Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Malam Pertama yang Gagal


__ADS_3

Setelah tamu pulang, Akmal


menggendong Tiara menuju kamar pengantin yang telah disediakan. Akmal


menggendong Tiara dengan mesra  hingga


membuat tamu dan keluarga yang masih tinggal merasa cemburu melihatnya.


Vino yang masih tinggal di tempat


melihat mereka dengan penuh kebencian meskipun sudah meminta maaf. Hati dan


perasaan Vino masih menginginkan Tiara sepenuhnya. Naira yang berada di


dekatnya sangat memperhatikan gerak-gerik Vino hingga Naira memutuskan untuk


menegur Vino.


“Vino, apa yang kamu lakukan?


Bukankah kamu berjanji untuk tidak mengusik mereka? Kamu juga janji untuk fokus


dengan kehidupan kita dan bayi kita?” ucap Naira dengan kesal dan rasa cemburunya.


Vino yang mendengar pertanyaan Naira


langsug tersadar dan sgera mengajak Naira pulang. “Maafkan aku sayang, ayo kita


pulang saja! Aku rasnya muak kalau berada di sini terus!” ucap vino yang


langsung menggandeng Naira untuk pulang.


Disaat mereka melewati mama Ratna


yang sedang asyik dengan suaminya, Vino terkesan acuh dan mengabaikannya hingga


mama Ratna berrteriak memanggilnya.


“Vino sayang, sini ada dulu adaa


papa! Kamu kan belum mengenal lebih dalam dengan papa Michael,” ucap mama Ratna


yang agak berteriak supaya di dengar oleh Vino. Vino yang mendengar mamanya


langsung menghentikan langkahnya, berbalik menemui mama Ratna dan keluarga


barunya meskipun dirinya tidak menyukainya.


Setelah basa-basi, Vino pergi


meneniggalkan mereka berdua dan langsung mengajak Naira pulang. Vino


mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan yang sangat kencang hingga membuat


Naira takut.


“Sayang, aku mohon pelanlah sedikit.


Aku takut, ingat di dalam perutku masihada calon anak kita,” ucap Naira dengan


matanya yang berkaca-kaca menahan tangis.


Vino yang tersadar langsung menghentikan


mobilnya kemudian merasa kasihan kepada Naira dan merengkuhnya dalam


pelukannya.


“Sayang, maafkan aku. Aku janji akan


membahagiakan kamu bersama anak kita kelak. Aku mohon dukung aku untuk


melupakan semuanya,” ucap Vino sesekali mengecup kening Naira.


“Iya kak. Tapi tolong kakak harus


benar-benar melupakan Tiara. Karena bagaimanapun, aku merasa sakit jika kamu


memikirkannya,” ucap Naira menangis sesengukan. Vino berlahn menghapus air


matranya dengan tangannya.


“Sudahlah sayang, ayo kita pulang.


Aku hendak menengok buah hati kita,” bisiknya lembut kemudian kembali


mengemudikan mobilnya setelah tahu Naira tenang.


Vino melajukan kendaraaanya menuju


apartermennya. Sesampainya di apartermen Vino menggendong Naira yang sudah


tertidur karena lelah menangis.


Vino menghela nafasnya dan berhenti


sesaat memandangi wajah Naira. Bagaimanapun Naira adalah wanita yang telah

__ADS_1


setia menemaninya, vino juga teringat akan kenakalan dirinya bersama Naira. Naiara


yang penurut telah berubah menjadi Naira yang nakal ketika bersamanya.


“Maafkan aku sayang, aku telah


merusak masa depanmu. Aku janji setelah ini aku akan membahagiakanmu,” bisik


Vino di telinga Naira. Naira yang ertidur seolah tahu isi hati Vino. Naira


semakin meneggelamkan wajahnya di bahu Vino seolah merasakan kalau Vino


memberikan kenyamanan kepadanya.


Vino pelan-pelan berjalan menuju


apartermennya keudian merebahkan Naira ke dalam ranjang di salah satu kamarnya.


Vino kemudian beranjak hendak pergi karena dia tidak ingin menggangu Naira yang


terlihat capek dan lelah.


Vino hendak melangkahkan kakinya,


tiba-tiba Naira menariknya hingga terduduk di samping Naira.


“Kak, jangan tinggalkan Naira,” ucap


Naira yang ternyata sedang mengigau. Vino yang kasihan dengan Naira kemudian


berbaring di dekat Naiara dan memeluknya.


“Sayang, aku akan menemanimu.


Tidurlah!” bisik Vino di telinga Naira. Namun Nair yang tertidur tanpa sadar


roknya menyingkap  sampai ke atas hingga


paha mulusnya terlihat. Vino yang normal sebagai lelaki tidak bisa menahan


nafsunya hingga akhirnya Vino dengan pelan mengusap paha mulus punya Naira dan


berlanjut ke area sesnsitif milik Naira.


Naira yang tertidur merasakan ada


sensasi yang luar biasa hingga membuat dirinya terbangun dan menggeliat penuh


kenikmatan.


