
Ditengah berisiknya Bayu dan Inge film pun berakhir, namun lampu tidak juga dinyalakan dan yang ada tambahan penayangan lagi. Di dalam penayangan itu tiba-tiba sosok Akmal muncul dan menembak Tiara.
Akmal dengan kata-katanya yang lembut berkata-kata seperti aktor seniman yang sedang jatuh cinta.
“Tiara sayang, aku nggak tau sampai kapan usiaku berakhir. Yang aku tau, cintaku ini selamanya hanya untukmu. Maukah kau menjadi istriku ibu dari anak-anakku?” ucap Akmal dan saat itu juga lampu dinyalakan, potongan kertas emas berhamburan menimpa mereka. Akmal berlutut di hadapan Tiara dan memberinya cincin untuk disematkan ke jari manis Tiara.
Dan saat itu juga bioskop penuh dengan saudara, kerabat dan teman-temannya sekantor dan berteriak langsung.
“Terima…, terima!” ucap semua orang yang hadir di situ tak terkecuali papa dan mamanya Akmal maupun Tiara.
Tiara hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda menyetujui lamaran Akmal. Akmal langsung menyematkan cincin ke jari manis Tiara. Dan acara berjalan lancar dan berlanjut dengan ramah tamah makan di restoran sebelah yang ternyata juga milik Akmal.
“Sayang maafkan tante, atas kesalahan tante kemarin!” ucap mamanya Akmal yang mendekati Tiara mamanya Akmal langsung memeluk Tiara namun tiba-tiba setengah berbisik mengancamnya.
“Dengarkan aku, bagaimanapun aku tidak ikhlas Akmal jadian sama kamu. Ingatlah bagaimanapun aku tetap akan berusaha memisahkan kamu dengan putraku!” ancam mamanya Akmal setengah berbisik yang mendengarkan hanya Tiara saja.
“Dengarkan aku tante, sebenarnya aku menghormati tante karena mama dari calon suamiku, tapi kalau sesuatu menimpaku aku juga tidak segan-segan membalasnya!” ucap Tiara setengah berbisik, karena suaminya sangat tidak sepaham dengan mamanya maka tiara pun berani melawannya. Mamanya Akmal langsung melepaskan pelukannya kemudian membelai bahu calon menantunya dan mengajaknya makan.
Mamanya Akmal memang pandai bersandiwara biar terlihat kalau dirinya sudah merestui calon menantunya.
Tiara pun juga tampak biasa-biasa saja tidak menunjukan bersiteru dengan calon mertuanya.
“Baik ma! Ayo kita makan ma!” Tiara pun menggandeng mertuanya menuju ruang makan yang sudah di setting oleh Bayu dan Inge.
Tiara juga mengambilkan minuman untuk calon mama mertua nya namun diam-diam Tiara menambahkan cuka makanan yang kebetulan ada di meja makan.
__ADS_1
“Rasain tuh biar tahu rasa, aku jamin setelah ini pasti akan ngibrit ke belakang!” gumam Tiara lirih.
Tiara memberikan minuman tersebut untuk mamanya Akmal yang nampak ngobrol dengan kerabat yang lain.
“Mama, ini ma minumnya pasti anda haus!” ucap Tiara dengan ramah sehingga tampak baik di hadapan tamu yang lainnya karena perhatiannya terhadap calon mama mertuanya.
“Terimakasih sayang, kamu baik sekali!” ucap mamanya Akmal dan langsung meminum minuman tersebut meskipun rasanya menurutnya sedikit aneh, tapi dia tidak ingin terlihat tidak akur dengan calon menantunya.
Tiara sangat senang karena sebentar lagi rasa sakit hatinya akan terobati dan benar saja mamanya Akmal beberapa menit kemudian merasakan perutnya tidak nyaman kemudian pamitan pulang duluan.
“Akmal, mama pulang dulu ya, karena ada sesuatu yang harus mama selesaikan terlebih dahulu,” ucap mamanya akmal berbohong yang sebenarnya dirinya menahan rasa sakit perutnya untuk segera ke kamar mandi.
