Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Lampu Hijau


__ADS_3

Setelah semalaman menginap di rumah sakit Tiara diperbolehkan pulang. Akmal yang mengantar langsung Tiara pulang. Bayu dan Inge juga ikut serta mengantarnya, sebenarnya Tiara tidak ingin merepotkan Akmal namun Akmal bersikeras ingin mengantarnya meskipun dirinya penuh luka karena goresan ilalang sewaktu di hutan.


“Pak Akmal pulang sajalah! Aku biar dijemput Vino,” ucap Tiara yang secara tak langsung menyakiti hati Akmal.


“Tiara kau itu ya bikin pak Akmal marahbya? Emangnya kamu ada ponsel? Bukankah ponsel kamu rusak kena air hujan?” ucap Inge mengingatkan.


“Up…, maaf aku pulang sama pak Akmal saja!” ucap Tiara meralat perkataannya. Akmal yang tahu posisinya saat ini di hati Tiara hanya diam dan langsung meminta Bayu menyiapkan mobilnya.


Akmal dengan cekatan mengambil kursi roda yang disediakan oleh rumah sakit dan mengangkat Tiara untuk duduk di kursi roda.


“Maaf pak, aku rasa aku tidak perlu pakai kursi roda! Aku tidak apa-apa dan aku bisa jalan sendiri,” ucap Tiara berusaha menolak pak Akmal yang hendak mendorongnya dengan kursi roda.


“Baiklah kalau kau tidak mau pakai kursi roda kamu harus nurut sama aku,” Akmal menggendong Tiara ala bridal style dan berjalan menuju halaman parkir rumah sakit. Sementara itu Inge berada di belakang mereka sambil menghayal digendong oleh Bayu.


“Inge…, memangnya Bayu tidak pernah ya menggendong kamu!” tanya Akma mengagetkannya.


“Eh…, apa pak! Maaf tidak dengar!” ucap Inge gugup karena pertanyaan Akmal.


“Itu si Bayu pacar kamu tidak pernah menggendong kamu?” tanya Akmal sekali lagi.


“Pak Bayu bukan pacar aku pak!” jawab Inge bingung karena sesungguhnya dirinya tidak pacaran dengan Bayu dan terlihat akrab dengan Bayu karena pencarian pak Akmal dan Tiara di hutan.


“Semoga kalian segera jadian!” ucap Akmal mendoakan Inge.


“Memangnya bapak sudah jadian ya sama Tiara?” tanya Inge kepo.


“Belum sih tapi sebentar lagi Tiara akan jadi istri aku!” ucap Akmal membuat Tiara sesaat berhenti bernafas karena ucapan pak Akmal.


“Dasar laki-laki suka ngegombal. Inge jangan dengarkan ucapan pak Akmal! Kita tidak ada hubugan apa-apa kok!” ucap Tiara memotong pembicaraan mereka.

__ADS_1


“Yach…, tidak ada hubungan apa-apa tapi kamu nyaman kan bersama aku?” tanya Akmal menggoda Tiara.


“Ih…, nyaman apa! Yang ada kamu buat aku sengsara. Gara-gara pak Akmal aku ikut tersesat di hutan!” ucap Tiara yang mendelik ke arah Akmal.


“Buktinya kamu sekarang nyaman dan menikmati aku gendong!” ucap Akmal yang senang karena tanpa disadari Tiara mengalungkan tangannya ke leher Akmal.


“Aku berbuat begini karena aku tidak ingin jatuh,” ucap Tiara yang karena malu justru menenggelamkan mukanya di dada pak Akmal.


Tiara yang bingung dengan perasaannya justru mendengar detak jantung pak Akmal yang semakin kencang.


“Gila…, benar-benar gemuruh di dadanya pak Akmal tidak jauh beda dengan isi di dadaku ini! Apakah itu tandanya kita berdua sedang jatuh cinta? Ah…, tidak mungkin! Aku masih mencintai Vino dan ku yakin dengan keadaanku sekarang ini Vino juga mencintaiku,” gumam Tiara lirih.


“Dasar gadis nakal. Sudah ada yang menjaganya tapi malah memikirkan cowok lain! Benar-benar meresahkan!” ucap Akmal yang mengutuk perbuatan Tiara.


“Bapak sok tahu dan sotoy! Udah ah turunkan aku saja di sini aku mau jalan!” ucap Tiara yang mendongak ke arah wajah pak Akmal dan menatap matanya dengan tajam namun yang ada Tiara justru semakin larut dengan mata elang Akmal.


