmal, mereka berdua pun akhirnya keluar reto dan meluncurmenuju hotel tempat Vino menginap dan berlanjut mengantar Vino ke bandara.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?