Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Semakin Lengket


__ADS_3

Sementara itu Tiara dan Akmal semenjak acara lamarannya yang mendadak semakin lengket satu sama lainnya. Kali ini Akmal hendak mengajak Tiara jalan-jalan dan untuk memberikan surprise.


“Pagi sayang,” sapa Akmal ketika berada di rumah Tiara. Dimana Tiara sedang menyirami bunga di tamannya.


“Pagi juga sayang, tumben pagi-pagi sudah ke rumah. Adakah sesuatu yang membuat kakak datang kesini?” tanya Tiara dan langsung mematikan kran air yang digunakan untuk menyirami tanaman.


“Iya sayang, aku hendak mengajak kamu jalan-jalan. Papa dan mama mana?” tanya Akmal yang celingukan lihat ke dalam rumah sambil menyerahkan buah tangan untuk Tiara.


“Ada di dalam, ayo masuk sekalian sarapan!” bisik Tiara di telinga Akmal dan langsung menggandengnya ke dalam rumah.


“Pagi! Om, tante!” sapa Akmal menghampiri mereka yang ada di ruang makan dan mencium punggung tangan mereka berdua.


“Ayo gabung sarapan, ini tadi tante kebetulan masak banyak dan kelihatannya enak sekali!” ucap papa Roy mempersilahkan Akmal calon menantunya.


“Ya om! Terimakasih,” Akmal langsung duduk di hadapan mereka berdua berdampingan dengan Tiara. Tiara dengan cekatan mengambilkan makan untuk Akmal setelah itu baru dirinya.


Papa dan mamanya tersenyum melihat Tiara yang sudah mau belajar melayani calon suaminya dan terlihat serasi.


Kemudian mereka berempat sarapan dengan baik hingga selesai makan. Akmal kemudian mengutarakan niatnya untuk mengajak Tiara jalan-jalan.


Papa dan mamanya memberinya izin bahkan mereka sangat senang kalau Akmal dan Tiara semakin mesra. Kemudian Tiara pamitan untuk bersiap diri sementara itu Akmal menunggunya sambil berbincang dengan papa dan mamanya Tiara.


“Om kemungkinan kita nanti pulangnya agak sore!” ucap akmal tiba-tiba membuka pembicaran diantara mereka bertiga.


“Iya nak! Tapi ingat jangan macam-macam ya? Tetaplah jaga budaya timur kita!” ucap papa Roy.


“Iya om! Terimakasih atas kepercayaan yang om dan tante berikan!” ucap Akmal sopan sehingga papa Roy dan mama Dewi semakin simpatik terhadap calon menantunya.


“Iya nak! Semoga kalian berdua berjodoh dan langgeng hingga kakek dan nenek-nenek!” ucap mama Dewi dengan bijak. Dan tak lama kemudian Tiara keluar dari kamarnya dengan pakaian feminimnya yang terlihat anggun.


Akmal langsung pamitan dan menggandeng Tiara untuk keluar menuju ke mobilnya. Akmal membukakan pintu untuk Tiara dan dirinya berada di belakang kemudi. Akmal mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang sambil memutar musik yang berlagukan lagu-lagu romantis.


“Sayang, kita mau kemana?” tanya Tiara kepada Akmal.

__ADS_1


“Kita mau ke puncak sayang, kita ngadem ya biar tidak panas terus,” gurau Akmal pada calon istrinya.


“Wah seru dong! Ok lah! Terserah kakak saja,” ucap Tiara sambil menikmati lagu-lagu yang diputar oleh Akmal.


Setelah hampir satu jam mereka sampai di puncak, Akmal mengajak Tiara bermain ke danau menikmati indahnya pemandangan di tepi danau. Akmal juga mengajak Tiara eliling danau dengan perahu. Setelah puas berkeliling danau,  Akmal mengajak Tiara menikmati restoran seafood di pinggir danau.


 Akmal nampak sangat menyayangi Tiara bahkan Akmal mengupaskan cangkang kepiting untuk kemudian di suapkan ke Tiara.


“Sayang kalau makan yang pelan to?” ucap Akmal yang tahu kalau Tiara sangat antusias makan kepiting yang disuapkan ke mulutnya oleh Akmal.


“Iya…, ini lezat sekali kak! Aku sangat menyukainya,” ucap Tiara senang bahkan Tiara makan dengan belepotan seperti anak kecil.


“Sayang, kau itu seperti anak kecil saja! Sini aku bersihkan!” Akmal menahan dagu Tiara dengan tangannya kemudian yang satunya membersihkan bibir Tiara. Bibir Tiara yang memerah seolah mempunyai pesona sendiri hingga Akmal tertarik untuk menikmatinya.


