
Bayu dan Inge telah sampai di depan rumah Tiara kemudian mereka berdua membunyikan bel rumah Tiara.
“Ting…tong,” suara bel berbunyi sebagai tanda ada tamu yang hendak berkunjung ke rumah Tiara.
“Sayang …, ada tamu itu lo? Ayo sana kamu bukakan pintunya! Soalnya si mbok ada di belakang.” perintah mama Dewi kepada putrinya.
“Iya ma?” Tiara langsung berdiri menuju depan untuk membukakan pintu rumahnya. Begitu pintu rumah dibuka suara Inge yang nyempreng dan menggema langsung menyambutnya.
“Siang Tiara?” teriaknya dan langsung memeluk Tiara dan mencium pipi Tiara.
“Siang juga, tumben siang-siang begini datang kesini. Kamu mau resign juga ya?” tanya Tiara yang nampak heran dengan kedatangan Inge.
“Tidaklah…, aku kesini untuk mengantarkan ini!” ucapnya sambil mengangkat paper bag yang berisi baju dari butik ternama.
Tiara langsung menarik Inge masuk ke dalam rumah dan mempersilahkan Bayu juga masuk ke dalam rumah.
“Apa-apa an ini Inge. Kenapa kamu mau disuruh mengirim baju untukku? Aku tidak enak kalau begini? Apalagi bajunya ini dari butik yang terkenal dan langganannya para artis ibu kota.
“Iya…, memangnya kenapa? Bukannya bagus ya?” ucap Inge kepada Tiara. Sementara itu bayu hanya diam dan memperhatikan kedua wanita yang menurutnya sangat rempong.
“Bagus sih bagus…, tapi aku yakin harganya pasti selangit!” ucap Tiara dengan dugaannya.
“Emang kenapa! Dia kan kekasih kamu?” ucap Inge memberi peringatan kepada Tiara.
“Iya sih, tapi kita belum nikah. Jadi dia tidak wajib menafkahi aku termasuk memberikannya sandang untuk aku!” ucap Tiara.
“Sudah jangan ribut saja! Ayo segera kamu coba bajunya, nanti pulang kantor pak Akmal mau menjemputmu. Mamanya ingin bertemu dengan kamu!” ucap Inge menyampaikan pesan dari pak Akmal.
“Astaga mamanya! Wah jadi ngeri aku membayangkan mamanya. Pasti mamanya galak!” ucap Tiara sambil mengangkat bahunya,” seolah-olah dirinya akan bertemu dengan sosok yang menakutkan.
“Ha…, Haa…, Tiara kamu lucu dech. Mamanya Akmal itu tidak galak kok, cuman kalau tidak suka mamanya Akmal cenderaung menyerang kita!” ucap Bayu keceplosan karena dia kasihan melihat Tiara yang kepanasan.
“Itu sih sama-sama galak Kak,” ucap Tiara begitu mendengar Bayu berkelakar.
“Lo ada nak Bayu juga to! Nak Bayu ayo kita main catur ke belakang saja!” ajak om Roy begitu tahu kalau Byu ikut dengan mereka.
Bayu yang merasa tidak enak dengan om Roy langsung mengikutinya.
__ADS_1
“Wah mantap tuh papa lu! Tahu aja kalau aku malas balik ke perusahaan!” ucap Inge senang.
“Awas lo ya aku adukan sama kak Akmal biar dipotong gaji kalian!” ucap Tiara memberi peringatan.
“Silahkan lapor saja tuan putri! Tidak apa, aku tidak masalah kok,” ucap Inge sambil ngomel-ngomel mulutnya komat kamit tidak jelas.
‘He…, he! Ayo ke kamarku kita nyoba baju dan ngobrol disini saja!” ucap Tiara yang langsung masuk ke kamarnya diikuti Inge.
“Tiara…, nak Inge dan nak Bayu suruh makan dulu!” teriak mama Dewi yang berada di depan televisi.
“Maaf tante kami tadi sudah makan siang!” ucap Inge yang langsung menghampiri tante Dewi dan mencium punggung tangan tante Dewi.
“O…, ya sudah kalau begitu!” ucap tante Dewi meneruskan nonton drama korea kesukaannya.
