Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Mirip dengan Akmal


__ADS_3

Akmal berangkat ke kantor dari apartemen mama Ratna, Akmal pamitan pada mamanya yang sebelumnya sarapan yang disediakan oleh mama Ratna.


“Sayang nanti untuk makan siang mama kirim ya?” ucap mama Ratna pada putranya.


“Siap ma! Nanti Akmal tunggu di kantor!” ucap Akmal yang mencium punggung tangan mamanya dan berangkat menuju ke kantor.


Begitu sampai di perusahaan Akmal langsung bergegas menuju kantornya dan langsung memanggil Bayu yang kebetulan sudah ada di kantor.


“Bay…, tolong persiapkan semua dokumen untuk rapat hari ini! Kita dapat laporan dari rekanan kita terkait pembangunan mall yang ditangani oleh cabang kita dibawah naungan CEO Vino ada masalah!” ucap Akmal ketika tiba di kantor.


“Baik pak!” ucap Bayu yang langsung menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk rapat.


Setelah dokumen rapat siap Bayu menghadap ke pak Akmal kembali kemudian membahas dokumen yang ada dan menganalisanya. Setelah semuanya jelas Akmal meminta Vino dihadirkan ke perusahaan untuk pertanggungjawabannya.


Bayu menelpon Vino untuk segera hadir ke perusahaan pusat. Vino yang memang Ceo cabang perusahaan mau tidak mau harus hadir ke kantor pusat. Diperkirakan kurang lebih 1,5 jam perjalanan sampai ke kantor pusat.


Vino merasa tidak enak yang mengganjal di hatinya.


“Kenapa hati aku tidak enak ya? Apakah pak Akmal sudah mengetahuinya?” batin Vino mulai bergejolak.


“Pak kenapa anda melamun?” tanya Arya penasaran.


“Tidak apa-apa, aku pun juga tidak mengerti perasaan aku tidak enak sekali!” ucap Vino bingung dengan perasaannya.


“Sudahlah pak, apapun harus kita hadapi dengan lapang dada!” ucap Arya yang sengaja dilakukan untuk menguatkan hati pak Vino.


“Iya, terimakasih atas dukungannya! Aku senang punya asisten yang setia sepertimu!” ucap Vino sambil menghela nafasnya panjang.


Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan hingga sampai ke perusahaan pusat. Arya berada di belakang kemudi dan konsentrasi di jalanan yang mulai padat dengan pengendaranya.

__ADS_1


“Pak kita sudah sampai,” ucap Arya begitu sampai di depan perusahaan pusat. Mereka berdua akhirnya turun dan masuk ke perusahaan dengan perasaan yang tidak menentu.


Setelah mereka datang langsung menuju tempat rapat dimana sudah ada Akmal, Bayu dan Inge. Mereka sengaja mengadakan rapat secara tertutup karena pihak klien memberi waktu untuk menyelesaikannya secara intern.


“Pak Vino, sudahkan anda paham dengan agenda rapat hari ini?” tanya Akmal kepada Vino secara langsung.


“Iya pak Akmal, pasti membahas masalah pembangunan mall yang ada di kebayoran ya?” jawab Vino santai.


“Iya! Di dalam proyek pembangunan mall tersebut ada beberapa hal yang perlu diluruskan terkait dengan bahan dasar proyek dimana ada penemuan kalau konstruksi besinya ada beberapa yang dirubah. Untuk itu klien kita minta pertanggungjawaban. Pak Vino selaku Ceo pelaksana proyek tersebut adakah yang ingin disampaikan terkait pelaporan tersebut?” tanya Akmal langsung dan memperlihatkan rinciannya secara jelas.


“Baik pak, aku akan berusaha mengusut tuntas permasalahan tersebut. Kita akan menyelidikinya nanti karena terus terang saya tidak tahu kalau ada penyelewengan seperti itu,” ucap Vino santai karena memang sesungguhnya dia sudah tahu pangkal persoalannya.


“Ok…, kita kasih waktu seminggu untuk memperbaikinya. Kalau tidak ada perubahan data dalam perencanaan dan pelaksanaan dengan sangat terpaksa saya selaku atasan tidak bisa membantu anda karena pihak rekanan akan membawanya dengan jalur hukum,” ucap Akmal tegas.


