
Akmal semalaman terjaga menjaga Tiara. Akmal duduk disamping Tiara dengan bersandar di kursi, dan sesekali memeriksa Tiara hingga panas Tiara turun. Tiara dapat tertidur dengan nyenyak mendekati dini hari. Akmal yang berada di sampingnya juga ikut tertidur karena rasa kantuknya yang tidak bisa dibendung.
Papa Roy dan mama Dewi melihat ke kamar Tiara, mereka berdua memperhatikan sepasang kekasih tersebut.
“Ma lihatlah mereka berdua saling membutuhkan dan menguatkan satu sama lainnya mudah-mudahan mereka berdua berjodoh,” ucap papa Roy terhadap istrinya.
“Iya ma, aku setuju saja mereka menikah soal mamanya Akmal, mama yakin Akmal dan papanya bisa menyelesaikannya,” ucap bisik mama Dewi dan pelan-pelan mereka berdua meninggalkan Akmal dan Tiara dan menutup pintu kamar Tiara.
Hari pun begitu cepat berlalu malam pun berubah menjadi pagi hari. Adzan subuh berkumandang hingga membangunkan Tiara. Tiara yang terbaangun dahulu nampak terkejut melihat Akmal tertidur di kursi menjaganya.
“Kak Akmal!Ngapain Kakak di sini?” tanya Tiara mengejutkan Akmal yang sedang tertidur.
“Menjaga kamu, sayang,” ucap Akmal kepada Tiara.
“Pergi…, aku gak mau. Kakak harus pergi! Aku gak mau kena marah tante!” ucap Tiara kembali histeris hingga membnagunkan papa dan mamanya menghampirinya.
“Sayang, kamu jangan begitu. Nak Akmal semalaman menjaga kamu!” ucap mamanya yang berusaha menenangkan Tiara.
Semantara itu papa Roy mengajak Akmal keluar dari kamar Tiara. Sedangkan mama Dewi berusaha menenangkan dan memberi pengertian terhadap putrinya.
“Sayang, berkat nak Akmal kamu selamat! Kamu semalam digoda pria hidung belang sayang? Untung sopir taxi yang baik hati menghubungi Akmal melalui ponsel kamu yang kebetulan tertinggal di jok mobilnya. Sopir taxi tidak tega kalau kamu kenapa-napa sayang? Bahkan nak Akmal semalam kena muntahan kamu, meskipun dia terlihat jijik tapi tidak memarahimu ataupun melempar kamu begitu saja!” ucap mama Dewi berusaha membantu menyakinkan Tiara kalau akmal orang yang tepat untuk dirinya.
“Tapi ma…, hik…, hik….!” Tiara kembali menangis.
“Akmal sudah cerita pada papa dan mama, jadi mama sudah tahu. Mama yakin Akmal akan mencari solusinya,” ucap mama Dewi pada putrinya.
__ADS_1
“Aku bingung ma…, perkataan mamanya Akmal menyakitkan!” ucap Tiara sambil menangis menyandarkan tubuhnya ke mamanya.
“Sudahlah sana kamu bersihkan tubuhmu dulu. Jangan kau pikirkan yang lainnya! Dan kita tunggu di mushola,” ucap mama Dewi sambil mengusap kepala putrinya. Tiara menghapus air matanya kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah semuanya selesai mereka beribadah bersama-sama. Setelah selesai Akmal yang begitu menyayangi Tiara meminta langsung kepada Papa dan mamanya tiara untuk melamarnya. Bahkan Akmal secara pribadi juga mewakili permintaan maaf mamanya kepada Tiara dan keluarganya.
“Tiara aku bener-bener tidak tahu masalah kemarin, aku mohon kamu jangan masukan omongan mama ke hati kamu, percayalah mungkin mama waktu itu khilaf dan di luar kendalinya. Tapi apapun itu rasa cinta dan sayangku kepadamu tidak akan luntur,” ucap Akmal tulus.
“Hik…, hik…, aku takut!” ucap Tiara lemah sambil masih menahan rasa sakitnya. Akmal yang tidak tahan langsung memeluk Tiara dan mengusap rambutnya kemudian mencium keningnya.
“Maaf kan aku sayang?” ucapnya sambil mengecup kening Tiara sekali lagi. Papa dan mamanya Tiara melihat mereka seperti itu memberinya kesempatan sesaat agar mereka menyelesaikan masalahnya.
“Ayo sayang kita siapkan sarapan pagi dulu,” ucap mama Dewi yang pengertian memberi kesempatan mereka berdua untuk menyelesaikan masalahnya.
