Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Tidak Mau Kalah


__ADS_3

Tiara tidak mau turun dari ranjangnya sehingga membuat mama yang sedan memasak di daur mencemaskannya. Mama nampak elisah memikikirkan putrinya hingga bertanya ke suaminya untuk melihat putrinya.


Papa Roy nampak geli dengan kegelisahan istrinya. Papa Roy pun mengejek istrinya dan mengingtkan kalau dulu dirinya waktu jadi pengantin baru juga seperti itu. Mama Dewi pun jadi salah tingkah dengan jawaban suaminya. Kemudian mama Dewi melanjutkan aktivitas memasaknya. Namun tiba-tiba papa Roy memeluknya dari belakang dan mengecup leher mama Dewi hingga mama Dewi merinding tidak bisa konsentrasi. Mama Dewi menggeliat geli dengan tingkah papa Roy hinggaa membuat papa Roy semakin agresif menyerang istrinya.


Papa Roy tanpa basa-basi lagi mematikan kompor istrinya dan menggendong istrinya menuju kamar kembali. Mama Dewi nampak berusaha mencegaah suaminya untuk menundanya terlebih dahulu setelah melakukan aktivitas memasak.


Namun papa Roy tetaplah papa Roy yang memiliki jiwa yang tidak mau kalah dengan menantunya. Papa Roy membisikan kata-kata cinta yang membuat mama Dewi semakin manja dengan suaminya. Mama Dewi pun mengimbangi suaminya dengan melingkarkan tangannya di leher suaminya sambil tersenyum menggodanya.


Sesampainya di kamar mereka berdua melakukan aktivits suami istri dengan berbagai macam gaya. Papa Roy nampak senang dengan pelayanan mama Dewi. Mereka berdua meskipun usia sudah kepala empat tetap saja menjaga stamina dengan berolahraga.


Sementara itu di kamar lain yang masih berpelukan setelaah mengulang aktivitas suami istrinya tertidur kembali setelah sholat subuh. Tiba-tiba perut Tiara berbunyi menunjukan rasa laparnya. Akmal menertawakan istrinya kemudian membisikan sesuatu ke telinga istrinya hingga Tiara hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. Akmal memesan beberapa makanan untuk dirinya dan mertuanya.


Akmal mengangaat tubuh suainya utntuk mandi sambil menunggu pesanan datang. Akmal dengan senang menggosok tubuh istrinya dengan sabun. Dan tak segan-segan Akmal menggosokan tangannya ke bagian tubuh istrinya yang paling sensitif. Tiara terlihat seperti bayi yang dimandikan oleh induk semangya. Tiara bahkan dengan berani menarik tubuh suminya hingga masuk ke dalam buth up yang lumayan besar hingga bisa menampung mereka berdua. Canda tawa mereka berdua membuat mereka berdua semakin intim dan mengulang kembali untuk melakukan hubungan suami istri.


Namun kebersamaan mereka berdua tidak lama karena terdengar bel rumah berbunyi pertanda deliveri mereka datang. Akmal kemudian keluar dari buth up untuk membilas tubuhnya. Akmal memakai handuk kemudian menyambar celana dan kaos yang ada untuk keluar kamar.


Akmal membayar semua pesanannya kemudian meletakanny di meja makan. Akmal nampak celingukan untuk mencari seseoraang untuk dimintai bantuan. Akmal pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal hingga akhirrnya dengan sangat terpaksa mencari alat-alat yang bisa digunakan untuk wadah makanannnya. Akmal dengan cekatan menuangkan beberapa makanan yang dia esan dan ditatanya serapi mungkin di meja makan. Setelah semuanya siap Akmal kembali menemui istrinya yang ternyata sdang mengeringkan rambutnya. Akmal meminta pengering yang ada di tangan istrinya kemudian membantu mengeringakan rambut istrinya. Akmal benaar-benar memanjakan istrinya dan memperlakukannnya seperti seorang ratu.

__ADS_1


Setelah selesai dan Tiara memkai make up tipis mereka berdua berjalan menuju ke ruang makan. Mereka sangat terkejut karena kedua orang tua Tiara sudah berada di situ. Mama Dewi mengucapkan terimakasih kepada menantunya yag ternyata sangat cekatan di semua hal dan meskipun seorng Ceo dia tidak segan membantu tugas istrinya yang sefdang repot.


