Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Dasar Licik


__ADS_3

Hari ini hari kedua berada di kota Malang, Akmal masih penasaran dengan Tiara. Akmal menelusuri kota Malang sendirian tanpa ditemani Bayu. Namun tidak juga menemukan hasil tentang Tiara. Di perempatan kota lampu merah, Akmal menghentikan mobilnya di saat menangkap kendaraan yang sama yang  ditumpangi Tiara tempo hari dirinya melihat Tiara yang lewat berlainan arah dengannya.


“Astaga bukannya itu Tiara?” gumamnya lirih.


Lampu pun hijau Akmal langsung berjalan dan mencari haluan untuk putar arah dan berusaha mengejar mobil tadi namun karena jedanya agak lama maka mobil Tiara tidak bisa dikejarnya. Akmal langsung menelpon Bayu untuk bersiap diri untuk diajaknya keluar.


Tidak berapa lama kemudian Akmal menjemput Bayu ke hotel, kemudian meminta Bayu untuk pegang kemudi.


“Ayo kita kembali ke toko sepatu tempo hari!” ucap Akmal kepada Bayu.


“Pak…, Bukankah kemarin kita sudah memastikan tidak ada Tiara?” ucap Bayu dengan nada kesal.


“Kamu itu ya! Sudahlah yang terpenting kamu menuruti apa yang aku minta!” ucap Akmal kesal.


Bayu tidak bisa lagi menolak apa yang disampaikan oleh Akmal dengan kecepatan sedang Bayu mengarahkan mobilnya ke toko tersebut. Dan tidak berapa lama kemudian mereka sampai di Toko tersebut.


Akmal dan Bayu langsung turun ke toko dn hendak menemui pemilik toko tersebut namun tidak ada orangnya yang ada hanya pelayan saja.


“Mbak…, bisakah kita bertemu dengan pemilik toko ini?” tanya Bayu mewakili pak Akmal.


“Maaf ibu pemilik toko ini sedang keluar! Bukankah bapak yang membeli sepatu tempo hari? Adakah yang bisa saya bantu?” tanyanya bingung.


“Iya! Maaf sebelumnya mbak kenal dengan mbak yang ada di foto ini?” tanya Akmal langsung membuka galery foto yang berisi dengan Tiara.


“E…, Em…, maaf aku tidak kenal!” ucapnya bingung karena takut salah menjawab.


“Kami tidak jahat kok. Kami hanya meminta maaf saja karena kesalahan kami di masa lalu! Sekali lagi apakah mbak kenal dengan mbak ini?” tanya Akmal sekali lagi namun tidak membuat pelayan tersebut membuka mulutnya bahkan Akmal memberinya beberapa lembar uang untuknya tapi tetap tidak mau memberitahunya.


“Baiklah! Tolong telponkan pemilik toko ini, dagangannya akan aku beli semua sepatu yang ada di toko ini!” ucap Akmal kepada pelayan tersebut dengan kesal.


“Pak …, jangan gila kamu!” ucap Bayu yang tidak mengerti dengan kegilaan Akmal.


“Sudahlah…, kamu diam saja!” ucap Akmal yang membuat Bayu bingung karena sepatu yang begitu banyak tidak mungkin akan dipakai semua apalagi biasanya pak Akmal pakai produk import.

__ADS_1


Pelayan tersebut kemudian memencet ponselnya dan tak berapa lama kemudian terhubung dengan pemilik toko yang bernama Sari.


“Maaf pak, bapak bisa tunggu sebentar kira-kira 15 menit lagi bu Sari akan segera datang!” ucap pelayan tersebut.


Akmal nampak gelisah karena menunggu dengan waktu 15 menit baginya sangatlah membosankan.


“Maaf…, adakah yang bisa saya bantu?” tanya Sari kepada Akmal dan Bayu.


“Ini saya akan memborong semua produk sepatu anda yang sejenis dengan yang aku beli kemarin, tapi tolong tunjukan alamat gadis ini?” ucap Akmal menunjuk ke foto yang ada di galeri tersebut.


“Maaf kami tidak mengenalnya!” ucap Sari tegas.


“Aku yakin anda mengenalnya karena aku barusan lihat kalau yang mengemudikan mobil yang berada di tokomu tempo hari adalah Tiara! Jadi tolonglah bantu kami!” ucap Akmal sopan.


“Maaf pak…, kami benar-benar tidak mengenalnya!” ucap Sari berusaha menyakinkan Akmal.