“Iya sayang! Nak Akmal selesaikan masalahnya ya? Kita tunggu di ruang makan!” ucap papa Roy yang hanya dapat jawaban anggukan dari Akmal.
“Aku mau maafkan kakak asalkan kakak mau menuruti permintaan aku!” ucap Tiara yang mendongakan kepalanya hingga mukanya menghadap ke arah Akmal, namun yang ada justru rasa yang tidak biasa di hati Akmal. Akmal menahan gejolak yang ada di hatinya hingga detak jantungnya begitu hebat dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Akmal tiba-tiba mengecup bibir Tiara hingga mereka berdua terbang melayang-layang menikmati sensasinya.
Akmal tersadar ketika mendengar ponselnya berbunyi yang ternyata dari papanya. Papa Anggoro sangat mengkhawatirkan Tiara karena semalaman tidak mendapatkan kabar dari Akmal.
“Pagi nak, bagaimana calon menantu papa?” tanya papa Anggoro begitu video callnya diterima oleh Akmal.
“Baik pa, ini aku sedang dengannya. Sayang papa mengkhawatirkanmu?” ucap Akmal memberi tahu Tiara.
“Om, Tiara baik-baik saja! Maaf membuat om merasa khawatir dengan aku?” ucap Tiara sopan.
__ADS_1
“Iya nak, maafkan tante ya? Salam ke papa dan mama kamu juga. Minggu depan keluarga kita mau ke rumahmu untuk melamar kamu untuk Akmal?” ucap papa Anggoro membuat tiara terkejut.
“Minggu depan? Melamarku?” ucapnya bingung.
“Iya sayang, sebenarnya kita sudah merencanakannya jauh hari sebelum kamu bertemu dengan mamanya Akmal,” ucap papa Anggoro tersenyum senang karena calon menantunya baik-baik saja.
“Tapi om…?” ucap tiara bingung.
“Tidak ada tapinya nak? Dan mulai sekarang panggil aku papa ya? Ya sudah tolong ponselnya berikan ke Akmal. Dan satu lagi kalau Akmal nakal bisa nich lapor ke papa nanti papa yang akan menghajarnya dengan tangan papa sendiri,” ucap papa Anggoro yang terlihat menyayangi Tiara.
Tiara pun mengembalikan ponselnya kepada Akmal, kemudaian Akmal bercakap-cakap secara pribadi dengan papanya. Dan mereka pun sepakat akan melamar Tiara minggu depan kemudian Akmal menutup ponselnya.
“Sayang…, aku jadi lupa dengan permintaan kamu. Kira-kira apa ya?” ucap Akmal penasaran dengan permintaan Tiara.
“Aku ingin kak Akmal menggendong aku ke kolam renang dan kak Akmal harus berenang bolak-balik 7 kali putaran,” ucap Tiara serius yang sebenarnya hanya menguji kesabaran Akmal.
“Baik…, ayo kita lakukan. Akmal pun dengan cekatan menggendong Tiara ala bridal style menuju kolam renang dan anehnya begitu sampai kolam renang Akmal langsung menceburkan dirinya berdua masuk kolam renang.
“Kakak, dingin,” ucap Tiara manja.
“Gak apa-apa sayang, kamu juga ikut berenang menyemangati aku. Kalau ada kamu 27 putaran pun akan aku lakukan sayang kalau hanya 7 kali sih kecil,” ucap Akmal menggoda Tiara. Mereka berdua untuk sesaat melupakan masalahnya, Tiara nampak senang berduaan dengan Akmal. Baginya Akmal tidak diragukan lagi, tiara sudah bulat ingin hidup berdua dengan Akmal meskipun tanpa restu mamanya Akmal toh mamanya Akmal tidak tinggal bersama papa Anggoro dan Akmal.
Semantara itu papa dan mamanya Tiara mengamati mereka dari dapur, papa Roy terbawa arus dengan kebersamaan mereka berdua. Papa Roy pun tidak mau kalah dengan mereka, secara tiba-tiba papa Roy langsung menggendong mama Dewi menuju ke kamarnya.
“Sayang kamu mau ngapain?” tanya mama Dewi yang sudah berada di gendongan suaminya.
__ADS_1
“Mau bikin adik untuk Tiara sayang, kayaknya sebentar lagi Tiara akan tinggal bersama suaminya kelak,” ucap papa Roy dan langsung meletakan istrinya di ranjang pelan-pelan dan berlanjut dengan olahraga pagi di atas ranjang.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?