
Hari ini Akmal benar-benar berada di perkampungan tempat Tiara tinggal bersama tantenya. Suasana yang dingin telah membuat Akmal betah dan menikmatinya. Di pagi yang cerah Akmal sudah berada di depan rumah Tante Indah.
“Pagi tante?” sapa Akmal kepada tante Indah yang berada di depan sedang bercocok tanam di taman depan rumahnya.
“Eh nak Akmal…, wah sudah rapi sekali! Mau kemana nich?” tanya tante Indah sambil menyirami bunga di tamannya.
“Iya tante…, boleh dong aku ajak Tiara ke luar rumah? Aku ingin olahraga pagi menikmati indahnya alam pegunungan di perkampungan tante Indah.
“Wah bagus tuh nak! Masuk saja, Tiara sedang di belakang olahraga dekat kolam!” ucap tante Indah mempersilahkan Akmal masuk. Akmal nampak ragu untuk masuk ke dalam rumah tante Indah.
“Tidak apa nak! Masuk saja!” ucap tante Indah yang masih sibuk dengan tanamannya.
“Terimakasih tante!” Akmal langsung masuk dan menuju ke belakang rumah dekat kolam renang. Tiara nampak berlari kecil mengelilingi kolam renang. Karena tidak fokus tiba-tiba Tiara menabrak tubuh seseorang.
“Bruk…,” tubuh Tiara limbung hendak jatuh ke dalam kolam renang, dengan cekatan Akmal menarik tubuh Tiara hingga jatuh dalam pelukannya.
“Pak Akmal…, mengagetkan saja!” ucap Tiara yang otomatis tangannya langsung melingkar ke leher pak Akmal.
“Wah kayaknya kesempatan nih…, hendak menikmati pelukan aku ya?” goda Akmal kepada Tiara.
“Siapa yang menikmati! Bener-bener pak Akmal gak tahu Akhlak ya!” ucap Tiara tersipu malu sambil melepaskan pelukannya dari pak Akmal. Akmal terkekeh melihat Tiara yang mukanya memerah seperti kepiting rebus.
Tiara kemudian pelan-pelan duduk di kursi dekat kolam sambil menikmati teh hangatnya diikuti oleh Akmal.
“Tiara…, ayo bawa aku keliling perkampungan sini dong! Aku sangat menyukainya, Alamnya begitu indah dan sejuk. Apalagi pemandangan diatas bukit terlihat seperti magnet yang sengaja diturunkan oleh Allah untuk kunikmati ditambah ditemani dengan seorang gadis cantik yang merupakan idaman setiap lelaki!” ucap Akmal mulai merayu Tiara.
“ Wah…, sejak kapan pak Akmal pandai berkata-kata dan merayu wanita?” ucap Tiara asal nyeplos.
“Sejak bertemu denganmu! Kau benar-benar merubah hidupku Tiara?” ucap Akmal yang masih terus memandangi muka Tiara.
__ADS_1
“Bodo amat! Aku tidak tertarik dengan rayuan gombal kamu pak Akmal!” ucap Taira langsung berdiri dari tempat duduknya setelah menyeruput secangkir tehnya dan geloyor pergi meninggalkan Akmal.
“Tiara mau kemana kamu? Aku belum selesai ngomong dengan kamu,” ucap Akmal yang seketika itu juga membuat Tiara terhenti.
“Katanya mau jalan-jalan? Jadi tidak?” tanya Tiara yang menoleh kembali ke belakang.
“Jadi dong?” ucapnya senang dan langsung bergegas mengejar Tiara dan menggandenganya keluar rumah tante Indah. Dan anehnya Tiara tidak menolak sama sekali bahkan terlihat begitu menikmatinya. Tante Indah senang melihat perubahan yang terjadai antara pak Akmal dan keponakannya.
"Tante..., kami pergi dulu ya?" pamit Akmal kepada tante Indah dengan sopan. Tante Indah hanya mengangukan kepalanya sebagai tanda menyetujui mereka.
Setelah pamitan tante mereka berdua berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan setapak menuju taman yang berada di lereng bukit.
Di tengah perjalanan tiba-tiba Akmal menghentikan langkahnya dan mengambil setangkai bunga dan di sematkan di telinga Tiara dan merapikan rambutnya yang tergerai diterpa angin. Akmal mengecup kening Tiara dan membisikan sesuatu di telinganya.
“Sayang kau begitu cantik dan anggun, maukah kau menjadi pacarku?” ucap Akmal tiba-tiba sehingga mengejutkan Tiara. Dan pada saat yang bersamaan tiba tiba terbanglah beberapa balon yang ada tulisannya “I Love You.”
