
Akmal yang menggendong Tiara menuju mobil membuat Bayu bingung dan langsung menarik Inge ikut dengannya yang juga masih memakai baju untuk pendamping manten.
“Bayu…, kita ke rumah aku yang baru saja! Aku hari ini ingin menghabiskan waktuku disana!” ucap Akmal yang sudah masuk di dalam mobil.
“Baik pak!” ucap Bayu dan langsung menghidupkan mobilnya. Mereka langsung meluncur menuju rumah Akmal yang untuk ditempati setelah pernikahan mereka nanti.
“Sayang, kamu tidak apa-apa kan? Maaf aku tidak bisa menjagamu hingga Naira menyakitimu!” ucap Akmal yang mengusap rambut Tiara dan membawanya untuk bersandar ke bahunya.
“Iya kak! aku tidak apa-apa! Terimakasih kak, kamu begitu peduli dengan aku!” ucap Tiara membesarkan hati Akmal.
“Tentu sayang, kamu kan segalanya untuk aku! Bagaimanapun aku selalu menjagamu!” ucap Akmal kepada calon istrinya. Perlakuan Akmal kepada Tiara membuat Inge menghela nafasnya. Inge ingin sekali menemukan lelaki seperti Akmal. Bayu yang tanggap gejolak hati nge langsung memegang tangan Inge dengan satu tangan yang lainnya memegang kemudi.
“Inge sayang, apapun yang kau lihat dan rasakan hari ini, aku siap untuk mewujudkan impian kamu!” ucap Bayu yang berusaha menghibur Inge. Inge seketika itu juga menoleh menghadap ke arah Bayu. Inge hanya tersenyum menghadapi ucapan Bayu. Baginya Bayu tak lebih sekedar bercanda dengannya.
“Gombal kok pake banget ya? Pasti tambah compang-camping dong hatiku?” ucap Inge sekenanya. Bayu hanya melongo mendengar ucapan dari Inge.
“Hati yang compang-camping itu seperti apa ya? Aku kok baru dengar?” tanya Bayu yang terus konsentrasi mengemudi mobilnya.
“Ya seperti hati aku ini! Tidak menentu hingga akhirnya terkoyak- koyak oleh keadaan,” ucap Inge nyengir.
“Makanya dengarkan aku! Aku pasti akan selalu menjaga kamu! Seperti halnya pak Akmal yang selalu mencintai dan meyanyangi Tiara,” ucap Bayu berusaha menyakinkan Inge.
“Pletak!” Akmal tiba-tiba menjitak kepala Bayu dari belakang.
“Astaga sakit pak!” ucap Bayu dari depan.
__ADS_1
“Kau itu jangan memalukan. Masa iya sayang sama pacar hanya memanfaatkan kedekatanmu dengan diriku!” bentak Akmal yang jelas mendengarkan percakapan mereka berdua.
“He…, he! Si bos berprasangka buruk saja! Aku tetap ko berusaha mencari modal untuk melamarnya! Tunggu ya sayang?” ucap Bayu yang kembali membual di hadapan bosnya.
“Melamar? Jadian aja belum mau ngelamar? Enak saja kalau ngomong!” ucap Inge yang spontan memotong pembicaraan Bayu dan Akmal.
“He…, he…, berarti kamu minta di tembak seperti sepasang kekasih yang lain itu?” tanya Bayu yang melirik kaca spion tengah ke arah Akmal.
“Benar-benar kau itu membuat aku malu! Modal dikit kenapa? Wah memalukan saja kamu bertahun-tahun ikut aku. Janganlah kau omong doang semua itu harus kamu buktikan!” ucap Akmal seolah merupakan tantangan bagi Bayu.
“Iya-iya pak! Siap dech. Aku pastikan bulan depan Inge jadi pacar aku! Bagaimana Inge? Setujukah?” ucap Bayu kembali membuat Akmal gemes hingga menjitaknya kembali.
“He…, he…, maaf bos. Kita sudah sampai!” Bayu langsung membelokan mobilnya menuju halaman rumah gedong milik Akmal. Akmal langsung turun mengajak Tiara masuk. Setelah sampai rumah Akmal meminta Tiara mengganti bajunya.
Tiara masuk ke dalam kamar yang kelak merupakan kamarnya dengan Akmal. Semantara Inge disuruh ganti baju di kamar tamu. Sedangkan Akmal dan Bayu berada di teras belakang rumah. Merek berdua menikmati suasana keindahan belakang rumah dengan memandang taman yang sudah mulai dihinggapi kupu-kupu.
