
Akmal yang mengetahui kalau yang dia ikuti itu Tiara langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Tiara yang sudah keluar dari mobilnya. Akmal yang sangat merindukan Tiara dengan spontan langsung memeluk Tiara.
“Astaga Tiara, kemana saja kamu selama ini? Kamu benar-benar membuat aku tidak bisa tidur dan merindukanmu!” ucap Akmal terus terang tanpa memperdulikan sekelilingnya kalau ternyata Bayu dan tante Indah menyaksikan kekonyolannya.
“Aku…, aku membantu tante disini mengembangkan usahanya!” ucap Tiara bingung. Belum lagi rasa bingungnya mulai memudar tiba-tiba Akmal langsung mencium keningnya. Tiara semakin memerah wajahnya karena merasa malu dengan Bayu dan tantenya.
“Nak…, ayo masuk dulu! Mari kita bicarakan di dalam rumah!” ucap tante Indah bijak.
“Baik tante!” ucap Akmal yang langsung melepaskan pelukannya dan menggandeng Tiar menuju rumah tante Indah.
Bayu yang berada di dekat Akmal hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Akmal yang sedang jatuh cinta. Bayu baru tahu kalau ternyata Akmal sangat posesif terhadap Tiara. Bayu yang berada di belakang mereka diam-diam mendokumentasikan tingkah laku mereka melalui ponselnya dan mengirimnya kepada tuan Anggoro.
“Target sudah ditemukan pak dan tuan muda kayaknya untuk sementara akan menetap di kota ini terlebih dahulu pak, karena bagaimanapun pertahan target agak sulit ditaklukan!” tulis Bayu ke ponselnya untuk dikirim ke pak Anggoro.
“Ya sudah! Kawal mereka berdua hingga jadian dan pulang ke kota kita!” ucap tuan Anggoro kepada Bayu.
“Siap pak!” ucap Bayu dan langsung mematikan ponselnya.
Akmal yang duduk di sofa ruang tamu tidak melepas tangannya sama sekali dengan tangannya Tiara.
“Siang tante…, perkenalkan aku Akmal calon suami Tiara!” ucapnya tiba-tiba dan langsung mengulurkan tangannya kepada tante Indah.
“O…, ini to yang namanya nak Akmal! Tiara sering cerita tentang kamu, tidak disangka kita bisa bertemu hari ini!” ucap tante Indah senang melihat kedatangan Akmal.
“Iya tante! Tidak disangka ternyata Tiara tinggal di sini. O…, iya ini Bayu saudara aku tante,” ucap Akmal terus memandang Tiara tanpa kedip setelah memperkenalkan Bayu.
“Tante Indah…, tantenya Tiara. Ayo kalian istirahat dulu di kamar tamu! Tentunya kalian pasti capek seharian menguntit Tiara di depan toko kak Sari!” ucap tante Indah yang mengejutkan Akmal dan Bayu. Akmal mengernyitkan dahinya karena tidak percaya kalau ternyata tantenya Tiara bisa menganalisis hasil kerjanya hari ini hingga bertemu dengan Tiara.
“Lo…, kok tante tahu sepak terjang kita?” tanya Bayu tiba-tiba hingga membuat tante Indah terkekeh mendengar nya.
__ADS_1
“Ya iyalah…! Tante itu dulu mantan intelijen negara namun karena suatu hal tante mengundurkan diri!” ucap Tiara menjawab pertanyaan Bayu.
“Betulkah? Wah bisa gawat nich! Berarti kamu jangan main-main dengan keponakannya dong? Bisa-bisa kamu dibuat babak belur lo?” seloroh Bayu menggoda Akmal.
“Kalian itu ada-ada saja! Sudah sana kalian ke kamar tamu saja untuk istirahat, nanti kalau masakan sudah siap biar Tiara panggil kalian!” ucap tante Indah santai. Tiara langsung mengantar Akmal dan Bayu ke kamar tamu kemudian dirinya berlanjut memasak dengan tante Indah.
“Wah kelihatannya ada yang senang nih?” goda tante Indah kepada keponakannya.
“Tante…! Apaan sih tante? Aku biasa-biasa saja!” ucap Tiara sambil terus melanjutkan menggoreng ikan laut dengan bumbu asem pedas manis.
“Benar nih biasa saja apa luar biasa? Tante yakin Akmal itu laki-laki yang baik lo? Menurut tante kau terimalah dia sebagai calon suamimu! Dia sich idaman semua wanita sayang?” ucap tante Indah memberi peringatan kepada keponakannya.