Namun Akmal yang cerdas tiba-tiba langsung mengambil salah satu sepatu yang masih dalam kemasan kardus dan membacanya.


“Ok…, kalau kamu tidak mengenalnya tolong beritahu kami tentang owner produk ini! Kemarin di kaca mobilnya bagian belakang ada stiker ini!” ucap Akmal menimang-nimang produk tersebut.


“Baiklah kalau tidak mau memberitahu kami, Bayu coba cari informasi tentang pabrik ini!” perintah Akmal kepada Bayu. Bayu pun sesuai janjinya akhirnya membeli sepatu tersebut dan mengirimnya langsung ke mallnya yang ada di Malang.


“Maaf pak, anda tidak perlu membeli semuanya?” ucap Sari merasa tidak enak karena dia tidak memberi informasi apapun.


“Aku sudah janji ingin membeli produk ini! Jadi pantang bagi kami mengingkari janji!” ucap Akmal sopan.


“Kami yang tidak enak pak…, karena kami tidak bisa memberi informasi apapun!” ucap Sari bingung.


“Tidak apa, tolong nanti kau kirim ke alamat ini!” ucap Akmal langsung memberi alamat mall yang ada di Malang.


Setelah selesai transaksi Akmal mengajak Bayu pergi meninggalkan toko tersebut.


“Pak…, kenapa kamu memborong produk itu?” tanya Bayu bingung.

__ADS_1


“Kau itu tidak pernah baca situasi dan peluang ya? Dengan habisnya produk sepatu itu aku yakin pemilik toko akan menghubungi ownernya sehingga kita bisa memastikan kalau dia benar-benar Tiara,” ucap Akmal beralasan.


“Benar juga ya, dasar licik!” ucap Bayu mengomentari bosnya.


“Bukan licik ya tapi memanfaatkan peluang. Satu lagi aku minta kamu standby disini untuk memata-matainya!” ucap Akmal yang dinilai masuk akal oleh Bayu.


“Siap…! Perintah akan aku laksanakan!” ucap Bayu santai dan melajukan kendaraan keluar area parkir toko tersebut.


“He…, he…, mau kemana?” tanya Akmal tiba-tiba.


“Balik ke hotel lah mengantar kamu pulang,” seloroh Bayu yang kadang-kadang memang ber aku kamu dengan pak Akmal karena mereka dari kecil sudah berteman baik.


“Kita tidak usah balik ke hotel. Feeling aku owner produk sepatu ini akan segera kesini!” ucap Akmal kepada Bayu.


“Kamu tidak capek? Biar aku saja yang menunggu di sini!” ucap Bayu memberi kelonggaran kepada Akmal.


“Gak lah…, ayo cari posisi strategis yang bisa mengintai target kita!” ucap Akmal kepada Bayu. Bayu hanya menggelengkan kepalanya karena biasanya Akmal tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sepele apalagi menyita waktunya. Bayu pun memarkirkan kendaraannya di seberang jalan di bawah pohon agak jauh dari toko kak Sari.


Dan benar saja baru saja mereka memarkir kendaraannya tiba-tiba mobil yang ditumpangi oleh Tiara melaju menuju toko kak Sari.


“Hai…, bukankah itu mobilnya! Astaga ternyata benar-benar Tiara. Aduh belum lama tidak bertemu semakin cantik dan seksi saja!” ucap Akmal semakin mengagumi Tiara.


“Ingat bos! kendalikan hasrat nanti jangan sampai itunya tidak bisa dikendalikan!” ledek Bayu sambil melihat bagian sensitif milik Akmal.


“Buk…,” Akmal meninju bahu Bayu.


“Dasar pikirannya ngeres melulu! Aku masih waras ya? Kalau gak waras Tiara sudah aku buat hamil duluan!” kelakar Akmal menimpali kekonyolan Bayu.


“Bos…, Tiara keluar kembali dan hendak kembali pergi dengan mobilnya!” ucap Akmal yang melihat pergerakan Tiara.


“Ikuti mobilnya jangan sampai terlepas dari pandangan kita!” perintah Akmal kepada Bayu.


Bayu pun dengan cekatan menyalakan kembali mobilnya dan membuntuti Tiara hingga masuk ke dalam perkampungan tempat Tiara dan tante Indah tinggal. Tempat tinggal tante Indah memang agak jauh dari pabriknya karena memang tante Indah nyaman tinggal di desa.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2