
Setelah menghilangkan rasa penatnya bermalam di villa, Akmal nampak begitu gembira dan senang karena sebentar lagi dirinya akan naik ke pelaminan menikah dengan wanita yang dia cintai.
Akmal dibantu oleh papanya menyiapkan acara pernikahannya dengan semaksimal mungkin. Papanya nampak senang karena sebentar lagi akan mendapatkan menantu dan tentunya akan segera mendapatkan cucu.
Semua undangan sudah disebarkan termasuk undangan untuk semua media sosial. Hari ini benar-benar moments yang sangat membahagiakan Akmal dan keluarganya. Akmal didukung oleh papanya menggelar upacara ijab kabul dan resepsi pernikahannya di hotel milik keluarganya. Sementara itu kerabat dari Tiara sudah hadir sejak kemarin. Keluarga mereka difasilitasi untuk menginap di hotel untuk memudahkan pelaksanaan acara ijab kabul dan resepsi pernikahan.
Akmal nampak tegang karena sebentar lagi dirinya akan menikah. Bayu dan Inge nampak kompak membantu persiapan pernikahan bosnya. Bayu nampak sudah siap berada di samping Akmal untuk mendampinginya melangsungkan ijab kabul. Sementara itu Inge juga sudah siap mendampingi Tiara.
Setelah semuanya siap Akmal dibantu penghulu mengucapkan ijab kabul. Akmal dengan lancar mengucapkan janji sucinya di depan penghulu.
Dan acaranya berjalan dengan lancar. Akmal tersenyum simpul memandang Tiara yang ada di sampingnya. Dan tanpa disuruh oleh bapak penghulu Akmal dengan cekatan memegang dagu Tiara kemudian menciumnya.
“Nak…, iya memang nak Tiara sudah resmi dan syah menjadi istri kamu. Dan bapak tahu kalian juga sudah syah tapi sabar dulu ya? Ayo tandatangani dulu berkas-berkas ini!” ucap pak penghulu yang membuat muka Akmal memerah karena menahan malu.
“Iya nich pak Akmal bawaannya main sosor saja. Nanti kan masih ada waktu yang lama bahkan selamanya?” goda Bayu yang semakin membuat Akmal malu.
Akmal dengan cekatan menandatangani berkas-berkas tersebut dan setelah semuanya beres, semua berkas dan buku nikah disimpan oleh Bayu. Pak Anggoro nampak senang dengan status putranya yang sudah menjadi seorang suami dan tentunya sebentar lagi akan mendapatkan cucu dari putranya.
Sementara itu mama Ratna ditemani oleh suami dan putrinya yang sengaja datang dari Amerika. Mereka datang mengucapkan selamat atas pernikahan putranya, namun tidak dipungkiri dirinya sebenarnya malu untuk menghadiri pernikahan putranya namun karena penguatan suaminya yang dari luar negeri akhirnya hadir juga.
“Nak, selamat ya atas pernikahan kalian, mama mohon kamu memaafkan mama dan kakak kamu,” ucap mama Ratna yang tanpa sadar mengingatkan kembali memori Akmal dengan saudara tirinya Vino.
Tiara yang tahu perasaan Akmal langsung menguatkannya dengan menggenggam tangannya.
__ADS_1
“Sayang kamu yang tenang ya?” bisik Tiara kepada suaminya yang ada di pelaminan. Akmal hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju dari perkataan Tiara.
Dan secara kebetulan Vino hadir di tengah-tengah mereka bersama Naira. Pertemuan yang tidak sengaja ini sangat tidak diharapkan oleh Akmal. Vino memang memaksakan dirinya untuk hadir di pernikahan adik tirinya sekaligus untuk minta maaf.
“Selamat, kamu menang. Dan aku secara sadar sebagai kakak sekaligus rival kamu, datang kesini hendak meminta maaf sekaligus mengucapkan selamat,” ucap Vino yang masih dengan gaya angkuhnya menghampiri Akmal di pelaminan.
“Ya…, maaf kamu aku terima. Tapi aku belum siap untuk menjadi saudara kandung kamu,” ucap Akmal nampak masih marah terhadap Vino.
Vino yang memang salah dan tidak berdaya hanya diam menerima perkataan Akmal. Vino dengan perlahan kemudian menuju ke arah Tiara dan mengucapkan selamat kepada Tiara. Setelah itu Vino kembali ke meja tamu diikuti dengan Naira. Naira yang sombong bergelayut manja di lengan Vino.
