
Setelah tamu pulang, Akmal
menggendong Tiara menuju kamar pengantin yang telah disediakan. Akmal
menggendong Tiara dengan mesra hingga
membuat tamu dan keluarga yang masih tinggal merasa cemburu melihatnya.
Vino yang masih tinggal di tempat
melihat mereka dengan penuh kebencian meskipun sudah meminta maaf. Hati dan
perasaan Vino masih menginginkan Tiara sepenuhnya. Naira yang berada di
dekatnya sangat memperhatikan gerak-gerik Vino hingga Naira memutuskan untuk
menegur Vino.
“Vino, apa yang kamu lakukan?
Bukankah kamu berjanji untuk tidak mengusik mereka? Kamu juga janji untuk fokus
dengan kehidupan kita dan bayi kita?” ucap Naira dengan kesal dan rasa cemburunya.
Vino yang mendengar pertanyaan Naira
langsug tersadar dan sgera mengajak Naira pulang. “Maafkan aku sayang, ayo kita
pulang saja! Aku rasnya muak kalau berada di sini terus!” ucap vino yang
langsung menggandeng Naira untuk pulang.
Disaat mereka melewati mama Ratna
yang sedang asyik dengan suaminya, Vino terkesan acuh dan mengabaikannya hingga
mama Ratna berrteriak memanggilnya.
“Vino sayang, sini ada dulu adaa
papa! Kamu kan belum mengenal lebih dalam dengan papa Michael,” ucap mama Ratna
yang agak berteriak supaya di dengar oleh Vino. Vino yang mendengar mamanya
langsung menghentikan langkahnya, berbalik menemui mama Ratna dan keluarga
barunya meskipun dirinya tidak menyukainya.
Setelah basa-basi, Vino pergi
meneniggalkan mereka berdua dan langsung mengajak Naira pulang. Vino
mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan yang sangat kencang hingga membuat
Naira takut.
“Sayang, aku mohon pelanlah sedikit.
Aku takut, ingat di dalam perutku masihada calon anak kita,” ucap Naira dengan
matanya yang berkaca-kaca menahan tangis.
Vino yang tersadar langsung menghentikan
mobilnya kemudian merasa kasihan kepada Naira dan merengkuhnya dalam
pelukannya.
“Sayang, maafkan aku. Aku janji akan
membahagiakan kamu bersama anak kita kelak. Aku mohon dukung aku untuk
melupakan semuanya,” ucap Vino sesekali mengecup kening Naira.
“Iya kak. Tapi tolong kakak harus
benar-benar melupakan Tiara. Karena bagaimanapun, aku merasa sakit jika kamu
memikirkannya,” ucap Naira menangis sesengukan. Vino berlahn menghapus air
matranya dengan tangannya.
“Sudahlah sayang, ayo kita pulang.
Aku hendak menengok buah hati kita,” bisiknya lembut kemudian kembali
mengemudikan mobilnya setelah tahu Naira tenang.
Vino melajukan kendaraaanya menuju
apartermennya. Sesampainya di apartermen Vino menggendong Naira yang sudah
tertidur karena lelah menangis.
Vino menghela nafasnya dan berhenti
sesaat memandangi wajah Naira. Bagaimanapun Naira adalah wanita yang telah
__ADS_1
setia menemaninya, vino juga teringat akan kenakalan dirinya bersama Naira. Naiara
yang penurut telah berubah menjadi Naira yang nakal ketika bersamanya.
“Maafkan aku sayang, aku telah
merusak masa depanmu. Aku janji setelah ini aku akan membahagiakanmu,” bisik
Vino di telinga Naira. Naira yang ertidur seolah tahu isi hati Vino. Naira
semakin meneggelamkan wajahnya di bahu Vino seolah merasakan kalau Vino
memberikan kenyamanan kepadanya.
Vino pelan-pelan berjalan menuju
apartermennya keudian merebahkan Naira ke dalam ranjang di salah satu kamarnya.
Vino kemudian beranjak hendak pergi karena dia tidak ingin menggangu Naira yang
terlihat capek dan lelah.
Vino hendak melangkahkan kakinya,
tiba-tiba Naira menariknya hingga terduduk di samping Naira.
“Kak, jangan tinggalkan Naira,” ucap
Naira yang ternyata sedang mengigau. Vino yang kasihan dengan Naira kemudian
berbaring di dekat Naiara dan memeluknya.
“Sayang, aku akan menemanimu.
Tidurlah!” bisik Vino di telinga Naira. Namun Nair yang tertidur tanpa sadar
roknya menyingkap sampai ke atas hingga
paha mulusnya terlihat. Vino yang normal sebagai lelaki tidak bisa menahan
nafsunya hingga akhirnya Vino dengan pelan mengusap paha mulus punya Naira dan
berlanjut ke area sesnsitif milik Naira.
Naira yang tertidur merasakan ada
sensasi yang luar biasa hingga membuat dirinya terbangun dan menggeliat penuh
kenikmatan.
“Sayang, apa yang kamu lakukan?”
tubuh Naira tidak lepas dari nya.