“Bayu, aku ingin kau selidiki Naira. Aku ingin kau jatuhkan dia hingga dikeluarkan dari perusahaan kita! Carilah kelemahannya! Aku ingin tahu kekuasaannya hingga dia melukai perasaan calon istriku!” perintah Akmal serius terhadap Tiara.
“Baik, akan aku laksanakan kalau perlu besok sekalian aku keluarkan Naira dari kantor!” ucap Bayu serius.
“Baguslah kalau begitu segera wujudkan! Aku sudah merasa sakit melihat calon istriku dihina seperti itu!” ucap Akmal yang nampak begitu emosi sehingga tanpa disadarinya Tiara sudah ada disampingnya.
“Sayang, apa yang hendak kamu lakukan? Adakah sesuatu yang kamu sembunyikan?” tanya Tiara yang tiba-tiba ada di sebelah Akmal.
“Gak ada apa-apa kok. Mana Inge?” tanya Akmal tiba-tiba mengingatkan Tiara kalau sesungguhnya dirinya ditemani oleh Inge. Tiara langsung balik mencari Inge yang ternyata rebahan di kamar.
__ADS_1
“Inge! Kamu dimana?” tanya Tiara begitu sampai di kamar tamu. Tiara tersenyum simpul melihat temannya ternyata sudah tertidur pulas di kamar tersebut. Tiara kemudian kembali ke tempat Akmal dan Bayu.
“Kak, Inge tertidur. Kasihan kelihatannya dia capek dan ngantuk karena tidurnya begitu pulas,” ucap tiara dihadapan Akmal dan Bayu.
“Pasti Inge kemarin lembur mengerjakan rancangan anggaran kemarin,” ucap Bayu yang membuat Akmal geram dengan tingkahnya.
“Anggaran apa? Proyek yang kamu tangani itu?” tanya Amal penasaran.
“He…, iya bro! Kemarin aku dan Inge lembur. Aku tidak mungkin bisa kerja sendiri!” ucap Bayu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
“Wah bener-bener kau itu sama cewek tidak pendekatan baik-baik tapi malah mempekerjakannya!” ucap Akmal sambil geleng-geleng kepalanya.
“Kakak Bayu. Inge itu sayang lo sama kakak. Mas iya cewek yang begitu sayang sama kakak justru kakak ajakkerja dengan terplosir seperti itu! Lihatlah dia terlihat capek sekali!” ucap Tiara berusaha menhyakinkan Bayu kalau sebenarnya mereka berdua memang saling cinta. Bayu yang merasa bersalah langsung bergegas menuju kamar tamu. Bayu melihat Inge memang meringkuk tertidur di ranjang. Bayu merasa kasihan kemudian mendekatinya dan menarik selimut untuk menutupi bagian bawah bajunya yang agak menyingkap hingga memperlihatkan paha mulus Inge.
Bayu nampak menelan ludahnya seolah dalam hatinya bergejolak ingin mengenal jauh Inge. Bayu menaikan selimut Inge kemudian mengecup kening Inge. Inge yang tanpa sadar reflek langsung menarik tangan Bayu hingga akhirnya Bayu jatuh di tempat tidur bersebelahan dengan Inge.
Bayu kembali menelan ludahnya hingga tenggorokannya semakin kering karena menelan salivanya. Namun karena Inge menariknya dan memegangnya begitu erat membuat dirinya tidak bisa berkutik dan akhirnya terlelap tertidur di samping Inge.
“Dasar pria bodoh. Aku yakin dia pasti tertidur di samping Inge!” gumam Akmal lirih kemudian menarik tangan Tiara hingga Tiara jatuh di pangkuannya.
“Sayang kamu mau ngapain?” tanya Tiara polos.
“Cium kamu sayang, aku sangat mencintaimu!” ucap Akmal yang hendak mencium bibir Tiara namun Tiara keburu meletakan tanganya menutupi bibirnya.
“Kakak, jangan nakal ya? Ingat kak! Pesan papa dan mama!” kata Tiara yang tiba-tiba perutnya berbunyi karena menahan rasa lapar.
__ADS_1
“Sayang, kamu lapar ya? tanya Akmal tiba-tiba dan hana dijawab anggukan dengan Tiara. Akmal pun dengan cekatan mengajak Tiara meju ke dapur. Dan mereka berdua masak di dapur memasak makanan yang sesuai dengan selera mereka berdua.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?