
Akmal sampai di depan rumah Tiara, sementara Tiara sudah selesai bersiap-siap dibantu mamanya dengan make up yang natural.
“Malam tante, maaf putrinya aku culik sebentar ya?” ucap Akmal begitu pintunya dibukakan oleh mamanya Tiara.
“Malam nak Akmal, nak Akmal suka bercanda ya? Ayo duduk dulu, Tiara masih di dalam kamarnya nak!” ucap mama Dewi sambil mempersilahkan Akmal duduk. Dan tidak berapa lama kemudian Tiara datang dengan anggun memakai dres yang dia kirim dengan sepatu high hill hingga membuat Akmal bengong memandangnya.
“Wow…, Cantik sekali benar-benar makhluk ciptaanmu sangatlah indah ya Allah,” gumam Akmal lirih.
“Nak Akmal, ayo minumnya di minum dulu,” ucap mama Dewi mengagetkan Ketika pipi mengantarkan minuman untuk Akmal.
“Terima kasih Tante,” ucap Akmal sambil meminum minuman dingin yang disediakan boleh bibi. Setelah semuanya dirasa cukup, Akmal minta izin kepada Mama Dewi untuk membawa Tiara ke rumahnya acara makan malam.
“Tante, kami pergi dulu. Nanti Tiara akan aku antar kembali,” ucap Akmal sambil mencium punggung tngan milik Tante Dewi.
“ Iya nak, hati-hati di jalan Dan tolong pulangnya jangan terlalu larut malam,” Ucap Tante Dewi memberi pesan kepada Akmal.
“Baik tante, terimaksaih!” ucap Akmal dan langsung menggandenga tangan Tiara dengan sangat romantis. Akmal nampak hati-hati takut tiara tergelincir. Akmal membukakan pintu mobilnya kemudian menyuruh biara masuk dalam mobil, baru dirinya menyusul masuk ke dalam mobil di belakang kemudi.
“Sayang…, kamu cantik sekali!” ucap Akmal sambil terus memandangi Tiara hingga Tiara dibuat salah tingkah.
“Iya kak…, ayo segera jalan! Nanti keburu kemalaman,” ucap Tiara yang bingung karena Akmal masih memandanginya dan tidak segera menjalankan mobilnya.
“Iya tapi boleh dong cium pipi kakak,” ucap Akmal sambil menunjuk pipi kirinya.
“Ngaco, ayo kak segera jalan!” ucap Tiara sambil bersungut-sungut. Akmal tertawa melihat Tiara yang manyun. Akmal segera menyalakan mobilnya dan pulang menuju ke rumah Akmal.
Di Sepanjang jalan mereka hanya diam dengan pikirannya masing-masing. Akmal menyalakan musik dalam mobilnya. Lagu cinta mengiringi mereka berdua. Akmal sesekali melirik Tiara yang menikmati lagu-lagu cintanya.
__ADS_1
“Sayang, kita sudah sampai,” ucap Akmal tak kala sampai di depan rumahnya. Akmal turun dan memutar membukakan pintu mobil untuk Tiara. Akmal menggandengnya menuju rumah yang ternyata di dalam rumah sudah ada papa dan mamanya. Akmal mencium punggung tangan Papanya berlanjut ke mamanya diikuti Tiara.
“O…, ini to calon menantu aku! Kampungan!” ucap mamanya Akmal lirih dan hanya di dengar oleh Tiara. Tiara menghela nafasnya dalam-dalam. Seumur-umur dirinya baru tahu kalau ada wanita dari golongan elite yang mulutnya tidak di sekolahan. Hinaan calon mertuanya seperti itu benar-benar membuatnya sakit hati. Tiara yakin kalau mamanya akmal pasti merencanakan sesuatu.
Setelah sekedar saling menyapa mereka berlanjut makan malam yang mengusung konsep outdoor di dekat kolam renang dengan lampu hias yang remang-remang.
Tiara nampak tidak nyaman karena mamanya Akmal nampak begitu tidak suka terhadap dirinya.
“Sayang, aku merasa mama kamu tidak menyukai aku!” bisik Tiara pada Akmal. Akmal yang mengetahui sikap mamanya hanya bisa menghela nafasnya dan menguatkan Tiara untuk santai.
