Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Semakin Terkuak


__ADS_3

Bayu sangat patuh dengan atasannya, hari itu juga Bayu mulai menyelidiki Naira. Bayu bekerjasama dengan Inge berusaha mencari titik lemah Naira. Kinerja Naira di perusahaan ini sangat dipertanyakan.


“Inge, bagaimana? Sudahkah kamu menemukan titik terang dengan kasus Naira?” tanya Bayu kepada Inge.


“Ia, ini sudah ada beberapa bukti terutama penggelapan barang yang dikirim oleh perusahaan kita dengan perusahaan cabang yang dikelola oleh pak Vino. Ada beberapa kasus di sini yang ternyata antara perencanaan tidak sesuai dengan realisasi yang ada,” ucap Inge kepada Bayu.


“Ok, terus cari buktinya hingga ketemu,” Bayu pun duduk di hadapan Inge.


“Iya kak, aku yakin dalam waktu satu minggu kasus ini akan semakin terkuak!” ucap Inge yang kemudian menyampaikan beberapa berkas kepada Bayu.


“Bagus kerja yang baik. Aku yakin mereka berdua tidak bisa berkutik. Vino bahkan bisa jadi dipecat dari jabatannya,” ucap Bayu yang kemudian berdiri di depan Inge dan membisikan sesuatu.


“Sayang, yuk kita makan siang berdua!” ucap Bayu tiba-tiba hingga membuat Inge kembali melongo seakan tidak percaya dengan sikap Bayu.


“Biasa saja. Sayang-sayang kepala peang, emang aku tuh kekasih bapak apa?” ucap Inge yang kesal dan langsung berdiri berjalan menuju ke kantin.


“Inge sayang tunggu kakak dong!” ucap Bayu yang berjalan sejajar dengan Inge.


“Bapak jangan berisik ya?” ucap Inge yang terus berjalan dan duduk di kursi kantin diikuti oleh Bayu.


Tidak lama kemudian Bayu langsung memberi kode kepada pelayan untuk mendekat ke areanya.


Bayu memesan makanan kesukaannya dan Inge.


“Sayang, kamu jangan begitu dong sama aku?” ucap Bayu yang menggeser kursinya mendekat ke Inge.


“Pak…, lihat tuh semua karyawan melihat ke arah kita! Pasti sebentar lagi di grup akan ada berita heboh kalau pak Bayu terlibat asmara dengan Inge,” ucap Inge dengan nada jengkel.

__ADS_1


“Bagus dong? Berarti semua cewek pasti akan patah hati dibuatnya. Dan kamu tentu harus bangga bisa mengalahkan semua rival kamu yang menginginkan aku menjadi pacarnya,” ucap Bayu dengan bangganya.


“Iya sich pak, itu kalau betulan. Lagian siapa tahu hati bapak sebenarnya terhadap aku! Bisa jadi bapak hanya tebar-tebar pesona untuk menghilangkan stress karena tidak laku-laku!” ucap Inge yang sangat menyentuh hati Bayu.


Bayu dengan tiba-tiba memegang tangan Inge dan menariknya untuk berdiri dan tanpa diduga Bayu mengungkapkan perasaannya di hadapan semua orang yang ada di kantin.


“Selamat siang semuanya, hari ini semua karyawan boleh makan gratis di kantin karena hari ini saya sangat bahagia karena jadian sama Inge. Dengarkanlah, Inge satu-satunya wanita yang aku cintai dan aku nikahi. Semoga apa yang aku sampaikan ini segera terwujud untuk menikah dengan Inge,” ucap Bayu serasa membuat jantung Inge berhenti berdetak.


Dan benar saja, semua karyawati yang berada di situ langsung patah hati karena Bayu benar-benar jadian sama Inge.


“Wah, benar-benar pasangan serasi. Selamat hari patah hati sedunia ya?” ucap salah satu karyawati yang berada di situ.


“Bener nich, sayangnya kita kalah cepat sama bu Inge. Selera pak Bayu benar-benar berkelas dan bertalenta. Sudah cerdas, pinter dan cantik pula. Aku yakin mereka berdua kan berakhir di pelaminan,” ucap salah satu karyawati perusahaan yang semakin membuat pembicaraan mereka bertambah hangat.


