Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Kesembuhan Mama Ratna


__ADS_3

Akmal sangat setiap hari menunggu mamanya di rumah sakit. Baginya kesembuhan mama Ratna sangatlah penting. Mama Ratna mulai membaik, Akmal sangat senang sekali melihat perkembangan mamanya. Mama Ratna membuka matanya dan memanggil nama seseorang yang tidak jelas.


Akmal memicingkan matanya memperhatikan mamanya, kemudian pelan-pelan memanggil mamanya.


“Mama, sudah sadar?” tanya Akmal kepada mamanya namun mamanya masih belum sadar sepenuhnya.


“Al…, jangan tinggalkan mama! Maafkan mama!” ucap mamanya lirih dan pelan sambil menarik tangan Akmal. Akmal kembali duduk di sebelah mamanya kemudian pelan-pelan menanyakannya.


“Aku Akmal ma, Al siapa ya ma?” tanya Akmal penasaran. Mama Ratna menghembuskan nafasnya kemudian memejamkan matanya.


“Nak haus aku ingin minum,” ucap mama Ratna pelan untuk mengalihkan perhatian Akmal agar melupakan ucapannya. Akmal bergegas mengambil minuman yang ada di meja dekat ranjang mamanya.


“Ini ma, mama segera sehat ya?” ucap Akmal yang berada di dekat mamanya memberi minum yang sudah ada sedotannya.


“Terimakasih nak, maaf mama merepotkan kamu!” ucap mama Ratna yang berusaha duduk namun karena kakinya kemarin habis dioperasi membuat mama Ratna susah bergerak.


“Au…, au…, sakit nak!” ucap mamanya yang berusaha menahan sakit kakinya.


“Iya ma. Mama jangan bergerak dulu! Mama habis operasi kemarin ada tulang kaki mama yang terluka dan patah. Kemarin mama banyak mengeluarkan darah hingga mama tak sadarkan diri. Karena operasi memerlukan tingkat kesadaran dan kebetulan juga mama kemarin banyak mengeluarkan darah maka pihak rumah sakit berusaha memberi transfusi darah. Namun sayang darah yang dibutuhkan oleh mama habis, tapi alhamdulilah ada yang mendonorkan darahnya untuk mama yaitu Vino. Vino juga yang menelpon aku.


“Vino yang bekerja di perusahan kamu?” tanya mama Ratna ingin tahu.


“Iya ma! Kita hutang nyawa dengannya. Entah bagaimana jika tidak ada Vino,” ucap Akmal sambil menghela nafasnya.


“Nak bolehkah mama bertemu dengan Vino? Mama ingin mengucapkan terima kasih untuknya,” ucap mama Ratna kepada putranya.


“Iya ma, nanti aku hubungi ya? Sekarang mama makan dulu biar cepat sembuh!” bujuk Akmal kepada mamanya. Akmal dengan cekatan menyuapi mamanya makanan dari rumah sakit. Setelah mamanya selesai makan, Akmal duduk di sofa untuk membaca beberapa laporan perusahaan yang harus ditandatangani yang baru saja tadi pagi dkirim oleh Bayu.

__ADS_1


“Nak, maafkan mama. Hanya karena mama kamu tidak masuk kerja,” ucap mamanya pelan.


“Ma sudahlah, mama beristirahatlah! Aku masih menyelesaikan beberapa dokumen,” ucap Akmal yang terus berusaha mengerjakan laporannya.


Waktu terus berlalu hingga pukul 11 siang, tiba-tiba ada suara seseorang mengetuk pintu.


“Masuk!” ucap Akmal sambil meletakan bolpoin nya.


“Sayang, kamu sama siapa?” tanya Akmal penasaran.


“Sendiri kak! Ini ada beberapa makanan untuk tante dan kamu!” ucap Tiara yang kemudian mendekati mama Ratna.


“Siang tante, maaf baru bisa besuk!” ucap Tiara menghampiri mama Ratna dan mencium tangan mama Ratna. Mama Ratna hanya diam dan tidak bereaksi.


“Sayang. Lain kali kalau mau kesini telpon aku! Jadi aku bisa jemput kamu!” ucap Akmal berusaha mengalihkan perhatian Tiara terhadap sikap mamanya.


Akmal pun menjelaskan kalau ada beberapa laporan yang perlu direvisi namun dirinya masih kesulitan belum menemukannya.


