Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Bermalam di rumah Mertua


__ADS_3

Sekembalinya papa dan mama Tiara membuat Tiara sangat senang bahkan suasana hatinya terasa gembira. Setelah semua orang pulang ke rumah masing-masing termasuk Bayu dan Inge. Hari ini Akmal memutuskan untuk bermalam di rumah Mertua, dia tidak ingin istrinya kepikiran terus denagan orang tuanya. Akmal dan Tiara berada diruang keluarga, papa dan mamanya pun juga mengikuti ngobrol dengan mereka.


“Nak Akmal, papa dan mama terimaksih karena kamu papa dan mama pulang dalam keadaan selamat!” ucap papa Roy mengawali pembicaraan.


“Sama-sama pa, kebetulan saja kita bisa menyelamatkan papa dan mama. Ini semua juga tidak lepas dari Tiara. Entah mengapa Tiara kemarin dengan tiba-tiba minta untuk pulang ke papa dan mama,” ucap Akmal menjawab pernyataaan mertuanya.


“Benarkah sayang?” tanya mama Dewi yang gabung nimbrung dengan mereka.


“Gak juga ma, waktu itu entah kenapa aku teringat papa dan mama. Aku ingin sekali segera bertemu papa dan mama! Begitu ma ceritanya!” ucap Tiara memberi penjelasan kepada papa dan mamanya.


“Nak Akmal, hasil penyelidikan polisi bagaimana?” tanya papa Roy kepada menantunya.


“Masih nihil pa! Ada kemungkinan didasari motif balas dendam pa! Entahlah pa, kita tunggu hasil penyelidikannya!” ucap Akmal yang masih duduk di kursi dengan Tiara yang merebahkan kepalanya di pangkuan suaminya. Begitulah Tiara nampak nyaman di pangkuan suaminya.


“Motif balas dendam? Memangnya kamu ada musuh?” tanya papa Roy dengah setengah menyelidik dan mengeryitkan dahinya memandang menantunya dengan penuh curiga hingga mama Dewi pun merasa rikuh dengan ulah suaminya. Mama Dewi secara reflek langsung menyikut suainya dan mendelik ke arah suaminya agar tidak meneruskan pembicaraannya.


Akmal menangkap ada rasa kekuatiran dari mertuanya. Akmal menghela nafasnya, kemudian dengan berat hati menceritakan kegelisahannya tentang Intan mantan pacarnya dan Vino saudara tirinya. Selain itu juga beberapa rekan kerjanya yang mengingikan perusahaannya gulung tikar.

__ADS_1


“Sudahlah nak Akmal, kita yang positif thinking saja. Dan jangan lupa tetap waspada! Papa dan mama kemarin juga tidak menyangka kalau menemui permasalahan seperti ini dan hampir membuat papa dan mama celaka!” ucap papa Roy.


Hari pun semakin malam, percakapan mereka semakin bertambah seru. Dan tidak lama kemudian mama yang sudah capek mengajak papa Roy untuk masuk ke dalam kamar. Papa Roy dengan mesra menggandeng mama Dewi menuju kamar.


Sementara itu Tiara sudah tertidur di pangkuan suaminya. Akmal dengan tubuhnya yang kekar langsung menggendong istrinya untuk masuk ke kamar. Akmal pelan-pelan menurunkan istrinya di ranjang agar tidak terbangun.


Tiara yang tertidur pulas tiba-tiba mengigau dengan suaranya yang agak parau.


“Kak Akmal, jngan tinggalkan Tiara!” ucap Tiara yang tiba-tiba menarik tangan Akmal yang hendak melangkah mau ke kamar mandi. Akmal yang tidak siap langsung terjatuh menimpa tubuh Tiara yang sedang terbaring terlentang. Akmal menindih Tiara hingga menyentuh bagian tubuh Tiara yang menonjol. Akmal yang baru beberapa hari jadi pengantin langsung naik darahnya memanas hendak bercumbu dengan Tiara. Dengan nafasnya yang memburu Akmal merayap semakin lebih jauh. Akmal dengan membara mengecup bibir Tiara dan tengkuk Tiara. Tiara dengan setengah sadar, menggeliat manja hingga timbul gesekan diantar keduanya.


