Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Tinggalkan Suamimu


__ADS_3

Setelah montir datang, Akmal mengajak Tiara menuju sebuah resto untuk makan. Tiara menolak ajakan suaminya, entah mengapa perasaannya tidak enak. Felinggnya mengatakan kalau dirinya harus pulang ke rumah orang tuanya.


“Kak, entah mengapa aku merasa kuatir dengan papa dan mama. Bolehkah kita hari ini pergi dan menginap di sana?” tanya Tiara pada suaminya dengan gayanya yang merajuk dan bergelayut manja menggandeng lengan suaminya.


“Iya tidak apa-apa! Kita kesana setelah makan ya? Sekalian kita menunggu mobil kita jadi!” jawab Akmal menenangkan istrinya.


“Wah, kelamaan. Aku kangen sama mereka! Papa kayak memanggil manggil aku!” ucap Tiara yang tiba-tiba jadi cengeng dan menitikan air matanya. Akmal tidak lepas mengamati istrinya.


“Sayang, kamu kenapa? Apa yang kamu risaukan? Sudahlah kamu jangan menangis. Kita balik dulu ke hotel untuk mandi dan ganti baju!” ucap Akmal sambil menghapus air mata istrinya.


“Hik…., hik…, aku gak bisa sayang, pokoknya harus sekarang!” jawab Tiara. Akmal hanya mendesah menahan nafasnya.


“Ok! Ayo kita berangkat kesana,” ucap Akmal berjalan menuju jalan raya dan langsung pesan Taxi lewat aplikasi. Dan tidak berapa lama kemudian taxi datang menghampiri mereka.


Akmal dan Tiara langsung naik dan menunjukan tujuannya. Setelah beberapa menit mereka sampai di rumah Tiara. Tiara dan Akmal segera turun dari Taxi kemudian langsung berjalan menuju rumah Tiara.Tiara semakin was-was memikirkan kedua orng tuanya yang ternyata pintu gerbangnya rumahnya tidak di kunci.


“Kak…, gimana ini? Aku merasa tidak enak perasaan aku. Entahlah aku merasa ada sesuatu yang terjadi di rumah ini,” ucap Tiara yang terus berjalan menuju rumahnya degan menggandeng tangan suaminya.


“Sayang…,tenanglah!” ucap Akmal yang terus menggandenga istrinya sambil mengusap punggung trangan istrinya.


Setelah mereka berdua memasuki ruangan tidak ditemukan orang tua Tiara dan beberapa perabotan rumah mereka nampak berantakan. Tiara semakin panik hingga memanggil-manggil kedua orang tuanya namun tidak ada jawaban.


“Sudahlah sayang, kamu tenang dulu! Aku akan menelpon polisi dulu!” ucap Akmal kepada istrinya dan menuntunnya duduk di kursi. Namun Tiara belum merasa tenang dan terus meangis mengeluarkan air matanya. Akmal yang tidak tega dengan istrinya langsung memelukanya dan menenangkannya. Setelah Tiara tenang, Akmal menelpon polisi dan melaporkan kejadian yang sebenarnya.


“Sayang, bibik kemana? Apa juga ikut diculik?” tanya Akmal kepada Tiara setelah Tiara sadar.


“Bibik pulang kampung sudah seminggu karena orang tuanya sakit keras,” ucap Tiara yang masih bersedih. Tiara kemudian beralan menuju kamar orang tuanya untuk mencari petunjuk tentang keberadaan orang tuanya.

__ADS_1


Akmal kemudian menelpon Bayu dan Inge untuk pergi ke rumah Tiara. Dan tidak lama kemudian terdengar suara Bayu diseberang.


“Pagi, pak bos? Ada apa libur-libur telpon?” tanya Bayu yang penasaran dengan bosnya.


“Cepat kau dan Inge pergi ke tempatnya orang tua Tiara. Kemungkinan Orang tua Tiara diculik,” jelas Akmal kepada Bayu.


“Ok Bos,” dan hendak menutup ponselnya. Tapi ditahan kembali oleh Akmal.


“Tunggu, tolong kerahkan pengaawal kita untuk mencari tau keberadaan papa dan mama mertua,” perintah Akmal kepada Bayu.


“Siap, perintah akan segera dilaksanakan!” jawab Bayu di seberang sana kemudian menutup ponselnya.


