Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Mama yang Salah


__ADS_3

Akmal yang jenuh dengan perubahan yang ada membuat dirinya ingin keluar dari rumah untuk mencari angin. Tiara yang bersamanya merasakan apa yang dialami oleh Akmal calon suaminya.


“Sayang…, bagaimana kalau kita ke puncak saja!” ucap Tiara tiba-tiba.


“Boleh tuh sayang. Kita menginap disana ya?” ucap Akmal tiba-tiba.


“Jangan sayang…, aku tidak bawa baju. Dan sudah pasti papa dan mama aku tidak mengijinkannya.


“Ya sudah kita nikmati malam yang indah saja disana!” ucap Akmal dan langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan baju casual. Setelah selesai mengganti bajunya Akmal menghampiri Tiara kembali dan menariknya menuju garasi.


“Sebentar sayang, kenapa mesti buru-buru, itu papa memanggil kamu!” ucap Tiara yang mendengar papa Anggoro memanggil Akmal. Akmal seketika itu juga menghentikan langkahnya dan berbalik menuju ruang keluarga menarik tangan Tiara kembali.


“Iya pa, ada apa?” tanya Akmal kepada papanya yang masih ngobrol dengan mama Ratna.


“Pagi…, om…,tante!” ucap Tiara yang sudah berada di depan mereka dan mencium tangan Anggoro dan mama Ratna.


“Lo ada nak Tiara juga ya? Kapan-kapan main dong ke apartemen tante. Tante kangen masakan kamu!” ucap mama Ratna yang sengaja entah memuji atau basa-basi sama Tiara.


“Iya tante, nunggu kak Akmal longgor ya? Hari ini kami berdua izin dulu untuk jalan-jalan tante?” ucap Tiara sopan kepada mama Ratna.


“Iya…, silahkan!” ucap mama Ratna.


“Nak Tiara apa sebaiknya jalan-jalannya kamu tunda dulu? Karena om ingin membicarakan sesuatu dengan kalian berdua,” ucap papa Anggoro kepada mereka berdua.


“Iya pa,” ucap Tiara yang kemudian duduk di hadapan mereka berdua diikuti oleh Akmal.


“Nak Tiara…, ini mama Ratna mamanya Akmal dan sekaligus mamanya Vino. Om tahu kisah kalian bertiga yang cukup berliku. Om harap, kalian bertiga kelak ke depannya tidak ada sesuatu yang mengganjal diantara kalian. Om harap kamu bisa memakluminya nak?” ucap om Anggoro kepada Akmal dan Tiara.


“Iya om, aku tahu semua diluar nalar dan dugaan kita. Aku akan berusaha dengan baik untuk tidak mengungkit masa lalu kita. Aku akan menjadi istri dan adik ipar dengan baik. Aku sudah melupakan masa lalu kita. Mulai aku mengenal kak Akmal hingga hari yang akan datang cinta dan rasa sayang aku hanya untuk kak Akmal. Aku harap kak Akmal tidak meragukan aku!” ucap Tiara mantap seolah menyakinkan Akmal akan kecemasannnya. Akmal nampak senang dengan jawaban yang diberikan oleh Tiara. Tiara yang tidak diminta memberi pernyataan yang menguatkan hatinya sehingga dirinya semakin yakin dengan cinta Tiara.

__ADS_1


“Terimakasih sayang, kini aku tidak ragu lagi dengan kesetiaan kamu meskipun hubungan kita dengan kak Vino nampak begitu rumit,” ucap Akmal penuh semangat.


“Sayang, lantas apa lagi yang kau ragukan dengan Tiara? Berarti kalian bertiga bisa berdamai dengan keadaan kan? Jadi kamu bisa menerima Vino sebagai kakak kamu kan?” tanya mama Ratna tiba-tiba.


“Ma, kalau itu sudah aku tekankan aku perlu waktu. Aku masih shock dengan kenyataan pahit ini ma. jadi aku mohon mama memaklumi keadaan aku ini!” ucap Akmal yang nampak begitu tidak suka dengan ucapan mamanya.


“Iya, ok mama mengerti. Mama yang salah dalam hal ini, jadi mama mohon kalian untuk berbesar hati menerima Vino sebagai kakak dan kakak ipar kalian kelak jika kalian sudah menikah!” ucap mama Ratna sekali lagi.


“Ratna, kamu jangan terlalu memaksa. Biarkan waktu yang menjawab karena semuanya perlu proses!” ucap papa Anggoro memakluminya.


