Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Tuntutan Mama Ratna


__ADS_3

Akmal yang masih belum menerima tentang dirinya dan Vino nampak murung di dalam rumahnya hingga papa Anggoro mendekatinya.


“Nak…, sudahlah! Jangan terlalu kau pikirkan. Semua bukan salah kamu. Ini semua keadaan yang harus kita terima,” ucap papa Anggoro menasehati putranya.


“Iya pa! Tapi ini memang benar-benar diluar nalar kita!” ucap Akmal sambil menghela nafasnya.


“Iya nak! Lihatlah papamu ini! Papa selalu berjuang untuk membahagiakanmu meskipun harus single parent menerima keadaan ini toh semuanya jalan dan bisa membuat kamu sukses. Papa mohon kau bersikaplah dewasa. Terimalah keadaan ini, papa yakin kamu pasti bisa. Dan satu lagi, bagaimanapun itu saudara kamu. Vino mungkin waktu itu khilaf, jadi positif tingking saja kedepannya bisa berubah jadi baik,” ucap papa Anggoro bijak.


“Siap pa!” ucap Akmal menghela nafasnya baru saja mereka selesai ngobrol tentang Vino tiba-tiba si mbok datang menemui mereka.


“Tuan…, ada mama Ratna yang ingin bertemu dengan tuan dan tuan muda,” ucap si mbok.


“Iya mbok! Suruh datang kesini!” ucap papa Anggoro kepada si mbok. Akmal yang mendengar kalau mamanya mau menemuinya langsung pergi meninggalkannya hendak menuju ke kamarnya.


“Akmal mau kemana kau? Masalah itu harus diselesaikan jangan dihindari?” ucap papa Anggoro menahan kepergian putranya.


“Pa…, aku belum siap bertemu mama!” ucap Akmal menghentikan langkahnya.


“Tidak apa-apa nak, kasihan mama kamu!” ucap Anggoro yang begitu tulus meskipun pernah disakiti oleh mama Ratna namun Anggoro tidak pernah dendam sama mantan istrinya.


“Papa itu hatinya terbuat dari apa pa? Papa padahla disakiti oleh mama tapi massih berlapang dada memaafkannya. Bahkan papa masih berlaku baik terhadapnya!” ucap Akmal yang kembali duduk di sofa ruang keluarga.


“Pagi…, kalian membicarakan ku ya?” tanya mama Ratna yang tiba-tiba sudah ada di dekatnya.


“Gak lah ma! Apa gunanya ghibah tentang mama, aku tidak tertarik,” ucap Akmal nyeplos karena dirinya masih belum terima kalau sesungguhnya masih saudara dengan Vino.

__ADS_1


“Sayang kalau bicara dijaga, kasihana sama mama kamu!” ucap Akmal.


“Iya ini anak. Lama-lama buat mama kesal saja! Menyebalkan! Mama kesini itu hanya minta satu permintaan yaitu untuk rukun dengan Vino,” ucap mama Ratna kesal dengan Akmal.


“Mama kalau ngomong sih enak tidak mikir perasaan putramu ma? Mama gak pernah tau kan bagaimana kisah aku dan kak Vino!” ucp Akmal yang terasa pedih karena harus membuka kenangan pahit dirinya dengan Vino.


Bagi Akmal tuntutan mama Ratna baginya terlalu susah untuk dijalankan karena harus rukun dengan Vino.


“Maaf ma, mama kalau kesini dan agar aku bisa menerima mama dengan baik jadi tolong mama jangan bahas hal ini,” ucap Akmal semakin kesal.


 “Nak…, mama hanya ingin kedua darah dagingku yang ada di Indonesia saling bersatu dan mendukung satu sama lainnya. Mama sangat mencintai kalian,” ucap mama Ratna yang menghendaki keduanya rukun seperti saudara sesungguhnya.


“Ratna…, tolong kamu jangan memaksakan kehendakmu. Biarkan putra kita berpikir terlebih dahulu. Berikanlah dia waktu karena banyak hal yang dia lalui bersama Tiara yang berhubungan dengan Vino! Mereka berdua sebelumnya sering bersitegang dan berseteru! Bahkan gara-gara Tiara, Vino pernah mencelakai Akmal namun kala itu Tiara yang bersama Akmal juga hampir celaka karena ulah putra kesayanganmu itu! Jadi biarkanlah Akmal berpikir dan menenangkan dirinya dulu. Aku yakin Akmal pasti tahu apa yang harus dia lakukan,” ucap papa Anggoro memberi pengertian.


