
Tiara terbangun tak kala mendengar suara adzan subuh berkumandang. Tiara menggeliatkan tubuhnya hendak beranjak dari peraduan. Namun tiba-tiba dirinya terkejut karena tertidur dengan memakai baju kantornya. Kemudian tiara teringat kalau semalam pulang dari kantor diantar oleh Akmal bosnya. Tiara mendesah pelan kemudian pelan-pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah membersihkan diri, Tiara beraktivitas seperti biasanya kemudian keluar dari kamarnya untuk menuju ke dapur. Tiara menghampiri mamanya yang sedang masak di dapur bersama si mbok.
“Mama, kenapa aku semalam tidur dengan baju lengkap seragam kantor?” tanya Tiara bergelayut manja sama mamanya yang sedang memasak.
“Waduh anak gadis mama tidak terasa ya, kalau semalam kamu pulang dari kantor diantar bos kamu yang tampan itu?” tanya mamanya Tiara menggoda Tiara.
“Iya, aku tahu itu kalau aku pulang diantar pak Akmal. Tapi maksud aku kenapa aku bisa sampai di kamar aku dengan baju masih pakaian kantor? Kan tidak mungkin kalau aku jalan sendiri mama?” tanya Tiara gemas dengan sikap mamanya.
“Kamu itu aneh sayang? Tentu kamu di gendonglah sama Akmal!” ucap mamanya dengan wajah sumringah karena senang.
“What? Mama jangan mengada-ngada ya? Mana bisa seperti itu? Dia bos aku lo ma?” tanya Tiara penasaran.
“Kenapa dengan si bos? Bagus kan itu artinya dia ada perhatian sama kamu. Mama dan papa menyukainya, apalagi dia baik sekali. Papa dan mama semalam ngobrol banyak dengannya,” ucap mama Dewi dengan bangga. Tiara semakin terkejut dengan ulah Akmal yang sok akrab dengan papa dan mamanya.
“Mama, aku punya pilihan sendiri ma?” ucap Tiara sewot.
“Mama tau itu. Pilihan kamu dulu yang sering kamu ceritakan dan yang kamu tulis di buku diary itu ya?” ucap mama Dewi langsung menguliti putrinya.
“Mama…? Mama kenapa buka-buka buku Diary aku?” tanya Tiara kepada mamanya.
“Lo penting itu! Karena mama ingin mengetahui segala sesuatu tentang putri mama. Mama tidak ingin putri mama terjerumus ke hal-hal yang menyesatkan apalagi berhubungan dengan si Vino,” ucap mama Dewi serius dan tegas hingga membuat Tiara kesal.
“Mama aku sudah dewasa, aku rasa untuk memilih pendamping hidup aku bisa sendiri!” omel Tiara sambil duduk di kursi makan dekat mamanya memasak.
“Mama tidak setuju pokoknya tapi kalau sama akmal mama ok. Papamu saja sama akmal sangat dekat padahal baru mengenalnya semalam. Mereka namppak akrab main catur bersama hingga larut malam,” ucap mamanya tegas.
__ADS_1
“Main catur bersama papa? Mana mungkin?” tanya Tiara penasaran.
“Iya kok. Tuh kalau tidak percaya tanyakan pada papamu. Papamu di teras ngobrol sama bang Joni kelihatannya mobilnya bermasalah.
“Ih…, sebel deh lama-lama hidupku kalian monopoli ya?” ucap Tiara kesal hendak beranjak pergi meninggalkan mamanya. Belum sampai melangkah tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tiara langsung mengangkat ponselnya dan membuat dirinya terkejut ternyata yang menelpon Akmal. Akmal mengatakan kalau dirinya mau ke rumahnya namun Tiara langsung berbohong kepada Akmal. Tiara mengatakan kalau dirinya hari ini ada acara ke rumah saudaranya bersama papa dan mamanya.
Mama Dewi yang mendengar kalau Tiara berbohong langsung meminta ponsel Tiara dan meralat perkataan Tiara.
Mama Dewi mengatakan kalau acara ke rumah saudaranya bisa ditunda kapan-kapan. Mama Dewi justru mempersilahkan Akmal ke rumahnya. Tiara memberi kode mamanya agar tidak mengiyakan permintaan Akmal.
Mama Dewi segera menutup ponselnya dan menyerahkan kembali kepada Tiara. Setelah kesal dengan mamanya Tiara langsung pergi ke depan mengajak papanya untuk jogging pagi karena memang hari ini hari libur.
“Pa…, ayo kita jalan-jalan ke alun-alun. Aku lama tidak olahraga pagi,” ucap Tiara bergelayut manja di depan papanya.
