Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Sepanjang Malam


__ADS_3

Akmal dengan langkah pasti pulang menuju hotel kelauarga dengan perasaan jengkel. Baginya Intan hanyalah masaa lalu yang sudah dia lupakan dan tidak mungkin untuk menjalin hubungan kembali dengannya.


Ancaman Intan yang hendak memutuskan kerasama antar kedua perusahaan tidak membuat dirinya takut sedikitpun. Bahkan sebaliknya sebelum ultimatum Intan disampaikan Akmal membuat keputusan untuk memutuskan kerjasama dengan perusahaan Intan Perekasa.


“Serius nich bos? Kamu tidak takut kalau perusahaan kita memutuskan tidak menjalin kerjasama lagi dengan perusahaan Intan Perkasa?” tanya Bayu sambil konsentrasi mengemdi.


“Iya, aku sudah punya gambaran untuk pengganti untuk rekanan perusahaan tersebut!” ucap Akmal santai.


“Keren, tahu gitu aku juga tidak akan menghubungi si bos untuk bertemu dengan bu Intan! Sialan trnyata cantik-cantik licik dan culas!” ucap Bayu gemas dengan pernyataan bosnya.


“Ya begitulah, kebahagiaan aku dengan Tiara tidak ingin diusik,” jawab akmal santai.


“Wah…, ternyata si bos cinta mati sama ibu Tiara ya?” tanya Bayu yang seperti orang bodoh.


“Iya dong, karena Tiara aku bisa berubah. Aku bisa belajar menghargai waktu,” ucap Akmal senang.


“Bos kita sudah sampai, selamat menikmati malam panjang dan semoga si bos segera punya putra!” goda Bayu kepada bosnya.


“Terimakasih ya do’anya. Aku do’akan kamu juga segera menyusul. Kelihataannya Ajeng sudah ngebet banget dengan kamu!” goda Akmal kepada BAyu.


“Siap bos! Salam untuk kakak ipar!” ucap Bayu setelah membukakan pintu mobil untuk Akmal.


Akmal yang baru sampai mengendap-endap masuk ke kamarnya. Akmal melihat istrinya tidak ada di ranjang ataupun di sofa. Akmal langsung menuju ke kamaar mandi yang sedikit tidak terkunci.


“Sayang, kamu ngapain?” tanya Akmal yang sangat mengejutkan Tiara hingga Tiara tidak sadar berdiri dari bath up.


“Kakak, bukannya kakak ada rapat dengan klien?” tanya Tiara yang tidak sadar dengan berdiri di atass bath up. Akmal tidak menjawab pertanyaan istrinya tapi mendekati istrinya dn dengan spontan mencium bibir istrinya yang merah seperti strobery.


“Kakak, apaan sih! Aku mau mandi kak, kita bercintanya nanti saja!” bisik Tiara manja yang tanpa dia sadari kalau dirinya yang mengundang nafsu suaminya.

__ADS_1


“Nanti? Perkataan dan perbuatan kamu nampak beda lo sayang? Kamu menolak tapi tubuh kamu reaksi dan memancing aku?” ucap Akmal sambil terus bergerilya menelusuri tubuh istrinya.


“Siapa yang reaksi dan memancing kakak?” tanya Tiara yang masih belum sadar kalau dirinya sudah telanjang dihadapan suaminya.


“Itu lihatlah tubuh kamu, sayang?” ucap Akamal yang sedikit melonggarkan pelukan terhadap istrinya. Tiara yang menyadarinya langsung teriak dan berusaha menjauh dari suaminya sambil menutupi bagian bawah pusarnya dengan tangannya.


“Astaga! Kakak kenapa tidak bilang dari tadi! Ayo kakak keluar dulu!” ucap Tiara yang pelan-pelan beringsut duduk dan berendam kembali dalam bath up.


“Ha…, ha…, kenapa kamu malu? Bukankah kita suami istri. Aku jug berhak dong atas semuanya,” goda Akmal langsug membuka seluruh bajunya untuk mendekat masuk ke dalam buth up.


“Kak, nanti saja. Gak enak kalau disini!” ucap Tiara yang tanpa disadari justru membuat Akmal seperti mendapaat dukungan. Akmal membantu membilas tubuh Tiara dan memberinya handuk dan menggendongnya menuju ranjang.


Akmal dengan pelan meletakan istrinya kemudian mulai melancarakan aksinya. Akmal sangat antusias dan agresif terhadap istrinya.


Akmal mulai mencium bibir Tiara dan kembali menelusuri tubuh istrinya. Tiara hanya mendesah pelan penuh kenikmatan. Tiara semakin panas mendapatkan perlakuan dari suaminya hingga tidak tahan Tiara memeluk leher suaminya dengan kedua tangannya.


Tiara juga sudah berani menyerang dan bisa mengimbangi permainan suaminya. Akmal semakin tergoda hingga akhirnya Akmal mulai menembus pertahanan Tiara.


