
Akmal ditemani Bayu memeriksa perusahaannya di kota Malang karena mendapat laporan kalau usahanya di sana ada beberapa masalah yang harus segera diselesaikan. Akmal bersama Bayu memutuskan untuk menginap di sana meskipun jaraknya cukup dekat dengan kotanya namun entah mengapa dirinya mengajak Bayu menginap.
Setelah mereka memeriksa perusahaan berencana makan di restoran, namun belum sempat masuk ke restoran mata Akmal menangkap bayangan seorang gadis yang mirip dengan Tiara keluar restoran dan masuk ke dalam mobil.
Akmal meminta Bayu mengejarnya, sementara itu Tiara yang merasa diikuti dari belakang berusaha melajukan kendaraannya dengan kencang dan menyelinap masuk ke dalam toko rekanan tantenya.
“Kak…, tolong bantu aku! Kakak postur tubuhnya sangat mirip dengan ku tolong kakak segera mengganti baju kakak dengan bajuku. Aku mohon kak! Di luar sana ada seseorang yang ingin bertemu denganku tapi aku belum siap kak!” ucap Tiara memohon kepada pemilik toko tersebut.
“Baiklah sayang! Kau gadis baik, aku akan menolongmu!” ucap kakak itu dan Tiara pun segera mencopot bolero warna birunya untuk diberikan kepada kakak pemilik toko tersebut sementara itu Tiara disembunyikan di ruangannya.
Akmal yang tahu kalau orang yang dicurigai itu Tiara langsung masuk ke toko tersebut dan pura-pura memilih sepatu untuk dibelinya.
“Permisi mbak ini boleh dibayar dengan kredit card ya?” tanya Akmal kepada pelayan tersebut.
“Boleh pak! Silahkan!” ucap Pelayan tersebut sambil menerima kartu kredit milik Akmal. Akmal pun memanfaatkan peluang tersebut untuk mencari Tiara.
“Sepertinya bu Tiara tidak ada di sini pak! Lihat itu mungkin orang yang tadi masuk ke mobil di depan restoran tadi,” pandangan Bayu menyoroti seorang wanita dengan bolero miliknya Tiara.
“Tapi aku yakin, tadi itu Tiara!” ucap Akmal berusaha menyakinkan Bayu.
“Tapi pak!” ucap Bayu yang tidak yakin dengan ucapan Akmal.
“Ini pak barangnya. Terimakasih sudah mampir di toko kami! Mudah-mudahan anda puas!” ucap pelayan tersebut setelah mengembalikan kartu kreditnya dan memberikan barang yang dibeli pak Akmal.
Bayu menerima barang tersebut dan langsung mengikuti Akmal yang berjalan ke mobilnya dan memutuskan untuk meninggalkan toko tersebut.
“Tiara…, mereka sudah pergi! Ayo keluarlah!” ucap pemilik toko tersebut kepada Tiara.
“Terimakasih kak atas bantuannya!” ucap tiara sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sebagai ucapan terima kasih.
__ADS_1
“Sama-sama! Tiara…, aku rasa mereka tidak ada tampang jahat lo! Tapi kenapa kamu harus menghindarinya?” tanya pemilik toko itu penasaran.
“Iya kak mereka memang baik! Tapi aku belum siap bertemu dengannya!” ucap Tiara sambil menghela nafasnya panjang.
“Ya sudahlah! Kakak do’akan dia berjodoh dengan kamu! Kakak merasa dia lelaki yang tepat untuk kamu Tiara?” ucap kakak pemilik toko tersebut menyanjung Akmal.
“Terimakasih atas do’anya kak! Aku permisi pulang dulu! Untuk contoh sepatu produk kami terbaru sudah aku bawakan nanti biar diambil mbaknya di mobil!” ucap Tiara sambil mengajak pelayan toko tersebut menuju mobilnya.
Tiara pun dengan tenang duduk manis di belakang kemudi dan melajukan mobilnya pulang ke rumah tantenya. Sesampainya di rumah Tiara menceritakan peristiwa tersebut kepada tantenya.
“Tante tadi aku hampir ketahuan sama Akmal dan dia berhasil mengikutiku. Untung tadiaku dibantu sama kak Sari berhasil mengecohnya!” cerita Tiara kepada tantenya.