“Sayang, apa yang kamu lakukan?”


tubuh Naira tidak lepas dari nya.


“Sayang, maafkan aku. Aku kangen


ingin melihat buah hati kita?” ucap Vino yang terus melancarkan aksinya hingga


membuat Naira semakin terbang melayang penuh kenikmatan. Naira nampak asrah


denga napa yang dilakukan oleh Vino.


Vino yang sudah tidak tahan langsung


menancapkan senjata miliknya hingga mmereka berdua berada dalam puncak


kenikmatan.


Sementara itu pengantin bau tidak


kalah seru dengan permainan Vino dan Naira. Akmal yang berada dalam kamar


pengantin, pelan-pelan membantu Tiara melepaskan aksesoris pengantin yangmeekat


dalam tubuh dan rambut Tiara.


“Sayang, pelan ya? ini sakit


sekali?” ucap Tiara yang duduk di bengku rias seraya memandang cermin dimana


Akmal berada di belakannyanya melepaskan aksesoris rambutnya.


“Iya, ini pelan kok? Tahan sedikit


ya memang agak sakit kok tapi cuman sebentar,” katra Akmal yang dengan telaten


melepskannya satu persatu.


Setelah semuanya beres, Akmal dengan


tangan gemetar berusaha melepas kancing baju milik Tiara namun tiba-tiba ada


seseorang yang mengetuk pintu kamar. Akmal dengan muka masam menghentikan


aktivitasnya dan berjalan mendekati pintu kemudian membukanya ternyata Bayu


yang kembali dari kantor hendak memberikan laporan tentang perkembangan

__ADS_1


perusahaan.


“Pak Akmal. Hari ini ada relasi kita


yang hendak membatalkan kerjasamanya jika pak Akmal tidak hadir menemuinya,”


ucap Bayu yang tergopoh-gopoh menyampaiakan kepada Akmal.


“Astaga, kau itu mengganggu saja!


Bukankah kamu dan Inge biasanya bisa menyelesaikan masalah seperti ini!” jawab


Akmal yang nampak kesal dengan Bayu.


“Iya pak! Tapi nama baik perusahaan


kita dipertaruhkan. Mereka hendak mencabut kerjasamanya jika pak Akmal tidak menemuinya,”


ucap Bayu yang trliht kuatir.


“Seberapa besar pengaruhnya terhadap


perkembangan usaha kita? Tolongg batalkan saja jika memang tidak bisa


ipertahankan!” ucap Akmal yang tidak tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap


perusahaannya.


“Perusahaan kita akan bangkrut pak!


Karena beberapa proyek yang kita tangani, beberapa persediaan dan alatnya


berasal dari mereka. Kalau kita mencari yang terbaru dalam waktu dekat tidak


memungkinkan,” ucap Bayu memberi penekanan hingga membuat Akmal berpikir ulang.


“Siapa mereka? Berani-beraninya


mengancam Akmal?” tanya Akmal yang penuh emosi.


“Perusahaan Intan Perkasa pak, yang


sekarang diambil alih oleh putrinya yang kebetulan orang tuanya telah mengalami


sakit dan belum sadarkan diri masih dalam keadaan koma,” jelas Bayu memeberi


keterangan secara detail.


“Ha…, apa yang kamju bilang itu


serius? Kalau begitu tolong siapkan kendaraan kita meluncur kesana. Kita memang


ada ketergantungan dengan perushaan tersebut karena memang kita menjalin relasi


sejak lama dan turun termurun hingga anak cucu. Dan aku meras tidak ada kendala


yang signifikan. Tapi kalau yang mengurusi sekarang sudah putrinya kita harus


benar-benar mnyelamatkan perushaan kita. Intan satu-satunya penerus Perushaan I’ntan


Perkasa memang terkenal sangat arrogant dan tidak bisa dipandang remeh. Tolong


tunggu di bawah, aku akan pamitan dulu sama istriku dan ganti baju dulu,”


perintah Akmal tegas.


“Baik pak, aku akan menunggu di


bawah! Jangan lupa bujuk kakak ipar supaya mengizinkan pak Akmal menyelesaikan


maslah ini!” bisik Bayu yang seolah tahu kalau Akal tidak akan mendapatkan izin


dari Tiara.


Dan benar saja, Tiara yang nampak


galau tidak berkenan kalau Akmal pergi mengurus perusahaan. Akmal dengan sekuat


tenaga membujuk Tiara hingga izin dari Tiara keluar dari bibir mungilnya.


Akmal yang senang dengan pengertian


istrinya langsung mengecup bibir istrinya dan ********** dengan sensasi yang


luar biasa. Akmal yang tidak bisa menhan hasratnya langsung melepasnya seraya


berbisik sesuatu.


“Sayang, kita lanjutkan nanti ya? Kakak


harus pergi dulu!” bisik Akmal kemudian mengecup kening Tiara dan pamitan


pergi. Akmal menghela nafaasnya karena malam pertama kali ini gagal total.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda


dalam memberikan komentar,  like, hadiah

__ADS_1


dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2