Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Terbukti Bersalah


__ADS_3

Hari ini Bayu melaporkan hasil penyelidikannya kepada Akmal disertai dengan bukti-bukti penggelapan barang yang dilakukan oleh perusahaan cabang yang dikelola Vino dengan salah satu petugas administrasi Naira yang juga tersangkut permasalahan tersebut.


“Bagaimana bro? Bisakah data ini kita gunakan untuk mendepak mereka keluar dari lingkaran perusahaan ini?” tanya Bayu sambil menyerahkan data dokumen kepada Akmal.


“Bentar aku ceknya dulu!” Akmal mulai membaca dan mengoreksi data yang ada termasuk foto-foto  mereka di tempat kejadian.


“Sip. Aku rasa data ini cukup membuktikan kalau mereka benar-benar terbukti bersalah. Aku yakin data ini sudah bisa untuk menyeret mereka ke dalam bui!” ucap Akmal kepada Bayu.


“Iya dong. Kita kan bisa diandalkan. Peran Inge juga banyak atas penemuan data ini!” ucap Bayu kepada Akmal.


“Inge…? Wah kalian benar-benar pasangan yang kompak ya? Baiklah kalian berdua besok kalau mau menikah, aku beri bonus berlibur ke Bali,” ucap Akmal yang terus memeriksa data tersebut sambil sesekali bertanya kepada Bayu.


“Benarkah? Aku suatu saat pasti akan meminta janji yang disampaikan bapak. Terus kita kembali ke persoalan semula saja. Bagaimana menyikapi kasus ini?” tanya Bayu kepada Akmal.


“Baiklah, besok kita adakan rapat dengan dewan direksi. Biar mereka yang menentukan apakah masalah tersebut nanti bisa dibawa ke jalur hukum atau hanya diadili oleh pihak perusahaan saja,” ucap Akmal yang akhirnya memerintah Bayu untuk membuat undangan rapat dengan Dewan Direksi.


“Siap pak! Akan aku buatkan. Jangan kuatir, apa yang diminta pak Akmal, aku siap mengerjakan!” ucap Bayu dan meminta izin kembali ke ruangannya.


Semantara itu jam makan siang sudah waktunya, Tiara yang dari pagi berusaha memasak makanan yang istimewa untuk Akmal. Tiara setelah memasak menyiapkannya ke tempat bekal. Setelah semuanya siap, Tiara pamitan kepada mamanya.


“Ma…, aku ke kantor kak Akmal dulu,” pamit Tiara kepada mamanya. Tiara tak lupa mencium punggung tangan mamanya.


“Iya nak. Salam untuk kak Akmal ya? Sampaikan kalau mama dan papa menunggunya untuk kesini. Terutama papa hendak mengajak nya bermain catur,” ucap mama Dewi kepada putrinya.


“Siap ma. Nanti aku sampaikan,” ucap Tiara langsung beranjak pergi meninggalkan mamanya menuju garasi. Tiara memanasi mobilnya dan tidak lama kemudian sudah berada di jalanan membelah panasnya beraspal.


Tiara memutar lagu memori dan tembang kenangan. Tiar tampak menikmatinya dan sesekali bernyanyi mewakili suasana hatinya.

__ADS_1


Setelah sampai di perusahaan Tiara memarkirkan kendaraannya dan bergegas menuju ke ruangan Akmal dengan naik lift.


“Tok…, Tok,” suara ketukan pintu ruangan Akmal berbunyi.


“Masuk,” jawab Amal dingin seolah memang dirinya tidak peduli dengan kehadiran orang lain.


“Wah kelihatannya serius amat hingga calon istri datang tidak tahu!” ucap Tiara hingga membuat Akmal mendongak melihat wajah Tiara. Akmal dengan cekatan menghampiri Tiara dan memeluk pinggangnya kemudian menciumnya.


“Lain kali kalau mau kesini bilang dong sayang?” ucap Akmal yang langsung menarik Tiara untuk duduk di sofa. Akmal memangku Tiara dan mencium pipi dan leher Tiara serasa ingin melepas rindu.


“Sayang, apa-apan ini? Ntar kalau ada kak Bayu kesini bisa-bisa berabe kita!” ucap Tiara berusaha melepas pelukannya namun tanpa disadari Akmal semakin memeluk erat Tiara.


