
Akmal hari ini liburan sengaja ingin menghabiskan waktunya bersama Tiara sekalian mau fitting baju untuk pernikahannya. Tidak lupa Akmal selalu mengajak Bayu dan juga Inge. Mereka berempat selalu kompak dalam banyak hal.
“Bayu…! Jangan lupa sebelum kesini menjemput aku, jemput dahulu Inge pacar kamu itu!” perintah Akmal melalui ponselnya.
“Baik pak! Ini aku sudah siap dan hendak meluncur menjemput Inge,” ucap Bayu diseberang sana. Dan tidak lama kemudian ponsel Akmal ditutup.
“Nasib-nasib punya bos yang diktator. Apa maunya harus dituruti,” gumam Bayu lirih dan langsung menyambar kunci mobil milik Akmal yang sengaja dia bawa sejak kemarin. Bayu langsung menuju garasi dan menyalakan mobilnya meluncur ke rumah Inge.
Ternyata Inge juga sangat pengertian. Inge sudah siap di rumahnya dengan pakaian yang rapi dan menunjukan keagungannya.
Bayu dengan penuh percaya diri turun dari mobil dan menghampiri Inge yang sudah menunggu di teras rumah.
“Inge sayang, kalau seperti ini rasa-rasanya aku ingin kita duduk disini saja berduaan. Dirimu sangatlah membuat hati aku bergetar dengan pesona kecantikanmu. Bisakah kau menjadi pacar aku?” ucap Bayu begitu sampai di depan Inge.
“Dasar gombal banget. Ayo kita berangkat! Aku takut pak Akmal marah-marah kalau kita terlambat!” ucap Inge menghindari tatapan Bayu yang terlihat seperti menelanjanginya.
“Dasar buaya! Sukanya tebar-tebar pesona!” ucap Inge lirih namun terdengar oleh Bayu.
“Aku Buaya situ pawangnya Buaya ya?” bisik Bayu yang sudah ada di sebelahnya.
“Enggak. Aku gak sanggup!” ucap Inge ketus dan langsung terus berjalan menuju mobil. Bayu dengan spontan membuka pintu mobil dan mempersilahkan Inge masuk. Inge semakin salah tingkah dengan sikap Bayu.
Bayu nampak tersenyum simpul melihat Inge yang nampak salah tingkah. “Sayang, aku pastikan tahun depan kamu sudah aku nikahi!” gumam Bayu lirih. Bayu kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi.
Sebelum menyalakan mobilnya Bayu memberi peringatan kepada Inge untuk memakai sabuk pengaman.
“Inge…, kamu pakai sendiri apa aku yang pakaikan!” ucap Bayu yang hendak meraih sabuk pengaman di tempat duduk Inge.
__ADS_1
“Aku pakai sendiri saja! Benar-benar buaya darat, suka cari kesempatan!” ucap Inge dan langsung memakai sabuk pengamannya. Dan sekali lagi Bayu tidak marah tapi tersenyum simpul melihat ulah Inge.
Setelah semua siap Bayu meluncur menuju rumah Akmal. Akmal yang sudah siap menyingkat waktu mereka sehingga mereka langsung berangkat menuju rumah Tiara.
Setelah sampai di rumah Tiara ternyata ada mama Dewi yang mempersilahkan mereka untuk ikut sarapan.
“Sebelum berangkat sarapan dulu ya? Mama masak banyak sekali kok, sengaja mama buat masakan istimewa untuk kalian. Untuk nak Akmal kusus mama buatkan rendang biar nak Akmal ingat mama terus!” goda mama Dewi.
“Mama Dewi ada-ada saja! Yang jelas pasti teringat putrinya mama Dewi dong!” ucap Akmal sengaja menimpali gurauan mama Dewi.
“Wah ramai sekali! Ceritanya calon menantu hadir nich!” ucap papa Roy yang tiba-tiba nongol di antara mereka. Papa Roy ternyata sudah siap dengan baju olahraganya karena hari ini janjian dengan rekan-rekannya untuk bermain Tenis meja di kampus.
Mereka dengan penuh akrab menikmati hidangan yang telah disediakan oleh mama Dewi yang dibantu oleh Tiara.
“Kak, ini lauk kesukaan kamu habiskan ya?” ucap Tiara sambil mengambilkan lauk untuk Akmal.
