Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Ulah Nathan


__ADS_3

Anak kecil yang muncul tiba-tiba dan memanggil papa besar kepada papa Roi membuat mereka  semua mengaalihkan pemandangannya terhadap anak kecil tersebut.


“Hai…, Nathan sama siapa?” tanya mama Dewi kegirangan dan langsung  membentangkan tangannya agar Nathan mau mendekatinya.


“Sama papa dan mama! Aku kangen kalian, lama kita tidak bertemu.  apalagi sama kakak Tiara.  Kakak Tiara selalu bilang hendak main ke rumah Nathan.  tapi Kak Tiara cuman janji doang,”  ucap Nathan terbata-bata dan masih cedal.


“Maaf,  Kak Tiara memang lagi sibuk.  Kak Tiara janji nanti kita akan ke rumah kamu.  Ayo kenalan dulu sama Kak Akmal,” ucap Tiara sambil memperkenalkan Akmal sebagai suaminya. Dan sekalian Akmal diperkenalkan kepada papanya Nathan yang merupakan saudara angkat Tiara. Papanya Nathan yaitu Sendi merupakan putra angat kedua orang tuanya.


“Tidak mau. Kak Akmal nakal karena membuat kak Tiara lupa sama aku,” ucap Nathan sambil mendekapkan kedua tangnya di depan dadanya. Ulah Nathan seperti itu sontak membuat semua orang tertawa terpingka-pingkal. Akmal pun sangat menyukai sikap Nathan tersebut.  Akmal berusaha membujuk Nathan  dengan mengajaknya bermain.  semua orang memperhatikan Akma dan Nathan.  kedua orang tersebut terlihat akrab satu sama lainnya.  Mama Dewi merasa sangat senang dengan sikap menantunya.


 Mama Dewi membisikkan sesuatu kepada Tiara. “ sayang,  pilihan kamu benar-benar merupakan suami dan calon ayah yang baik.  Kelak anak-anak kamu akan mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari ayahnya.  Lihatlah!  Akmal ternyata memang sangat menyukai anak kecil,”  ucap Mama Dewi kepada putrinya.


“ Iya Ma,  mudah-mudahan aku dan kak Akmal segera mendapatkan anak sehingga Mama akan segera menjadi nenek!” ucap Tiara berusaha mnghibur mamanya. Mamanya memang sangat ingin sekali memperoleh cucu. Tiara dan Akmal juga menginginkan untuk memberi cucu kepada kedua orang tuanya.


“Iya ma.., aku juga sangat senang karena Tiara mendapatkan suami yang baik seperti Akmal!” ucap Sendi menguatkan pernyataan mama Dewi. Sementara itu sendau gurau antara Akmal dan Nathan semakin seru. Bahkan Nathan minta Akmal menjadi kuda-kudaannya.


“Nathan…,  ayo ke sini nak!  kalau bermain tidak boleh seperti itu!” ucap papa Sendi memberi peringatan kepada Nathan.


“Tidak apa-apa Bang,  paling hanya sebentar!”  ucap Akmal yang kemudian langsung memeluk Nathan dan mengendongnya menuju ke arah mereka berkumpul. Akmal kemudian mendekati Sendi dan berbincang masalah seputar olahraga. Nathan yang sudah mengenal Akmal masih bergelayut manja di pelukan Akmal.

__ADS_1


Hari sudah menjelang siang, Nathan yang nyaman dengan Akmal tidak mau pulang mengikuti papanya.


“Sayang…, ayo pulang nak!” ucap Sendi berusaha merayu putranya, nmaun Nathan menolaknya.


“Tidak…, aku ikut om Akmal. Besok om Akmal sama tante Tiara mau terbang ke bulan,” ucapnya terbata-bata. Semua orang mengeryitkan apa yang dikatakan oleh Nathan kemudian mereka tergelak tertawa setelah mengetahui kalau maksudnya bulan madu.


“Sayang…, om Akmal sama tante Tiara tidak bisa digangu karena mereka sibuk biar segera punya adik kecil,” ucap Sendi pelan namun tidak bisa dimengerti pula oleh Nathan.


“Pokoknya tidak mau. Aku mau tidur sini!” ucap Nathan bersikeras dan tidak mau beranjak dari pangkuan Akmal. Akmal yang mnyukai Nathan meminta kepada Sendi untuk meninggalkan Nathan nanti setelah Nathan luluh akan mengantarkannya pulang ke rumah.


