
Vino bersama Arya terus memacu mobilnya menuju kediamannya. Arya terus ngoceh tidak jelas berusaha menghibur Vino. Dan tidak terasa mereka berdua sampai di rumah Vino.
“Sudah sampai bos! Ayo segera turun!” ucap Arya yang menghentikan mobilnya di depan rumah mewah Vino. Vino pun turun dari mobilnya dan berlanjut menuju rumahnya. Vino langsung mencari papanya sambil membawa file milik mama Ratna.
“Pa…, papa dimana?” ucap Vino langsung melangkah menuju ruang kerja papanya.
“Waduh…, Vino? Sopan dikit kenapa?” ucap papa ABas sambil memberi peringatan kepada putranya.
“Pa…, bolehkah aku tanya sesuatu tentang mama aku?” tanya Vino tiba-tiba hingga membuat papa Abas tampak terkejut.
“Papa sudah bilang kalau mama kamu sudah tidak ada nak!” ucap papa Abas berusaha mengelabui putranya.
“Benarkah? Lalu siapa tante Ratna pa? Dan kenapa kemarin dia kesini!” tanya Vino yang langsung menanyakan kepada papanya tanpa ditutup-tutupi sekalipun.
“Dia kesini ada hubungan kerja dengan papa. Namun ada beberapa masalah tentang proyeknya sehingga minta papa untuk mencabut tuntutan kerja papa!” ucap papa Abas membohongi Vino.
“Benarkah? Tapi kelihatannya dia kesini tidak ada hubungan kerja deh pa! Aku mohon papa terus terang saja! Aku sudah tahu pa. Aku sudah tahu semuanya!” ungkap Vino kepada papanya.
“Tahu apa? Papa sudah menjelaskan segala-galanya. Tidak ada sedikitpun yang aku tutupi. Percayalah dia hanya sekedar relasi kerja yang merugikan perusahaan,” ucap papa Abas kembali berusaha menyakinkan Vino.
“Pa aku mohon pa jelaskan dengan jujur!” ucap Vino langsung memohon kepada papa Abas.
“Nak jangan menyulut emosi papa. Papa capek nak!” ucap papa Abas langsung berusaha meninggalkan Vino. Vino yang mengetahui papanya hendak meninggalkannya langsung menyerahkan file mama Ratna kepada papanya.
“Lalu apa maksud semua ini pa?” tanya Vino sambil menyerahkan file yang dipegangnya kepada papanya.
Papa Abas langsung mengambil file tersebut dan membukanya satu persatu. Papa Abas kemudian kembali duduk di kursi kerjanya. Papa Abas kemudian menghela nafasnya, dan akhirnya satu persatu papa Abas menceritakan tentang perjalanan hidupnya bersama mama Ratna. Vino mendengarkannya dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak mungkin pergi menemui mama Ratna kalau sebenarnya mama Ratna merupakan pangkal persoalan dari papa dan dirinya.
Papa Abas yang selalu menemaninya hingga dia tumbuh dewasa, dalam hati kecilnya dia juga tidak rela kalau mama Ratna mengakui putranya setelah dewasa dan sukse mau mengakuinya sebagai putranya.
__ADS_1
Vino kemudian menguatkan papanya dengan menggenggam kedua tangan papnya.
“Pa kalau itu merupakan bagian yang menyakitkan untuk papa, aku tidak apa-apa tidak bertemu dengan mama Ratna!” ucap Vino menghela nafasnya seolah dadanya terasa sesak. Vino kemudian kembali memeluk papanya.
“Sudahlah nak! Kalau kamu ingin bertemu dengannya, temuilah! Papa yakin kamu pasti bisa memilah mana yang baik dan yang tidak,” ucap papa Abas seolah pasrah oleh keadaan. Papa Abas yang sudah mulai berpikiran jernih langsung .
“Terimakasih pa, Bagaimanapun papa adalah sosok papa yang terbaik untuk Vino. Vino izin dulu pa. Vino akan mengunjungi mama Ratna,” ucap Vino sekaligus pamitan kepada papanya.
Vino langsung keluar ruangan papanya kemudian mengajak Arya pergi ke apartemen mama Ratna.
“Ayo…, kita ke apartemen mama Ratna. Aku ingin bertemu dengannya!” ucap Vino yang senang karena akan bertemu dengan mamanya yang dia rindukan. Sementara itu papa Abas hanya diam menyaksikan kepergian putranya.