“Inge kamu duduk di depan sama Bayu! Aku akan menjaga gadis nakal ini biar tidak lompat dari mobil!” perintah Akmal kepada Inge.


“Sialan! Emangnya aku ingin mati apa!” ucap Tiara yang duduk bergeser agak ke kanan karena pak Akmal masuk dan duduk di sebelahnya.


“Baguslah kalau masih sadar!Ayo jalan Bay..! Langsung ke rumah Tiara!” perintah Akmal kepada Bayu.


Tidak berapa lama kemudian mereka sudah berada di jalanan membelah jalanan yang beraspal. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan mereka sampai di rumah Tiara.


Sementara itu mama Dewi yang berada di ruang tengah telah mendengar bel berbunyi dan langsung membukakan pintu untuk mereka.


“Tiara? Apa yang terjadi denganmu?” tanya mama Dewi begitu tahu putrinya berada di gendongan Akmal dan sedang tertidur. Akmal sengaja tidak membangunkanya dan langsung menggendongnya msuk ke rumah.


Mama Dewi yang masih bingung langsung mengantar Akmal ke kamar Tiara. Setelah dengan pelan menidurkan Tiara di ranjangnya. Akmal bersama mama Dewi kembali ke ruang tamu.

__ADS_1


Akmal kemudian menjelaskan peristiwa yang dialaminya bersama Tiara dan mama Dewi sangat memakluminya. Bahkan mama Dewi dari gerak-geriknya kelihatan menunjukan rasa simpatinya pada Akmal.


Bayu dan Inge yang juga duduk di ruang tamu merasakan kedekatan mama Dewi dengan Akmal. Bahkan mereka berdua berasumsi kalau mama Dewi sudah memberi lampu hijau dengan pak Akmal, jadi tergantung bagaimana pak Akmal bisa menaklukan Tiara.


“Nak Akmal…, tante terimakasih ya? Karena nak Akmal harus menjaga Tiara bahkan tanpa memperdulikan keselamatan nak Akmal sendiri!”  ucap mama Dewi yang memperhatikan kalau lengan dan lutut pak Akmal banyak luka hingga diperban.


“Sama-sama tante. Tiara sebagai karyawan aku sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab aku!” ucap Akmal santun sehingga semakin membuat mama Dewi yakin kalau pak Akmal jodoh yang tepat untuk putrinya.


“Nak…, tante tadi masak beberapa masakan! Ayo sekalian makan siang ya? Tante yakin kalian bertiga pasti lapar,” ucap mama Dewi langsung menggiring mereka menuju ruang makan.


Akhirnya mereka bertiga menikmati hidangan mama Dewi sementara itu mama Dewi ke kamar Tiara melihat putrinya kembali. Setelah memastikan putrinya baik-baik saja mama Dewi kembali ke ruang makan.


Mama Dewi sangat senang karena pak Akmal dengan kedua temannya sangat menikmati hidangannya.


“Nak Akmal dan kamu Inge! Ayo habiskan! Eh…, ia ini siapa ya?” tanya mama Dewi kelupaan menanyakan Bayu.


“Bayu tante. Aku asistennya pak Akmal!” ucap Bayu merendah.


“Nggak juga tante. Bayu ini saudara aku, kami berdua dibesarkan olah mama dan papa secara bersama-sama!” ucap Akmal yang memang hubungan mereka berdua sudah seperti saudara sendiri.


“O…, maaf tante tidak mengerti! Nak Bayu lain kali bisa kok main kesini sama nak Inge! Inge sering kesini kalau pas liburan. Kalau nak Akmal sekali kesini langsung bermain catur bersama papanya hingga larut malam jadi papanya Tiara sangat suka ada yang menandingi permainannya!” ucap mama Dewi hingga membuat Akmal tersedak karena secara tidak langsung mama Dewi sudah membongkar dirinya yang pernah ke rumah Tiara.


“Wah…, seru nich! Sayang pak Akmal kalau kesini tidak mau diganggu tante jadi gak ajak-ajak kita!” ucap Bayu hingga membuat semua tertawa mendengar celotehannya Bayu.


“Masa sih! Kayaknya begitu ya?” ucap Mama Dewi disambut dengan tertawanya mereka bertiga.


Begitulah suasana di ruang makan Tiara menambah keakraban mereka berempat meskipun tidak ada Tiara karena sedang tertidur.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2