
Sebagian polisi mengejar penjahat tersebut, dan sebagian yang lain kembali ke kantor untuk memproses penyidikan termasuk menggali informasi dari papa Roy dan mama Dewi. Di kantor polisi mereka cukup lama untuk memperoreh dan menyimpulkan keterangan. Akmal dengan rasa kasih sayang nya selalu mendampingi kedua mertuanya pada saat diinterogasi oleh pihak Kepolisian.
Akmal juga menyuruh Bayu agar menghubungi Tiara bahwa Papanya dan Mamanya ditemukan dalam keadaan selamat.
Sementara itu Tiara ditemani Inge merasa senang karena Papa dan Mamanya bisa kembali dalam keadaan selamat.
“Inge, tolong pesankan makanan yang lezat untuk papa dan mama beserta kita semua. Aku kasihan papa dan mama pasti seharian belum makan dan mereka pasti tidak memberinya makan!” perintah Tiara kepada sahabatnya Inge.
“Siap Nyonya muda, permintaan anda sudah kami delivery. Akmal sudah menghubungi aku dari tadi. anda sangat beruntung memiliki suami seperti Pak Akmal yang yang tahu dan pengertian tentang kebutuhan istri dan mertuanya,” ucap Inge yang sangat berharap menemukan laki-laki yang sifatnya sama seperti pak Akmal.
“Hai…, hai yakinlah suatu saat kamu pasti akan menemukan lelaki sesuai idamanmu. Tapi kamu jangan berharap dengan lelaki orang lo ya?” ucap Tiara sengaja memberi warning terhadap temannya.
“Waduh…, nyonya Tiara yang cantik. Aku rasa aku masih normal ya? Enak saja, jangan samakan aku dengan kisah di luar sana yang tega merebut suami sahabatnya. Aku tegaskan aku tidak seperti itu cantik!” ucap Inge yang sengaja memberitahu sahabatnya agar tidak mencemaskannya.
“He…, aku bercanda kok! Aku tahu di hati kamu sudah ada Bayu!” ucap Tiara sambil tersenyum menggoda Inge.
“Ih…, apaan kamu. Dia mah cuek!” ucap Inge sambil terus memikirkan Bayu. Namun tiba-tiba lamunannya buyar karena catering yang dia pesaan datang. Inge pun dengan cepat menyajikan menu pesannanya dibantu oleh Tiara. Mereka berdua nampak akrab seperti saudara sendiri.
“Wah…, kelihatannya masakannya resto ini sangat menggoda!” ucap Tiara sambil memegangi perutnya yang lapar karena hampir seharian menangis memikirkan kedua orang tuanya.
__ADS_1
“Sabar nyonya muda, rombongan pak Akmal hampir sampai!” ucap Inge yang tidak lama kemudian terdengar suara mesin mobil di depan. Mereka berdua pun dengan agak berlari menemui papa dan mamanya Tiara. Tiara langsung berlari memeluk mamanya yang baru saja turun dari mobil.
“Mama, alhamdulillah mama dan papa sehat tidak terluka dan tidak kurang dari suatu apapun,” ucap Tiara yang langsung mencium kedua pipi mamanya. Tiara nampak berlinang air mata karena bersyukur mama dan papanya bisa kembali. Tiara kemudian bergantian memeluk papanya yang keluar dari mobil. Hal yang seruapa Tiara lakukan untuk papanya. Mereka bertiga memang keluarga yang harmonis sehingga membuat haru Inge yang notabene keluarganya berantakan. Sejak Inge kecil papa dan mamanya sering pergi ke luar kota untuk menyelesaikan bisnisnya.
“Tante…, om. Alhamdulilah tante dan om selamat! Maaf Inge tidak bisa membantu mencari om dan tante,” ucap Inge sopan kepada papa dan mama Tiara dan mengucapkan selamat kepada mereka. Namun setelah itu Inge tanpa sadar tiba-tiba berjalan menuju ke arah Bayu.
