
Akmal masih bingung menempatkan posisinya, karena mau bagaimanapun Vino ternyata saudara seibu dengannya. Akmal menghela nafasnya ketika menyiapkan berkas-berkas di ruang kerjanya.
“Nak, adakah sesuatu yang bisa membuat kamu resah?” tanya papa Anggoro yang tiba-tiba datang dihadapannya.
“Iya…, pa! Aku masih bingung dengan keadaan aku. Apakah papa tahu kalau Vino itu saudara aku pa?” tanya Akmal kepada papanya yang tidak tahu apa-apa.
“Aku baru tahu kemarin dari mama Ratna. Mama Ratna kemarin menemuiku setelah putranya kena kasus. Mama Ratna mengakui semua perbuatannya termasuk masa lalunya sebelum menikah dengan papa sesungguhnya sudah bersuami dengan papanya Vino. Dan yang lebih mengejutkan ternyata papanya Vino sudah mengetahuinya sejak awal namun hanya diam. Papanya Vino yaitu papa Abbas merasa kesalahannya bukan ada di pihak papa, akan tetapi sama istrinya sendiri. Papa juga sudah klarifikasi dengan papa Abas, kita juga sebenarnya sudah tidak mempermasalahkan itu karena yang bersalah adalah mama Ratna,” beber papa Anggoro kepada putranya.
“Iya pa, aku tidak menyangka kalau terlahir dari rahim seperti mama. Aku tidak menyangka kalau kandasnya pernikahan mama karena mama tidak pernah puas dengan keberhasilan yang dicapai bersama papa.
“Sudahlah nak! Papa yakin kamu tidak seperti itu. Kamu masih ada darah papa yang mengalir di dalam tubuh kamu. Kamu yang tenang semua hal yang berhubungan dengan Vino serahkan saja hasil rapat dewan direksi nanti,” ucap papa Anggoro yang menepuk pundak putranya.
“Iya pa, aku percaya sepenuh nya, apalagi papa juga ada! Aku yakin keputusan nanti pasti tidak menyulitkan!” ucap Akmal berusaha menyakinkan dirinya sendiri.
“Semoga ya nak! Apalagi uang yang digelapkan sudah diganti oleh mama Ratna. Pasti Dewan Direksi akan berpikir ulang untuk yang terbaik!” ucap papa Anggoro menguatkan putranya. Papa Anggoro juga dapat undangan untuk datang.
“Nak, papa siap-siap dulu. Kalau kamu mau pergi dulu tidak apa-apa!” ucap papa Anggoro langsung meninggalkan putranya menuju ke kamarnya hendak bersiap diri.
Akmal menghela nafasnya hendak pergi namun tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tertulis mama Ratna.
“Iya ma, ada apa?” ucap Akmal kepada mamanya.
“Nak, tolong kakak kamu ya? Ingat bagaimanapun dia masih saudara kamu!” ucap mama Ratna di seberang sana.
“Iya ma! Mudah-mudahan ada jalan keluar!” ucap Akmal melalui ponselnya.
“Mama sangat berterima kasih nak, semoga nanti usaha kamu tidak sia-sia,” ucap mama Ratna dengan datar.
“Iya ma. Aku tutup dulu ya? Ini aku mu berangkat,” ucap Akmal kembali menghela nafasnya. Akmal mengingat masa kecilnya dimana dulu waktu SMP sudah ditingal mamanya karena memilih tinggal dengan lelaki lain. Akmal masih menikmati kasih sayang mamanya meskipun papa dan mamanya berpisah. Akmal membayangkan Vino yang dari umur 2 tahun sudah ditinggal pergi oleh mama Ratna. Kakaknya Vino lebih malang dari dirinya.
__ADS_1
Akmal langsung mengambil tasnya dan pergi ke garasi menyalakan mobil menuju perusahaan.
Sesampainya di perusahaan Akmal sudah disambut oleh beberapa wartawan yang menanyakan tentang rapat yang akan digelar.
Akmal yang tidak ingin wartawan mengetahuinya langsung menerobos masuk dibantu satpam perusahaan.
“Gila, kenapa bisa bocor kalau perusahaan ada rapat dengan Dewan Direksi? Bisa-bisa semuanya melenceng dari rencana,” gumama Akmal lirih.
“Maaf bos, aku tidak tahu kalau di depan ada wartawan. Barusan Inge telpon,” ucap Bayu yang juga baru datang.
“Iya! siapa yang membocorkan agenda perusahaan. Kenapa tiba-tiba wartawan datang ke perusahaan,” ucap Akmal kepada Bayu.
