Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Kesal


__ADS_3

Sesampainya di parkiran Tiara langsung masuk ke mobil di bagian belakang tanpa menunggu dibukakan oleh Akmal. Akmal yang kesal menyuruh Tiara duduk di sebelahnya karena dirinya tidak ingin dikatakan sopirnya Tiara.


“Tiara, Ayo segera pindah ke depan!  Memangnya aku sopir kamu?” perintah Akmal dengan melototi Tiara melalui kaca spionnya.


“Siapa suruh bapak jemput saya! Ada-ada saja! Makanya jadi bos itu jangan terlalu posesif terhadap anak buah!” ucap Tiara ngomel tidak jelas.


 “Tiara! Ingat kau bekerja untukku jadi kamu harus menuruti semua perintahku!” ucap Akmal tegas hingga membuat Tiara pindah tempat duduk bersamanya.


Tidak berapa lama kemudian Tiara dan Akmal sampai di perusahaan. Mereka pun berjalan seperti biasanya menuju ruang kerja bosnya. Tiara dan Akmal masuk di lift karena ruangan Akmal terletak di lantai 4. Di dalam lift mereka berdua nampak terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


“Benar-benar bos yang menjengkelkan. Sudah dibantu tapi tidak tau terimakasih. Tapi kenapa aku jadi bodohnya kenapa aku tidak melihat isi perjanjiannya dulu! Jangan-jangan isi perjanjian tersebut hanyalah akal-akalannya saja!” gumam Tiara lirih dan kesal.


“Pletak!”Akmal menyentil kening Tiara dengan tangannya.


“Kamu meragukan isi perjanjian kita?” tanya Akmal tiba-tiba hingga mengejutkan Tiara.


“Iya, aku rasa perjanjian kita dahulu tidak seperti itu! Dan aku juga merasa di dalam perjanjian kita terdahulu tidak ada penyebutan nilai nominalnya yang harus diganti jika aku memungkiri perjanjian tersebut!” ucap Tiara dengan kesal hingga membuat Akmal panik. Namun Akmal dalam sekejap sudah bisa mengendalikan emosinya.


“Ada kok! Kalau kamu mau tahu isi perjanjian tersebut bisa aku tunjukan tapi kunci brankas nya yang memegang mama dan sekarang ada di luar negeri,” ucap Akmal sengaja agar Tiara tidak melihat isi perjanjian tersebut.


“Alasan. Aku rasa itu hanya dalil pak Akmal untuk mengelabui aku!” ucap Tiara sambil memandang pak Akmal yang tanpa disadarinya dirinya tidak kuat menatap mata elang pak Akmal yang bersinar tajam seolah-olah ingin menguliti dirinya.

__ADS_1


“Sudahlah! Nanti kalau mama aku pulang aku tunjukan berkasnya!” ucap Akmal dan tidak berapa lama kemudian pintu lift terbuka mereka berdua melangkah ke ruangan mereka. Akmal masuk ke ruangannya sedangkan Tiara melangkah ke mejanya untuk menyiapkan berkas-berkas untuk disampaikan ke pemimpin merekaa yang terbaru. Setelah semuanya beres Tiara mengetuk ruangan Akmal dan setelah mendengar perintah masuk ke ruangan Tiara masuk dan langsung duduk berhadapan dengan Akmal.


“Ini pak semua berkas sudah selesai!” ucap Tiara sambil menaruh berkas di meja Akmal. Akmal masih fokus dengan pekerjaannya. Tiara buru-buru berdiri hendak meninggalkan ruangan tersebut namun tiba-tiba Akmal mencegahnya.


“Tetap tinggal di tempat. Ini berkas-berkas dari perusahaan PT Buana tolong dicek, kelihatannya ada beberapa berkas yang janggal terkait dengan pengiriman barang dari perusahan kita!” ucap Akmal kemudian menyerahkan berkas tersebut kepada Tiara.


“Baik pak! Tapi aku janjian sama papa aku untuk pulang cepat dan  kebetulan sopir sudah menunggu di parkiran,” ucap Tiara bingung mau bilang apa kepada sopirnya. Tiara juga kasihan kalau sopirnya menunggu terlalu lama.