“Sudahlah, yang terpenting kita hari ini senang. Ayo kita santap makanan yang hari ini gratis dari pak Bayu!” ucap salah satu karyawan yang ada di situ dan ikut bergabung dengan mereka.


Sementara itu Inge serasa di berada di negeri diatas awan. Inge merasa badannya seolah terbang karena merasa tersanjung dengan sikap Bayu. Namun sewaktu mereka saling tatap satu sama lainnya tiba-tiba ponsel Bayu berdering. Bayu melihat ponselnya yang ternyata berasal dari Akmal.


“Pak Akmal, sebentar aku angkatnya ya?” ucap Bayu yang meminta izin pada Inge terlebih dahulu.


“Iya pak, ada apa ya? Coba sekali-kali jangan ganggu orang saja!” ucap Bayu yang memang akrab dengan bosnya.


“Hem dasar memang tidak tahu diuntung, kamu lupa ya kita mau rapat dengan klien. Emangnya pacaran saja bisa buat kamu kenyang?” ucap Akmal di seberang sana. Bayu langsung menepuk jidatnya sendiri.


“Iya pak, maaf. Aku akan segera meluncur ke kantor kamu!” ucap Bayu dan langsung izin menutup ponselnya kepada majikan nya.


“Sayang, ada tugas dari pak Akmal. Ayo kita segera ke kantornya,” ucap Bayu dan langsung menyelesaikan pembayaran kepada pengelola kantin dan mengajak Inge pergi.

__ADS_1


“Ayo sayang, kita ditunggu pak Akmal. Sebentar lagi rapat dengan klien,” ucap Bayu dan terus menggandeng Inge.


“Pak…, kaki aku sakit. Jalannya pelan dikit kenapa?” ucap Inge yang memang kakinya sakit karena terpeleset di tangga rumahnya kemarin.


“Kenapa sayang?” ucap Bayu yang tiba-tiba berhenti dan menunduk untuk memeriksa kaki Inge.


“Eh sayang ini kenapa? Kok sampai bengkak seperti ini?” tanya Bayu yang kemudian melepas sepatu Inge dan membawa sepatu tersebut. Bayu menggandeng nya dengan pelan hingga akhirnya sampai di ruang kerja Inge.


Bayu kemudian menelpon OB untuk membawakan es batu dan serbet untuk dikompreskan ke kaki Inge.


“Sayang, maaf ini kamu lanjutkan ya? Lihat pak Akmal menelpon kembali!” ucap Bayu yang kemudian memberi kompres tersebut pada Inge. Bayu langsung bergegas menemui bosnya.


“Maaf bro, barusan masih ada insiden sedikit!” ucap Bayu dan langsung duduk di dekat Akmal.


“Bagaimana, semua berkas siap?” tanya Akmal kembali.


“Siap! Pak Akmal tinggal presentasi saja!” ucap Bayu yang kemudian mengambil berkasnya yang ada di mejanya dan diserahkan ke pak Akmal.


“Kelihatannya ada kemajuan nich!” Tanya Akmal kepo.


“Iya…, tentulah! Semua berkat masukan bos! Tapi nanti setelah rapat aku izin dulu pak bos. Aku hendak membelikan cincin tunangan untuk Inge!” ucap Bayu memohon pada bosnya.


“Ok! Siap saja! Yang terpenting kita hari ini lancar dan dill dengan klien!” ucap Akmal dan meminta Bayu ikut dengannya ke ruang rapat.


“Siap bos!” ucap Bayu dan membuntuti bosnya menuju ke ruang rapat dimana klien sudah menunggu di situ. Akmal seperti biasa mempresentasikan semua program dan paparannya. Semua peserta nampak mendengarkan apa yang dipresentasikan oleh pak Akmal. Klien yang datang nampak memperhatikan paparan yang dipresentasikan oleh pak Akmal. setelah selesai presentasi pak Akmal memberi peluang pada klien untuk menyampaikan pendapatnya.


Klien yang merasa puas dengan paparan pak Akmal langsung closing dan menandatangani kontrak kerja. Bayu yang mengikuti rapat tampak tersenyum puas dengan kinerja mereka. Bayu kemungkinan besar akan dapat bonus oleh tuannya sesuai janjinya. Dan rencana untuk menikahi Inge akan seger terealisasi.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2