Tiara bingung tidak menjawab, Akmal yang tahu situasinya hanya terdiam menunggu jawaban dari Tiara. Namun tidak berapa lama kemudian Tiara membuka mulutnya.
"Woi..., jangan main sosor dong? Ingat yang ada di balik semak! Situ sih enak kita nunggu dari tadi nih! Yang ada kita dijadikan santapan nyamuk!" teriak Bayu.
“Lo…., bukannya kak Bayu kemarin pulang?” tanya Tiara yang terkejut melihat kedatangan mereka.
“Kota kita dengan kota Malang jarak tidak jauh, jarak tempuhnya hanya satu jam, jadi kita tadi dini hari langsung meluncur kesini. Apalagi itu tuh si kecil mungil ingin bertemu denganmu, kataya kangen sama kamu,” ucap Bayu sambil menunjuk ke arah Inge. Dan di saat bersamaan Bayu juga menyerahkan sesuatu ke tangan Akmal.
“Sayang sebagai tanda cinta kasihku untuk kamu pakailah ini ya!” Akmal memakaikan cincin di jari manis Tiara.
“Terimakasih pak!” ucap Tiara tersipu malu memanggil pak terhadap pak Akmal.
“Sayang…, mulai sekarang jangan panggil aku pak lagi dong? Panggil aku apalah yang penting terdengar merdu di telinga.
__ADS_1
“Mulai dech ngegombal lagi! Ayo Inge kita pergi dari sini saja biarkan mereka berdua disini, biar dikerumuni monyet hutan yang sedang patroli,” ucap Tiara berkelakar dan terus melanjutkan melangkahkan kakinya hendak naik ke atas bukit.
“Tunggu…aku, sayang?” teriak Akmal lebai hingga Inge dan Bayu tertawa geli menatap pak Akmal yang bertingkah seperti ABG.
“Ha…, ha…, dasar Ceo labil! Masa iya demi Tiara mengejar-ngejarnya sampai rela meninggalkan pertemuannya dengan klien.
“Tak apa kan? Aku percaya dengan kemampuan kamu! Kemarin sudah buat kesepakatan dengan klien kan? Jadi tidak apa yang terpenting perjanjiannya sudah closing kan?” tanya Akmal kepada Bayu sambil agak mempercepat jalannya mengejar Tiara.
"Tentu sudah dong pak! Pokoknya sama Bayu dijamin beres!" jawab Bayu terkekeh melihat perubahan yang dialami oleh bosnya.
“Tiara tunggu dong sayang,” ucap Akmal begitu sejajar dengan Tiara dan langsung menggandengnya menyusuri jalan setapak.
Dan tidak ada yang memberi komando tiba-tiba Akmal bikin ulah lagi dengan berteriak mengucapkan “Tiara…, I love You.” Suara Akmal menggema memantul dibalik tebing bukit.
Mereka bermpat nampak senang bermain-main di lereng bukit sambil menikmati indahnya alam pegunungan dan setelah puas mereka kembali ke rumah tante Indah.
Di rumah tante Indah mereka menikmati makanan yang sudah disiapkan dan dihidangkan oleh tante Indah.
Setelah makan mereka berlanjut bergurau di teras depan. Di tengah-tengah mereka bercanda Akmal meminta Tiara untuk pulang ke kotanya bersama dengannya.
Tiara yang tahu kalau Akmal tulus, akhirnya memutuskan untuk mengikuti Akmal pulang. Namun sebelum pulang Akmal meminta Tiara menunjukan perusahaan sepatunya. Tiara meminta izin ke tantenya untuk melihat perusahaannya.
“Sayang…, setelah aku melihatnya. Aku merasa perusahaan sepatu ini perlu dikkembangkan lo? Produknya bagus dan yang kemarin aku borong dan dipajang di mall keluarga banyak diminati oleh kalangan anak muda. Baru 2 hari sudah menunjukan kalau omsetnya yang diterima dari penjualan sudah lumayan.
“Iya sich kak! Tapi kita sudah nyaman kok dengan kondisi usaha seperti ini. Aku tidak berani mengambil resiko kak,” ucap Tiara bingung bagaimana mengambil keputusan.
“Sudahlah, nanti aku yang meminta izin kepada tante Indah agar aku bisa membantu mengembaangkan usaha ini.”
“Siap…, terserah kakak saja! Aku main kesana dulu ya?”ucap Tiara sambil sesekali menyeruput minumannya dan menikmati hidangan kue yang dihidangkan oleh OB perusahaan.
__ADS_1
“Iya sayang,” ucap Akmal yang berada di sofa ruangan khusus untuk pemilik. Akmal berusaha menganalisis segmen pasar pabrik yang tepat sehingga produknya bisa terjual dengan baik dan bermanfaat.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?