Sementara itu Akmal perasaannya tidak tenang karena yang diberi tugas mengirim pakaian tidak kunjung balik ke kantor. Akmal langsung menghubungi Bayu. Begitu ponselnya diangkat Tiara langsung menanyakan keberadaan Bayu.
“Bay…, sudah dari tadi kok gak balik ke kantor ya? Di sini banyak kerjaan lo?” ucap Akmal memberi peringatan.
“Iya sebentar, ini aku sedang main catur dengan om. Satu putaran lagi ya?” ucap Bayu yang sesungguhnya tidak bisa membantah permintaan om Roy.
“Nak Bayu kalau memang repot, kita bermainnya lain kali saja!” ucap pak Roy bijak.
“Baik om! Maaf aku tidak bisa menemani om bermain hingga selesai,” ucap Bayu pamitan untuk balik ke kantor. Bayu pun mengajak Inge untuk pulang.
“Ma…, nak Inge mana?” tanya papa Roy yang mengantarkan Bayu ke depan rumah.
Mama Dewi akhirnya memanggil Inge yang sedang berada di kamar Tiara.
“Nak Inge ditunggu Bayu di depan,” panggil mama Dewi di depan kamar Tiara.
“Iya tante, sebentar ini lagi nyoba bajunya Tiara!” ucap Inge yang membuka pintu kamar Tiara.
“Iya nak! Kasihan nak Akmal di kantor harus kerja sendirian dan sebentar lagi ada meeting dengan klien!” ucap mama Dewi pengertian.
Inge pun pamitan untuk balik ke kantor kembali. Setelah kepulangan Inge, Tiara menelpon Akmal. Dan tidak lama kemudian ponselnya terhubung dengan Akmal.
“Siang kak? Kakak sudah makan belum?” tanya Tiara perhatian.
__ADS_1
“Sudah kok sayang, kakak sudah makan kok!” ucap Akmal di seberang sana.
“Baguslah! Usahakan jangan terlambat makan ya kak? Ntar kalau sakit yang merawat siapa?” tanya Tiara kepada Bayu.
“Adiklah! Emangnya siapa yang mau mengurus kakak kalau bukan diri kamu,” ucap Akmal sengaja menggoda Tiara.
“Ih kakak maunya ya? Sekali gak ya gak,” ucap Tiara manja.
“Dik jangan menggodaku ya? Awas lo ntar aku kerjain balik lo?” ancam Akmal kepada Tiara.
“Mana bisa! Kakak kan jauh di situ!” ucap Tiara sambil menjulurkan lidahnya. Akmal hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat ulah Tiara.
“Sayaang, gaunnya sudah dicoba belum?”Tanya Akmal mengingatkan Tiara.
“Sudah kok sayang, bagus aku suka sekali. Terimakasih kak!” ucap Tiara senang.
“Syukurlah kalau begitu! Jangan lupa nanti aku jemput dan pakailah gaun itu ya? Jangan lupa pakai gaun yang aku beli ya!” ucap akmal sekaligus pamitan untuk menutup ponselnnya.
“Iya kak, sampai bertemu kembali ya?” ucap Tiara sopan.
“Iya sayang sebelum aku tutup Kiss dulu ya?’ perintah Akmal untuk Tiara.
“Siap sayang…, see you!” Tiara menutup ponselnya.
Dan bersamaan dengan ponselnya ditutup, Bayu dan Inge pun datang ke ruangnya.
“Lapor semua pesan bos besar sudah tersampaikan dengan baik, laporan selesai,” ucap Bayu kepada Akmal.
“Baguslah, terima kasih. Ayo sekarang kita menuju ruang rapat. Klien sudah menunggu di sana!” ucap Akmal kepada mereka berdua.
Bayu dan Inge pun bergegas membawa berkas-berkas yang dipakai untuk rapat. Semenjak Tiara resign yang mengurus segala sesuatu terkait kelengkapan rapat dan lain-lain ditangani oleh Bayu dan Tiara.
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju ruang rapat dan setelah semuanya siap, Akmal melakukan presentasi dihadapan klien. Karena Akmal sudah profesional maka presentasinya berjalan lancar dan klien pun closing siap menjalankan partner dengan perusahaan.
Setelah klien menandatangani kontrak kerja, Akmal langsung bergegas pulang menuju rumah Tiara.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1