Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Intan


__ADS_3

Akmal dengan


mendongkol pergi menuju parkiran kendaraan, dimana Bayu sudah ada di belakang


kemudi. Bayu  merasa tidak enak dengan


Akmal karena dirinya tidak mampu menyelesaikan masalah perushaan dengan


perusahaan Intan Perkasa yang menurutnya sangat tidak kooperatif dengan


kesepakatan kerjasama sebelumnya.


“Dasar


asisten tidak berguna! Ngatasi satu anak kelinci saja tidak bisa!” gerutu Akmal


begitu naik ke mobil bersama dengan Bayu.


“Bukan


begitu bos, aku sudah berusaha negoisasi dengannya, tapi beliaunya seolah-olah


memang terkesan hendaak ingin bertemu dengan bos Akmal. Aku rasa ada sesuatu


yang ingin diselesaikan dengan bos Akmal. Jangan-jangan dulu mantan bos Akmal,”


bisik Bayu yang sebenarnya hanya menggoda atasannnya saja.


“Sudahlah,


jangan banyak ngomong. Ayo segera berangkat!” ucap Akmal yang terkesan ingin


segera masalahnya selesai. Bayu yang tidak ingin  bosnya marah segera melajukan kendaraannya


menuju ke tempat yang telah disepakati.


Akmal


perasaaanya tidaak enak, entah mengapa dirinya merasa gelisah yang luar biasa


bahkan sesekali menghela nafasnya.


“Bro, kamu


kenapa? Adakah sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” tanya Bayu sebagai seorang


sahabatnya.


“Entahlah,


aku merasa ada sesuatu yang tidak beres. Aku merasa tidak tenang dan kepikiran


akan sesuatu tapi tidak bisa aku ungkapkan,” jawab Akmal yang mulai bisa diajak


komunikasi sebagai seorang teman.


“Sudahlah,


kamu itu hanya terbawa suasana di malam pertama yang gagal dengan kakak ipar,” ucap


Bayu yang justru semakin membuat galau Akmal.


“Iya. Ini


gara-gara kamuy yang tidak becus ngurus perusahaan.Dikasih Amanah selama


seminggu saja tidak terselesaikan!” gerutu Akmal yang membuat Bayu semakin


terpojok. Tapi untung dirinya sudah sampai di tempat yang di tuju sehingga


kemarahan Akmal bisa teralihkan.


“Maaf bro,


aku memang salah. Tapi wanita satu ini susah untuk dijinakan! Ayo turunlah, dan


aku yakin kamu selaku pemilik perushaan bisa mengaasinya,” ucap Bayu yang sudah


menghentikan mobilnya di restorant yang cukup mewah yang sudah di share


lokasinya oleh Intan.


Setelah


sampai dan mereka turun dari mobil kemudian berjalan menuju tempat yag telah disepakati.


Dari kejauhan sudah nampak seorang wantia cantik yag berpenampilan elegan duduk


menunggu mereka.


Akmal dengan


perasaan yang berdebar kencang menghampirinya seraya menyebutkan nama perempuan


itu.


“Risma! Hai


ternyata itu kamu ya? Intan Kharismawati!” ucap Akmal yang tiba-tiba sumringah

__ADS_1


bertemu dengan wanita tersebut dan langsung memeluknya.


“Iya kak


Akmal, lama kita tidak pernah berjumpa. Kakak semakin tampan saja!” puji Intan


yang secara terang-terangan dihadapan Akmal dan Bayu. Intan bahkan tidak merasa


risih sama sekali.


Bayu yang


mengetahui pemandangan yang ada di depannya langsung berguman sendiri.


“Wah bakal


ada bencana besar ini, kasihan Tiara!” ucapnya lirih yang hampir tidak


terdengar oleh siapapun, namun sayang Akmal masih memeiliki pendengaran yang


peka sehingga langsung menyodok bahu Bayu dengan sikutnya.


“Dasar otak


kotor, kita hanya bagian masa lalu ya? Intan ini dulu pacar aku waktu SMA, dan


kita terpisah karena Intan harus pindah ke Amerika untuk mengikuti mamanya,”


ucap Akmal memberi penjelasan.


“Justru itu


bro, perjalanan cinta kalian terkesan belum selesai. Aku jamin bu Intan pasti


akan berusaha mendekati kamu. Makanya kemarin ngotot ingin bertemu dengan


kamu!” bisik Bayu.


“Diam kau!


Awas jangan kau ucapkan hal-hal yang tidak perlu kepada kakak iparmu!” bisik


Akmal mengancam Bayu karena kuatir mulut ember Bayu keceplosan menyampaikan


kepada Tiara hingga akhirnya bisa membuat rumah tanngganya yang baru saja


dijalanai ijab kabulnya kandas begitu saja.


