Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Kesal


__ADS_3

Berita lamarannya Akmal terhadap Tiara sudah Menyebar kemana-mana termasuk ke telinga Vino.  Vino nampak kesal dan dan semua barang-barang yang ada di kamarnya dibanting semuanya.


“Sial…, Semua ini gara-gara Akmal.  Kalau tidak ada Akmal pasti Tiara sudah jatuh dalam pelukanku,” teriak Vino kesal hingga papanya berlari berlari menghampirinya.


“Plak …, Vino apa yang kamu lakukan! Dengar wanita itu tidak hanya Tiara saja. Masih banyak Tiara yang lain, bukankah Naira wanita yang mencintaimu?” Naira juga sebanding dengan kita nak?” ucap pamannya yang bernama Abas menasehatinya.


“Tiara itu wanita luar bisa pa, lain daripada yang lain. Aku sangat mencintainya meskipun dulu aku membencinya,” ucap Vino sambil duduk dengan bersandar di tembok dan kakinya sebagai tumpuannya.


“Nak…, tidak semua hal yang kita cintai dan sukai itu harus kita miliki! Kita harus bersabar dan ikhlas menerimanya,” ucap papa Abas menasehati putranya.


“Aku sangat mencintai mamamu tapi mamamu lebih memilih pria lain untuk menikah, bahkan mamamu memilih pergi meninggalkan kita nak!” ucap papa Abas menasehati putranya.


“Aku hancur pa, hatiku sudah hancur dan kalah. Perusahaan yang aku impikan sudah jatuh di tangannya dan kini wanita yang aku cintai memilihnya! Aku benar-benar hancur pa!” ucap Vino yang penuh kecewa.


“Tidak apalah nak! Kamu sudah berjuang untuk mendapatkan posisi ceo di kantor pusat, bagi papa posisi kamu sekarang ini lebih dari cukup nak! Kamu jangan terlalu ambisi nanti jatuh!” ucap papa Abas menasehatinya.


“Tidak pa…, apapun itu aku harus berjuang merebutnya kembali. Posisi jabatan sebagai Ceo harus aku rebut kembali! Termasuk hatinya, aku akan terus berjuang mendapatkannya!” ucap Vino yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan papaya.


“Vino mau kemana kamu. Ingat kamu jangan gegabah apalagi mempertaruhkan nyawamu!” ucap papa Abas memberi peringatan terhadap putranya.


“Tenang pa, kamu jangan pedulikan putramu ini. Aku pasti bisa mengatasi semua masalahku sendiri,” ucap Vino santai dan langsung berlari menuju garasi mengambil mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju suatu tempat.


Papa Abas hanya mendesah seolah kecewa melihat putranya jadi seperti itu.

__ADS_1


“Nak, kenapa dirimu seperti itu! Aku tidak ingin kamu terlalu ambisi seperti mamamu. Bahkan sekarang memilih hidup menetap di luar negeri dibandingkan dengan kita. Mamamu juga meninggalkan putra keduaanya hanya ingin mencapai kepuasan saja!” gumam Abas dan pelan-pelan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya untuk istirahat.


Sementara itu Vino yang kesal nampak pergi ke klub malam dan bersenang-senang di sana. Luna temannya Naira yang kebetulan bersenang-senang dengan temannya melihat Vino kemudian mendekatinya.


“Malam pak Vino? Sendirian ya? Boleh dong kita bergabung?” ucapnya sambil joget-joget mendekati Vino. Vino pun cuek saja tidak menjawab ataupun mengusir Luna. Luna yang agresif menuangkan minuman ke gelas milik Vino kemudian memberikannya kepada Vino.


“Ayo hari ini aku traktir kalian kita pesta,” ucap Vino sambil terus meminum minuman yang diberikan oleh Luna.


Luna pun merekam Vino dan mengirim vidio Vino untuk dikirim ke Naira.


“Naira, ayo segera kesini! Kayaknya Vino lagi oleng dan butuh perhatian kamu. Aku rasa malam ini saat yang tepat untuk menjebaknya!” ketik Luna mengiringi vidio yang dikirimkannya ke Naira.


“Ok…, tolong siapkan semuanya! Aku akan meluncur kesana!” tulis Naira memberi balasan pada temannya Luna.