“Hem…, hem…, maaf,” ucap Bayu yang tiba-tiba masuk dalam ruangan sambil menutup mukanya dengan tangannya.


“Sial…, lain kali ketuk pintu dulu ya? Ada apa lagi bukankah tadi sudah jelas? Besok kita hadapkan di dalam rapat Dewan Direksi,” ucap Akmal yang kesal terhadap Bayu.


“Bener-bener ya? Tidak tahu aturan, mengganggu saja! Sana pergi ke kantin saja! Mengganggu keromantisan orang saja!” ucap Akmal yang sudah kesal dengan Bayu.


“He…, he…, maaf bos. Aku terlanjur lapar!” ucap Bayu cengengesan dan tanpa tahu malu langsung duduk menikmati makanannya.


“Sudahlah kak! Makanan segitu banyak kalau kita makan sendiri mana mungkin habis. Kak bayu panggil Inge juga ya? Aku tadi menyiapkan untuk 4 porsi kok!” ucap Tiara yang mengambilkan makanan untuk suaminya. Bayu serasa mendapat angin langsung bergegas memanggil Inge.


“Inge…, ayo kita ke ruang pak bos! Di sana ada Tiara membawakan makanan untuk kita,” ucap Bayu langsung menarik Tiara pergi ke ruang pak Akmal.


Tidak lama kemudian mereka sampai di ruangan pak Akmal.


“Tiara…, aku kangen. Lama kita tidak bertemu?” ucap Inge yang langsung memeluk Tiara. Tiara juga menyambutnya mereka pun saling melepas kangen dengan saling bercakap-cakap.

__ADS_1


“Sayang…, katanya mau makan. Ayo makan dulu jangan ngobrol ae,” ucap Akmal membuat Tiara tersadar dan merapat kembali di dekat Akmal.


Tiara kemudian mengambil makanan untuk Akmal. Mereka berdua pun merapat sendiri asyik makan bersama.


“Sayang…, suapin aku dong?” ucap Amal yang sudah membuka mulutnya. Tiara dengan cekatan langsung menyuapi Akmal. Sementara itu Inge dan Bayu melongo melihat keromantisan mereka berdua.


“Sudah jangan lihat-lihat orang. Kita mojok berdua saja di atas gedung. Kita duduk nongkrong disana dan makan bersama di sana ya?” ucap Bayu langsung berdiri meringkasi semua makanan mereka berdua dan langsung menggandeng Inge menuju lantai atas.


Sementara itu Akmal terus bermanja-manjaan sama Tiara calon istrinya.


“Sayang…, kamu tidak makan?” tanya Akmal yang melihat Tiara hanya menyuapi dirinya.


“Enggak. Aku tidak makan! Aku sudah makan buah!” ucap Tiara yang terus menyuapi Akmal.


“Sayang, aku tadi sama Bayu membicarakan masalah tentang Vino dan Naira. Mereka berdua telah melakukan penggelapan barang sehingga merugikan perusahaan. Jadi besok berencana menyampaikan semua kasusnya kepada pihak direksi.


“Benarkah? Apa itu jalan terbaik untuk mereka? Apa tidak sebaiknya kamu selesaikan secara kekeluargaan dulu?” tanya Tiara kepada Akmal.


“Bukankah kamu senang sayang, mereka berdua akan masuk bui?” ucap Akmal yang terus minta suapin Tiara.


“Gak juga sayang, aku tidak seperti itu. Kasihan mereka kalau dapat sanksi yang memberatkan mereka. Apalagi masuk bui. Lebih baik dibicarakan dulu secara intern. Kalau memang tidak bisa ditoleransi ya sudah percayakan saja pada yang berwenang,” ucap Tiara yang ternyata tidak ada rasa dendam sama sekali terhadap mereka berdua.


“Iya. aku paham tapi itu merugikan perusahaan dan sifatnya yang tidak baik itu bisa membuat contoh yang lainnya kalau perusahaan bersikap lunak!” ucap Akmal memberi pengertian kepada Tiara.


“Iya dech. Terserah kakak saja yang terpenting untuk kebaikan semua orang!” ucap tiara dan terus melanjutkan menyuapi Akmal dengan sesekali mereka saling bercanda satu sama lainnya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2