“Entahlah tante aku masih perlu waktu!” ucap Tiara yang masih bimbang dengan dirinya.
“Jangan terlalu lama berfikir nak! Ingat peluang tidak akan kembali lagi nak selama kamu sia-siakan! Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari!” ucap tante Indah yang mengusap bahu Taira berusaha mengingatkannya.
“Baik tante! Mudah-mudahan aku sama pak Akmal berjodoh!” ucap Tiara sambil menyiapkan makanan yang sudah matang untuk di taruh di meja makan.
Setelah semua makanan siap, Tiara bergegas memanggil Akmal dan Bayu untuk makan siang. Akmal nampak menikmati makanan yang dihidangkan oleh Tiara.
“Wah enak dan lezat masakan tante! Menurut aku ini peluang untuk bisnis membuat restoran tante?” ucap Akmal memuji masakan tante Indah.
“Ini bukan masakan tante nak. Ini semua masakan Tiara kok!” ucap tante Indah kepada Akmal.
“Benarkah?” tanya Akmal terkejut dengan perkataan tantenya.
“Benar dong? masa iya tante berbohong nak?” ucap tante sambil melirik Tiara. Sementara itu tiaaraa hanya menunduk malu.
“Wah mantap kok!” ucap Akmal sekali lagi berniat memuji Tiara.
__ADS_1
“Terimakasih!” ucap Tiara lirih dan tak berani memandang lawan bicaranya. Begitulah suasana makan siangnya penuh dengan kehangatan diantara mereka. Akmal kemudian ngobrol bersama dengan tante Indah di ruang tamu. Tiara melanjutkan beres-beres dapurnya.
Setelah selesai Tiara kembali menemui Akmal dan Bayu yang berada di ruang tamu.
“Tiara duduk sini nak! Akmal mau ngomong kepada tante!” ucap tante Indah kepada keponakannya sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya. Tiara langsung duduk di samping tantenya.
“Maaf tante…, hari ini saya akan membawa pulang Tiara karena aku mencintainya!” ucap Akmal langsung terus terang kepada tante Indah, hal itu sangat mengejutkan Tiara.
Tiara dengn muka memerah langsung menunduk menahan malu, dalam dirinya bergejolak rasa yang tidak menentu.
“Bagaimana Tiara? Kalau tante terserah kamu saja!” ucap tante Indah kepada Tiara.
“Tiara…., Tiara masih ingin tinggal di sini. Kasih waktu Tiara selama seminggu,” ucap Tiara sambil menunduk karena tidak berani menatap wajah Akmal. Tiara sebenarnya hnaya ingin menguji kesabaran Akmal dan Tiara masih belum yakin kalau Akmal mencintainya. Tiara memang hendak merencanakan sesuatu untuk Akmal.
Akmal menghela nafasnya panjang kemudian menghembuskannya kembali, kemudian mengatakan sesuatu kepada tante Indah.
“Baiklah kalau kamu memaksa tetap tinggal aku juga akan memaksa tinggal di sini!” ucap Akmal tegas.
“Pak…, bukankah bapak masih dibutuhkan di perusahaan? Aku mohon bapak jangan berlaku gegabah ya?” ucap Bayu kesal kepada Akmal.
“Perusahaan sementara kamu kendalikan, kalau ada hal yang urgen saya akan pulang!” ucap Akmal tegas.
“Pak Akmal jangan begitu, biarkan aku menenangkan diriku di sini! Aku mohon pulanglah!” ucap Tiara berusaha membujuk Akmal.
“Sudah aku bilang, aku akan pulang jika bersama kamu!” ucap Akmal sekali lagi tegas.
“Nak Akmal…, tante rasa tidak baik kamu menginap di sini karena di sini hanya ada tante dan Tiara. Nanti tidak enak dengan orang kampung!” ucap tante Indah berusaha meredakan kemauan Akmal.
“Aku akan mencari penginapan di sekitar sini tante. Aku lihat meskipun di kampung tapi masih banyak Vila dan penginapan yang disewakan!” ucap Akmal kepada tante Indah.
__ADS_1
Dan tidak beberapa lama kemudian Akmal menyuruh Bayu pulang terlebih dahulu namun sebelumnya mereka mencari penginapan atau sewa Villa untuk Akmal. Setelah berputar beberapa waktu akhirnya mereka memutuskan menyewa Villa yang tak jauh dari rumah tante Indah yang kira-kira hanya berjarak 500 meter.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?