“Sudahlah sayang, kamu yang santai. Suka tidak sukanya mama terhadap kamu tidak berpengaruh terhadap aku sayang!” bisik Akmal lirih.
“Akmal, sejak kapan kamu seperti ini? Tidak sopan sekali berbisik-bisik saat makan dengan orang tua!” bentak mama Ratna tiba-tiba.
“Maaf ma…, Aku tidak enak badan. Aku hanya minta pada Tiara untuk buatkan aku teh hangat di dapur,” ucap Akmal berbohong. Seolah Tiara tahu kode dari Akmal langsung berdiri dan pergi ke dapur.
Tiara berjalan menuju ke dapur yang ternyata sudah ada si mbok di situ. Si mbok yang tahu betul watak dari tuan mudanya langsung menyuruh Tiara duduk. Si mbok yakin kalau sebenarnya Akmal sengaja menjauhkan Tiara dari mamanya.
Namun belum lama Tiara duduk tiba-tiba mama Ratna menghampiri mereka.
“Astaga…, ternyata hanya akal-akalan kalian saja ya? Dasar gadis kampung!” ucap mama Tiara menyakitkan.
“Non Tiara memang saya suruh duduk nyonya, jadi marahi saya saja nyonya,” ucap si mbok ketakutan.
“Mbok…, diam kamu. Aku tidak ada urusan dengan kamu! Aku hanya bilang kalau selamanya aku tidak ingin menjadikan dia sebagai menantuku. Kampungan dan sok cantik. Pasti kamu kecentilan ya menggoda putraku karena putraku seorang CEO muda yang banyak harta!” ucap mama Ratna yang semakin menyakitkan hatinya.
Tiara akhirnya tidak bisa membendung tangisnya, satu persatu air mata jatuh ke pipinya. Tiara pun berlari menuju pintu dan meninggalkan rumah itu lewat pintu samping sehingga Akmal tidak mengetahuinya. Tiara terus berlari dan berlari meninggalkan rumah tersebut dan menghentikan taxi yang lewat depan rumah Akmal.
__ADS_1
“Pa…, kenapa kok merekalama banget!” ucap Akmal tiba-tiba di tengah keheningan mereka berdua.
“Coba kamu lihat, pastikan tidak terjadi apa-apa! Kau kan tau mamamu itu pedas sekali klau berkat-kata, kasihan Tiara,” ucap papa Anggoro kepada putranya.
“Baik pa!” Akmal langsung menuju dapur tempat Tiara dana mamanya berada. Namun akmal langsung terkejut begitu melihat Tiara tidak ada di tempat.
“Ma…, Tiara mana? Jangan sampai mama apa-apain ya?” tanya Akmal panik.
“Maaf tuan muda, non Tiara barusan berlari keluar lewat pintu samping,” ucap si mbok bingung.
“Mbok kenapa tidak kamu cegah? Ini sudah malam lo mbok?” ucap Akmal geram.
“Anu pak…, si mbok tidak…!” ucap si mbok bingung.
“Gadis kampung seperti itu saja kamu banggakan! Cantikan Antika yang mama kenalkan dulu,” ucap mama Ratna menunjukan tidak sukanya terhadap Tiara.
“Mama…! Apa peduli mama, bukankah dulu mama tidak peduli dengan hidup aku. Jadi Akmal harap mama tidak menyakiti Tiara lagi,” teriak Akmal agak geram dan berlari menuju garasi mobilnya dan mengejar Tiara.
Sedangkan papa Anggoro yang tahu keributan kecil didapur langsung menghampirinya.
“Ada apa ini?: tanya papa Anggoro kepada mama Ratna.
“Itu calon menantu kamu yang kamu bangga-bagakan kabur!” ucap ,mama Ratna dengan judes.
“Ma kamu benar-benar keterlaluan! Mama harusnya bersyukur dapat calon mantu sperti Tiara. Berkat Tiara apa yang kita khawatirkan tentang putra kita salah besar. Harusnya kamu berterima kasih,” ucap papa Anggoro kepada istrinya.
“Kalau aku tidak setuju ya tidak setuju! Titik ya titik,” ucap mama Ratna tegas.
__ADS_1
“Mama! keterlaluan. Apa kamu tidak menyesal kalau putra kita pergi tanpa lagi balik ke rumah! Benar-benar dari dulu kamu tidak berubah. Kamu selalu mikir keinginan kedua orang tuanya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?