Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

Si Buruk Rupa Mengejar Cinta
Sekandung


__ADS_3

Vino tampak gelisah karena ada undangan untuk menghadiri rapat pembahasan tentang proyek yang ditanganinya.


“Arya…, bagimana ini? Bisakah kita lolos dari tuduhan mereka? Dan bagaimana jika kita dipecat?” tanya Vino gelisah sambil membawa undangan yang baru saja diterimanya.


“Aku rasa ini bisa bos selamatkan dengan bantuan mama Ratna. Aku yakin mama Ratna pasti akan membantu kamu. Setidaknya meringankan beban kamu. Akmal pasti akan menuruti apa yang dikehendaki oleh mama Ratna,” ucap Arya memberi usul kepada Vino.


“Bagus aku rasa itu ide yang cemerlang. Aku akan menemui mama Ratna dan meminta bantuannya,” ucap Vino yang langsung menyambar kunci mobil di lacinya.


“Bos…, tunggu aku! Aku akan ikut!” ucap Arya yang berlari mengikuti Vino.


“Hai kamu di rumah saja! Ini urusan anak dengan mamanya!” ucap Vino langsung pergi meninggalkan Arya yang masih bengong di dekat sofa.


“Bener-bener si bos jahat. Padahal aku hanya ingin ikut dan tahu hasil keputusan mama Ratna. Tapi aku yakin mama Ratna berusaha membela Vino,” gumam Arya lirih dan terus membaringkan tubuhnya di sofa kediaman Vino.


Sementara itu Vino terus memacu kendaraannya menuju apartemen milik mama Ratna. Vino masuk ke dalam apartemen setelah dibukakan pintu oleh asisten mama Ratna. Vino langsung menerobos masuk dan bersimpuh di hadapan mama Ratna.


“Ma…, maafkan putramu ini ma? Hidup putramu ini yang tidak berguna dan menggelapkan uang perusahaan ma. Besok penentuan hasilnya waktu rapat Dewan Direksi. Aku mohon mama bisa membantu aku, setidaknya aku tidak ditahan maupun dinonaktifkan di tempat kerjanya,” ucap Vino yang tiba-tiba simpuh di hadapan mamanya.


Mama Ratna yang menyadari kegalauan putranya langsung memeluknya.


“Sayang, dengarkan mama. Mama tidak punya kuasa apa-apa tapi mama akan berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk Akmal,” ucap mama Ratna sambil mengusik-usik kepala putranya.


“Terimakasih ma. Mama bener-bener orang tua yang berbaik hati di dunia ini,” ucap Vino yang langsung bangkit duduk di samping mamanya.


“Kamu besok rapatnya jam berapa?” tanya mama Ratna kepada putranya.

__ADS_1


“Besok jam 10. Dan kelihatannya semua anggota Dewan Direksi termasuk papa hadir,” ucap Vino yang menunjukan undangannya.


“Baiklah, nanti aku akan menemui adik kamu Akmal agar bisa mempertimbangkan semua keputusan itu dan tidak memberatkanmu!” ucap mama Ratna yang kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Akmal.


“Tut…, tut…,” ponselnya terhubung dengan seberang sana.


“Halo ma…, ada apa? Kelihatannya penting banget!” tanya Akmal setelah mengangkat ponsel dari mamanya.


“Nak…, bisakah kamu main ke apartemen mama?” tanya mama Ratna tiba-tiba.


“Iya ma. Tapi maaf aku bisanya ke tempat mama nanti malam,” ucap Akmal diseberang.


“Baiklah. Mama tunggu,” ucap mama RAtna dan langsung ditutup ponselnya setelah pamitan. Mama Ratna pun berlanjut ngobrol dengan putranya.


“Sayang kenapa kamu bisa seperti itu? Apa yang merasukimu? Bukankah papa kamu selalu memberimu pembelajaran yang baik?” tanya mama Ratna seolah menyesali perbuatan putranya.


“Maafkan mama nak? Karena mama kamu mengalami saat-saat tersulit seperti itu?” ucap mama Ratna dengan mengusap air mata Vino.


