
Akmal dengan
mendongkol pergi menuju parkiran kendaraan, dimana Bayu sudah ada di belakang
kemudi. Bayu merasa tidak enak dengan
Akmal karena dirinya tidak mampu menyelesaikan masalah perushaan dengan
perusahaan Intan Perkasa yang menurutnya sangat tidak kooperatif dengan
kesepakatan kerjasama sebelumnya.
“Dasar
asisten tidak berguna! Ngatasi satu anak kelinci saja tidak bisa!” gerutu Akmal
begitu naik ke mobil bersama dengan Bayu.
“Bukan
begitu bos, aku sudah berusaha negoisasi dengannya, tapi beliaunya seolah-olah
memang terkesan hendaak ingin bertemu dengan bos Akmal. Aku rasa ada sesuatu
yang ingin diselesaikan dengan bos Akmal. Jangan-jangan dulu mantan bos Akmal,”
bisik Bayu yang sebenarnya hanya menggoda atasannnya saja.
“Sudahlah,
jangan banyak ngomong. Ayo segera berangkat!” ucap Akmal yang terkesan ingin
segera masalahnya selesai. Bayu yang tidak ingin bosnya marah segera melajukan kendaraannya
menuju ke tempat yang telah disepakati.
Akmal
perasaaanya tidaak enak, entah mengapa dirinya merasa gelisah yang luar biasa
bahkan sesekali menghela nafasnya.
“Bro, kamu
kenapa? Adakah sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” tanya Bayu sebagai seorang
sahabatnya.
“Entahlah,
aku merasa ada sesuatu yang tidak beres. Aku merasa tidak tenang dan kepikiran
akan sesuatu tapi tidak bisa aku ungkapkan,” jawab Akmal yang mulai bisa diajak
komunikasi sebagai seorang teman.
“Sudahlah,
kamu itu hanya terbawa suasana di malam pertama yang gagal dengan kakak ipar,” ucap
Bayu yang justru semakin membuat galau Akmal.
“Iya. Ini
gara-gara kamuy yang tidak becus ngurus perusahaan.Dikasih Amanah selama
seminggu saja tidak terselesaikan!” gerutu Akmal yang membuat Bayu semakin
terpojok. Tapi untung dirinya sudah sampai di tempat yang di tuju sehingga
kemarahan Akmal bisa teralihkan.
“Maaf bro,
aku memang salah. Tapi wanita satu ini susah untuk dijinakan! Ayo turunlah, dan
aku yakin kamu selaku pemilik perushaan bisa mengaasinya,” ucap Bayu yang sudah
menghentikan mobilnya di restorant yang cukup mewah yang sudah di share
lokasinya oleh Intan.
Setelah
sampai dan mereka turun dari mobil kemudian berjalan menuju tempat yag telah disepakati.
Dari kejauhan sudah nampak seorang wantia cantik yag berpenampilan elegan duduk
menunggu mereka.
Akmal dengan
perasaan yang berdebar kencang menghampirinya seraya menyebutkan nama perempuan
itu.
“Risma! Hai
ternyata itu kamu ya? Intan Kharismawati!” ucap Akmal yang tiba-tiba sumringah
__ADS_1
bertemu dengan wanita tersebut dan langsung memeluknya.
“Iya kak
Akmal, lama kita tidak pernah berjumpa. Kakak semakin tampan saja!” puji Intan
yang secara terang-terangan dihadapan Akmal dan Bayu. Intan bahkan tidak merasa
risih sama sekali.
Bayu yang
mengetahui pemandangan yang ada di depannya langsung berguman sendiri.
“Wah bakal
ada bencana besar ini, kasihan Tiara!” ucapnya lirih yang hampir tidak
terdengar oleh siapapun, namun sayang Akmal masih memeiliki pendengaran yang
peka sehingga langsung menyodok bahu Bayu dengan sikutnya.
“Dasar otak
kotor, kita hanya bagian masa lalu ya? Intan ini dulu pacar aku waktu SMA, dan
kita terpisah karena Intan harus pindah ke Amerika untuk mengikuti mamanya,”
ucap Akmal memberi penjelasan.
“Justru itu
bro, perjalanan cinta kalian terkesan belum selesai. Aku jamin bu Intan pasti
akan berusaha mendekati kamu. Makanya kemarin ngotot ingin bertemu dengan
kamu!” bisik Bayu.
“Diam kau!
Awas jangan kau ucapkan hal-hal yang tidak perlu kepada kakak iparmu!” bisik
Akmal mengancam Bayu karena kuatir mulut ember Bayu keceplosan menyampaikan
kepada Tiara hingga akhirnya bisa membuat rumah tanngganya yang baru saja
dijalanai ijab kabulnya kandas begitu saja.