“Astaga sayang? Kenapa tidak kamu temui? kasihan Akmal, aku rasa cintanya tulus kepadamu!” ucap tante Indah berusaha menyakinkan Tiara.
“Iya tante, aku masih ingin menyakinkan perasaan aku dulu!” ucap Tiara.
Tiara langsung melesat ke kamarnya dan mengganti bajunya untuk bebersih diri dan berlanjut melaksanakan aktivitasnya.
Sementara itu Akmal yang urusan perusahaannya sudah selesai meminta Bayu untuk menunda kepulangannya. Akmal ingin menambah sehari lagi untuk menikmati keindahan kota Malang.
“Pak sudahlah sebaiknya kita pulang saja! Di kantor pusat banyak pekerjaan yang harus segera kita selesaikan!” ucap Bayu mengingatkannya.
“Tidak apa-apa, sebagian berkas penting kemarin sudah aku selesaikan! Di sini aku bosnya, jadi aku yang mengatur!” ucap Akmal tegas membuat Bayu langsung terdiam.
“Baik, aku terserah kata pak Akmal saja!” ucap Bayu yang tidak mampu menolak keputusan pak Akmal.
“Baik kalau begitu! Besok kita pergi ke toko sepatu tadi! Aku merasa kalau kemarin itu benar-benar Tiara dan aku tidak mungkin salah dalam melihat!” ucap Akmal berusaha menyakinkan Bayu.
“Dasar halusinasi, maklum kalau jatuh cinta yang ada hanya Tiara - Tiara melulu!” gumam Bayu lirih namun masih terdengar oleh Akmal.
__ADS_1
“Buk…!” Akmal melempar bantal ke arah Bayu tepat mengenai kepalanya.
“Dasar sok! Padahal dirimu juga sedang jatuh cinta kan? Paling yang ada dalam pikiran kamu sekarang ini hanya Inge dan Inge,” balas Bayu atas seloraohan pak Akmal.
“Terimakasih pak, aku diingatkan karena saatnya menelpon Inge sang pujaan hati!” ucap Bayu yang langsung meninggalkan Akmal di kamarnya. Bayu dengan cekatan langsung ngobrol dengan inge. Meskipun mereka berdua belum jadian akan tetapi sikap mereka berdua seolah-olah sudah menjadi sepasang kekasih.
Akmal yang berada di kamar sendirian kemudian memainkan ponselnya dan membuka beberapa galeri yang hampir semuanya berisi Tiara. Akmal memang dengan sengaja mencuri foto-foto Tiara tatkala sedang kerja ataupun berjalan di sekitar taman perusahaan.
“Tiara…, aku mohon dirimu segera pulang ke rumah dan memberi kabar untukku!” ucap Akmal pelan sambil melihat beberapa foto tentang Tiara. Akmal terus membolak balik foto Tiara yang ada di galerinya ponselnya.
Salah satu foto Tiara yang cemberut sangat menarik perhatiannya.
“Kamu memang sosok gadis yang baik dan selalu membuat aku ingin memelukmu Tiara,” gumam Akmal lirih hingga akhirnya Akmal terlelap tidur hingga pagi hari.
Di pagi hari yang cerah, Akmal tanpa berdiskusi terlebih dahulu langsung mengetuk pintu kamar Bayu.
“Ayo kita olahraga di alun-alun, biar badan kita Fresh dan segar!” ucap Akmal berusaha meminta Bayu ikut dengannya.
“Maaf pak, aku tidak ikut keluar karena aku masih mengantuk!” ucap Bayu yang kembali goyor melempar badannya kembali ke atas ranjangnya.
“Makanya jangan suka begadang! Kalau suka langsung tembak saja dan bawa langsung ke pak penghulu!” ucap Akmal sengaja menggoda Akmal.
“Sok tahu kamu! Kamu sendiri saja masih berburu gadismu itu! Dah sana pergi siapa tahu nanti dipertemukan dengan gadis impianmu itu!” ucap Bayu sambil memejamkan matanya hingga tertidur kembali.
“Benar-benar mental baja! Sama bosnya sok berani! Awas aku potong gaji kamu tahu rasa!” ucap Akmal dan langsung meninggalkan Bayu.
Akmal kemudian keluar hotel dan jogging di alun-alun yang indah dan asri. Akmal sangat menikmatinya hingga beberapa kali memutari alun-alun.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1