“Makanya segera cari pasangan. Ini papa lagi repot sayang? Ini mobil papa lagi rewel,” ucap papanya yang memang repot dengan sopirnya ngecek mobilnya.
“Pagi om?” tiba-tiba Akmal datang pada saat yang tepat.
“Pagi nak! Lo kok sudah ada di sini. Jalan kaki ya?” tanya papa Roy penasaran dengan Akmal yang tiba-tiba muncul di hadapannya dan putrinya.
“Di seberang jalan om, ini mau ajak Tiara olahraga boleh kan om?” tanya Akmal tiba-tiba yang memang dirinya sudah menggunakan setelan seragam olahraga.
“Boleh nak, tuh anaknya sudah siap kok. Sebenarnya tadi hendak mengajak om tapi om repot. Itu mobilnya tidak kelar-kelar bermasalah terus. Padahal kemarin baru dibawa dari bengkel,” ucap papa Roy yang kelihatan kecewa.
“Maaf om? oleh aku melihatnya,” ucap Akmal yang dengan percaya diri melangkah melihat mesin-mesin mobil papa Roy. Akmal dengan cepat langsung mengotak-atik mobilnya papa Roy. Beberapa menit kemudian Akmal menyuruh mang Joni untuk menstaternya dan benar saja mobil langsung menyala.
Papa Roy dan mang Joni sangat senang melihat hasil kerja Akmal, sementara itu Tiara bengong saja melihat keahlian Akmal yang terpendam.
__ADS_1
Setelah itu Akmal izin untuk pergi sambil mengajak Tiara bersamanya. Akmal menggandeng Tiara untuk masuk ke mobil kemudian mengarah ke alun-alun.
“Pak…, baru saja telpon kok sudah di sini?” tanya Tiara kepada Akmal.
“Aku telepon di seberang jalan dekat rumah kamu kok! Sudahlah ayo kita jalan pagi saja di alun-alun biar sehat!” ucap Akmal sambil membelokan mobilnya ke alun-alun karena letak alun-alun tidak jauh dari rumah Tiara. Tiara hanya diam saja setelah sampai di alun-alun mereka berdua berlari santai mengitari alun-alun.
Tiara nampak kesulitan mengikuti dan mengimbangi Akmal saat berlari. Tiara nampak ketinggalan di belakang Akmal, kemudian Akmal pelan-pelan jalan mundur sejajar dengan Tiara.
“Wah baru 2 putaran saja sudah kalah telak. Ayo pelan-pelan aku dampingi!” ucap akmal menarik tangan Tiara.
“Aku nyerah deh pak. Aku ingin istirahat dulu saja!” ucap Tiara sambil berjalan menuju kursi yang ada di pinggir alun-alun.
“Ya sudah kamu tunggu di sini dulu,” Akmal berlari menuju mobilnya dan mengambil botol minum air mineral dan kembali lagi ke tempatnya Tiara beristirahat.
“Ini…, minumlah!” Akmal menyerahkan minuman tersebut kepada Tiara. Tiara minum dengan pelan kemudian setelah selesai minum Tiara berdiri dan mengajak Akmal untuk pulang.
“Pak…, ayo pulang saja! Aku benar-benar capek!” ucap Tiara dan berjalan menuju ke arah mobil Akmal.
“Baiklah! Ayo kita mampir dulu ya? Untuk sarapan!” ucap Akmal sambil menyusulnya ke mobilnya yang diparkir.
“Mama aku bilang kita disuruh sarapan di rumah. Mama masak istimewa katanya. Entahlah mama dan papa baru mengenal kamu semalam saja seolah telah melupakanku sebagai putri kandungnya,” ucap Tiara sambil membuang mukanya melihat jalan yang ada di luar.
“Ha…, ha…, Aku rasa itu hanya perasaan kamu saja,” ucap Akmal yang fokus menyetir mobilnya dan kemudian tidak berapa lama mereka sampai kembali di rumah Tiara.
“Mama Tiara menyuruh Akmal membersihkan dirinya sambil menyiakan handuk untuk Akmal. Akmal memanfaatkan peluang tersebut dan dengan sengaja dirinya ingin mengenal lebih jauh keluarga Tiara.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Akmal langsung bergabung dengan keluarga Tiara. Akmal sangat akrab dengan papa dan mamanya Tiara. Mereka menikmati makannya dengan sangat menyenangkan kecuali Tiara yang merasa gelisah. Di dalam diri Tiara seperti ada gejolak tentang dirinya, Akmal dan Vino.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?