“Ya begitulah. Papa saja mengerti kenapa mama tidak mengerti juga. Aku dan Tiara mau keluar ma! Jadi izinkan kita keluar mencari ketenangan dan udara segar!” ucap Akmal langsung pamitan dan pergi meninggalkan mereka berdua.


“Akmal,” teriak mama Ratna merasa diabaikan oleh Akmal.


“Sudahlah biarkanlah mereka berdua pergi melepaskan kekecewaan dan kegalauan mereka!” ucap papa Anggoro menasehati mama Ratna.


“Kakak, jangan begitu sama orang tua. Kasihan mama Ratna, bagaimanapun aku merasa beliau sangat terpukul menerima keadaan ini. Bagaimanapun pasti orang tua ingin kedua putranya bersatu,” ucap Tiara yang terlihat begitu dewasa menasehati Akmal calon suaminya.


“Iya, aku tahu tapi aku masih bingung menerimanya kalau dia kakak aku apalagi dulu pernah ada dihati kamu? Kedepannya kita akan saling bertemu karena ada ikatan keluarga dong,” ucap Akmal menyampaikan keraguannya kepada Tiara.


“Kakak meragukan kesetiaan dan cinta aku?” tanya Tiara sambil mendelikkan matanya memandang Akmal yang sedang mengemudi.


“Aku tidak meragukanmu tapi aku meragukan Vino. Bisakah dia bersikap wajar dan menghapus semua rasanya terhadap kamu?” tanya Akmal dengan penuh selidik.


“Aku tidak tahu kak, tapi aku jamin diriku semuanya hanya untuk kamu,” ucap Tiara yang tiba-tiba mendekati Akmal dan mencium pipi kiri Akmal yang konsentrasi mengemudi. Akmal yang terkejut langsung mengerem mendadak mobilnya hingga berhenti di jalan. Untung di depan dan belakangnya tidak ada mobil yang sedang berjalan di jalan hingga tidak menyebabkan kecelakaan di jalan raya.


“Astaga sayang kalau mencium aku lebih baik kasih tahu dulu biar aku tidak terkejut dan jantungan seperti ini!” ucap Akmal yang melirik Tiara yang hanya senyam-senyum doang.


“Baiklah kak,” Tiara tiba-tiba melepas sabuk pengamannya dan kembali merapatkan tubuhnya dan mencium pipi Akmal.

__ADS_1


“Sayang, aku sangat cinta dan sayang sama kamu jadi jangan pernah meragukan kesetiaan aku! I love you,” ucap Tiara yang tanpa malu-malu lagi. Tiara kembali terkekeh tak kala Akmal bengong untuk kedua kalinya karena ulahnya.


“Astaga, sayang! Ini aku tidak mimpi kan?” ucapnya sambil kembali mengusap pipinya yang baru saja dicium oleh Tiara. Namun karena mereka berhenti mendadak di tengah jalan tanpa disadarinya mobil patroli polisi sudah ada di depannya.


Seorang anggota polisi turun dari mobil dan menghampirinya.


“Tok…, tok…,” polisi tersebut mengetuk kaca di bagian pintu pengemudi. Akmal nampak tenang dan pelan pelan membuka kaca pintu mobilnya.


“Iya pak ada apa?” tanya Akmal berlagak tidak tahu kesalahannya.


“Apakah anda tidak tahu kalau kalian melanggar tertib berlalu lintas?” tanya polisi tersebut kepada Akmal.


“Iya siap pak, aku salah. Namun ini terjadi karena dengan tiba-tiba bagian tubuh paling bawah aku kram tidak bisa aku gerakan,” ucap Akmal yang pura-pura mengangkat kakinya namun tidak bisa bergerak.


“Baiklah kalau begitu turunlah biar aku bantu untuk menepikan kendaraannya,“ ucap polisi tersebut karena dirinya dipandang perlu membantu.


“Maaf pak biar calon istriku saja yang mengemudikannya, terima kasih atas bantuannya,” ucap Akmal sopan.


“O…, ini calon istrinya,” tanya pak polisi yang mulai menatap Tiara yang duduk di samping Akmal.


“Tiara? Fahry?” ucap Tiara dan pak polisi tersebut secara bersamaan.


“Astaga…, ini benar benar Tiara yang dulu tambun dan doyan makan kan?” tanya polisi tersebut


“Fahry kau itu ya? Aku memang doyan makan tapi itu dulu,” ucap Tiara yang melengos ke arah jendela.


Fahry terkekeh melihat ulah sahabatnya itu, pertemuan mereka yang tidak sengaja menjalin tali silaturahmi lagi di masa putih abu-abu!


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2