“Sayang kalau laporan seperti ini jelas salah! Harusnya perencanaan yang ada kita kroscek dengan realisasinya. Dan ini ada beberapa penyelewengan berkas jadi dicari sampai nanti pasti tidak akan ketemu!” ucap Tiara kepada Akmal calon suaminya. Tiara dengan cekatan mencoret-coret berkas tersebut dan mengembalikannya kepada Akmal.


“Sayang kemungkinan seperti ini solusinya! Maaf aku lama tidak bekerja jadi agak kurang fokus tapi kamu kemungkinan besar bisa menyempurnakan. Karena kamu sebenarnya ahli di bidang ini namun belum menemukannya!” ucap Tiara merendah.


“Sayang…, kamu benar-benar berlian. Aku salut sama kamu meskipun lama tidak bekerja tapi kamu cukup baik menyelesaikannya!” ucap Akmal dan berusaha mengusap kepala Tiara dengan lembut kemudian mencium anak rambut Tiara yang tergerai.


Mama Ratna memperhatikan gerak-gerik mereka berdua, kemudian menghela nafasnya panjang.


“Maaf kan mama Akmal ternyata selama ini mama salah menilai Tiara,”gumam mama Ratna kembali pura-pura tertidur sambil mendengar beberapa obrolannya.

__ADS_1


“Kak, aku tadi juga membawakan obat cina untuk tante. Dulu papa aku pernah operasi juga namun dengan minum obat itu perkembangannya baik dan cepat sembuh. Tolong kakak yang telaten ya memberinya minum,” ucap Tiara kepada Akmal.


“Iya sayang, kenapa tidak kamu cobakan untuk meminumkannya sendiri ke mama?” tanya Akmal kepada Tiara.


“Tidak sayang, aku takut!” bisiknya lirih tapi terdengar oleh mama Ratna.


“Eh apa yang ditakutkan?” tanya mama Ratna tiba-tiba memecahkan keheningan mereka berdua.


“Ini ma calon menantu kamu ingin memberikan obat dari Cina yang katanya sangat cepat bisa memulihkan keadaan mama! Karena dulu papanya sudah pernah mencobanya?” ucap Akmal memberi penjelasan.


“Iya ma! Maaf hanya referensi saja kalau mama tidak keberatan boleh mencobanya!” ucap Tiara yang hanya menunduk ke lantai tidak berani menatap mama Ratna.


“Masa sih nak! Coba bawa ke sini obatnya!” ucap mama Ratna mulai melunak. Tiara pun pelan-pelan mendekat dan menyerahkan ke mama Ratna.


“Bagus ini nak obatnya,” ucap Mama Ratna setelah membaca beberapa komposisi dan kandungan yang ada dalam obatnya. Tiara langsung mengambilkan minuman untuk diserahkan ke mama Ratna agar bisa segera meminum obatnya.


“Terimakasih nak! Semoga ini bisa membantu kesembuhan mama!” ucap mama Ratna yang sudah mulai melunak.


“Sama-sama ma! Mudah-mudahan cocok untuk pengobatan tante!” ucap Tiara kembali menerima botol obat dari tangan mama Ratna dan meletakkannya ke meja. Tiara kemudian membantu mama Ratna yang hendak rebahan kembali.


“Terimaksih nak! Semoga kamu mendapatkan kebaikan selalu dan bisa menjaga Akmal dengan baik!” ucap mama Ratna sambil mengusap kepalanya yang seolah-olah memberinya restu untuk Tiara.


“Iya ma! Semoga mama lekas sehat dan bisa menghadiri pernikah kita!” ucap Tiara sambil membetulkan selimut mama Ratna. Mama Ratna memejamkan matanya sehingga Tiara kembali duduk di sofa dekat dengan Akmal. Akmal hanya mengamati mereka berdua, kemudian memberinya tempat untuk Tiara.


“Sini sayang sama kakak! Ini minum dulu ya dan tolong bantu lagi kakak mengerjakan ini ya?” ucap Akmal yang memberinya minum dan melirik berkas-berkasnya.


“Iya siap! Aku bantu tapi kalau suruh bekerja lagi ke kantor, aku masih pikir-pikir dulu!” ucap Tiara sambil minum minuman yang diberikan oleh Akmal. Akmal tampak senang karena hari ini mama dan Tiara kelihatan berdamai.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2