
Hari ini mama Ratna pergi ke mall untuk menghabiskan liburannya sebelum kembali ke Amerika. Mama Ratna sangat menikmatinya selama di Indonesia bahkan hari ini mama Ratna mengajak putranya Akmal untuk mengantarnya shopping. Akmal yang sangat patuh dengan mamanya tidak bisa menolaknya. Bahkan Akmal sudah melupakan kejadian perlakuan mamanya terhadap Tiara.
Setelah memanjakan mamanya Akmal mengajaknya makan di restoran mewah kesukaan mamanya.
“Sayang ini bener-bener sangat menyenangkan,” ucap mamanya sambil memilih menu kesukaannya. Setelah memilih makanan kesukaannya mama Ratna pamitan hendak ke toilet.
Setelah mendapat izin dari putranya mama Ratna pergi ke toilet. Mama Ratna setelah beberapa menit di Toilet kembali menuju tempat putranya namun baru beberapa langkah dirinya menabrak seseorang.
“Bruk,” tubuhnya limbung dan hendak jatuh namun dengan seketika lelaki yang menabraknya menangkapnya dalam pelukannya. Mereka beradu pandang dan terkejut satu sama lainnya.
“Abas! Kau kah itu!” pekik Ratna yang masih dalam pelukan papa Abas papanya Vino.
“Ratna, o ternyata akhirnya kamu pulang juga ya? Setelah sekian lama kamu pergi!” ucap papa Abas yang juga terkejut dengan pertemuan mereka.Papa Abas pun melepaskan pelukannya dan menjaga jarak dengan Ratna.
“Bagus kit masih punya perhitungan yang belum kita selesaikan. Mana putraku!” teriak mama Ratna yang terlihat menyimpan dendam pribadi dengan papa Abas.
“He…, putramu! Bukankah dulu kau meninggalkan kita hanya untuk mendapatkan kekayaan suami mu itu! Tepatnya mantan suamimu yang ternyata juga sudah menceraikanmu karena kau hanyalah wanita murahan yang tidak pernah puas dengan satu laki-laki saja!” ucap papa Abas yang ternyata dulu mantan suami mama Ratna jauh sebelum mengenal papa Anggoro.
“Apa pedulimu, salah sendiri dulu kamu tidak pernah mencukupi kebutuhan aku! Kenapa dulu kau jadi laki-laki miskin yang hanya bekerja sebagai pegawai biasa!” ucap mama Ratna dengan sadis terhadap papa Abas.
“Baguslah kau diceraikan Anggoro. Dulu aku datang ke perusahaan Anggoro untuk balas dendam karena kau telah menikah dengannya. Aku juga menyembunyikan identitasku dan putraku hanya untuk menjadi partner bisnisnya. Bahkan aku sekarang sudah menjadi salah satu bagian dari perusahaannya namun ternyata aku salah. Anggoro tidak sejahat dan seburuk yang aku bayangkan. Dia hanyalah lelaki yang lugu yang kau manfaatkan, bahkan dia terlalu mencintaimu hingga akhirnya dia melepaskanmu ke pelukan laki-laki bule itu. Aku sadar bahwa yang salah adalah dirimu, kaulah wanita ****** dan serakah. Aku pun memutuskan untuk bungkam dan tidak menceritakan masa lalumu dan diriku. Namun sayang sifatmu yang serakah telah jatuh ke tangan putra kita. Putra kita terlalu ambisi bahkan hendak menggulingkan kekuasaan kakaknya sendiri sebagai Ceo utama di perusahaan Anggoro,” ucap papa Abas mengungkapkan semua uneg-unegnya terhadap mama Ratna.
Pertemuan tidak terduga dengan mama Ratna telah membuka luka lamanya, papa Abas pun hendak melangkah pergi meninggalkan mama Ratna yang bengong sendirian. Sementara itu Akmal mulai gelisah karena mamanya tidak kunjung datang dan menyusulnya dan berpapasan dengan papa Abas.
__ADS_1
“Om Abas! Om Abas ada di sini juga ya? Wah kebetulan sekali om Abas mari makan siang bersama aku kebetulan aku hanya berdua dengan mama aku!” ucap Akmal yang memang sangat mengenal papa Abas dengan baik karena memang rekan bisnis papanya hingga sekarang.
