Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Fighting Baju


__ADS_3

Setelah menempuh beberapa menit perjalanan mereka sampai di butik tempat Akmal memesan baju pernikahannya. Para pelayan butik sudah siap untuk mendampingi mereka sesuai dengan instruksi pemilik butik yaitu fighting baju untuk pernikahan.


“Mari Pak, silahkan ke belakang. Kita sudah menyediakan tempat khusus untuk bapak sekalian agar untuk fitting bajunya bisa lebih leluasa,” ucap pelayan butik tersebut.


Akmal menggandeng Tiara yang anggun diikuti oleh Bayu dan Inge. Mereka berempat nampak seperti pasangan muda-mudi yang sedang jatuh cinta.


Akmal nampak bahagia dengan Tiara sesekali Akmal nampak perhatian dengan pasangannya.


“Sayang, lain kali jangan pakai high heel seperti ini! Aku takut kamu kecapean, sementara kamu lepas dulu saja sepatunya!” ucap Akmal yang sangat memperhatikan calon istrinya.


Akmal meminta Tiara duduk dan kemudian mencopoti sepatu yang dipakai olah Tiara.


“Sayang, aku kalau gak pakai high heel gak pede. Badan aku kecil dan mungil sayang?” ucap Tiara yang masih memegang bahu Akmal karena takut jatuh akibat pergerakan Akmal yang mencopot sepatunya.


“Sudahlah. Aku suka karena kecantikan dan kemungilan kamu. Kamu terlihat imut yang membuat hati aku selalu bergetar sayang?” ucap Akmal yang membuat semua cewek di sekitarnya jadi runtuh menahan rasa untuk cowok yang mereka kagumi.


“Wah…, kalau semua cowok seperti pak Akmal rasa-rasanya semua cewek pasti di atas angin!” ucap salah satu pelayan yang ada di samping pak Akmal dan sudah siap membawakan baju milik Tiara.


“Sayang…, aku ke ruang ganti dulu! Kasihan mbaknya menunggu aku!” ucap Tiara yang berusaha bangkit dari duduknya. Tiara berjalan menuju ruang ganti didampingi oleh pelayan butik. Sementara itu Akmal menunggu di ruang tunggu ditemani oleh Bayu. Inge juga mengikuti Tiara untuk masuk ke ruang ganti.


“Bos…, kamu sangat mencintai Tiara ya? Aku tidak mengira kalau bos antipati dengan wanita bisa jatuh cinta dengan Tiara. Bener-bener Tiara bisa membawa bos banyak berubah!” ucap Bayu yang tiba-tiba bergeser duduk dengan Akmal.


“Ya, iyalah! Tiara itu cewek idaman semua pria. Dia itu berlian yang belum terasah. Aku bertemu dengannya pertama kali sudah jatuh cinta,” ucap Akmal tiba-tiba.


“Benarkah? Bukannya dulu Tiara gemuk dan jelek?” tanya Bayu yang membuat Akmal kesal dan melotot.

__ADS_1


“Iya betul. Itulah sebenarnya bentuk definisi Berlian yang belum terasah!” ucap Akmal sambil memukul bahu temannya karena menurutnya Bayu terlalu jauh keingintahuannya.


“Wah…, kalau seperti ini aku harus banyak belajar dengan pak bos dong. Aku mendekati satu cewek saja dari kemarin-kemarin belum ada hasil,” ucap Bayu yang masih bingung dengan statusnya bersama Inge. Menurutnya Inge masih tarik ulur dengannya.


“Kamu sih kelamaan, kalau memang suka ya sudah segera tembak dan lamar saja di hadapan orang tuanya! Dasar buaya buntung tidak modal,” ucap Akmal dan terus menceramahi Bayu.


“Iya sih bos. Habisnya belum ada modal aku!” ucapnya sambil cengar-cengir dan mengusik-usik kepalanya yang tidak gatal.


“Gombal banget kamu! Bukankah gaji kamu lebih dari cukup untuk menikah? Kamu kan bekerja di perusahaan aku sudah lama, masa iya tidak ada tabungan sama sekali?” tanya Akmal penasaran.


“Ada sich bos, tapi terlanjur habis untuk cicil rumah!” ucap Bayu polos dan berharap ada bantuan dari Akmal.