“Mudah-mudahan kamu tulus ingin bertemu mama kamu!” gumam papa Abas lirih.
“Arya…, kamu tunggu disini dulu ya? Aku ingin bertemu mama. Aku ingin membicarakan masalah privasi dengan mama Ratna.
“Baik bos! Aku akan menunggumu. Tapi jangan lama-lama ya?” ucap Arya memberi peringatan kepada bosnya.
“Maaf cari siapa?” tanya asisten rumah tangga tersebut.
“Mama Ratna bik! Adakah mama Ratna?” tanya Vino ingin sekali memeluk mama Ratna.
“Siapa bik?” terdengar suara mama Ratna dari dalam apartemen.
“Ini ada yang nyari nyonya!” jawab bibi asisten rumah tangga.
“Iya…, suruh masuk!” jawab mama Ratna yang ternyata sedang duduk di sofa sambil baca koran.
Dan Vino tak lama kemudian berada disamping mama Ratna.
__ADS_1
“Mama…,” panggilnya.
“Vino? Alvino putraku? Mama senang akhirnya kamu tahu segalanya. Maafkan mama ya nak?” ucap mama Ratna kepada putranya. Mama Ratna terus menciumi Alvino.
“Ma…, aku merindukanmu ma. Dari kecil aku selalu ingin dipeluk dan dicium mama!” ucap Vino dan langsung membalas pelukan mama Ratna.
Tangis mereka berdua pecah membelah kesunyian di apartemen.
“Maafkan mama, mama yang dulu menelantarkanmu!” ucap mama Ratna yang terus memeluk Vino.
“Ma…, aku mau memaafkan mama asalkan mama mau membantu aku?” ucap Vino tiba-tiba yang merenggangkan pelukan mamanya. Mama Ratna seketika itu juga mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti apa yang disampaikan oleh Vino.
“Bantuan? Bantuan apa ya nak?” tanya mama Ratna yang tidak mengerti juga yang dimaksud dengan Vino.
“Ma aku mohon pisahkan Tiara dengan Akmal!” ucap Vino tiba-tiba hingga membuat mama Ratna terkejut mendengarnya.
“Nak itu bukan pilihan nak! Mama mohon pikirkanlah kedepannya? Kasihan adik kamu yang mencintai Tiara. Biarkanlah mereka bahagia nak? Kenapa kamu hendak memisahkan mereka ,” tanya mama RAtna penasaran.
“Karena aku begitu benci dengan Akmal ma. Dulu dia rival aku untuk mendapatkan posisi utama di perusahaan. Ditambah lagi sekarang hendak menikah dengan Tiara. Aku tidak rela kalau Tiara jatuh dalam pelukannya,” ucap Vino menunjukan ketidaksukaan terhadap Akmal.
“Nak, tapi dia adik kamu! Mama dulu memang berencana memisahkan mereka berdua tapi karena Tiara baik aku rasa hal itu tidaklah perlu. Sayang coba berdamailah, bagaimanapun dia adik kamu?” ucap mama Ratna yang tidak mendukung rencana Vino.
“Tapi ma? Aku sebenarnya mencintai Tiara. Tiara yang baik dan cantik telah meluluhkan hati aku,” ucap Vino yang langsung menyatakan perasaannya.
“Nak mana boleh seperti itu? Itu namanya merusak tatanan, yang terpenting kamu harus move on nak! Jangan sampai kamu nanti ke depannya ada rasa menyesal.,” ucap mama Ratna berusaha memberi bimbingan kepada putranya.
Vino menghela nafasnya panjang-panjang, Vino yakin mamanya pasti hanya mencoba mengetahui kepribadian masing-masing.
“Ma…, apapun itu aku akan berusaha memisahkan mereka. Biar kita sama-sama merasakan kalau tidak bisa memiliki Tiara,” ucap Vino dan terus bersitegang dengan putra dan putranya.
__ADS_1
“Terserah kamu saja nak! mama hanya mengingatkan. Akmal itu adik kamu!” ucap mama Ratna yang sedikitpun Vino pun tergetar hatinya mendengar ungkapan mamanya. Memang benar apa yang dikatakan mamanya kalau Akmal itu saudaranya. Vino pun nampak bingung di hadapan mama Ratna.