Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Semakin Menguasai


__ADS_3

Setelah kemarin seharian Akmal mengusik liburannya Tiara dengan berat hati Tiara pergi ke kantor. Tiara merasa Akmal terlalu ikut campur dengan urusannya bahkan semakin menguasai dirinya. Tiara dengan santai masuk ke kantor baru sampai di depan ruangan pak Akmal tiba-tiba Akmal langsung menariknya menuju ruang meeting.


“Pak jangan kasar kenapa?” ucap Tiara dengan menggerutu.


“Sudahlah jangan banyak omong. Hari ini kita ada jamuan perpisahan dengan karyawan di ruang meeting sekaligus pamitan,” ucap Akmal sambil terus menggandeng Tiara. Sementara itu semua karyawan yang berpapasan dengannya memandang sinis kepada Tiara.


“Gila…, baru setahun sudah melejit tuh bu Tiara. Kelihatannya si bos juga mengajaknya pindah ke kantor pusat,” bisik mereka dengan kasak-kusuk di belakang Tiara dan Akmal.


“Iya parah jangan-jangan mereka ada ferr? Aku yakin bu Tiara pasti memanfaatkan kecantikannya untuk menjerat pak Akmal!” ucap salah satu cewek yang kelihatannya seorang resepsionis kantor.


“Sudahlah aku kira tidak seperti itu? Ayolah kita jangan terlalu mengurusi urusan mereka!” jawab salah satu karyawan yang tampak cuek dengan masalah bosnya.


Sementara itu pak Akmal serta Tiara pamitan kepada semua karyawannya di ruang meeting.


Rekan-rekan tiara yang satu ruangan dengannya merasa keberatan dengan perpindahan Tiara di kantor pusat. Tiara kalau suruh memilih lebih menginginkan tetap tinggal di kantor tersebut. Dalam hati Tiara keikutsertaannya dengan pak Akmal di kantor pusat pasti akan menimbulkan masalah besar baginya karena disana dia akan bertemu dengan Nadira dan teman-temannya kembali yang telah melukai hatinya saat pesta ulang tahunnya Nadira satu tahun yang lalu.


Setelah semua acara selesai Akmal pamitan kemudian hari itu juga mereka berdua meluncur untuk pergi ke kantor pusat yang beda kota dengan jarak tempuh sekitar satu jam.


“Tiara sekali lagi aku tidak ingin keterpaksaan darimu mengikutiku ke kantor pusat, tapi perlu kau ingat perjanjian kita mengikat kita untuk tetap bersama. Aku harap kamu mau memakluminya,” ucap Akmal sok lunak tapi tanpa sengaja ada nada memaksa di situ.

__ADS_1


“Benar-benar bos tidak tahu akhlak! Bilangnya tidak memaksa tapi di situ mengingatkan perjanjian yang memberatkan!” gerutu Tiara sambil masuk ke dalam mobil Akmal. Akmal yang tahu kalau Tiara tidak menyukainya hanya menyeringai penuh arti. Akmal nampak ada rencana khusus untuk Tiara.


“Pak bolehkah aku mengajukan syarat khusus agar aku bisa dengan senang bekerja disana?” tanya Tiara kepada Akmal yang terlihat fokus mengendarai mobilnya.


“Ya tentu?” ucap Akmal sambil mengerutkan keningnya karena dirinya ingin tahu apa yang hendak diminta Tiara.


“Aku akan tetap bekerja dengan bapak asal…?” ucap Tiara namun sesaat menghentikan ucapannya karena masih ragu dengan permintaannya jika hal itu tidak disetujui oleh Akmal. Tiara menerawang dengan peristiwa setahun yang lalu dimana Akmal sangat dekat dengan Nadira.


“Asal aku memindahkan Naira di departemen yang lain ya?” tebak Akmal puas karena mampu membuat Tiara terkejut.


“Lo….? Bapak kok tahu?” ucap Tiara melongo menatap pak Akmal yang asyik mengemudi.


“Tahulah karena dari awal pertemuan kita dan perjanjian kita hanya untuk memenuhi ambisimu untuk balas dendam untuk membuktikan kalau dirimu lebih baik dari Nadira. Dan kamu sekarang punya kuasa untuk itu apalagi sekarang kamu punya…aku,” ucap Akmal lirih di kata-katanya yang terakhir hingga membuat Tiara mukanya memerah menahan malu. Karena baginya Akmal itu penolong dan bosnya jadi dia sama sekali tidak berpikir ke arah ingin memiliki Akmal.


