Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Kebaikan Akmal


__ADS_3

Setelah berada di rumah sakit Tiara ditangani oleh dokter. Setelah mendapat penanganan khusus di IGD, tiara sudah mulai membaik. Tiara mendapat perawatan khusus di ruang VVIP atas permintaan Akmal. Tidak henti-hentinya Akmal memegangi tangan Tiara dan tidak berapa lama kemudian Tiara tersadar dari pingsannya dan mulai membaik namun karena suatu hal Tiara belum mau membuka matanya.


“Pak Akmal kamu begitu baik, dan aku tahu kau begitu menyayangiku. Kau di hutan banyak menolongku, tapi entahlah hatiku belum sepenuhnya yakin terhadapmu. Kau bersikap seolah mencintaiku tapi aku masih ada kak Vino! Aku tidak akan menyerah begitu saja karena kak Vino impianku dari dulu,” gumam Tiara lirih.


“Tiara…, sadarlah! Aku tidak bisa melihatmu seperti ini! Kalau boleh memilih aku saja yang sakit daripada dirimu!” bisiknya sambil memegangi tangan Tiara dan dibawanya ke dalam dadanya.


“Hemmm…, dimana aku?” ucap Tiara pelan-pelan membuka matanya karena Tiara sudah tidak betah lagi pura-pura.


“Kita di rumah sakit! Sudahlah kamu jangan banyak bergerak,” ucap Akmal yang berusaha menangkap tubuh Tiara yang hendak berusaha duduk.


“Maaf aku merepotkan bapak!” ucap Tiara salah tingkah ketika posisi mereka sangat berdekatan dan hampir saja wajah mereka saling bersentuhan.


“Up…, maaf aku tidak melihat apapun!” kata Inge yang tiba-tiba masuk di ruangan Tiara bersama Bayu.


“Eh…, Inge! Kita tidak ngapa-ngapain kok!” ucap Tiara dengan wajah memerah menahan malu.


“Ngapa-ngapain juga gak masalah! Aku yakin pak Akmal juga akan bertanggungjawab,” ucap Inge semakin membuat hati Tiara tidak menentu dan wajahnya semakin memerah seperti kepiting rebus.


“Sudah-sudah jangan ribut aja kalian berdua! Datang-datang ganggu kesenangan orang saja!” ucap Akmal hingga membuat Tiara semakin kikuk tidak karuan dimana jantungnya berdebar-debar begitu keras.


“Maaf pak! Kami berdua tidak bermaksud seperti itu. Bahkan andai kita tahu bapak sama Tiara sedang begituan, kami tidak mengganggunya,” ucap Inge sambil menyatukan kedua tangannya seolah olah mengisyaratkan kalau mereka ciuman.


“Inge…, Bayu tolong ya bawa pergi pacarmu yang sontoloyo ini!” ucap Akmal kepada Bayu karena dirinya tidak ingin melihat Tiara malu dengan ocehan Inge yang asal nyeplos.

__ADS_1


“Pacar sejak kapan kita pacaran Inge?” ucap Bayu yang tidak mengerti ucapan Akmal. Bayu hanya memandang Inge dengan perasaan penuh tanda tanya. Sedangkan Inge yang tidak mengerti hanya bisa menaikan bahunya sebagai tanda tidak mengerti juga.


“Tahu tuh pak Akmal semenjak kesasar dalam hutan kayaknya pikirannya kebalik dech. Bukannya pak Akmal sendiri yang pacaran?” ucap Inge nyeplos hingga membuat Akmal memelototinya karena kesal.


“Bayu…, sebaiknya kalian pergi cari makan biar tidak ngelantur omongan kalian!” perintah Akmal yang semakin kesal dengan ulah Inge.


“Baik pak. Maaf aku tidak bisa mengendalikan si burung beo ini pak!” ucap Bayu yang juga asal nyeplos namun mampu membuat Tiara tertawa bahkan Tiara sudah semakin ceria hal itu tidak lepas dari pengamatan Akmal.


Bayu langsung menarik tangan Inge untuk pergi dari kamar VVIP Tiara. Mereka berdua mencari makan.


Sementara itu Akmal mengambil jatah ransum yang disediakan oleh pihak rumah sakit untuk dimakan pasien. Dengan terampil Akmal membuka pembungkus nasinya.