“Bayu tolong kamu berikan data riilnya sama pak Vino dan asistennya, agar kedepannya tidak ada masalah lagi! Untung klien kita masih baik dan memberinya kelonggaran untuk menyelesaikan secara intern,” ucap Akmal menjelaskan apa yang diminta oleh kliennya.


Setelah diperoleh kesepakatan dan hasil rapat mereka berempat beranjak pergi meninggalkan ruang rapat. Namun baru keluar ruangan mereka berpapasan dengan mama Ratna. Mama Ratna terlihat sangat terkejut menatap pak Vino yang kebetulan lewat di depannya.


“Nak…, tunggu dulu! Ayo sekalian bergabung dengan nak Akmal untuk makan siang bersama. Ini tante membawa banyak makanan yang tidak habis dimakan oleh Akmal saja!” sapa mama Ratna yang menghentikan Vino.


“Siapakah dia? Kenapa mukanya hampir mirip dengan Akmal putraku?” batin mama Ratna bergejolak dan ingin mengenal Vino lebih jauh.


“Terimakasih tante, kita buru-buru karena ada sesuatu yang harus kita kerjakan!” jawab Vino sopan.


“Nak…, hargailah tante. Tante senang kok kalau bisa menjamu kalian sebagai tamu putra tante,” ucap mama Ratna memohon kepada Vino.


“Iya tante, lain waktu kita pasti usahakan bisa makn bersama tante,” ucap Vino sopan.


“Ma…, jangan memaksa orang lain ma? Kasihan pak Vino yang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!” ucap Akmal yang berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


“Baiklah! Tante tunggu nak! O…., iya siapa nama kamu?” tanya mama Ratna penasaran.


“Vino tante. Vino Sebastian!” ucap Vino sopan sambil mengulurkan tangannya ke arah mama Ratna dan mencium punggung tangan mama Ratna.


Mama Ratna seketika itu juga merasakan panas dingin tubuhnya karena setelah sekian tahun bertemu dengan putranya.


“Maafkan mama nak…, mama telah meninggalkanmu disaat usia kamu masih satu tahun,” gumam mama Ratna lirih dan terhuyung hampir jatuh namun Akmal yang berada di belakangnya segera menangkapnya.


“Mama kenapa?” tanya Akmal panik.


“Iya tante kenapa?” Vino juga panik melihat mama Ratna yang hampir jatuh tersungkur. Akmal dengan cekatan memapah mama Ratna menuju ruangannya kemudian menyandarkan tubuh mamanya di sofa.


Vino yang tidak tega dengan mama Ratna juga menghampirinya kemudian memastikan kalau mama Ratna tidak ada masalah baru dia hendak pergi.


“Tante tidak apa-apa kan? Maaf Vino tidak bisa menunggu lama karena Vino harus mengerjakan sesuatu!” ucap Vino yang sesungguhnya sangat berat meninggalkan mama Ratna.


“Baiklah nak! Hati-hati di jalan ya nak?” ucap mama Ratna yang terlihat begitu dekat dengan Vino. Akmal memperhatikan gerak-gerik mamanya dan menaruh curiga terhadap mamanya karena tidak biasanya mamanya bersikap baik terhadap orang yang baru dia kenal. Namun Akmal hanya bisa memendamnya karena takut menyinggung perasan mamanya.


“Akmal…, siapa dia kenapa dia ada di perusahaan kamu?” tanya mama Ratna penasaran.


“Dia itu Vino ma! Dia merupakan Ceo cabang perusahaan ini dan papanya memiliki saham sekitar 25% di perusahaan papa Anggoro,” jawab Akmal berusaha menjelaskan kepada mamanya.


“Astaga? Kenapa kesini? Adakah suatu masalah?” tanya mama Ratna penasaran.


“Ma…, maaf ini kode etik perusahan jadi Akmal tidak bisa menjelaskannya secara detail,” ucap Akmal yang berusaha mengalihkan pembicaraan mamanya.


“Ya sudah! Maafkan mama karena mama terlalu mencampuri urusan kalian. Ini makanannya tolong dimakan karena porsinya banyak ajaklah  Bayu sekalian!” ucap mama Ratna yang juga sangat menyayangi Bayu. Meskipun mama Ratna terkadang terlihat jahat tapi sama Bayu sangat menyayanginya seperti dirinya menyayangi Akmal.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2