“Eh kak! Ayo
silahkan duduk! Kita ngobrol, aku benar-benar tidak menyangka bisa bertemu
seolah menghilang begitu saja. Kakak seperti ditelan bumi tanpa membekas sama
sekali!” ucap Intan yang masih terkesan memandang kagum Akmal.
“Hem…, iya
kan? Bakal ada CLBK nich!” bisik Bayu kembali.
“Gak akan!”
balas Akmal yang memang sudah tidak ada perasaan sama sekali terhadap Intan.
“Kakak,
bagaimana kabaranya?” tanya Intan tiba-tiba hingga mengejutkan Akmal.
“Aku baik-baik
saja! Hari ini aku barusan melangsungkan pernikahan. Bagaimana dengan mu?”
tanya Akmal kembali kepada Intan.
“Ha…, kakak
sudah menikah? Sayang sekali aku datangnya terlambat,” ucap Intan yang
lagi-lagi membuat Bayu mencemaskan bosnya. Bayu menyakini kalau Intan cinta
mati sama Akmal.
“Iya bu, pak
Akmal istrinya cantik dan baik hati. Pokoknya pilihan pak Akmal tidak ada
duanya!” ucap Bayu yang sengaja mempertegas status hubungan Akmal dengan Tiara.
Bayu juga tidak ingin Tiara tersakiti atas keberadaan Intan.
“Betulkah,
wah benar-benar tidak ada celah dong,” gumam Intan lirih yang terlihat dirinya
kecewa. Meskipun lirih Akmal dan Bayu menedengarkannya. Akmal menghela nafasnya
seolah tahu kalau bahaya akan mengancam keutuhan rumah tangganya.
“Risma, tenanglah!
__ADS_1
Aku yakin kamu akan menemukan orang yang lebih dari aku! Percayalah kau pasti
akan memperoleh kebahagiaan yang abadi hingga akhir hayatmu!” ucap Bayu
berusaha menenangkan Intan.
“Maaf kak!
Sebenarnya aku merasa yakin kalau kebahagiaanku adaa dalam diri kakak!” ucap
Intan semakin membuat galau Akmal. Akmal merasa kisahnya dengan Tiara akan
semakin rumit tka kala Intan hadir dalam kehidupan rumah tangganya.
“Risma
yakinlah! Apa yang menurut kamu baik belum tentu akan terlihat baik. Ayolah
kamu harus yakin dan optimis kelak akan mendapatkan kebahagiaan!” ucap Akmal
seolah menceramahinya seperti adiknya sendiri.
“Iya kak!
Aku akan berusaha mengikuti saran kamu kak!” ucap Intan yang kembali duduk
dihadapan Akmal.
“Ayo
silahkan makan dulu!” ucap Intan yang masih memandangi Akmal seolah tidak ingin
melepas Akmal.
Akmal duduk
di depan Intan dan disampingnya ada Bayu yang hanya terdiam karena memang tidak
bisa berbuat apa-apa. Bayu yang merasa bersalah berusaha memulai pembicaraan
tentang nasib erjasama antar kedua perusahaan.
“Maaf bu, terus
bagaimana kelanjutan Kerjasama antar kedua perushaan kita?” tanya Bayu yang
tidak mau basa basi.
“Tentu kita
masih akan bekerjsama bahkan kita akan memperpanjang kontrak kita,” ucap Intan
dengan mata yang berbinar seolah-olah nampak senang jika ada peluang untuk
berdekatan dengan Akmal.
“ Maaf bu
Intan, untuk Kerjasama ke depan sya tidak bisa meneruskannya lagi. Aku berharap
hanya menghabiskan kontraknya saja. Aku sudah menemukan supplier yang akan
menggantikan perusahaan kamu. Jadi tahun depan kita pastikan tidak ada hubungan
apa-apa lagi,” ucap Akmal yang tidak terasa menyakiti hati Intan.
“Tapi aku
tidak bisa dik, aku tidak ingin kelak diantara kita ada kesalah pahaman. Aku
ingin menjaga perasaan istriku!” ucap Akmal tegas.
“Kak, aku
mohon kakak jangan seperti itu! Bagaimanapun aku berharap kita tetap terus
berjumpa seperti dulu.
“Gila
ternyata, bu Intan hendak menjadikan Kerjasama perusahaanini untuk menekan pak
Akmal agar selalu bersamanya. Tapi aku salut bos Akmal bisa diandalkan dan
tidak bergeming dengan rencana bu Intan. Aku rasa bos Akmal nanti pasti bisa
menemukan rekanan perusahaan yang lebih baik lagi!” gumam Bayu lirih.
“Bayu, ayo
pulang. Istriku menungguku, kasihan instriku!” ucap Akmal mengajak Bayu pulang.
Bayu pun bergegas mengikuti Akmal yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Sementara itu I/ntan menghela nafasnya panjang karena tidak ada peluang lagi
untuknya.
Terimakasih para pembaca yang setia,
__ADS_1
atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?