“Tiara biar ada kekuatan dan lekas sembuh, nasi ini harus kamu habiskan!” perintah Akmal sambil menyuapi Tiara. Awalnya Tiara menolaknya namun karena melihat Akmal yang memelototinya akhirnya Tiara memakannya. Tiara yang sudah banyak dibantu Akmal tidak ingin mengecewakannya.


“Apaan ini! Tiara ingatlah kalau Vino cinta pertamamu dan terakhirmu! Abaikan rasa itu!” batin Tiara bergejolak sehingga dirinya nampak gelisah.


“Tiara, kamu kenapa? Adakah yang sakit?” tanya Akmal cemas hingga Tiara tidak  bisa berbuat apapun hanya menghela nafas seolah hendak melepas kegalauan hatinya.


“Tidak pak, aku kepikiran papa dan mama. Bagaimana jika mereka mengetahui kalau aku tersesat di hutan dan hampir 2 hari tidak ditemukan!” ucap Tiara berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Maaf kemarin Bayu sudah berusaha menghubungi papa dan mama kamu tapi tidak tersambung! Bahkan pihak perusahaan sudah menghubungi rumah kamu namun kosong tidak ada orang!” ucap Akmal menyampaikan informasi yang disampaikan oleh Bayu.


“Up…, mereka ada di rumah tante aku karena tante membuka usaha baru dan semua keluarga berkumpul disana untuk peresmian usaha tante aku!” ucap Tiara sambil berusaha bangkit dan hendak berjalan menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


“Tiara…, kamu mau ngapain?” tanya Akmal cemas dan berusaha memapahnya.


“Mau ke kamar mandi! Mau ikut pak!” tanya Tiara sambil menatap Akmal yang masih memegangi tangan Tiara.


“Enggak lah!Gila apa kita kan bukan muhrim jadi dilarang untuk saling menunjukan auratnya!” ucap Akmal sambil melepas tangannya yang memegangi Tiara.


“Tuh pak Akmal juga tahu kan!” ucap Tiara sambil tersenyum melihat raut muka pak Akmal yang lucu.


“Iya sana pergi! Jangan sampai aku berubah pikiran!” ucap Akmal sambil geloyor berjalan menuju sofa. Akmal membaringkan tubuhnya yang masih luka-luka di sofa sambil sesekali meringis menahan sakit. Beberapa lengannya yang lecet-lecet sudah diobati dan diperban.


Tidak berapa lama kemudian Akmal tertidur di sofa. Tiara yang sudah kembali dari kamar mandi berusaha mengambil ponsel Akmal yang masih menyala vidionya. Namun tiba-tiba Akmal langsung mengambil tangan Tiara dan mendekapnya dalam pelukannya.


“Tiara janganlah kau tinggalkan aku! Aku mencintaimu!” ucap Akmal sambil terus memeluk tangan Tiara. Tiara yang sadar akan posisinya kemudian mengamati Akmal dan masih tertidur.


Dengan pelan Tiara menarik tangannya pelan melepaskan diri dari Akmal.


“Alhamdulilah ternyata pak Akmal hanya mengigau!” gumam Tara lirih dan tertatih-tatih kembali ke ranjangnya. Tiara pelan-pelan menghempaskan tubuhnya di ranjang rumah sakit. Pikiran Tiara menerawang mengingat Vino.


“Kenapa Vino tidak peduli denganku? Mungkinkah Vino tidak menyukaiku lagi dan bersama Naira? Ah…, bener-bener lelaki yang tidak bisa dipercaya!” batin Tiara mulai bergejolak kembali. Tiara berharap waktu dirinya tersesat di hutan Vino yang menolongnya. Namun tanpa dia sadari ternyata pak Akmal yang selalu menemaninya. Bahkan di rumah sakit pak Akmal dengan setia menjaganya meskipun tubuhnya banyak goresan luka-luka karena menerobos semak-semak untuk mencari jalan setapak hingga menemukan sebuah gubuk. Tiara menghela nafasnya seolah-olah dirinya merasakan mimpi buruk karena hampir dua malam bersama dengan bosnya yang dingin dan menjengkelkan.


Tiara teringat ketika di hutan pak Akmal memperlakukannya dengan kasih sayang merawatnya saat dirinya demam bahkan sikap dingin dan menjengkelkannya seolah-olah telah sirna. Pak Akmal seolah berubah jadi malaikat penolong yang tanpa memperdulikan keselamatan.


Setelah beberapa menit menghayal Tiara pun tertidur pulas di ranjangnya setelah minum obat.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2