“Sayang, maafkan aku. Aku kangen
ingin melihat buah hati kita?” ucap Vino yang terus melancarkan aksinya hingga
membuat Naira semakin terbang melayang penuh kenikmatan. Naira nampak asrah
denga napa yang dilakukan oleh Vino.
Vino yang sudah tidak tahan langsung
menancapkan senjata miliknya hingga mmereka berdua berada dalam puncak
kenikmatan.
Sementara itu pengantin bau tidak
kalah seru dengan permainan Vino dan Naira. Akmal yang berada dalam kamar
pengantin, pelan-pelan membantu Tiara melepaskan aksesoris pengantin yangmeekat
dalam tubuh dan rambut Tiara.
“Sayang, pelan ya? ini sakit
sekali?” ucap Tiara yang duduk di bengku rias seraya memandang cermin dimana
Akmal berada di belakannyanya melepaskan aksesoris rambutnya.
“Iya, ini pelan kok? Tahan sedikit
ya memang agak sakit kok tapi cuman sebentar,” katra Akmal yang dengan telaten
melepskannya satu persatu.
Setelah semuanya beres, Akmal dengan
tangan gemetar berusaha melepas kancing baju milik Tiara namun tiba-tiba ada
seseorang yang mengetuk pintu kamar. Akmal dengan muka masam menghentikan
aktivitasnya dan berjalan mendekati pintu kemudian membukanya ternyata Bayu
yang kembali dari kantor hendak memberikan laporan tentang perkembangan
__ADS_1
perusahaan.
“Pak Akmal. Hari ini ada relasi kita
yang hendak membatalkan kerjasamanya jika pak Akmal tidak hadir menemuinya,”
ucap Bayu yang tergopoh-gopoh menyampaiakan kepada Akmal.
“Astaga, kau itu mengganggu saja!
Bukankah kamu dan Inge biasanya bisa menyelesaikan masalah seperti ini!” jawab
Akmal yang nampak kesal dengan Bayu.
“Iya pak! Tapi nama baik perusahaan
kita dipertaruhkan. Mereka hendak mencabut kerjasamanya jika pak Akmal tidak menemuinya,”
ucap Bayu yang trliht kuatir.
“Seberapa besar pengaruhnya terhadap
perkembangan usaha kita? Tolongg batalkan saja jika memang tidak bisa
ipertahankan!” ucap Akmal yang tidak tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap
perusahaannya.
“Perusahaan kita akan bangkrut pak!
Karena beberapa proyek yang kita tangani, beberapa persediaan dan alatnya
berasal dari mereka. Kalau kita mencari yang terbaru dalam waktu dekat tidak
memungkinkan,” ucap Bayu memberi penekanan hingga membuat Akmal berpikir ulang.
“Siapa mereka? Berani-beraninya
mengancam Akmal?” tanya Akmal yang penuh emosi.
“Perusahaan Intan Perkasa pak, yang
sekarang diambil alih oleh putrinya yang kebetulan orang tuanya telah mengalami
sakit dan belum sadarkan diri masih dalam keadaan koma,” jelas Bayu memeberi
keterangan secara detail.
“Ha…, apa yang kamju bilang itu
serius? Kalau begitu tolong siapkan kendaraan kita meluncur kesana. Kita memang
ada ketergantungan dengan perushaan tersebut karena memang kita menjalin relasi
sejak lama dan turun termurun hingga anak cucu. Dan aku meras tidak ada kendala
yang signifikan. Tapi kalau yang mengurusi sekarang sudah putrinya kita harus
benar-benar mnyelamatkan perushaan kita. Intan satu-satunya penerus Perushaan I’ntan
Perkasa memang terkenal sangat arrogant dan tidak bisa dipandang remeh. Tolong
tunggu di bawah, aku akan pamitan dulu sama istriku dan ganti baju dulu,”
perintah Akmal tegas.
“Baik pak, aku akan menunggu di
bawah! Jangan lupa bujuk kakak ipar supaya mengizinkan pak Akmal menyelesaikan
maslah ini!” bisik Bayu yang seolah tahu kalau Akal tidak akan mendapatkan izin
dari Tiara.
Dan benar saja, Tiara yang nampak
galau tidak berkenan kalau Akmal pergi mengurus perusahaan. Akmal dengan sekuat
tenaga membujuk Tiara hingga izin dari Tiara keluar dari bibir mungilnya.
Akmal yang senang dengan pengertian
istrinya langsung mengecup bibir istrinya dan ********** dengan sensasi yang
luar biasa. Akmal yang tidak bisa menhan hasratnya langsung melepasnya seraya
berbisik sesuatu.
“Sayang, kita lanjutkan nanti ya? Kakak
harus pergi dulu!” bisik Akmal kemudian mengecup kening Tiara dan pamitan
pergi. Akmal menghela nafaasnya karena malam pertama kali ini gagal total.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda
dalam memberikan komentar, like, hadiah
__ADS_1
dan votenya. Ikuti keseruannya ya?