“Sudahlah itu urusanku nanti. Untuk memindahkan Nadira tidak segampang itu kita harus punya bukti tentang kejelekannya dan penyelewengannya saat bekerja di kantor!” ucap Akmal sambil membelokan mobilnya menuju halaman perusahaan karena tanpa terasa mereka sudah berada di depan perusahaan.


Setelah turun dari mobil mereka berdua langsung diterima oleh beberapa karyawan dan diadakan penyambutan. Naira dan salah satu temannya mendatangi Akmal dan mengalungkan bunga melati ke leher Akmal.


“Selamat pak semoga kedepannya perusahan kita semakin jaya dibawah kepemimpinan bapak!” ucap Naira dan memberi hormat kepada Akmal. Setelah memberi hormat kepada Akmal dirinya menatap seseorang yang berada di samping Akmal. Naira nampak sewot dan langsung mengabaikannya dan berjalan mengikuti Akmal kemudian menunjukan ruangannya Akmal. Setelah menunjukan ruangan Akmal Naira yang mengetahui Tiara hendak berjalan di depannya dengan tiba-tiba Naira menghalanginya dan melotot ke arah Tiara.

__ADS_1


“Hai…, cupu meskipun kamu berubah penampilan tapi aku rasa kamu tetap jelek!” ucap Neira yang sengaja membuat down Tiara.


Tiara masih tenang menghadapi Naira karena baginya Naira bukan tandingannya. Tiara nampak tersenyum melihat tingkah Naira.


“Hai… juga Naira yang manja! Semoga dirimu tidak menyesal bertemu denganku! Terimakasih berkat kamu aku menjadi sekarang ini!” ucapnya langsung menyenggol bahu Naira dan berjalan melenggang di depan Naira seolah dirinya penguasa di situ.


Naira yang geregetan langsung menghentakkan kakinya dan hendak menonjok Tiara dari belakang namun tanpa disadarinya Tiara langsung memberinya komen.


“Kalau berani jangan dari belakang! Beraninya hanya berlindung dari kekuasaan orang tua. Hidup ini misteri nona dan roda itu selalu berputar. Kadang dibawah dan kadang di atas. Dan satu lagi nona hak milik kita itu tidak selamanya kekal yang kekal itu hanya milik sang pencipta,” ucap Tiara menyeringai penuh makna.


Naira nampak bengong dengan perkataan Tiara. Akmal yang tak ingin situasi memanas langsung menyuruh Naira pergi untuk mengambil beberapa laporan yang ingin dia lihat.


“Benar-benar tidak tahu diuntung. Kalau saja tidak ada kak Akmal, kamu tidak akan menjadi seperti ini! Dasar manusia parasit,” ucap Naira kesal sambil meninggalkan mereka.


Tiara mengabaikan perkataan Naira kemudian duduk menghempaskan dirinya di sofa depan Akmal dengan menghela nafasnya. Akmal hendak menghampirinya dan memberinya semangat namun Tiara keburu menerima telpon dari seseorang.


“Iya kak! Ini aku sudah di kantor pusat,” ucap Tiara setelah mengangkat ponselnya.


“Ok nanti istirahat aku ajak kau keluar makan! Aku ingin memberimu sesuatu,” ucap seseorang yang ada di seberang sana  yang ternyata adalah Vino. Vino memang sengaja ingin mendapatkan Tiara setelah mengetahui Tiara sangat cantik.

__ADS_1


“Tiara ini jam kerja bukan untuk pacaran! Ayo selesaikan pekerjaanmu. Di arsip ini ada beberapa hal yang harus kamu analisa dan cari solusinya. Nanti aku cek ulang untuk semantara aku keluar dulu,” ucap Akmal menahan kesal. Akmal sengaja meninggalkan Tiara untuk menghilangkan rasa kecewanya. Akmal ngeloyor keluar ruangan dan berpapasan dengan Bayu. Bayu mengajaknya ke luar sebentar untuk minum coffe di kantin. Bayu sengaja mengajak Akmal ke kantin agar pikirannya lebih jernih.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2