“Ach! Sakit kak!” ucap Tiara sambil mendesah pelan menahan sakit. Akmal terus memacu senjatanya untuk mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. Tiara di akhir puncaknya menjerit sekut tenaga hingga menjambak rambut suaminya.


“Sayang jangan seperti itu? Ini sakit lo?” ucap Akmal yang kembali menyerang istrinya hingga mereka sepanjang malam terus bercinta hingga beberapa kali mencapai kepuasan hingga pagi hari.


Akmal berlahan membuka matanya dan mulai terbangun.  Akmal melirik istrinya yang tidur disampingnya.  Dengan pandangan yang  penuh kebahagiaan mengusik istrinya yang masih tidur pulas. Jiwa lelakinya mulai bangkit kembali dan dengan pelan  memeluk istrinya dari belakang.


“Sayang, kita mulai kembali ya? Kita harus berjuang keras untuk menciptakan Atma dan Tiara Junior?” bisik Akmal di telinga istrinya yang mulai terbangun karena kenakalan Akmal.


“Astaga,  Aku masih capek dan mengantuk. Bolehkan aku membuka mataku dulu?” ucap Tiara yang menggeliat pelan hingga menggesekan tubuhnya ke tubuh suaminya. Akmal semakin teransang dan lagi-lagi melancarakan Aksinya dengan senjatanya yang mulai menegang. Tiara sendiripun juga meresponnya karena bbagian tubuhnya siap menerima senjata suaminya.


Akmal dan Tiara menjelang subuh melakukannya kembali dengan gaya yang penuh sensasi. Akmal dengan tenaganya yang super ektra menggendong tubuh Tiara yang sudah berada diatasnya. Akamal melakukannya dengan pelan-pelan dan Tiara sangat menyukainya. Tiara kembali berada di puncak kenikmatan bersama suaminya.

__ADS_1


Adzan subuh berkumandang hingga mereka menyadari kalau harus melakukan sholat subuh dan tentunya harus mandi besar terlebih daahulu. Akmal kembali menggendong istrinya dan membawnya ke kamaar mandi.


Akmal dengan kasih sayangnnya memandikan istrinya dengan sabar. Akmal dengan peuh kelembuta menggosok tubuh istrinya.


“Sayang, setelah sholat kit makan ya? Aku ingin kamu mendapaatkan makanan yang bergizi sehingga kamu ada kekuatan untuk melakuknnya lagi!” bisik Akmal dengan otak mesumnya.


“Sayang, aku capek. Kita sepanjang malam hingga menjelang subuh sudah melakukannya berkali-kali. Apakah itu belm cukup untukmu?” tanya Tiara dengan mulutnya yang manyun.


“He…, he…. Iya sayang, tapi kita benar-benar harus berjuang untuk memperoleh Akmal dan Tiara yunior. Biar kamu segera hamil!” bisik Akmal dengan wajah mesumnya terus menatap istrinya.


“Terserah kakak saja! Tapi aku mohon kasih aku waktu istirahat beberapa jam ya? Lagian ini aku juga masih sakit!” ucap Tiara sambil menunjuk bagian tubuhnya yang biasa dibuat pintu keluar msuk dalam menuju puncak kenikmatan.


“Sayang itu wajar karena baru pertama kali. Tapi nikmat kan? Terimakasih kamu mampu menjaganya hanya untuk aku seorang,” bisik Akmal mengecup kening istrinya.


Akmal membawa istrinya menuju ranjang setelah mengelap tubuh strinya dengan handuk. Setelah semuanya siap daan rapi segera melaksanakan ibadah pagi. Akmal menjadi imam untuk sholat subuh bersama istrinya.


Setelah selesai sholat, Akmal membuat beberapa daftar emnu makanan untuksarapan istrinya dan dirinya.


“Sayang ini terlalu banyak untuk kita berdua?” ucap Tiara sambil menarik nafasnya meliht suaminya yang masih sibuk menulis menu makanannya. Tiara dengan pelan kemudian mengambil kertas dari suaminya.


“Maaf sayang, sini biar aku saja yang menuliskan!” ucap Tiara yang kemudian dengan pasti mencoret beberapa daftar makanan dari catatan suaminya.


“Sayang, jangan kamu coret! Itu semua makanan biar kamu segera hamil,” ucap Akmal polos hingga membuat istrinya kembali menatap suaminya.


“Iya aku tahu. Tapi mulut dan perut aku terbatas sayang? Kalau makanan sebanyak ini bisa untuk satu RT! Sayang kalau kebuang dan tidak dimakan?” jawab Tiara santun.


“Ok! Terserah kamu saja sayangku. Yang terpenting kamu kenyang dan siap lepas landas lagi!” gurau Akmal dan langsung menelpon resepsionis hotel untuk mambuat makanan yang dipesannya.


Akmal yang sudah siap dengan pakaian olahraganya mengajak istrinya untuk jalan-jalan di taman kota dekat hotel sambil menunggu makanannya siap.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2