Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Manusia Bertopeng


__ADS_3

Rombongan Akmal berangkat menuju lokasi tempat diculiknya papa dan mamanya Tiara. Dan tidak lama kemudian diikuti oleh pihak kepolisian.


“Bos, polisi rupanya sudah ada di belakang kita. Ayo kita percepat, kasihan kalau terjadi apa-apa dengan mereka!” ucap Bayu kepada Akmal sambil konsentrasi menyetir.


“Ok, ayo tancap gas. Aku tidak ingin sesuatu menimpa mereka!” ucap Akmal kepada Bayu. Bayu dengan segera tancap gas menambah kecepatannya.


“Kira-kira masih lama gak?” tanya Akmal kepada Bayu karena tidak sampai-samapi.


“Sebentar lagi, kira-kira 15 menit!” ucap Bayu dan terus konsentrasi dengan kemudinya.


Sementara itu di sebuah gedung tua papa dan mamanya Tiara di sekap di ruangan yang sangat pengap dan lembab.


“Pa…, apa salah kita kenapa mereka begitu jahat sama kita?” tanya mama Dewi kepada suaminya yang terikat tidak berdaya di samping mama Dewi.


“Entahlah ma, aku juga merasa tidak punya musuh. Mama kan tahu sendiri kan papa gak pernah bermushan dengaan siapapu, apalagi teman-teman papa kan dosen semua dan kebanyakan merka baik,” ucap papa Roy kepada mama Dewi.


“Hik…, hik…, pa. Mama tidak mengerti kenapa harus seperti ini. Mama tidak betah pa, tempatnya pengap dan tidak bisa bernafas,” ucap mama Dewi sehingga membuat papa Roy terasa sakit. Papa Roy merasa dirinya tidak bisa melindungi istrinya. Papa Roy teringat gimana para manusia bertopeng itu tiba-tiba datang menyerang rumahnya. Papa Roy yang kebetulan berada di ruang kerja tiba-tiba mendengar ada suara yang berisik.


“Siapa disana!” teriak papa Roy dan tiba-tiba dari pintu ruang kerjanya muncul beberapa orang menyerangnya.


“Brak…,” salah satu orang berusaha memukul papa Roy namun papa Roy bisa menghalaunya hingga yang meneyrangnya jatuh menimpa kursi kerja papa Roy.


“Hai…, siapa kalian! Apa yang kalian inginkan?” tanya papa Roy yag terus menghalau dua orang diantaranya. Karena teralu ribut membuat mama Dewi terbangun dan mendekati suara keributan.


“Pa…, papa ada apa?” ucapnya sehingga salah satu yang mendengar suara mama Dewi langsung menghampirinya dan menagkap mama Dewi.


“Ma…, mama! Lepaskan istriku” teriak papa Roy lengah ketika istrinya ditangkap penjahat. Penjahatpun langsung mengambil kesempatan tersebut.

__ADS_1


“ Buu…uk! Ach…!” salah satu tendangan dari penjahat tersebut mengenai papa Roy sehingga terhuyung hampir jatuh.


Kesempatan itu dimanfaatkan oleh penjahat sehingga papa Roy ditangkapoleh penjahat tersebut.


“Kalau kalian berdua ingin selamat, kalian harus ikut kami!” ucap penjahat tersebut dan menggiring mereka hingga ke ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu papa Roy yang melihat penjahat lengah langsung mennyerang penjahat tersebut dengan kakinya. Duel pun terjadi lagi hingga papa Roy hampir bisa mengalahkan penjahat tersebut namun lagi-lagi salah satu penjahat tersebut mengancam kalau tidak berhenti akan membunuh istrinya yaitu mama Dewi.


“Sekali lagi kalau kalian ingin selamat harus diam dan jangan berteriak!” ucap salah satu manusia bertopeng tersebut.


“Tolong ikat tanganya dan sekap matanya. Jangan samaai mereka tahu mereka kita bawa kemana!” sambungnya lagi hingga anak buahnya dengan cekatan mengikat kedua tangan mereka dan menyekap matanya dengan kain.


Papa Roy hanya meringis menahan sakit karena dadanya kena tendangan dari manusia bertopeng.


“Papa…, kita harus bagaimana?” tanya Mama Dewi hingga menyadarkan papa Roy dalam lamunannya.


“Iya, sayang aku akan berusaha membebaskan kita,” ucap papa Roy beringsut berusaha mendekati istrinya. Papa Roy berada tepat dibelakang istrinya kemudiaan dengan keterbatasaanya berusaha mencoba membuka tali yang mengikat tangan istrinya. Denfan waktu yang cukup lama, pelan-pelan tangan istrinya terlepas. Kemudian mama Dewi membuka ikatan kakinya. Setelah semmuanya lepas, mama Dewi membalikan badannya untuk membantu papa Roy.