“Benar-benar tidak tahu malu mereka, tidak diundang pun mereka memaksakan diri untuk hadir ke acara pernikahan kita,” ucap Akmal kesal namun Tiara berusaha menenangkannya.
“Sudahlah sayang, mau bagaimanapun kamu dan dirinya mengalir darah yang sama. Kamu jangan emosi ya? Ingat ini hari baik kita dan lihatlah, banyak wartawan yang hadir di pernikahan kita?” ucap Tiara seraya menepuk tangan Akmal yang berada di genggamannya.
Akmal yang tidak tenang kemudian memanggil Bayu untuk mengawasi pergerakan Vino dan menyuruhnya segera mempercepat mutasi Vino.
“Tahu dong pak. Mempercepat pelaksanaan mutasi pak Vino agar tidak menjadi bayangan kalian dari masa lalu,” jawab Bayu tegas.
“Bagus Bayu, kamu memang bisa diandalkan, setelah ini kamu bisa ikut aku dan Tiara bulan madu,” ucap Akmal tanpa dipikir panjang hingga membuat Tiara kesal.
Bayu hanya meringis melihat mereka berdua yang terkesan lucu.
“Tiara kamu pasti gak mau aku ikut di bulan madu kalian ya?” ucap Bayu sengaja menggoda Tiara.
__ADS_1
“Boleh kok kamu ikut? Tapi kalau kamu nanti ingin seperti kita, kamu tidak boleh melakukannya ya? Ingat kita sudah syah dan mendapatkan SIMnya. Sedangkan kamu belum mendapatkan SIMnya. Dan satu lagi kak, menikah itu enak dan menyenangkan. Jadi kakak harus segera mencari pendamping, tepatnya nikahi saja Inge!” goda Tiara kepada mereka berdua.
“Siap, aku bersama Inge mungkin bulan depan akan menikah juga. Dan aku harap pak bos tidak mengingkari janjinya kalau mau membelikan rumah untuk kita berdua,” ucap Bayu kepada Akmal.
“Kau itu…, memangnya rumah itu murah apa? Kau kan tahu kita masih melihat-lihat rumahnya dulu, baru kita cek harga sesuai dengan ketentuan yang ada,” ucap Akmal sengaja memberi balasan yang baik untuk Bayu, karena mau bagaimanapun Bayu sudah seperti saudaranya sendiri.
“Ok, terima kasih! Jangan lupa kau dan Inge temui relasi yang ada di kantor kita dan jumlah dengan baik, ” ucap Akmal kembali memberi perintah terhadap Bayu. Bayu yang memang dari tadi sudah mengerti maksud bosnya, segera mengajak semua relasi untuk ke ruangan khusus yang telah disediakan.
“Siap pak, bapak tidak usah mengkhawatirkan semuanya. Kita akan mengurusi semuanya bersama Inge,” ucap Akmal spontan hingga membuat Akmal memberi peringatan kepada sahabatnya.
“Kalau ngomong jangan seenaknya, Inge janganlah kau ajak begadang terlalu larut. Kasihan Inge besok banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Satu lagi, tolong kalian urusi semua tamu dengan baik, termasuk cindera matanya,” perintah Akmal kepada Bayu.
“Siap, akan aku usahakan untuk mengurus semuanya,” ucap Bayu menyakinkan bosnya. Dan setelah acara foto bersama keluarga akhirnya Bayu dan Inge memutuskan untuk kembali ke perusahaan karena banyak hal yang harus diperbaiki.
Tidak lama kepergian Bayu dan Inge, Akmal nampak gelisah karena tamunya tak kunjung pulang bahkan tamunya semakin bertambah. Akmal menghela nafasnya dalam-dalam karena sesungguhnya tubuhnya sudah capek.
“Sayang, tenang sedikit kenapa? Apa yang membuat kamu gelisah?” tanya Tiara kepada suaminya.
“Aku capek sayang, aku ingin rebahan dan dipijat kamu,” ucap Akmal spontan hingga membuat Tiara malu.
“Sayang kamu itu tidak tahu tempat ya? Tuh liat tamu kita masih banyak.“ ucap Tiara menenangkan suaminya.
“Tapi aku benar-benar tidak kuat dik?” ucap Akmal terus terang hingga Tiara hanya bisa menghela nafasnya.
__ADS_1
Tiara yakin pasti sebentar lagi dirinya akan dihabisi oleh suaminya di atas ranjang.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?