“Nanti aku yang antar kamu!Kamu suruh pulang saja sopir kamu!” perintah Akmal tegas sehingga Tiara tidak bisa menolaknya.


Tiara kemudian menelpon sopir dan juga papanya kalau dirinya pulang agak terlambat karena ada beberapa berkas yang harus diselesaikan apalagi besok dirinya bersama pak Akmal sudah harus pindah di kantor pusat.


Tiara bekerja tanpa sedikitpun istirahat dan sesekali nampak terlihat menguap dan kecapekan. Akmal memperhatikannya dan merasa kasihan ketika melihat Tiara yang begitu giat bekerja. Akmal kemudian mendekati Tiara dan mengajaknya untuk pulang.


“Ayo pulang! Aku akan mengantarmu ke rumah!” ucap Akmal karena hari sudah mulai malam. Mereka berdua berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Akmal mengemudi mobilnya sendiri tanpa bantuan sopir. Akmal mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena waktunya makan malam Akmal juga memberi tawaran kepada Tiara untuk makan malam tapi Tiara yang kecapekan tiba-tiba terlelap tidur disamping Akmal. Akmal sambil mengemudi memperhatikan Tiara sambil menghela nafasnya panjang seolah ingin mengungkapkan sesuatu.


Tidak berapa lama kemudian Akmal sampai di depan rumah Tiara dan langsung menuju halaman rumah Tiara. Akmal kemudian turun dari mobilnya dan membuka pintu samping dimana Tiara tertidur lelap.


Akmal bingung mau berbuat apa kemudian dari dalam rumah keluar wanita yang sangat cantik separuh baya menghampirinya.


“Nak biarkan tante saja yang membangunkan Tiara, dia kalau tidur susah dibangunkan!” ucap mamanya Tiara tak kala menghampiri Akmal.

__ADS_1


“Biar Akmal gendong saja tante. Maaf kalau boleh tahu kamarnya Tiara dimana?” tanya Akmal dan langsung menggendong Tiara untuk dibawa masuk mengikuti mamanya Tiara.


Mamanya Tiara menunjukan dimana Tiara tidur, setelah merebahkan Tiara dengan pelan Akmal keluar kamar Tiara dan hendak pamitan pulang namun mamanya Tiara memanggilkan papanya Tiara sehingga mereka berdua ngobrol dengan sangat akrab.


Papa dan mamanya Tiara nampak akrab dengan Akmal. Akmal yang memiliki rasa simpati dan mudah bergaul dengan mudah bisa menjalin keakraban dengan orang tuanya Tiara.


“Nak Akmal terima kasih telah membantu Tiara ya? Tiara sekarang semakin percaya diri dan terlihat cantik. Kami saja sangat sulit untuk merubah penampilannya


“Wah tante jangan berlebihan. Tiara sebenarnya memang cantik kok, cuman Tiara kurang percaya diri,” ucap Akmal santai sehingga justru menarik perhatian papa dan mamanya tiara.


“Nak Akmal, ayo kita makan! Bibi tadi menyiapkan beberapa masakan makanan yang dipersiapkan untuk Tiara.


Akmal yang cepat akrab dengan orang tua Tiara langsung mengikuti papa dan mamanya Tiara. Setelah makan tiba-tiba papanya Tiara mengajak Akmal ke ruang kerjanya. Mereka berdua duduk berhadapan kemudian tiba-tiba  mengeluarkan sebuah papan catur.


Mereka berdua bermain  hingga malam, kesempatan itu dimanfaatkan oleh akmal untuk mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan Tiara. Seolah memberi lampu hijau papanya Tiara memberi tahu apapun tentang Tiara mulai hobi dn beberapa hal yang tidak disukai oleh Tiara dia ceritakan.


Akmal nampak senang dan puas  dilihat dari raut wajahnya, dan sudah memulai merencanakan sesuatu untuk Tiara. Dan karena hari mulai larut alam Akmal pamitan dengan papanya Tiara.


Papanya mengantarkan Akmal hingga ke depan dan tanpa ragu-ragu lagi papanya Tiara meminta Akmal tagar sering datang  ke rumahnya. Setelah Akmal pergi papanya Tiara masuk ke kamarnya dan membicarakan Akmal dengan istrinya. Papa dan mamanya Tiara berharap Akmal bisa jadi jodoh putrinya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2