“Ok. Ntar aku naikan gaji kamu dengan catatan jika proyek yang kamu tangani berhasil dengan baik. Bahkan tak tanggung-tanggung nanti aku belikan rumah untuk kamu!” ucap Akmal berusaha memotivasi Bayu biar proyek yang ditangani berjalan baik dan maksimal.


“Bener nich bos! Aku akan laksanakan sesuai kemampuanku. Kalau perlu aku akan maksimalkan,” ucap Bayu tanpa basa-basi.


“Bos…, kalau tahu begini aku akan segerakan! Lihatlah bos, mereka berdua! Aku rasanya ingin segera menikah. Sekarang pun jadi!” ucap Bayu sambil pandangannya terus menatap ke depan yang ternyata memandang Tiara dan Inge yang sudah selesai memakai gaun. mereka berdua berjalan begitu anggun,


“Bener-benar, bidadariku! Aku sangat mencintainya!” bisik Akmal dan terus berjalan menghampiri Tiara! Akmal meraih tangan Tiara dan menariknya dalam pelukannya. Akmal tanpa sadar mencium kening Tiara.


“Bos ingat! Ini tempat umum, jangan main-main. Entar terekspos ke luar !” ucap Bayu berusaha mengingatkan Akmal.


“Iya aku paham! Kamu tenang saja! Pernikahan kita tinggal beberapa hari saja kok! Aku jamin tidak akan ada berita yang merugikan kita,” jawab Akmal santai dan terus mencium kening Tiara dan mengajaknya berjalan kembali selayaknya peragawati dan peragawan.


Semua pelayan dibuat terpesona dengan mereka berdua.

__ADS_1


“Wah…, dunia muda kita seolah habis tidak ada artinya dibandingkan dengan mereka berdua,” ucap salah satu pelayan butik.


“Betul kita seolah berada di negeri dongeng. Dan merekalah permaisuri dan rajanya!” ucap salah satu pelayan lainnya.


“Mbak…, untuk baju yang ini sudah ok! Aku cocok kok. Lihatlah calon istriku seperti bidadari!” ucap Akmal memuji Tiara.


“Siap pak! Kalau begitu kita lanjut ke baju berikutnya. Mari nona, kita ke ruang ganti lagi!” ucap pelayan tersebut kepada Tiara. Tiara langsung mengikuti mereka kembali ke ruang ganti namun tiba-tiba dirinya menabrak seseorang yang tak lain dan tak bukan Naira.


“Bruk!” Tiara dan Naira tabrukan. Tiara limbung hendak jatuh ke lantai. Akmal yang tanggap berlari menghampiri Tiara dan memeluknya.


“Oh…, ternyata kamu ya si buruk rupa yang mengejar cinta berusaha menjadi cinderella dengan menggaet kak Akmal,” ucap Naira sinis kepada Tiara.


“Naira…, kenapa kamu begitu jahat?” ucap Tiara


“Cukup Naira? Kenapa kamu begitu jahat dan tidak terkendali? Kemana sifatmu yang tulus seperti dulu. Naira kecil yang lucu dan tulus dalam setiap pertemanan dan persahabatan?” ucap Akmal mengingatkan Naira.


“Aku…, aku tidak suka dengannya kak. Karena dia, Vino hampir meninggalkan aku?” ucap Naira tertunduk lesu.


“Naira? Kamu itu keterlaluan, kenapa yang kamu salahkan Tiara yang tidak tahu apa-apa? Bukankah itu mutlak kesalahan Vino. Makanya jagalah calon suamimu itu dan janganlah menyalahkan orang lain karena perilaku Vino. Ayo sayang kita pergi dulu Fighting bajunya lanjut besok saja. Benar-benar tidak menyenangkan,” ucap Akmal langsung menggendong Tiara dan menuju mobil dan meminta pelayan butik membawa ganti Tiara yang ada di ruang ganti untuk dibawa ke dalam mobil.


Pelayan yang tahu betul dengan sikap Akmal langsung bergegas pergi takut kalau Akmal marah-marah.


“Ini tuan muda, baju ganti nona Tiara!” ucap salah satu pelayan butik yang membawakan ganti Tiara yang sudah di taruh dalam tas.


“Terimakasih mbak, kita pulang dulu. Kegiatan hari ini kita lanjutkan besok saja!” ucap Akmal kepada pelayan yang terlihat sudah mulai ramah kembali.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2