
Tiara yang ketiduran di kamar utama tiba-tiba terbangun dan sangat terkejut melihat Akmal yang memeluknya. Tiara dengan spontan langsung mendorong Akmal dengan tenaga yang sangat kuat hingga Akmal terjerembab jatuh ke lantai.
“Sayang apa yang kamu lakukan?” tanya Akmal sambil mengusik pantatanya yang tersasa sakit.
“Kakak ngapain kenapa tidur sama aku!Hik…, hik…, nanti kalau aku hamil bagaimana?” ucap Tiara sambil memeriksa semua bajunya masih melekat di tubuhnya dan memeriksa spreinya yang masih terlihat bersih.
“Ha…, ha…, sayang mana bisa hamil kalau kita tidak begituan,” ucap Akmal sambil memperagakan dengan tangannya.
“Mana aku tahu! Aku kan tertidur!” ucap Tiara sambil memonyongkan bibirnya. Akmal semakin gemas dengan ulah Tiara dan berusaha mendekatinya. Tiara yang berdiri di samping ranjang nampak ketakutan sehingga mundur-mundur ke belakang hingga tubuhnya terhimpit dengan tembok di bawah tekanan Akmal.
“Kakak, jangan macam-macam kita belum menikah!” ucap Tiara lirih karena takut.
“Sayang ini sudah sore ayo kita pulang!” ucap Akmal tersenyum tipis menggoda Tiara. Tiara akhirnya bernafas lega dan mengikuti Akmal yang berjalan menuju pintu.
“Kak aku lapar,” ucap Tiara sehingga Akmal menghentikan langkahnya kemudian mengajaknya ke dapur.
Akmal mengambil beberapa bahan makanan yang ada di kulkas kemudian menyiapkannya untuk dimasak. Sementara itu Akmal meminta Tiara untuk duduk di kursi. Tiara mengamati Akmal sangat ahli masak hingga aroma makanan nya sangat menyengat hidung Tiara semua gerak-gerik Akmal sangat menarik perhatiaan Tiara. Dalam hatinya Tiara sangat mengagumi calon suaminya.
“Kak ini sungguh lezat sekali, aromanya sangat menyenangkan! Aku ingin sekali menyantabnya,” ucap Tiara langsung mendekati Akmal. Akmal yang tahu kalau Tiara menginginkannya segera mengambil piring untuk disajikan.
“Sayang…, ayo makanlah! Dijamin kamu bakal nyandu masakan aku!” ucap Akmal sambil meletakan makanannya di depan Tiara.
Tiara yang lapar langsung menyantap makanan nya, Akmal hanya memperhatikannya dengan penuh cinta. Akmal juga tidak lupa memberinya minuman jus kesukaannya.
“Sayang ini minumnya, makannya yang pelan ya? Aku tidak bakal mengambilnya!” ucap Akmal sambil meletakan minumannya.
“Iya kak! Tapi ini enak sekali! Aku menyukainya, kakak benar-benar jago masak!” ucap Tiara sambil mengacungkan jempolnya.
“Kapan-kapan akan aku masakan lagi kalau kamu mau!” ucap Akmal sambil mengusap makanan yang belepotan di sudut bibir Tiara.
__ADS_1
“Terimakasih kakak. Sesering mungkin tak apa-apa!” ucap Tiara dilanjutkan minum jus buatan Akmal.
“Iya! Ayo matahari mulai tenggelam, kita pulang karena ditunggu papa dan mama kamu! Nanti kalau gak segera pulang bisa-bisa aku dicoret dari daftar sebagai menantunya.
“Kakak serius mau pulang sekarang? Tapi aku mau nambah lagi!” ucap Tiara manja kepada Akmal calon suaminya.
“Baiklah kau habiskan dulu baru kita pulang,” ucap Akmal. Setelah habis mereka berdua pulang ke rumah Tiara.
Akmal mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Kemudian begitu sampai Akmal langsung turun dari mobil dan mengantar Tiara masuk ke rumah.
“Malam om, tante. Maaf agak terlambat karena jalanan macet!” ucap Akmal sopan dan mencium tangan papa Roy dan mama Dewi.
“Iya nak! Ayo kita ngobrol dulu!” ucap papa Roy dan mengajak Akmal hendak main catur.
