Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Kebersamaan mereka berdua saat ini sangatlah menyenangkan tidak terasa sinar matahari sudah mulai memanas menunjukan kuasanya.


“Sayang, ini jam berapa?” tanya Akmal pada Tiara.


“Gak tahu sayang, tapi kelihatannya sudah jam 8,” ucap Tiara yang mulai naik ke atas kolam renang diikuti oleh Akmal mereka mengambil handuknya yang baru saja diambilkan oleh bibi yang ada di rumahnya.


“Wah lumayan lama juga kita berenang ya?” ucap Akmal sambil melilitkan handuknya di tubuhnya.


“Iya kak! Sana bersihkan tubuhmu dulu!” ucap Tiara yang kemudian berjalan menuju kamarnya.


Setelah membersihkan tubuhnya Tiara menyiapkan sarapan di tepi kolam renang, dan mereka berdua makan bersama di tepi kolam renang. Akmal nampak senang melihat Tiara yang sudah melupakan peristiwa tadi malam.


“Sayang,  terima kasih ya hari ini benar-benar membuat aku sangat senang,”  ucap apa yang terus menikmati makan paginya bersama Tiara.


“Sama-sama kak! Aku juga senang kakak sangat menyayangiku!” ucap Tiara yang kemudian memasukan makanan ke mulutnya.


“Sayang, kalau makan jangan kayak anak kecil dong?” ucap Akmal yang berusaha menghapus makanan yang ada di bibir Tiara. Mereka berdua pun kembali terbawa suasana sehingga saling beradu pandang mengartikan bahasa kalbu diantara mereka.


“Hem…, hem…,” tiba-tiba tamu tak diundang muncul. Bayu dan Inge tiba-tiba nongol di hadapan mereka berdua.


“Wah kalian tuh tiba-tiba nongol aja. Semalam dibutuhkan ponselnya tidak diangkat!” ucap Akmal menyindir Bayu.


“Maaf semalam ponsel aku mati, aku chase baterainya dan lupa nyalakan lagi!” jawab Bayu yang merasa bersalah sama bosnya.


“Ah sudahlah! Kalian sudah makan belum? Inge ayo ikut aku ambil makanan di dapur,” ucap Tiara yang langsung mengajak Inge pergi ke dapur.


“Gila Tiara kamu semalaman ke mana? Kamu tidak tahu ya kalau pak Akmal sangat mengkhawatirkan dirimu?” tanya Inge penasaran.


“Aku semalam berada di club, dan aku semalam hampir saja dilecehkan sama seseorang, tapi untung pak Akmal datang tepat waktu dan menyelamatkan aku. Dan yang lebih mengejutkan aku muntah di baju pak Akmal,” ucap Tiara senyam-senyum tidak jelas.


“Astaga so sweet banget, idaman banget. Wah buruan nikah saja jangan sampai keburu diambil orang!” ucap Inge yang ngomporin Tiara.

__ADS_1


“Tapi mamanya kelihatannya tidak setuju,” ucap Tiara tiba-tiba kembali bersedih.


“Mamanya, setahu aku mamanya tidak serumah dengan Akmal dan sudah berpisah dengan papanya. Jadi cuekin saja!” ucap Inge menghibur Tiara.


“Ah…, tahulah pikir nanti saja. Ayo makanan ini kita bawa kesana!” ucap Tiara sambil membawa makanan yang ada di dapur.


Mereka berempat pun nampak bercanda dan bersenda gurau. Akmal nampak menggoda Bayu dan Inge.


“Wah, kalian itu ya? Ternyata diam-diam merajut kasih ya?” goda Akmal pada Bayu dan Inge. Bayu hanya melirik Inge yang nampak diam dan menundukan kepalanya.


“Belum, aku sudah ok. Tapi tuh si Inge susah didekati,” ucap Bayu yang kembali melirik Inge.


“Inge gimana tuh, kak Bayu ok lo? Tinggal kamu saja!” goda Tiara yang menyenggol lengan Inge.


“Apaan sih! Aku gak mau pacaran kok!” ucap Inge salah tingkah bingung mau ngomong apa.


“Tapi nikah mau kan?” tanya Akmal yang tidak dijawab oleh Inge.


“Wah Inge diam kak! Berarti mau dong?” ucap Tiara yang menyenggol Inge kembali.


“Wah Kak Bayu sudah menjadi pembela kamu nih,  bener-bener kalian pasangan yang cocok lo?” ucap Tiara kembali menggoda sahabatnya itu.