“Baguslah, kalau mama sadar diri. Aku mau ke belakang dulu,” ucap Akmal yang terus geloyor masuk ke dalam kamarnya. Akmal menghela nafasnya lega karena bisa menghindari dari tekanan mama Ratna.


Akmal membaringkan tubuhnya di ranjang. Akmal menerawang jauh bagaimana Vino yang jahat dan sombong harus menjadi kakaknya. Apalagi juga pernah punya tempat di hati Tiara. Belum sempat Akmal menerawang lebih jauh tiba-tiba Akmal mendengar ketukan pintu yang berasal dari luar.


“Tok…, tok!” si mbok mengetuk pintu kamarnya.


“Iya masuk saja pintu tidak di kunci!” ucap Akmal dari dalam. Si mbok langsung membuka pintu kamar Akmal.


“Tuan muda, di luar ada non Tiara!” ucap si mbok. Baru saja si mbok menutup mulutnya tiba-tiba Akmal langsung bangkit dan menyerobot keluar hendak menemui Tiara.


“Iya mbok, terimakasih!” ucap Akmal setelah melalui si mbok. Si mbok yang hafal ulah tuan mudanya hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Bener-bener tuan muda Akmal sangat mencintai nak Tiara. Mudah-mudahan mereka berdua sampai ke pelaminan dan abadi hingga tua,” gumam si mbok lirih. Si mbok kemudian menutup pintu kamar nak Akmal dan mengikuti Akmal dari belakang.


“Tuan muda nak Tiara menunggu di teras samping sambil memberi makan ikan. Aku sengaja mengajaknya kesana biar tidak tahu nyonya Ratna,” ucap si mbok lirih begitu tahu Akmal bingung dan celingukan di ruang keluarga.


“Wah…, si mbok nener-bener the best ya?” puji Akmal kepada si mbok dan langsung menyusul Tiara di teras samping.


“Iya den, karena si mbok tidak mau kalau non Tiara jadi sasaran mama Ratna kembali sewaktu mama Ratna marah dengan nak Akmal,” ucap si mbok tulus. Karena sejak bertemu Tiara langsung jatuh cinta. Si mbok sangat menyayangi Tiara seperti anaknya sendiri.


“Sayang…, kenapa tidak bilang kalau mau kesini? Tau begitu aku jemput dong?” ucap Akmal yang langsung mendekap Tiara dari belakang ketika Tiara asyik memberi makan ikan yang ada di kolam.


“Kakak…, jangan lebay dech. Itu ada si mbok melihat kesini!” ucap Tiara sambil memberi isyarat dengan tangannya.


“Biarin, toh si mbok dulu juga pernah muda? Bukan begitu mbok?” tanya Akmal tiba-tiba kepada si mbok.


“Iya non…, si mbok dulu juga pernah muda tapi tidak lantas saling tubruk begitu non!” ucap si mbok yang langsung menusuk di hatinya Akmal. Wajah Akmal seketika memerah menahan malu.


“Tuh kan rasain kamu kena sindir si mbok! Iya nich mbok tolong dinasehati ya kak Akmalnya!” ucap Tiara kepada si mbok. Entah sejak kapan mereka berdua tampak akrab sehingga membuat Akmal semakin kagum terhadap Tiara.


“Tenang non, nak Akmal itu sejak kecil yang merawat si mbok. Si mbok rasa nak Akmal tidak akan nakal dan pastinya akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri!” ucap si mbok membesarkan hatinya Tiara agar percaya terhadap calon suaminya.


“Iya mbok! Terimakasih si mbok telah membantu mendidik dan menjaga kak Akmal sehingga menjadi pribadi yang bertanggung jawab, tangguh dan berwibawa!” ucap Tiara sopan terhadap si mbok.


Si mbok pun merasa senang karena Akmal tuan mudanya tidak salah menjatuhkan pilihannnya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2