“Terimakasih nak! Om sudah makan dan sekarang hendak kembali karena ada janji dengan klien penting,” ucap papa Abas yang tidak ingin mengecewakan Akmal dan langsung pamitan meninggalkan mereka berdua.
Sementara itu mamanya yang tahu disusul Akmal langsung mengajaknya kembali ke tempat makan.
“Nak kamu kenal dengannya?” tanya mama Ratna sengaja mencari informasi tentang Abas dari putranya.
“Kenal ma, om Abas juga memiliki saham di perusahaan papa. Bahkan puranya juga menduduki sebagai ceo di cabang perusahaan papa,” ucap Akmal yang tanpa sengaja telah memberikan informasi kepada mamanya tentang apa yang diinginkan oleh mamanya.
“O…, benarkah. Kamu juga mengenal putranya?” tanya mama Ratna mengorek keterangan dari Akmal putranya.
“Tentulah ma! Kita kan juga satu naungan di bawah perusahaan PT Perkasa milik papa,” ucap Akmal tanpa membeberakan apapun tentang Vino.
“O…, dia baik akan nak?” tanya mama Ratna tiba-tiba hingga Akmal mengernyitkan dahinya nampak penasaran dengan mamanya seolah-olah sengaja ingin mencari informasi tentang Vino.
“Ambisi bagaimana?” tanya mama Ratna yang ingin tahu ceritanya.
“Ya begitulah ma! Tapi lupakan saja, ngapain kita mengurusi hidup orang lain!” ucap Akmal dan langsung melanjutkan makannya.
“Bukan begitu nak. Ada kemungkinan itu putra mama yang lama aku tinggalkan! Maaf mama selama ini telah membohongi kalian. Mama sebelum bertemu dengan papamu sebenarnya telah menikah dengan om Abas!” gumam mama Ratna lirih.
“Mama kenapa? Ayo kita makan! Nanti makanannya keburu dingin dan tidak enak,” ucap Akmal yang kembali menyuapkan sesendok makan ke mulutnya.
__ADS_1
“Iya nak! Mama tiba-tiba tidak selera! Mama pusing kepala, entahlah mama tidak tahu kenapa seperti ini!” ucap mama Ratna membohongi Akmal karena dirinya memikirkan perkataan Akmal tentang putra Abas yang ambisi berarti kalau putra Abas merupakan putranya yang selama ini dicarinya.
“Mama melamun?” tanya Akmal kembali membuka suaranya.
“Tidak nak, mama hanya ingin mengatakan kepadamu kalau mama akan pulang ke Amerika bulan depan. Mama ingin menyelesaikan masalah mama yang ada di sini, tapi papa Mark dan adikmu tidak mengizinkannya. Mereka meminta mama segera pulang!” ucap mama Ratna membohongi Akmal.
“Ya sudah ma, aku bisa izin ke papa Mark kalau untuk sementara mama akan tinggal disini!” ucap Akmal menghibur mamanya.
“Baiklah terserah kamu saja! Mama antarkan pulang ke apartemen ya?” mama capek ingin istirahat.
“Baik ma! Ayo aku antar pulang!” ucap Akmal langsung menuju kasir untuk membayarkan semua makanan yang ia makan bersama mamanya.
Setelah semuanya selesai Akmal langsung meluncurkan kendaraan nya dengan kecepatan sedang menuju apartemen mamanya.
Di sepanjang perjalanan mama Ratna nampak murung sehingga menarik perhatian Akmal. Akmal nampak tidak tega melihat mamanya bersedih. Akmal pun berinisiatif menemani mamanya untuk tidur di apartemen.
“Sayang kamu tidak pulang? Nanti papa mencari kamu?” tanya mama Ratna kepada putranya.
“Tidak ma, aku tidak tega meninggalkan mama sendirian disini!” jawab Akmal yang memang tidak ingin pulang ke rumah sebelum memastikan mamanya baik-baik saja.
“Baiklah terserah kamu! Tapi kamu hubungi papa kamu dulu, kasihan papa kamu nati mencari kamu!” perintah mama Ratna pada putranya.
“Baik ma! Akan aku lakukan!” ucap Akmal dan langsung mengambil ponselnya dari saku dan dengan cepat langsung menghubungi papanya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian langsung terhubung dengan papa nya hingga mereka ngobrol perihal dirinya mau menginap di apartemen mamanya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?