“Pa, kasihan kak Akmal besok masuk kerja lo?” ucap Tiara langsung yang memang membela Akmal dari keterpojokannya karena papanya. Namun Akmal nampak biasa saja bahkan mengikuti kemauan papa Roy.
“Tak apa Tiara. Aku bersedia kok bermain catur dengan om!” ucap Akmal yang sesungguhnya berusaha ingin dekat dengan keluarga Tiara. Tidak lama kemudian mama Dewi menyusul memberikannya camilan untuk dimakan.
“Benarkah? Berarti Tiara pintar memasak ya? Bagus kalau gitu! Tapi bilangnya ke aku Taira tidak bisa masak lo tante?” ucap Akmal yang berusaha mengadu ke calon mertuanya.
“Masa sih? Padahal Tiara pintar sekali masak. Sejak kecil dia hobby masak hingga akhirnya badannya gemuk. Selain masak juga punya hobi makan!” ucap mama Dewi sambil tersenyum puasa menyampaikan rahasia putrinya.
“Mama kenapa harus bilang? Padahal aku ingin surprise untuk kak Akmal! Jadi nanti kalau kami sudah nikah akan aku masakan makan yang serba lezat untuk kak Akmal,” ucap Tiara hingga membuat papanya melongo mendengar penyampaian putrinya.
“Menikah? Kapan menikahnya?” tanya papa Roy ingin tahu.
“Rencananya bulan depan om, tante tapi papa dalam waktu dekat mau kesini terlebih dahulu untuk mencari tanggal yang tepat untuk pernikahan kita,” ucap Akmal sambil mengarahkan pionnya bergerak.
“Baguslah kalau begitu, aku dukung kalian menikah cepat! Papa ingin segera memiliki cucu!” ucap papa Roy senang.
__ADS_1
“Iya nanti kalian buat anaknya yang banyak ya? Biar keluarga kita ramai!” ucap mama Dewi girang.
“Mama jangan ngaco ya? Emangnya kita pabrik apa?” ucap Tiara cengengesan terhadap mamanya.
“Iya dong! Pbrik calon cucu papa dan mama!” ucap Mama Dewi yang memang humoris.
“Wah itu tidak adil dong kita suruh banyak anak tapi mama sendiri hanya ada aku!” ucap Tiara menggoda mamanya.
Akmal yang dari tadi berada di dekatnya sangat senang karena keluarga calon istrinya sangat nyaman dan damai. Akmal menyukainya karena dari kecil dia hanya hidup dengan papanya yang dibantu baby sister yang dibayar papanya.
“Om…, tante aku apa kata Tiara saja! Aku juga suka kok banyak anak biar banyak rezeki!” ucap Akmal yang juga ikut nimbrung balas gurauan mama Dewi dan Tiara.
“BAgus nak! Kita sealiran! Benar-benar menantu idaman mama!” ucap mama Dewi menyanjung Akmal.
“Siap tante, yang terpenting tante dan om merestui pernikahan kita kelak!” ucap Akmal.
“Tetu nak! Pokoknya untuk nak Akmal kita siap mendukung. Tante dan om yakin nak Akmal kebahagiaan Tiara! Tapi jangan pernah sakiti Tiara ya?” ucap mama Dewi sekaligus memohon kepada Akmal calon menantunya.
“Tentu tante. Aku berjanji akan membahagiakannya lahir dan batin! Tiara cinta pertama dan terakhir untuk aku tante?” ucap Akmal menyakinkan mama Dewi.
“Benarkah?” tanya mama Dewi penasaran dan Akmal hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Akmal yang capek kemudian minta izin pulang. Papa Roy yang begitu paham dengan Akmal langsung mengizinkannya.
“Silahkan nak, nanti keburu malam. Hati-hati di jalan!” ucap papa Roy dan mengizinkan Akmal pulang. Tiara pun tidak ketinggalan mengantar kekasihnya ke depan.
“Sayang besok aku jemput ya? Kita Fitting baju pengantin kita!” ucap Akmal begitu naik di mobil sendiri.
“Iya! Besok aku tunggu di rumah! Kak jangan lupa ajak Inge dan kak Bayu ya? Aku kangen Inge!” pinta Tiara kepada Akmal.
“Siap sayang, besok mereka berdua biar ikut. Dan nanti biar pekerjaan besok diselesaikan hari ini,” ucap Akmal dan langsung membunyikan mesin mobilnya dan pamitan pulang.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?