“Sayang, aku akan memanggil mereka dengan berteriak kalau kamu saki. Tolong kamu merintaihlah seperti oeang kesakitan, aku akan bersebunyi dibalik pintu kamar. Jadi kalau mereka datang aku akan segera menyerangnya,” ucap papa Roy yang matanya memandang menyebar ke beberapa arah untuk mencari sesuatu yang bisa dipaakai untuk senjata.


“Sayang itu vase bunga yang ada di meja, bisa kamu pakai untuk berjaga diri,” ucap papa Roy kemudian berjalan mendekati pintu semantara mama Dewi mengambil vase bunga. Setelah semuanya siap mama Dewi acting merintih kesakitan, sementara papa Roy berteriak minta tolong agar istrinya segera dipanggilkan dokter.


“Hik…, hik…, sakit pa? Ini sakit sekali, dada dan perut aku sakit. Penyakit lama aku kambuh pa. Aku sudah tidak kuat papa?” rintih mama Dewi dengan kepura-puraannya. sementara itu papa Roy berteriak minta tolong agar istrinya ditangani.


“Tolong…, tolong…., siapapun yang berada di luar. Bantu istri aku. Penyakit istri aku kambuh! Tolong panggilkan dokter!” teriak papa Roy dari dalam.


“Berisik sekali kalian! Dasar tua bangka, merepotka  saja,” ucap salah satu manusia bertopeng, tanpa konsultasi dengan temannya yang lain langsung berjalan menuju pintu dan membukanya.


“Buuk…, buck…, prak! Ayo ma kita keluar dari sini!” papa Roy langsung menarik tangan istrinya dan membawanya berlari ke luar ruangan namun di bagian tengah penjahat yang lain menghadangnya. Dan perkelaian kembali terjadi. Mama Dewi gemetar ketakutan melihat suaminya berkelahi dengan beberapa penjahat.

__ADS_1


“Ma…, mama lari keluar! Segera minta bantuan!” teriak papa Roy memberi komando terhadap istrinya. Namun mama Dewi tidak bergeming sedikitpun. Mama Dewi merasa perlu untuk mendampingi suaminya. Baginya apapun yang terjadi nyaman dengan suamiminya. Papa Roy pun dengan keras kembali berteriak meminta istrinya segera pergi.


“Mama pergi…, pergi!” teriak papa Roy. Mama Dewi pun tak berdaya meninggalkan ruangan tersebut, namun sampai pintu tiba-tiba dihadang penjahat bertopeng lagi.


“Mau apa kalian! Tolong bebaskan kami, apa salah kami!” teeriak mama Dewi yang hanya dibalas dengan tatapan yang meringai saja oleh penjahat tersebut.


“Tidak bisa nyonya, salah sendiri kamu punya putri yang begitu cantik!” jawab penjahat tersebut dan tidak memberi kesempatan pada mama Dewi.


“Tapi apa hubungannya dengan putri ku?” tanya mama Dewi pingin tahu apa motif mereka menculiknya tentunya dengan gemetar ketakutan.


“Putrinya terlalu cantik dan mengecewakan orang lain!” jawab penjahat tersebut dan terus berusaha menangkap mama Dewi. Mama Dewi ketakutan dan mundur ke belakang hingga membentur tembok. Disaat yang genting rombongan Akmal datang.


“Hai…, kau apakan mama Dewi,” Teriak Akmal langsung menendang orang tersebut dari samping hingga akhirnya mereka berdua duel saling baku hantam. Bayu dan yang lainnya langsung menerobos masuk menolong papa Roy yang dikeroyok oleh 3 orang.


Bayu dan teman-temannya langgsung menghantam penjahat tersebut hingga terdesak. Dan bersamaan itu mobil polisi datang, dan salah satu dari mereka yang mendengar suara mobil di luar lagsung berteriak dan melemparkan bom waktu.


“Buuk…., ayo kita segera keluar kelihatannya mereka bawa rombongan polisi, kita terkepung. Selamatkan diri masing-masing tempat ini sebentar lagi meledak!” teriak alah seorang dari mereka. Hingga akhirnya melarikan diri loncat menuju cendela.


“Pa…, ma ayo segera keluar mereka kelihatannya melempar bom!” teriak Akmal kepada meretuanya. Papa Roy dengan cekatan menarik mama Dewi keluar ruangan dan demikian juga Akmal mengikutinya. Namun ternyata bomnya hanya buatan mengeluarkan asap saja untuk mengelabuhinya agar bisa melarikan diri.


Polisi mengejarnya namun tidak ada satupun yang tertangkap.


“Sial, mereka bisa lolos dari kita. Benar-benar mereka canggih dan sudah terlatih!” teriak salah satu polisi yang mengikuti penggrebekan.


“Iya, dan mereka memang terlihat profesional dan mungkin hanya bayaran saja dan pelaku sesungguhnya motifnya tidak hanya semata-mata menculik pak Roy dan istrinya. Pasti ada motif terselubung!” sahut polisi satunya.


“Ayo kejar mereka!” teriak komandan mereka dan mereka pun tersadar langsung beralri menyusul reka kerjanya yang lain untuk mengejar penjahat tersebut.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam mefmberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2