“Kak…, teruskan! Aku sudah tidak kuat lagi kak!” ucap Tiara yang tangnnya tanpa sadar memeluk leher suaminya. Akmal dengan sekuat tenaga menguasai permainan malam itu. Mereka berkali-kali bermain kuda-kudaan. Akmal nampak puas dengan pelayanan Tiara istrinya. Akmal dengan perasaan kasih sayangnya mengecup bibir istrinya dan kemudian memeluknya sepanjang malam hingga pagi hari.


“Sayang, ayo segera mandi besar!” bisik Akmal ditelinga istrinya. Tiara tidak bangun tapi malah mengeliatkan tubuhnya hingga selimut yang menutupi tubuhnya tersingkap. Akmal hanya menelan salivanya. Adik kecilnya karena udaranya juga sangat dingin maka secara otomatis bangun hendak mencari mangsanya. Namun Akmal berusaha menahannnya karena hari tidak memungkinakan untuk menambah permainan lagi. Akmal dengan cekatan langsung menggendong tubuh Tiara menuju kamar mandi.


“Sayang, ini geli sekali! Belalaimu terasa mengusik ku!” ucap Tiara seetengah mengantuk hingga akhirnya Akmal tergoda. Akmal dengan tidak sabaran menurunkan istrinya di dalam buth up. Akmal menyeringai penuh kelicikan. Akmal dengan pelan dan pasti bekerja kembali memandu adik kecilnya menuju lorong kenikmatan. Tiara mendesah dengan suara yang berat sehingga Akmal melakukannya sekali lagi.


“Sayang, aku capek! Sudah ya?’ ucap Tiara memohon kepada suaminya dengan meminta belas kasihan dari suaminya. Akmal pun menyeriangai puas, kemudian dengan cekatan meamndikan istrinya dan membalutnya dengan handuk untuk di gendong menuju ke kamar. Tiara di dudukannya di depan mea rias. Akmal dengan telaten mengeringkan rambut Tiara dan sesekali mencium anak rambut Tiara yang tergerai. Aroma wewangian sampo milik Tiara benar-benar menggoda naluri kelelakiannya.

__ADS_1


Akmal mendesah kasar, karena bgaimanapun dirinya harus bisa menahan hasratnya karena dia harus menjalankan kewajibannya dulu terhadap sang pencipta.


“Sayang, kamu ambil air wudhu ya? Kita sholat bersama,” perintah Akmal begitu selesai mengeringkan rambut Tiara. Tiarapun dengan manjanya berkata pada suaminya.


“Kak, gimana mau ambil air wudhu kalau tubuhku belum memakai baju!” ucap Tiara sengaja ingin menyulut perhatian suaminya. Akmal pun tersenyum simpul dengan ulah istrinya yang mulai maja kepadanya.


Akmal dengan bercanda memencet hidung istrinya dan berkata dengan santai bahwa Tiara mulai nakal dan bandel. Akmal dengan cekatan mengambil baju yang tergantung di lemarinya Tiara yang tertata rapi.


“Sayang, ternyata kamu itu rapi juga ya? Wah benar-benar bisa diandalkan istri papa!” ucap Akmal tiba-tiba dirinya menyebut dirinya papa.


“Iya dong! Kita kan istri terbaik untuk papa. Dan aku janji selamanya akan memperhatikan papa!” ucap Tiara tiba-tiba tanpa basa-basi langsung memeluk pinggang suaminya dan berbisik kepada suaminya.


“Sayang, kamu jangan main-main lagi! Ayo sholat dulu sayang,” ucap Akmal dan pelan-pelan melepaskan pelukan istrinya. Tiara pun dengan sadar berdiri dan mengikuti suaminya menuju ke kamar mandi. Mereka pun berwudhu dan melanjutkan sholat bersama.


Mereka sengaja sholat di dalam kamar dan tidak keluar kamar lagi. Setelah melaksanakan kegiatan religinya mereka berdua duduk di balkon samping kamar. Akmal melihat pemandangan yang sanagat menaksjubakan diikuti oleh kicauan burung yang sedang terbang dari ranting pohon satu ke pohon lainnya.


Sepasang burung kutilang yang indah berada di atas pohon seolah mewakili perasaan mereka sebagai pengantin muda.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2