
Akmal yang menerima surat pengunduran diri dari Tiara merasa sakit karena tidak ada ada pemberitahuan sebelumnya.
“ Bayu, tolong lacak siapa yang memberikan surt pengunduran diri ini di bagian administrasi!” ucap Akmal dengan wajah yang memerah karena marah, kecewa dan sedih.
“Hem…, maaf Pak yang membawa Inge! Aku sempat melihatnya tadi!” ucap Bayu memberitahu pak Akmal.
“Kau panggil dia kesini! Aku ingin tahu keberadaan Tiara! Siapa tahu dia mengetahuinya!” perintah Akmal kepada Bayu. Bayu secara reflek langsung menelpon Inge.
“Inge…, cepat datanglah ke ruangan pak Akmal!” ucap Bayu melalui ponselnya.
“Mati aku…!” ucap Inge spontan.
“What…! Apa yang kamu sembunyikan Inge! Awas ya kalau kamu ikut terlibat!” ancam Bayu dan langsung mematikan ponselnya.
“Apakah Inge tahu sesuatu?” tanya Akmal yang ternyata mencuri dengar percakapannya.
“Maaf pak…, aku tidak tahu!”
“Ok…, nanti kamu cari tahu! Aku merasa Inge tahu sesuatu!” ucap Akmal ambil menghela nafasnya.
“Tok…, tok!” suara pintu ruangannya diketuk seseorang kemungkinan Inge.
“Masuk,” jawab Bayu.
“Permisi pak! Maaf ada apa ya?” tanya Inge begitu tiba di ruangan pak Akmal.
“Benarkah ini tadi yang membawa kamu di bagian administrasi kantor?” tanya Akmal sambil mengangkat surat pengunduran diri Tiara.
“Iya pak! Tadi aku di telpon Tiara dan memintanya mampir ke rumahnya untuk mengambil titipannya!” ucap Inge bingung dan tidak berani menatap muka pak Akmal.
__ADS_1
“O…, kalau begitu tolong telponkan sekarang!” perintah pak Akmal penasaran karena ingin mendengar suara Tiara yang sangat dirindukan. Dengan cepat Inge menelpon Tiara namun tidak bisa dihubungi.
“Maaf pak ponselnya sudah tidak bisa dihubungi!” ucap Inge menghela nafasnya panjang karena dirinya takut kalau kena semprot pak Akmal.
“Busyet bener-bener gadis penuh perhitungan dia! Pasti dia sudah mengganti no ponselnya!” ucap pak Akmal sambil mengusap mukanya dengan tangan kanannya.
“Ya sudah kamu sama Bayu cari tahu tentang keberadaan Tiara. Jangan pernah menghentikan pencarian ini sebelum kalian benar-benar tahu keberadaannya!” perintah pak Akmal yang membuat Bayu dan Inge menghela nafas secara bersama-sama.
“Kenapa mesti kita?” tanya Inge keberatan karena sesungguhnya dirinya tidak ingin terus bersama Bayu. Inge kalau bersama Bayu yang ada dirinya tidak bisa mengendalikan debar jantung nya yang begitu kencang.
“Ya harus…, karena kalian yang bertanggung jawab atas hilang nya Tiara!” ucap pak Akmal kesal.
“Ha…, bener-bener sinting si bos ini!” gumam Inge lirih. Dan itu didengar oleh Bayu. Bayu yang tahu kalau bosnya tidak stabil mentalnya langsung menarik tangan inge dan mengajaknya pergi.
“Baik pak kami berdua akan mencarinya! Ayo Inge kita mulai dari sekarang!” ucap Bayu yang menyelamatkan Inge sebelum pak Akmal benar-benar marah.
“Pletak…!” Bayu menjitak kepala Inge.
“Aduh…, sakit pak!” ucap Inge spontan.
“Makanya kalau punya mulut dijaga! Kalau perkataanmu tadi didengar oleh pak Akmal yang ada kamu langsung dipecat.
“Eh…, habisnya pak bos sih yang jatuh cinta tapi ujung-ujungnya kita yang susah!” ucap Inge sambil terus mengomel tidak jelas.
“Ya kita harus maklum karena si bos baru kali ini jatuh cinta! Dan sebelumnya tidak tertarik sama cewek sama sekali jadi bisa disimpulkan kalau Tiara itu merupakan cinta pertama dan terakhir!” ucap Bayu memberi pengertian.