“Benar-benar manjur ramuan spontan aku. Maafkan aku ma, bukan maksud aku untuk mencelakai kamu. Aku disini hanya ingin memberi pelajaran buat mama agar tidak sewenang-wenang terhadap orang lain,” gumam Tiara lirih sambil menghela nafasnya lega.
“Hai…, sayang kamu kenapa?” tanya Akmal tiba-tiba mengejutkan Tiara.
“Astaga sayang kenapa kau jahat sekali, bagaimanapun itu mertua kamu lo mama dari aku. Lain kali kamu jangan seperti itu mau bagaimanapun tiu mama aku dan nanti juga jadi mama kamu juga,” ucap Akmal menasehati Tiara.
“Maaf …, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi tadi mama kamu juga mengancam aku katanya dia tidak rela kalau aku hidup bahagia dengan mu bahkan dia ingin memisahkan kita berdua,” ucap Tiara yang mengadu kepada calon suaminya. Akmal mengernyitkan dahinya nampak kaget dengan apa yang disampaikan oleh Tiara. Akmal tidak habis pikir kalau ternyata mamanya hanya baik di depannya dan papanya.
“Kenapa, kamu tidak percaya dengan aku?” tanya Tiara sekali lagi dan nampak bingung dengan apa yang dilihatnya.
“Aku percaya sama kamu, tapi aku bingung kenapa mama aku setega itu padaku,” ucap Akmal sambil menghela nafasnya panjang.
“Tidak usah bingung nak! Mama kamu memang seperti itu, dari dulu memang egois dan mau menang sendiri bahkan apapun akan dia lakukan asalkan tujuannya akan tercapai. Itulah yang membuat papa dan mama pisah nak!” ucap papa Anggoro kepada putranya.
__ADS_1
“Terus bagaimana ini pa?” tanya Akmal seolah ingin mencari solusi.
“Ya sudah kita ikuti alur mamamu saja, nanti kalau mamamu keterlaluan papa yang bertindak dan menghadapi mama kamu! Dan kamu nak Tiara jangan takut nak, restuku menyertai kalian,” ucap papa Anggoro menenangkan mereka berdua.
“Iya pa. Terima kasih atas perhatian papa semoga papa bisa menyelesaikannya!” ucap Tiara senang karena mendapat dukungan dari calon papa mertuanya.
“Iya sayang, pokoknya papa akan selalu dukung kalian! Kalian lanjutkan makannya, papa akan menemui relasi papa dulu,” ucap papa Anggoro pamitan untuk pulang terlebih dahulu. Akmal dan Tiara kemudian bergabung dengan teman-temannya utnuk lanjut makan dan ngobrol. Bayu dan Inge juga nampak diantara mereka berdua, bahkan merka bedua nampak akrab sekali.
Sementara itu mamanya Akmal nampak berlari menuju parkiran dan langsung meminta sopirnya untuk segera mengantarnya pulang.
“Bret…, bret….,” tiba-tiba suara gas alam keluar dari tubuhnya. Sang sopir yang berada di sampingnya tidak kuasa menahan baunya sehingga hidungnya disumbatnya dengan tangaan.
“Busyet deh bu, ini apa baunya kok menyengat baanget! Ibu cepirit ya?” tanya sang sopir menahan geli sekaligus bau yang cukup menyengat.
“Diam kau, ayo percepat kecepatannya! Perut aku keburu sakit” perintah mamanya Akmal.
“Baik nyonya!” ucap sang sopir tanpa basa-basi langsung melajukan kendaraannya menuju ke rumahnya mamanya Akmal.
“Bener-benar gadis kecil yang menjengkelkan! Awas ya lain kali aku akan memberimu pelajaran,” gumam mamanya Akmal di dalam mobil.
Tidak beberapa lama kemudian mereka sampai di rumah mamanya Akmal, dan mama Ratna langsung menuju kamar mandi untuk membuang hajatnya.
Setelah selesai membuang hajatnya mama Ratna hendak kembali ke kamarnya namun lagi-lagi perutnya sakit , dan mama Ratna lagi-lagi berlari ke kamar mandi untuk melanjutkan hajatnya lagi.
“Ah…, sakit sekali. Jangan-jangan ini ulah gadis kampungan itu,Awas ya nanti aku akan membalasnya,” gumam mama Ratna serius sambil menahan raasa sakit.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?