“Asyik…, asyik kita harus melepaskan masalah kita dengan fly pak! Ayo habiskan!” ucap Luna sambil menuangkan kembali minuman yang ada di depannya ke gelas Vino. Vino mengangkat gelasnya dan tos dengan Luna. Tanpa segan Luna pun mengajaknya melantai untuk joget. Mereka berdua berjingkrak-jingkrak menghentakan kakinya sesuai irama yang ada di club disertai dengan teman-temannya yang lain.


Dan tak lama kemudian Naira datang dan mendekati mereka. Naira pun langsung menggantikan posisi Luna. Bahkan Naira tak segan-segan memepetkan tubuhnya ke badan Vino. Vino yang mabuk mulai bereaksi. Vino terangsang dengan lekuk-lekuk tubuh Naira yang nampak seksi dengan bajunya yang cukup ketat dan sedikit transparan.


“Sayang, aku sangat menyukainya. Bolehkah kita malam ini bersenang-senang?” ucap Vino mulai ngelantur dan memeluk tubuh Naira yang seksi. Naira seolah seperti mendapatkan kode langsung merangkulkan tangannya ke leher Vino dan mulai meliuk-liukan tubuhnya di depan Vino dan tak segan-segan kembali menggesek-gesekan tubuhnya  ke arah Vino.


“Sayang ayo tarik terus sampai pagi, aku siap menemanimu!” ucap Naira berbisik di telinganya Vino.


“Sayang, aku sudah tidak kuat. Badan aku terasa panas dan aku menginginkan sesuatu,” bisik vino yang ternyata mulai terangsang karena Luna diam-diam memasukan sesuatu ke minuman Vino. Vino pun langsung menggandeng Naira dan mengajaknya keluar dari Club. Naira memberi kode pada Luna dengan mengangkat tangannya kalau rencananya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju resepsionis hotel yang memang jadi satu dengan club malam tersebut. Setelah mendapatkan kunci, Vino yang tidak sabaran langsung menggendong Naira menuju ke kamarnya yang kebetulan berada di lantai satu. Naira pun memanfaatkannya langsung melingkarkan tangannya di leher Vino.


Vino dengan cekatan membuka pintu kamar hotel dan melempar tubuh Naira dengan kasar ke ranjang dengan ukuran yang begitu besar.


Vino yang sudah dikuasai nafsu langsung melepaskan bajunya dan mulai membuat permainan yang sangat menyenangkan.Awalnya Vino sangat kesulitan menerobos pertahan Naira namun setelah melancarkan beberapa gerakan akhirnya jebol juga. Naira meringis kesakitan hingga terurai air matanya, namun tekadnya sudah bulat memang itu tujuan hidupnya untuk menyerahkan kesuciannya hanya untuk Vino meskipun dengan cara yang salah.


Mereka berdua sangat menikmatinya hingga melakukannya berkali-kali hingga akhirnya Vino jatuh terkulai di samping Naira hingga pagi hari tiba.


Vino yang tersadar dari pengaruh alkohol nya langsung terbangun dan terkejut melihat dirinya tanpa sehelai benangpun yang melilit di tubuhnya.


“Astaga apa yang aku lakukan semalam! Ach…, aku telah menodainya!” ucapnya lirih sambil menjambak rambutnya dengan kesal.


“Aku benar-benar laki-laki brengsek!” gumamnya lirih sambil duduk di tepi ranjang memandangi Naira.


Naira pun terbangun dan begitu mendapati dirinya tanpa sehelai benang pura-pura kaget dan menangis untuk mendapatkan rasa simpati dari Vino.


“Hik…, hik…, kak Vino jahat! Kenapa semalam kita melakukannya? Bagaimana ini, kalau aku hamil?” ucapnya dengan terisak dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Vino yang sudah tersadar dari pengaruh obatnya langsung memeluknya dan berbisik kepada Naira kalau dirinya akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Naira.


“Sudahlah Naira, karena sudah terjadi maka aku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu!” ucap Vino sambil mengusap-usap rambut Naira dan berusaha menenangkannya. Naira tersenyum puas karena sebentar lagi dirinya akan menjadi nyonya Vino.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2