“Ok…, untung om Akmal baik! Kalau begitu papa pulang dulu! Ingat kamu janggan nakal!” ucap Sendi sambil pamitan kepada mama Dewi dan papa Roy.


Sementara itu Tiara tertidur di ranjang sehingga Akmal tidak mendapatkan tempat sama sekali. Akmal pun gelisah karena posisi tidur Tiara menundang seeranya untuk memulai pergulatan sebagai suami normal.


Akmal kemudian mendekati isstriny dan mulai bergerilya menelusuri bagian-bagian penting istrinya. Akmal pun tidak bisa membendung hasratanya untuk mencium bibir Tiara yang merah merekah. Tiara yang merasa suaminya mulai menggodanya dengan respon yang cepat memeluk suaminya dan mulai pemanasan. Namun baru mulai aksinya tiba-tiba Nathan mengigau memanggil-manggil nama Akmal. Nathaan berteriak minta ikut dengan Akmal. Akmal yang terkejut dengan suara Nathan langsung menghentikan aksinya. Akmal kemudian memperhatikan Nathan yang ternyata hanya mengigau. Ulah Nathan hari ini benar-benarr membuat semua urusan suami istri pasangan tersebut menjadi tertunda.


“Sayang…, yuk  kita pindah tempat saja?” bisik Akmal nakal menggoda istrinya.


“Ah…, tidak sayang. Aku kasihan sama Nathan kalau kitan tinggal,” bisik Tiara kembali kepada suaminya. Karena mereka berdua cukup berisik membuat Nathan terbaangun dari tidurnya.

__ADS_1


“Om…, tante…, kenapa berisik sekali!” ucap Nathan yang terbangun dan langsung memeluk tante Tiara.


“Iya sayang…, ini om Akmal nakal! Maunya minta peluk tante kayak teletabis si Lala dan Pooh,” ucap Tiara sambil melotot ke arah Akmal. Akmal pun tidak mau kalah dengan mereka Akmal pun langsung membaringkan tubuhanya di belakang Tiara. Tiara merasa geli dengan ulah suaminya yang tenyata memang hasratanya tidak bisa dibendung lagi. Senajatnya sudah mulai menegang siap untuk bertempur.


“Sebentar ya sayang…, bia Nathan teertidur terlebih dahulu!” bisik Tiara sambil terus memeluk Nathan.


“Hayo…, tante sama om mau meninggalkan Nathan ya?” teriak bocil tersebut hingga membuat Tiara tergelak menahan tawanya. Sementara itu Akmal terus memeluk tubuh istrinya sambil mengusap-usap tengkuk istrinya agar terpancing hasratnya. Dan benar saja Tiara tubuhnya semakin memanas. Tiara pun memberi kode kepada suaminya untuk sabar. Tiara kemudian melihat ke arah Nathan dan benar saja Nathan sudah tertidur pulas.


Tiara dengan pelan melepaskan pelukan Nathan belum sempat dirinya berbalik suaminya sudah kembali menyerangnya. Akmal dengan brutal mencium bibir Tiara dan kemudian menggendongnya.


“Sayang…, kita ke kamar sebelah saja!” bisik Akmal yang terus membawa istrinya keluar kamar menuju kamar sebelah yang memang ada pintu penghubungnya yang rencananya emang untuk kamar anak jika kelak Akmal dan Tiara puya putra. Orang tua Tiara memang sudah memperhitungkan kamar untuk calon cucunya.


Akmal kemudian meletakan tubuh istrinya di ranjang dan mulai melancarkan aksinya. Akmal benar-bena seperti kehausanuntuk melancarkan hasratnya. Tiara yang sudah terbisa melayaninya sebagai istri mengimbangi permainan Akmal.


Akmal sangt menyukai permainan Tiara yang sudah tidak lagi malu-malu seperti saat mereka pertama kali melakukan hubungan suami istri.


Tiara pun tidak sungkan jika haruss berada diposisi diatas Akmal. Akmal sangat menyukaianya kalau Tiara sudah berda diatasanya. Akmal pun tidak melepaskan begitu saja, dengan agresifnya Akmal juga berusaha membut istrinya puas.


“Sayang…, aku suka permainn kamu! Aku benar-benar serasa terbang menuju langit!” bisik Akmal kepada Tiara. Tiara pun tidak mau kalah dan memuji suaminya kalau suaminya benar-benar suami idaman di atas ranjang maupun tidak pokoknya bisa membuat dirinya senang. Setelah beberapa kali melakukan permainan merka berdua akhirnya terjatuh lemas hingga tertidur pulas.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2