“Iya…, terimakasih sayang,” ucap Akmal tanpa canggung menyebut kata sayang di hadapan semua orang. Mama Dewi sangat senang melihat mereka berdua. Mama Dewi merasa Akmal merupakan menantu idamannya.
“Ma…, biarkan mereka makan ma!” ucap papa Roy. Mereka pun akhirnya berlanjut makan bersama. Suasana hati mereka pun sangat senang karena papa Roy dan mama Dewi menyambutnya dengan hangat.
Setelah selesai makan Akmal pamitan untuk mengajak Tiara fitting baju. Semantara baju seragam untuk papa Roy dan mama Dewi sudah jadi terlebih dahulu. Bahkan sama pihak butik sudah dikirim ke rumah.
“Ma, kita berangkat dulu!” ucp Akmal pamitan kepada mama Dewi.
“Iya nak. Tolong sampaikan juga kalau tnte terimakasih karena baju yang dikirim kemarin sesuai dengan selera tante,” ucap mama Dewi memuji karya pemilik butik yang masih kerabat dengan Akmal.
“Iya ma, nanti aku sampaikan,” ucap Akmal kemudian menyusul bayu dan Inge yang sudah di depan.
__ADS_1
Sayang kalau jalan hati-hati. Akmal menggandeng Tiara berjalan menuju mobilnya. Mereka duduk di belakang sedangkan Inge dan Bayu ada di depan.
“Bay…, ayo jalan! Tolong jaga kecepatanya. Aku ingin menikmati perjalanan ini hingga aku bisa berduaan dengan calon istriku!” ucap Akmal sekaligus bentuk perintah kepada Bayu.
“Iya. Santai bisa diatur bos yang penting bonusnya,” ucap Bayu membalas Akmal.
“Apa-apa kok bonus. Aduh punya asisten otaknya bonus melulu!” ucap Akmal yang ngomel dengan tingkah Bayu.
“Sudahlah kak! Biarkan saja mungkin kak Bayu ingin menggoda kakak!” ucap Tiara sehingga membuat Akmal sangat terasa nyaman di hati.
“Iya sayang. Sini kamu bisa tidur di bahu kakak biar kakak bisa bertambah nyaman di hati,” ucap Akmal memanfaatkan situasi.
“Wah lagi manfaatkan peluang nih. Bener-bener modus si bos ini” ucap Bayu kembali berbuat ulah.
“Kak bisa diam gak sih! Awas kalau kamu kena marah si bos pasti gaji kamu akan dipotong!” bisik inge memberinya nasehat.
“Nah betul juga tuh. Besok gaji kamu akan ku potong!” ucap akmal yang jengkel dengan Bayu yang selalu mencuri dengar pembicaraan mereka.
“Kakak jangan begitu dong! Begitu saja kau tanggapi. Ingat kak Bayu itu sejak dulu membantu kamu bahkan kata papa Anggoro kamu sering dibantu kak Bayu. Bahkan waktu kamu dibuli dengan temen kamu sekelas kak Bayu rela membelamu mati-matian,” ucap Tiara mengingatkan Akmal.
“Lo…, kenapa kamu bisa tahu sayang?” tanya Akmal kepada Tiara.
“Iya kemarin pas aku kamu ajak ke rumah dan kamu ada rapat virtual mendadak. Papa Anggoro menceritakan segalanya. Bahkan waktu kamu menghilangkan motor kesayangan papa yang kamu parkir sembarangan di halaman sekolah, tanpa pikir panjang kak Bayu langsung mengatakan kalau kak Bayu yang menghilangkan motor papa,” ucap Tiara yang tanpa sadar telah menyadarkan Akmal sehingga tidak jadi marah kepada Bayu.
“Iya…, aku tahu kok semuanya. Aku juga masih ingat kalau Bayu dulu selalu membelaku,” ucap Akmal sambil mendesah pelan. Akmal juga ingat bagaimana Bayu dulu rela kena lemparan bola volly gara-gara melindunginya.
“Ok…, hari ini kamu selamat karena kenangan masa kecil kita. Lain kali tidak ada kata maaf untuk kamu!” ucap Akmal kembali mengancam Bayu.
__ADS_1
“Iya, terserah bos Akmal saja. Aku dari dulu sampai sekarang pokoknya tetap nyaman dengan bos Akmal,” ucap Bayu yang berusaha mengambil hati Akmal.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?