Akmal nampak salah tingkah dengan ucapan mertuanya karena ternyata mama Dewi dan suaminya memperhatikan gerak-gerik menantunya dari kamar mereka berdua yang berhadapan dengan ruang makan. Akmal tidk mengethuinya karena memang kacanya gelap dan hanya bisa diperhatikan dari dalam.


Mereka akhirnya berempat menikmati sarapan pagi yag tertunda di siang hari karena kativitas mereka yang hendak produksi cucu utuk mereka berdua.


Akmal ternyata juga tahu persis makanan yang di sukai putrinya hingga emua yang disukai putrinya dipesannya.


“Bagus nak! Manjakanlah putri mama! Tapi nanti kalau putri mama gemuk kamu jangn protes ke mama ya?” ledek mama Dewi kepada menantunya. Lagi-lagi Akmal dibuat salah tingkah dengan mertuanya.


“Baguslah! Kamu boleh gemuk asalkan di dalam perutmu itu ada calon cucu mama!” ucap mama Dewi hingga membuat papa Roy mendukungnya.


“Iya. Papa setuju dengan mama kamu! Setidaknya kamu harus bisa memberi papa dan mama cucu pendawa lima seperti yang ada di pewayangan,” ucap papa Roy sekenannya hingga membuat Arya dan Tiara saling pandang.


Tiara hendak mengucakan sesuatu namun ditahannya karena papa Roy keburu menyambarnya dengan perkataannya. Papa Roy mengatakan kalau semua keinginan papanya tidak boleh ditolak.


Namun mama Dewi menertawakan papanya yang seolah memaksakan kehendaknya. Mama Dewi pun menenangkan suaminya agar apa yang diinginkan oleh suaminya itu tidak membebani putrinya. Namun siapa sangka keingian suaminya justru mendapatkan dukungan dari menantunya.

__ADS_1


“Aku setuju pa! Makanya untuk mewujudkan keinginan papa, aku mohon papa mengijinkan aku dan Tiara untuk menikmati liburan ke Paris!” ucap Akmal tiba-tiba hingga membuat Tiara terperanjat dengan ucapan suaminya yang belum sama sekali katakan sebelumnnya.


“Paris, sejak kapan kakak punya keinginan kesana?” tanya Tiara yang mengerucutkan bibirnya karena kaget dengan keputusan suaminya yang tiba-tiba.


“Sejak kemarin!” ucap Akmal sekenannya hingga membuat Tiara memukul lengan suaminya. Tiara baru ingat karena kemarin suaminya meminjam identitas dirinya, yang tentunyaa akan digunakan untuk mengurus psapor keberangkatannya ke luar negeri.


Akmal pura-pura meringis kesakitan hingga suasana meja makan pun dipenuhi dengan canda merkea berempat. Mereka tampak akrap satu sama lainnya. Akmal sangat diterima baik oleh orang tua Tiara.


Akmal merupakan menantu idaman mereka berdua. Papa Roy dengan tiba-tiba mengambil sesuatu di dalam lemarinya. Papa Roy kemudian memberikan sebuah sertifikat kepemilikan rumah untuk Akmal.


“Nak Roy, ini sertifikat rumah yang ada di Paris! Tolong kmu siman dengan baik! Kalau kamu kesana nanti kalian berdua bisa tinggal di rumah itu!” Dulu papa dan mama pernah tinggal di sana waktu papa melanjukan study di sana!” ucap papa Roy kepada menantunya. Akmal menolak pemberian mertuanya, karena sesungguhnya dia mencintai putriya dengan tulus beukan mencintai kekakayaan putrinya.


Papa Roy sangat kecewa dengan penolakan menantunya hingga mama Dewi kemudian mengambil jalan tengahnya. Kemudian mama Dewi menyuruh putrinya untuk menyimpan pembarian papanya.


Tiara nampak ragu untuk mengambil sertifaikat tersebut dari tangan papanya namun mama Dewi menguatkannya dengan isyarat menganggukan kepalanya. Tiara mengambil dari tangan papanya kemudian mereka berempat berlanjut bercanda di ruang tengah. Di saat ngobrol asik tiba-tiba ada suara anak kecil masuk ke rumah mereka tanpa permisi dan langsung memeluk papa Roy. Dengan bahasanya yang cedal anak tersebut menyebutnya om Besar. Dan tidak selang lama namapak pasangan sami istri memasuki rumah mereka.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?

__ADS_1


__ADS_2