“Cup…,” Akmal mengecup bibir Tiara yang merah merona.


“Kakak, malu dong dilihat orang,” bisik Tiara manja dengan wajah merah merona karena menahan malu.


“Dikit saja sayang, aku sangat mencintai dan menyayangimu!” ucap Akmal sambil terus menyusuri pipi Tiara.


“Iya sayang! Kakak masih dalam batas wajar kok!” ucap Akmal menghibur Tiara.


“Bodho ah! Ayo makan lagi aku masih lapar!” ucap Tiara yang kembali memakan makanannya diikuti oleh Akmal yang semakin gemas dengan Tiara. Muka Tiara yang tirus seolah mengundangnya untuk menikmatinya.


Selesai makan Akmal menuju kasir dan hendak beranjak pergi meninggalkan restoran tersebut.


Akmal kembali mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah namun begitu sampai di perkotaan tiba-tiba arah mobilnya bukan kembali ke rumah Tiara tapi belok ke daerah perumahan elit.


“Sayang kita mau kemana?” tanya Tiara penasaran.


“Kejutan sayang untuk kamu dan aku?” ucap Akmal sambil tersenyum memandang ke arah Tiara.


“Kejutan? Wah buat aku penasaran saja! Emangnya apa sayang?” tanya Tiara semakin penasaran. Akmal hanya tersenyum kemudian membelokan mobilnya ke arah rumah mewah yang cukup indah dengan halaman yang luas.

__ADS_1


“Sayang rumah siapa ini?” tanya Tiara yang memandang kagum rumah yang ada di hadapannya.


“Wah ini kan rumah yang aku impikan?” gumamnya lirih.


“Ini rumah kita sayang, jadi nanti kita kalau sudah menikah akan menempati rumah ini!” ucap Akmal sambil membukakan pintu mobil untuk Tiara.


“Benarkah? Ini bagus banget dan ini impian aku sayang,” ucap Tiara keceplosan karena memang rumah seperti itu yang selama ini yang dia impikan.


“Iyalah sayang aku memang sengaja ingin mewujudkan impian kamu!” ucap Akmal keceplosan karena pernah membaca buku diary Tiara yang tergeletak di kamar tamu rumah Tiara.


“Kakak! Ngintip dairy aku ya?” ucap Tiara yang langsung mencubit pinggang Akmal. Akmal langsung menangkapnya kemudian menariknya dalam pelukannya. Akmal sesaat kembali mencium bibir Tiara kemudian menggendongnya masuk ke dalam rumah dan membaringkan Tiara di sofa Tamu.


“Kakak mau apa?” tanya Tiara ketakutan.


“Kakak mau uji coba sayang?” ucapnya gemas dan jongkok di depan Tiara yang sedang berbaring.


“Kakak jangan macam-macam, nanti aku hamil?” ucap Tiara yang lugu sehingga membuat Akmal terkekeh.


“Aku hanya ingin kau mencoba sofa kita sayang? Bagaimana empuk dan nyaman kan buat rebahan dan duduk?” jawab Akmal terkekeh melihat Tiara yang ketakutan.


“Kakak buat aku takut saja,” ucap Tiara kemudian duduk di sofa tersebut dan menekan sofa tersebut dengan pantatnya.


“Bagaimana sayang?” tanya Akmal yang masih terkekeh melihat Tiara yang polos.


“Wah nyaman dan empuk sayang. Ini mahal ya soal e kualitas ekspor,” ucap Tiara yang masih memainkan tubuhnya di atas sofa.


“Tidak mahal kok sayang, ayo kita ke kamar kita nanti,” Akmal langsung menarik tangan Tiara dan membawanya masuk ke kamar utama dan memperlihatkan fasilitasnya. Tiara nampak menyukai interior rumah dan kamarnya.


“Gimana sayang, ini tempat kita produksi lo?” goda Akmal yang membuat Tiara semakin merona merah karena menahan malu.


“Kakak! Nikah dulu ya?” ucap Tiara yang menunduk malu.


“Siap sayang, bulan depan kita nikah. Semua persiapan nikah aku suda sewa Event Organiser yang terkenal di kota kita dan yang terpenting kamu siap menjadi ibu dari anak-anak kita kelak!” ucap Akmal serius namun sayang orang yang diajak ngobrol sudah tertidur di sofa. Akmal pun karena capek dan ngantuk menyusulnya untuk tidur di samping Tiara.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2