“Tenang bos dalam waktu 15 menit aku akan membereskan semuanya,” Bayu langsung pergi meninggalkan Akmal dan kembali menghadapi wartawan. Entah apa yang diucapkan dalam waktu 10 menit semua wartawan sudah pergi meninggalkan lokasi.
Setelah semuanya beres Akmal dan Bayu didampingi Inge langsung menuju ruang rapat. Di ruangan sudah ada para anggota Dewan direksi dan Vino beserta Naira.
Semua Dewan direksi menyampaikan pendapatnya. Bahkan ada beberapa orang yang ngotot untuk mengeluarkan Vino dan kawan-kawan.
Namun karena beberapa hal akhirnya hasil rapat memutuskan kalau Vino dilengser menjadi staf biasa dengan pertibangan unga yag digelapkan sudah dikembalikan.
Semua yang hadir menandatangani hasil rapat dan disahkan oleh Ketua Dewan komisaris perusahan.
Vino bernafas lega dengan hasil keputusan tersebut. Vino kemudian menghampiri Akmal dan memohon untuk memindahkan dirinya di pulau Kalimantan. Vino akan berusaha memperbaiki dirinya dengan baik di sana.
Akmal menghela nafasnya kemudian menyampaikan kepada Dewan Direksi. Karena itu permintaan Vino yang ingin merubah sikapnya maka Dewan Direksi mengabulkannya dengan masa percobaan 1 tahun.
Vino sangat terharu dengan sikap para Dewan Direksi dan dengan hati yang terdalam Vino meminta maaf atas perbuatannya.
Semua Dewan Direksi memaklumi Vino, dan mereka dengan lapang dada memaafkan Vino mengingat sebagian jsa-jasa papanya terhadap perusahaan.
__ADS_1
Demikianlah rapatnya berjalan lancar kemudian Vino pamitan untuk pulang dan untuk sementara dibebastugaskan selama satu minggu untuk mengurus berkas-berkas kepindahannya.
Setelah rapat selesai Akmal memutuskan untuk pulang. Akmal ingin melepas rasa penat dan kecewanya karena keadaan yang begitu tiba-tiba. Akmal merasa terpukul yang ternyata dia harus terima kenyataan kalau Vino itu saudara sekandung dengannya yang beda ayah.
Akmal dengan lunglai pergi ke tempat Tiara. Akmal mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang.
Akmal memarkirkan kendaraannya di halaman rumah Tiara, dengan gontai Akmal masuk ke rumah Tiara setelah dipersilahkan masuk oleh asisten rumah tangganya.
“Tuan muda, mbak Tiara sedang berjemur di dekat kolam renang. Tan tunggu di sini ya?” ucap asisten rumah tangga Tiara.
“Baik bi, biar aku tak kesana sendiri saja!” ucap Akmal yang langsung mengambil nampan yang berisi minuman dan cemilan untuk dirinya.
Akmal dengan gontai berjalan menghampiri calon istrinya..
“Sayang, boleh dong aku ikut berjemur?” ucap Akmal yang menunduk menaruh nampan tersebut di meja dekat Tiara berjemur.
“Iya silahkan! Aku tidak masalah ucap Tiara yang langsung menyambar handuknya yang berada di sampingnya. Tapi entah mengapa Tiara tidak bisa menjaga keseimbangnnya hingga terjatuh dan terpental ke kolam renang.
Akmal yang melihat Tiara terjatuh tertawa terbahak-bahak dan dengan cekatan melepaskan semua bajunya. Akmal menyisakan ****** ******** yang berupa boxer sehingga dia berani ikut masuk ke dalam kolam renang.
Akmal dengan girang menarik Tiara hang kaget kecebur dalam kolam renang.
“Sayang ayo kita berenang, kits lomba 2 putaran sayang, jika kamu bisa mengalahkan aku maka aku akan memberimu hadiah mobil,” bisik Akmal dengan gemas melihat lekuk tubuh Tiara meskipun menggunakan baju renang yang tertutup baginya Tiara terlihat seksi.
Akmal sangat menikmatinya hingga Tiara risih mendapatkan pandangan seperti itu dari Akmal. Tiara berjalan hendak naik ke atas kolam namun dengan tiba-tiba Akmal menarik Tiara kembali terjun ke kolam. Tiar akhirnya memutuskan untuk mengikuti permainan Akmal.
Mereka berdua terlihat bahagia dan sangat menikmatinya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1