“Ma…, aku akan memaafkan mama kalau mama bisa mengubah keputusan Dewan Direksi! Aku selama ini hidup tanpa ada sosok mama yang mendampingiku. Bahkan aku vino kecil selalu merindukan sosok mama yang bisa membimbing aku tentang kebenaran dan kebaikan. Bahkan mama yang aku inginkan ternyata mencari kesenangan dan kebahagiaan lain di luar sana dengan menelantarkan aku!” ucap Vino historis hingga akhirnya emosinya diluapkan dengan meninjukan tangannya di dinding apartemen.


“Vino sayang…, kamu jangan begitu. Mama betul-betul minta maaf. Mama akan berusaha memperbaiki keadaan!” ucap mama Ratna sambil mencari kotak obat untuk mengobati luka memar tangan Vino.


“Iya mama bilang seperti itu karena mama tidak pernah merasakan rasa sakit hati ini dihina!” ucap vino dan langsung terduduk lesu di sofa. Vino mengingat kejadian tempo dulu bagaimana dirinya dan papanya berjuang hidup hingga menjadi seperti ini.


“Iya nak, sekali lagi mama minta maaf,” ucap mama Ratna kembali memeluk Vino. Sementara itu Sementara itu Akmal yang sudah selesai urusannya berusaha pergi ke tempat mama Ratna. Akmal merasa mama Ratna menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Setelah perjalanan beberapa menit, Akmal akhirnya sampai di apartemen mamanya. Akmal yang sudah dibukakan pintu oleh asisten mamanya langsung menuju ke ruang keluarga.


“Mama, ada apa ini? Apa yang mama lakukan dengan Vino?” tanya Akmal yang nampak terkejut begitu sampai di apartemen mama Ratna.


“Nak…, duduklah terlebih dahulu. Nanti kita bicarakan bersama!” ucap mama Ratna kepada kedua putranya.


Mama Ratna kemudian menjelaskan hubungan diantara mereka bertiga, sehingga membuat Akmal kaget. Akmal tidak menyangka kalau akhirnya terjadi seperti itu.


“Ma, mana mungkin Vino itu kakak aku? Tidak mungkin ma, aku tidak percaya dan sudi punya kakak ?” ucap Akmal yang berusaha menyangkal kebenaran yang dibeberkan oleh mamanya.


“Iya…, nak! Itu saudara kamu seibu tapi terlahir dari ayah yang berbeda. Aku mohon kalian berdua bisa hidup secara berdampingan,” ucap mama Ratna dan berusaha mendamaikan mereka berdua.


Akmal masih bersikeras tidak mau menerima Vino sebagai kakaknya namun Vino yang terlahir lebih tua berusaha mendekati Akmal dan memeluknya.


“Akmal…, maafkan kakak karena sikap kakak selama ini!” ucap Vino yang langsung memeluk Akmal.


“Iya kak semua salah kakak aku maafkan, tapi untuk yang diperusahaan jangan kasus tetap berjalan. Semua keputusan yang menentukan dewan direksi,” ucap Akmal tegas.


“Nak…, setidaknya besok kamu upayakan kalau hukuman kakak kamu bisa diperkecil. Mama siap membantu mengembalikan uang sejumlah yang dirugikan kakak kamu. Nak semua kesalahan kakak kamu, mama yang menyebabkan. Aku mohon nak, bantulah kakakmu semaksimal mungkin, upayakan tetap bekerja!” ucap mama Ratna seolah-olah mendoktrin Akmal agar memaafkan kesalahan Vino.


“Ma…, aku sudah bilang soal itu kita tunggu keputusan besok saja! Aku tidak bisa memberi keputusan sendiri,” ucap Akmal tegas.


“Nak…, sekali lagi mama mohon berilah kelunakan sama kakak kamu. Kalau perlu semua bukti kamu lenyapkan. Biarkan kakak kamu tidak diadili daan terjerat kasus hukum,” ucap mama Ratna memohon sambil menangis dihadapan Akmal.


“Mama…, maaf batas sabarku sudah habis ma! Aku tetap ada pada pendirian aku ma. Biarkanlah semuanya berjalan sesuai prosedur yang ada,” ucap Akmal pada mamanya sambil terus menghela nafasnya. Akmal tidak mengira kalau semua hal yang terkait dengan Vino ternyata berhubungan dengan dirinya.

__ADS_1


Hal yang paling membuatnya tidak terima ternyata dia bersaudara sekandung dengan vino meskipun beda ayah.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2