Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Aksi Nekad Vino


__ADS_3

Tiara setelah menerima telpon dari Vino langsung menyelesaikan semua tugasnya dan waktu menunjukan istirahat. Tiara dengan pelan dan pasti langsung keluar ruangan untuk menemui Vino yang menunggunya di depan kantornya.


“Tiara mau kemana kamu?” tanya Akmal tiba-tiba yang baru datang dan hendak masuk ke ruangannya.


“Mau keluar pak! Makan siang!” ucap Tiara santai sengaja tidak memberitahu kalau dirinya dijemput oleh Vino di depan perusahaan. Vino sengaja tidak ingin masuk perusahaan karena takut ketahuan oleh Naira.


“Hari ini ada meeting dadakan dengan klien jadi proposal harus selesai! Ayo kita kerjakan! Untuk makan siang sudah dipesankan kantor!” ucap Akmal sengaja agar Tiara tidak jadi keluar makan siang.


“Jangan harap kamu bisa makan siang dengan Vino…., Tiara. Aku tahu kamu sengaja keluar makan siang hanya karena si cecunguk Vino,” gumam Akmal lirih.


“Baik pak!” ucap Tiara yang sengaja tidak ingin cari masalah dengan Vino. Tiara kemudian mengirim pesan untuk makan siangnya ditunda saja karena Tiara sibuk harus menyelesaikan proposal untuk meeting.


Vino yang berada di depan perusahaan kemudian menghela nafasnya. Vino tahu kalau sekarang ingin mendekati Tiara, dia harus menghancurkan benteng utama yang berada di dekat Tiara yaitu Akmal. Vino merasa Akmal sengaja ingin menjauhkan Tiara dengan dirinya.


Vino memutuskan untuk masuk ke perusahaan dengan memarkirkan kendaraannya di parkiran perusahaan. Beberapa orang mengenal Vino sebagai Ceo perusahan cabang jadi mereka sangat menghormati Vino.


Sesampainya di depan resepsionis Vino menyampaikan ingin bertemu dengan Akmal dan Tiara karena ada beberapa laporan perusahaan cabang yang perlu didiskusikan dengan Akmal.


Resepsionis menghubungi Bayu asisten pribadi Akmal yang ditunjuk oleh papanya Akmal. Bayu yang mengetahui aksi nekat Vino menyampaikan kepada Akmal melalui pesan khusus. Akmal memicingkan matanya dan menyampaikan kepada Bayu agar mengatakan kalau Tiara dan dirinya sedang rapat dengan klien di ruang meeting sehingga tidak bisa ditemui.


“Pak Vino, maaf ada perlu apa?” tanya Bayu pura-pura tidak mengerti maksud kedatangan Vino.


“Maaf bisakah aku membahas laporan perusahaan cabang yang  aku pimpin dengan pak Akmal?” ucap Vino bermaksud mengelabui Bayu.


“Maaf laporan bisa dikirim nanti dengan fia email saja dan nanati pak Akmal akan mengirim hasil evaluasinya! Pak Akmal sedang rapat dengan klien,” ucap Bayu sengaja mengelabui Vino atas izin Akmal.


“Tapi pak ini darurat sekali!” ucap Vino yang sangat terkesan mengada-ngada hingga membuat Bayu kesal.

__ADS_1


“Percayalah! Semuanya nanti akan kita cari solusinya. Kalau anda ingin memaksa menunggu silahkan!” ucap Bayu tanpa mempersilahkan Vino duduk. Vino nampak berpikir keras kemudian Vino yang tidak mau menunggu terlalu lama langsung pamitan keluar ruangan. Disaat dirinya keluar ruangannya Bayu tiba-tiba dirinya berpapasan dengan Nadira.


Nadira dengan jalannya yang meliuk-liuk langsung menghampiri Vino dan memeluknya.


“Kak Vino sayang, wah kok gak bilang ya kalau mau jemput Naira?” tanyanya gemas seolah merindukan Vino.


“Eh…, iya! Aku akan mengajakmu makan siang kok. Ayo kita berangkat!” ucap Vino yang kepergok oleh Naira.


“Baik kak! Sebentar ya?” Naira kembali ke ruangannya untuk mengambil tasnya.


“Ih…, kalau gak kepergok langsung aku gak bakalan mengajakmu pergi makan siang! Aku sekarang miliknya anyank Tiara ya?” gumam Vino lirih.