“Masa sich! aku dengar pak Akmal banyak yang mendekatinya! Bahkan yang mendekatinya cantik-cantik!” ucap Inge tidak percaya.
“Iya tapi ya begitu pak Akmal tidak tertarik sama sekali dengan perempuan karena dulu hendak tunangan tapi tunangannya berkhianat! Dari masalahnya itulah pak Akmal nampak dingin dengan perempuan. Bahkan papa dan mamanya sangat mengkhawatirkan dirinya kalau trauma dan tidak mau menikah seumur hidup,” ucap Bayu memberi penjelasan kepada Inge.
__ADS_1
“O…, begitu ya? Terus wanita cantik yang sering datang ke kantor menemui pak Akmal itu siapa?” tanya Inge penasaran.
“Itu dulu tunangannya namanya Melinda. Dia bermaksud mendekati pak Akmal kembali agar memaafkannya karena laki-laki yang membawanya lari dulu hanyalah seorang pecundang dan memanfaatkan kekayaan orang tuanya!” jelas Bayu secara tidak sadar mengungkapkan semua permasalahan bosnya.
Demikianlah Bayu dan Inge selalu bersama-sama mencari informasi tentang Tiara yang sesungguhnya Inge sendiri sudah mengetahui keberadaan Tiara namun dirinya tetap bungkam sesuai janjinya dengan Tiara dan tidak akan membongkarnya meskipun kepada Bayu.
Sementara itu Akmal juga tidak tinggal diam, Akmal yang sudah terlanjur jatuh hati kepada Tiara berusaha menemui orang tua Tiara. Malam itu juga Akmal datang ke rumah Tiara.
“Malam om…, bolehkah aku bermain catur dengan om?” ucapnya tak kala sudah berada di rumah Tiara. Om Roy dan Tante Dewi menerima Akmal dengan baik karena mereka sangat menyayangi Akmal.
“Boleh nak Akmal, ayo masuk!” Om sangat senang karena om ada temannya. Sejak Tiara pergi, om merasa sepi!” ucap om Roy sambil menahan nafasnya yang terasa sesak karena dirinya merindukan Tiara. Tante Dewi yang berada disampingnya hanya mengusap bahu om Roy seolah-olah menguatkan suaminya untuk bersabar.
“Begitulah nak Akmal, om Roy terlalu menyayangi putrinya sehingga terasa berat kalau tidak ada Tiara!” ucap Tante Dewi menjelaskan kepada Akmal.
“Wah beruntung sekali Tiara ya? Papa dan mamanya begitu menyayanginya!” ucap Akmal yang sudah duduk di ruang keluarga bersama om Roy.
Mereka pun akhirnya memulai permainan catur ditemani dengan secangkir teh dan cemilan yang disediakan oleh tante Dewi. Di sela-sela permainan akmal berusaha mengorek keterangan tentang keberadaan Tiara. Namun om Roy dan tante Dewi seolah tidak mempan dengan rayuan Akmal sehingga Akmal tidak memperoleh informasi apapun tentang Tiara. Akmal salut dengan komitmen mereka sekeluarga sehingga semakin menambah keinginan Akmal untuk segera mencari keberadaan Tiara agar segera bisa dipersunting nya menjadi istrinya.
Karena hari sudah larut Akmal tidak diperbolehkan pulang ke rumah bahkan mereka berdua mempersilahkan Akmal untuk menginap di rumahnya. Akmal pun memanfaatkan kesempatan itu tanpa pikir panjang Akmal pun mengiyakan.
Begitulah Akmal malam itu tidur di rumah orang tua Tiara namun juga tidak menemukan informasi apapun tentang Tiara. Sebulan pun berlalu namun juga tidak menemukan informasi apapun demikian pula Bayu.
Akmal tiap malam rela harus begadang di depan rumah Tiara berharap mukjizat Allah, tiba-tiba Tiara muncul dihadapannya.
“Pa…, lihatlah Akmal selalu begadang di depan rumah kita! Aku kasihan pa melihatnya!” ucap mama Dewi kepada suaminya.
“Iya ma…, papa juga tau tapi kita juga harus menghormati keputusan putri kita ma. Papa yakin kalau mereka berjodoh pasti akan dipertemukan kembali,” ucap papa Roy santai.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1