“Sayang, coba hubungi ponsel papa dan mama!” perintah Akmal pada Tiara. Tiara hanya mengangguk, kemudian memencet no ponsel kedua orang tuanya namun tidak ada respon.


“Tidak bisa sayang, nomornya tidak aktif,” jelas Tiara kepada suaminya sambil menghela nafas panjang. Kemudian Akmal mendekati istrinya dn mngajaknya mencari petunjuk lain.


“Kalau ingin kedua orang tuamu selamat, tolong tinggalkan Akmal!” Tiara membaca ancaman tersebut dengan panik.


“Mas papa dan mama benar-benar diculik dan mereka mengancam aku untuk meninggalkanmu!” ucap Tiara panik dan cemas.


“Coba ponselnya sini sayang!” Akmal langsung mendekat dan meminta ponsel Tiara untuk diperiksanya. Kemudian Akmal dengan cekatan berusaha melacak nomor ponsel tersebut. Akmal menghela nafas panjang, nomor tersbut sulit dilacak. Akmal kemudian menghubungi tim IT perusahaan untuk hadir ke rumah Tiara membawa alat dan perlengkapan.


Tidak berapa lama kemudian Bayu dan Inge datang. Inge langsung menghibur Tiara di kamarnya, sedangkan Akmal dan Bayu ngumpul di ruang keluarga membahas beberapa hal tentang penculikan papa dan mama mertuanya.


“Gimana Bay? Kira-kira apa yang kamu amsusikan dari kasus ini?” tanya Akmal kepada teman sekaligus asistennya.


“Kalau menurut aku tentu yang memusuhi Tiara pelakunya atau yang menuyimpan dendam padanya. Bisa jadi itu dilakukan oleh Vino. Jadi cintanya ditolak makan dia berusaha mengancamnya untuk menjauhi kamu!” terang Bayu panjang lebar.

__ADS_1


“Aku rasa itu tidak mungkin, karena Vino sudah tobat dan meminta maaf meskipun aku tidak memaafkannya. Dan aku ras juga bisa dipercaya,” jawab Akmal memberi penjelasan kepada temannya.


“Tapi yang jelas punya motif hanya Vino, lalu siapa lagi? Mungkinkah itu mantan kamu? Tapi dari mana dapat nomor ponsel Tiara? Dan apa itu mungkin?” ucap Bayu menerka-nerka.


“Entahlah, kita terpenting sudah lapor polisi dan jangan lupa anak buah kita kerahkan untuk mencari papa dan mama!” ucap Akmal dan langsung menyusun strategi untuk mencari tahu keberadaan mereka dengan peralatan yang dibawa oleh tim IT perusahaannya.


Dan tim mereka sangat cepat mengetahui keberadaan lokasinya.


“Bos, ini berada di pinggir kota sebelah barat dekat dengan perumahan Belanda yang telah dikosongkan oleh penghuninya,” jelas salah satu tim IT mereka.


“Baiklah, kerahkan semua pegawal kita menuju kesana. Dan tolong laporkan lokasinya kepada polisi! Ayo kita pergi ke sana!” perintah Akmal kepada seluruh pengawalnya dan Bayu.


“Baiklah! Terus bagaimana dengan nyonya pak?” tanya salah satu pengawalnya.


“Kamu tugaskan dua orang untuk tetap tinggal di sini menunggu nyonya!” perintah Akmal kembali kepada pengawalnya.


“Baik, tuan muda. Perintah kami laksanakan!” jawab pengawal tersebut yang merupakan pimpinan pengawal Akmal.


“Bagus, ayo kita berangkat!” ucap Akmal yang terlebih dahulu menemui istrinya di dalam kamar.


“Sayang, kita sudah tahu keberadan papa dan mama. Kita mau mengrebek ke sana! Kamu sama Inge tetap tinggal di rumah saja. Do’akan kita selamat, papa dan mama juga selamat dan sehat!” ucap Akmal yang langsug memeluk istrinya dan mencium keningnya.


“Iya kak! Tolong nanti kabari aku! Aku inginpapa dan mama selamat. Tolong jangan gegabah ya?” ucap Tiara di dalam pelukan suaminya.


“Tentu sayang, aku janji akan membawa papa dan mama dalam keadaan sehat dan selamat!” ucap Akmal yang langsung menyium istrinya lagi. Sementara itu Bayu dan Inge hanya bisa menelan ludahnya melihat keromantisan mereka berdua.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?

__ADS_1


__ADS_2