“Kak ayo kita berangkat. Aku yang pilih restorannya ya?” ucap Naira penuh percaya diri.


“Wah kalau begini yang aku dapat bukan bidadari dong, tapi bidara! Benar-benar menjengkelkan!” batin Vino penuh gejolak hingga akhirnya dirinya tersadar karena tiba-tiba Naira menarik tangannya.


Akmal yang tahu kalau Vino pergi dengan Naira meminta Bayu untuk membuntutinya hingga memfotonya. Akmal yakin suatu saat yang dia kerjakan akan membuahkan hasil dan Tiara tidak lagi memuja Vino.


Bayu pun menuruti saja apa yang dimau oleh bosnya namun Bayu cukup memerintah beberapa anak buahnya yang handal Jadi saat mereka berdua makan tanpa disadarinya orang yang dikirim Bayu memfoto mereka berdua dengan beberapa gaya kemudian menyerahkannya kepada Bayu untuk diserahkan untuk ke Akmal.


Akmal yang tahu kalau Vino sudah pergi langsung mengajak Tiara pulang. Akmal mengantar Tiara pulang ke rumahnya. Tiara sempat curiga dengan ulah Akmal namu dirinya tidak berdaya karenanya.


“Benar-benar si bos sengaja agar aku tidak bisa bertemu dengan Vino,” gumam Tiara lirih agar tidak terdengar oleh Akmal.


“Sudahlah kau nikmati saja kesendirianmu. Orang yang kau nanti-nanti belum tentu tulus,” ucap Akmal sengaja menyindir Vino.


“Pak anda belum merasakan jatuh cinta sich? Jadi bapak tidak tahu bagaimana kalau jauh dari orang yang kita sukai.

__ADS_1


“Sudahlah! Ayo kita pulang!” ucap Akmal langsung menarik tangan Tiara hingga Tiara berjalan agak terseok-seok karena Akmal terkesan buru-buru.


Sesampainya di parkiran Akmal membukakan pintu mobil untuk Tiara, kemudian dirinya baru naik di belakang kemudi.


“Bosan ah. Begini melulu. habis kerja langsung pulang!” celetuk Tiara tiba-tiba. Akmal pun menoleh ke arah Tiara begitu mendengar ucapan Tiara.


“Ok! Aku akan bawa kau ke suatu tempat yang indah! Pemandangannya sore hari membuat suasana kita adem!” ucap Akmal dan tanpa mendapat persetujuan Tiara langsung pergi ke suatu tempat.


“Pak bukankah ini arah ke puncak?” tanya Tiara bingung karena pastinya dirinya pulangnya ke rumah agak malam.


“Iya memangnya kenapa?”


“Aku belum bilang ke papa dan mama aku, aku takut nanti pulangnya kemalaman,” ucap Tiara mulai gelisah.


“Sudahlah! Itu urusan aku! Aku sudah menghubungi om Roy,” Akmal yang cuek terus fokus mengendarai mobilnya karena jalanan yang ramai.Sementara itu Tiara memandangi Akmal karena dirinya tidak percaya kalau papanya bisa mengizinkan Akmal membawa dirinya pergi.


“Kenapa? Kamu tidak percaya dengan ku?” tanya Akmal karena merasa Tiara memperhatikannya.


“Sial…, peka juga perasaannya,” gumam Tiara lirih.


“Sudahlah nikmati saja! Tuh kita sudah sampai!” Akmal langsung memarkir kendaraannya di restoran yang berada di puncak. Akmal menggandeng Tiara dengan mesra kemudian meminta resepsionis untuk menunjukan ruangan khusus agar dirinya bersama Tiara bisa melihat view khusus di sekitar bukit.


Begitu sampai di ruangan tersebut Tiara dan Akmal di depannya nampak pemandangan yang unik dengan berbagai lampu yang warna-warni menghiasi lembah bukit.


“Wah ini indah sekali pak! Lihatlah disana juga banyak bintang kejora yang sangat indah seakan memancarkan sinar keberuntungan. Hai…, rasa-rasanya aku betah disini! Andai aku disuruh minta aku ingin menikmati hari-hariku disini bersama kekasih aku,” ucap Tiara lirih hingga membuat Akmal tersekat di kerongkongannya. Akmal tidak habis pikir kalau Tiara tidak mengharapkannya karena Tiara masih berharap dengan Vino.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2