“Eh kak! Ayo


silahkan duduk! Kita ngobrol, aku benar-benar tidak menyangka bisa bertemu


seolah menghilang begitu saja. Kakak seperti ditelan bumi tanpa membekas sama


sekali!” ucap Intan yang masih terkesan memandang kagum Akmal.


“Hem…, iya


kan? Bakal ada CLBK nich!” bisik Bayu kembali.


“Gak akan!”


balas Akmal yang memang sudah tidak ada perasaan sama sekali terhadap Intan.


“Kakak,


bagaimana kabaranya?” tanya Intan tiba-tiba hingga mengejutkan Akmal.


“Aku baik-baik


saja! Hari ini aku barusan melangsungkan pernikahan. Bagaimana dengan mu?”


tanya Akmal kembali kepada Intan.


“Ha…, kakak


sudah menikah? Sayang sekali aku datangnya terlambat,” ucap Intan yang


lagi-lagi membuat Bayu mencemaskan bosnya. Bayu menyakini kalau Intan cinta


mati sama Akmal.


“Iya bu, pak


Akmal istrinya cantik dan baik hati. Pokoknya pilihan pak Akmal tidak ada


duanya!” ucap Bayu yang sengaja mempertegas status hubungan Akmal dengan Tiara.


Bayu juga tidak ingin Tiara tersakiti atas keberadaan Intan.


“Betulkah,


wah benar-benar tidak ada celah dong,” gumam Intan lirih yang terlihat dirinya


kecewa. Meskipun lirih Akmal dan Bayu menedengarkannya. Akmal menghela nafasnya


seolah tahu kalau bahaya akan mengancam keutuhan rumah tangganya.


“Risma, tenanglah!

__ADS_1


Aku yakin kamu akan menemukan orang yang lebih dari aku! Percayalah kau pasti


akan memperoleh kebahagiaan yang abadi hingga akhir hayatmu!” ucap Bayu


berusaha menenangkan Intan.


“Maaf kak!


Sebenarnya aku merasa yakin kalau kebahagiaanku adaa dalam diri kakak!” ucap


Intan semakin membuat galau Akmal. Akmal merasa kisahnya dengan Tiara akan


semakin rumit tka kala Intan hadir dalam kehidupan rumah tangganya.


“Risma


yakinlah! Apa yang menurut kamu baik belum tentu akan terlihat baik. Ayolah


kamu harus yakin dan optimis kelak akan mendapatkan kebahagiaan!” ucap Akmal


seolah menceramahinya seperti adiknya sendiri.


“Iya kak!


Aku akan berusaha mengikuti saran kamu kak!” ucap Intan yang kembali duduk


dihadapan Akmal.


“Ayo


silahkan makan dulu!” ucap Intan yang masih memandangi Akmal seolah tidak ingin


melepas Akmal.


Akmal duduk


di depan Intan dan disampingnya ada Bayu yang hanya terdiam karena memang tidak


bisa berbuat apa-apa. Bayu yang merasa bersalah berusaha memulai pembicaraan


tentang nasib erjasama antar kedua perusahaan.


“Maaf bu, terus


bagaimana kelanjutan Kerjasama antar kedua perushaan kita?” tanya Bayu yang


tidak mau basa basi.


“Tentu kita


masih akan bekerjsama bahkan kita akan memperpanjang kontrak kita,” ucap Intan


dengan mata yang berbinar seolah-olah nampak senang jika ada peluang untuk


berdekatan dengan Akmal.


“ Maaf bu


Intan, untuk Kerjasama ke depan sya tidak bisa meneruskannya lagi. Aku berharap


hanya menghabiskan kontraknya saja. Aku sudah menemukan supplier yang akan


menggantikan perusahaan kamu. Jadi tahun depan kita pastikan tidak ada hubungan


apa-apa lagi,” ucap Akmal yang tidak terasa menyakiti hati Intan.


“Tapi aku


tidak bisa dik, aku tidak ingin kelak diantara kita ada kesalah pahaman. Aku


ingin menjaga perasaan istriku!” ucap Akmal tegas.


“Kak, aku


mohon kakak jangan seperti itu! Bagaimanapun aku berharap kita tetap terus


berjumpa seperti dulu.


“Gila


ternyata, bu Intan hendak menjadikan Kerjasama perusahaanini untuk menekan pak


Akmal agar selalu bersamanya. Tapi aku salut bos Akmal bisa diandalkan dan


tidak bergeming dengan rencana bu Intan. Aku rasa bos Akmal nanti pasti bisa


menemukan rekanan perusahaan yang lebih baik lagi!” gumam Bayu lirih.


“Bayu, ayo


pulang. Istriku menungguku, kasihan instriku!” ucap Akmal mengajak Bayu pulang.


Bayu pun bergegas mengikuti Akmal yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Sementara itu I/ntan menghela nafasnya panjang karena tidak ada peluang lagi


untuknya.


Terimakasih para pembaca yang setia,

__ADS_1


atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2