“Kak bayu, ini kenapa?” tanya Inge begitu mengetahui kalau pelipis Bayu terluka. Bayu hany menjawab dengan senyum tipis yang mengembang di bibirnya. Inge tanpa basa-basi langsung mengajak Bayu masuk ke rumah Tiara sambil berteriak minta izin ke Tiara untuk mengambil kotak obat yang ada di dapur.
Tiara pun dengan cepat menjawab pertanyaan Inge.
“Iya pakai aja! Jangan lupa ngobatinya yang lama ya?” ledek Tiara kepada sahabatnya hingga membuat yang lainnya tersenyum mendengar candaan mereka berdua.
Tiara kemudian mengajak papa dan Mamanya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Akmal dan Bodyguardnya.
“Iya pa, nanti segera makan. Kita sudah menyediakan hidangan yang banyak untuk papa dan mama dan semuanya,” ucap Tiara kepada papanya kemudian beralih menatap suaminya.
“Sayang, maafkan aku terlah melupakanmu!” ucap Tiara yang tiba-tiba langsung memluk suaminya dan mencium pipi suaminya diikuti dengan kecupan bibir untuk suaminya sambil mengucapkan terimakasih untuk suaminya. Sang suami langsung menggendong Tiara masuk ke dalam kamar. Sementara itu bodyguarnya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat keromantisan bosnya.
“Gila, kalau begini kita pulang saja! Lebih enak makan masakan istri kita. Tuh si bos kan enak bisa mantap-matapan sama istrinya, la kita mau ngapain coba?” tanya salah satu dari mereka.
__ADS_1
“Sudahlah, kita makan aja! Itu kata mbak inge makanan kita sudah di siapkan di terasndekat kolam renanng!” ucap Bodyguard lainnya. Mereka pun berjalan menuju teras dekat kolam renang. Berbagai hidangan di sediakan di sana tidak kalah dengan meja makan yang di dalam. Mereka pun bersantai ria menikmati matahari tenggelam karana senja telah tiba.
Sementara itu Inge dengan pelan membersihkan luka yang ada dinpelipis Bayu. Dengan gerakan yang lembut Inge mulai mengobati Bayu.
“Lain kali kak Bayu hati-hati ya?” ucap Inge yang cemas terhadap Bayu. Dan tanpa sadar mata mereka bertemu dan menimbulkan getar-getar aneh di dada mereka berdua. Bayu menghela nafasnya panjang dan kemudian tiba-tiba membawa tangan Inge ke dalam dadanya seolah menunukan pada Inge kalau detak jantungnya terlalu cepat. Inge nampak tersipu malu dan dengan reflek Inge menarik tangannya.
“Kak…, kakak ngapain sich!” ucap Inge yang terus menundukan kepalanya karena malu pipinya nampak kemerah-merahan dan semakin membuat Bayu tertarik. Bayu dengan tiba-tiba menelakupakan tangannya menopang dagu Inge dan tanpa dia sadari Bayu mencium pipi Inge.
“Kak! Kakak apaan ini!” ucap Inge yang berusaha mengusap pipinya dengan tangannya.
“Kak Bayu sayang kamu!” ucapnya lirih hingga membuat Inge hatinya semakin berbunga-bunga sambil menahan malu.
“Hem…, hem! Wah benar-benar ada yang jatuh cinta nich!” ucap Tiara yang tiba-tiba muncul bersama di hadapan mereka dengan baju yang sudah rapi dan bersih.
“Eh…, pak Akmal dan nyonya. Ternyata kalian sudah wangi ya?” tanya Bayu sengaja agar waktunya selesai.
“Sudah dong! Dan kita tadi juga mnikmati mandi bersama! Pokoknya mantap!” ucap Akmal yang sengaja memanasi mereka berdua. Bayu pun langsung mengela nafas panjang karena jengkel.
“Dasar bos tidak tahu malu! Begituan saja daipamerkan! Kalau berani yang lebih seru dong?” ucap Bayu nentang Akmal.
__ADS_1
“Kau itu. Kalau yang lebih jelas, segeralah nikah! Biar merasakan begitu an!” bisik Akmal di dekat Bayu. Bayu pun tidak menghiraukan bosnya dan bergantian menarik lengan Tiara untuk dibawa pergi meninggalkan mereka berdua.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?