“Sayang, bagaimana kalau kita nonton bersama kayak usul Bayu?” tanya Akmal yang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka karena merasa kasihan Inge yang terpojok.


“Iya boleh kok! Aku ganti baju dulu ya? Kalian tunggu dulu,” ucap Tiara yang kemudian masuk ke kamarnya untuk mengganti bajunya yang agak santai. Inge memakai hem kerah v dengan setelan rok jin begitu nampak cantik dan anggun.


“Bayu dan Inge semuanya sudah kamu siapkan ya?” tanya Akmal kepada keduanya seolah ada sesuatu yang direncanakan.


“Sudah, bahkan papa kamu sudah aku beritahu termasuk papa dan mamanya Tiara,” ucap Bayu yang disertai anggukan oleh Inge yang menguatkan kalau apa yang dilakukan mereka berdua sudah sesuai dengan rencana.


“Baguslah! Ayo kita berangkat nampaknya Tiara sudah siap!” ucap Akmal langsung berdiri menghampiri Tiara dan menggandengnya menuju mobil.

__ADS_1


“Sayang kau cantik sekali,” ucap Akmal yang langsung menggandengnya dan mencium kening Tiara.


“He…, ingat kita dong? Kita berdua masih jomblo lo?” teriak Bayu pada sahabat sekaligus atasannya tersebut.


“He…, he…, cinta itu indah dan nikmat bro? Ayolah buanglah rasa egomu, tuh pepet terus si Inge!” ucap Akmal seolah menyetujui kalau mereka berdua jadian.


Mereka berempat akhirnya berangkat menuju mall untuk nonton. Begitu sampai di bioskop film romantis yang berjudul : “Before I Met You” langsung diputar. Bahkan mereka berempat yang nonton karena Akmal boking semua tempatnya yang kebetulan mall itu miliknya.


Tiara sangat menikmati film tersebut hingga terbawa suasana dan sesekali dirinya bersandar pada bahu Akmal sementara itu Bayu dan Inge hanya menelan ludah yang berada di belakang mereka. Akmal pun tampak begitu menyayangi Tiara bahkan sesekali mengusap rambut Tiara dan mencium beberapa anak rambut yang tergerai mengenai dahinya.


“Sayang…, nanti kalau kita menikah kamu ingin anak berapa?” tanya Akmal menggoda calon istrinya itu.


“Aku sih terserh kakak saja!” ucap Inge yang terus bersandar di bahu Akmal sambil terus memegangi tangan Akmal.


“Bagaimana kalau 5 sayang? Laki-laki semua pasti ramai dech nantinya!” bisik  Akmal lirih pada Tiara.


“Terserah kakak saja, pokoknya kakak senang dan bisa menghidupi mereka aku siap saja!” kata Tiara membesarkan hati Akmal.


“Baguslah kalau begitu! Kita sepakat lima anak ya?” ucap Akmal yang terus memainkan rambut Tiara dan menciumnya.


“Gila apa, ternyata kalau jadi obat nyamuk itu tidak enak ya?” bisik Bayu yang secara tiba-tiba mendesak duduk mendekati Inge. Entah mengapa Inge sendiri terdiam tidak mampu berucap maupun membantah apa yang dilakukan oleh Bayu.


Bayu dengan sigap langsung memanfaatkan moment tersebut, dengan rasa sadarnya langsung merengkuh Inge dalam pelukannya. Bayu nampak senang karena Inge menyambutnya dengan baik.


Bayu pun memanfaatkan momen tersebut dengan tiba-tiba membisikan sesuatu ke telinga Inge.


“Inge sayang, maukah kamu menjadi kekasihku? Seperti pak Akmal dan Tiaraa yang berusaha untuk bersatu demi cinta dan menikah?” bisik Akmal pada Inge, namun lagi-lagi tidak ada respon dari Inge. Bayu pun berusaha memanggil Inge sekali lagi dan Inge yang tertidur langsung gelagapan dan langsung duduk bergeser agak menjauh dari Bayu.


“Inge jadi kamu tadi tertidur ya?” tanya Bayu penasaran.


“Iya…, habisnya aku mules sih dengaar rayuan pak Akmal untuk Tiara jadi mending aku tidur saja!” ucap i/nge polos tanpa tau kalau tadi Bayu menembaknya.

__ADS_1


“Astaga gagal maneh aku,” ucap Bayu sambil meletakan tangan kanannya di keningnya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2