Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
End


__ADS_3

Suasana ceria di sebuah pesta terlihat di halaman rumah kediaman Kalingga. hari ini adalah waktu spesial bagi pasangan Milan dan Nara. Moment ini adalah pesta penyambutan kehadiran malaikat kecil di antara mereka. Sekaligus memperkenal bayi lelaki mungil sebagai pewaris keluarga Kalingga.


Pasangan berbahagia ini berdiri berdampingan menjamu tamu yang memberi selamat dengan sorot wajah  bahagia. Begitu pun di seberang sana terlihat mama Erika dan ibu Salma sedang bersama menjamu tamu.


Milan menghela napas berat saat melihat dua orang datang mendekat ke arah mereka.


“Selamat untuk kalian,” ucap Kay dengan tulus.


“Kay, Sea. Kalian baru datang! kalian ini seperti tamu undangan saja!” gerutu Milan sembari menggendong bayi lucu nan menggemaskan. Pada pasangan yang baru datang menghampiri.


“Sayang!” sela Nara akan suami juteknya.


“Kak Milan telat dikit juga!” protes Chelsea lalu mencubit gemas pipi bayi dalam gendongan Milan.


“Namanya juga habis kejar target Lan, kami kan harus mengejarmu,” ucap Kay santai dengan nada mengalun menatap istrinya yang membalasnya dengan melotot galak.


“Masa kita kalah sayang!” goda Kay dengan senyuman.


Chelsea mendesah kasar. Bukan Kay jika tidak menggodanya.


Waktu pernikahan Kay dan Chelsea hanya berselang beberapa hari dengan kembalinya Milan bersama Nara, namun tanda-tanda untuk memiliki buah hati dari pasangan ini belum terlihat. Ya mereka kalah dari Milan dan Nara yang telah memiliki anak lebih dulu.


“Berlin sayang sini sama aunty, sini aunty gendong,” Chelsea beralih pada bayi dalam gendongan Milan tangannya terulur.


“Ya, gendong nih, biar nular,” ucap Milan lalu menyerahkan bayi tampan bernama Berlin Geraldy Kalingga.


“Bagaimana Sayang? Aku bisa membuatkanmu anak yang lebih lucu dari ini, kalau kau mau, Jika dia Berlin nama anak kita nanti Paris,” ucap Kay yang menggoda istrinya sambil mengusap pipi mulus Berlin.


“Kak Kay!” gemas Chelsea.


Mengambaikan pasangan yang selalu bertolak belakang itu.


Milan menghadap tubuh istrinya lalu meraih tangan lembut itu. Menatap wajah cantik yang selalu membuat hatinya membuncah. Ah, Cinta itu selalu bertambah bahkan berlipat-lipat setiap harinya.


“Terima kasih sayang telah menjadi bagian indah dalam hidupku, terima kasih telah menjadi ibu dari anakku. Aku sangat beruntung menikah denganmu, terus dampingi aku. Aku sangat mencintaimu Anara Putri istriku,” ucap Milan dengan senyum dan tatapan lembut.


Nara menarik sudut bibirnya. Lagi suaminya ini membuatnya terbang.


“Terima kasih sayang karena atas semua limpahan cinta tulus yang kamu berikan. Aku juga sangat mencintaimu Milan Kalingga suamiku,” balas Nara.


Jutaan kembang api meledak dalam perasaan Milan dia sangat bahagia mendengar ucapan istrinya. Uh, manis sekali kata-kata itu. Tanpa kata lagi wajah Milan maju mendekat ke arah istrinya apalagi jika tidak membalasnya dengan ciuman panas.


Tinggal beberapa centi bibir itu bertemu.


“Permisi!” suara menggema Mic terdengar dari atas panggung membuat perhatian Nara teralihkan.


Milan berdecak kesal, ah moment romantisnya terganggu, uh padahal tinggal sedikit lagi.


Seorang lelaki tampan dengan setelan jas berdiri di panggung dengan seikat uang di tangan. Membuat perhatian tertuju padanya.

__ADS_1


Chelsea mendekat ke arah Nara menatap lekat ke arah panggung.


“Vino!” seru Nara mengembangkan senyuman, benar sesuai janjinya sahabatnya datang di acara kelahiran putranya.


“Dia datang Ra,” sahut Chelsea.


“Om mau nyawer nih,” ucap Vino mengipas-ngipaskan uangnya dalam pecahan dolar ke arah lehernya menatap dua sahabatnya.


Mata Milan membulat sempurna, dia tahu kode itu. Oh sahabat gila istrinya telah berkumpul. Istrinya pasti akan ikut menggila. Karena tak lama lagi lagu andalan mereka bertiga yaitu perawan atau janda akan menggema.


“Tunggu aku Vin! Aku bagian perawannya!” ucap Chelsea lalu dengan cepat menyerahkan Berlin dalam gendongan Kay melangkah cepat mendekat ke arah Vino.


“Sea tunggu! Kau bagian jandanya,”


Nara juga hendak melangkah namun tangannya telah di cekal oleh Milan.


“Sayang izinkan aku!” mohon Nara.


“Kau baru saja melahirkan, jangan banyak bergerak,”


“Sayang lumayan sawerannya dolar!" ucap Nara tanpa sadar jiwa miskinnya  meronta. Lupa jika suaminya ini punya jutaan dolar.


“Hanya sedikit sayang, aku ngak akan ngebor sampai bawah,” ucap Nara santai.


“Aku datang!” teriak Nara telah meninggalkan Milan.


Ngebor sampai bawah! Oh tidak. Milan tersentak akan tetapi telah menyadari jika Nara sudah tidak ada lagi bersamanya.


 Milan tercengang rahangnya seakan ingin jatuh melihat istrinya telah menggila bak janda genit. Astaga istrinya menyanyikan bagian jandanya.


Milan menepuk jidatnya. Ya ampun, inilah istrinya yang sederhana dan apa adanya. Perempuan yang telah berhasil membuat hatinya jungkir balik.


Canda, tawa telah menghiasi rumah tangga mereka, kesedihan telah terhapus menjadi kebahagiaan yang sempurna. Jatuh bangun dalam hubungan telah menjadi pelajaran dan kekuatan untuk terus melangkah bersama dalam kebersamaan selamanya.


The End ....


Anara Putri.


Milan Kalingga.


Chelsea Kalingga.


Alvino Dirga.


Kaisar Abraham.


Alana dewi.


Penulis Syakira Sya

__ADS_1


***


Hai Untuk cerita selanjutnya, karena banyak yang request kita akan berlanjut ke Vino. Ini kelanjutannya ....


Sesosok pemuda tampan baru saja turun dari panggung setelah bergoyang bersama dengan dua sahabatnya Nara dan Chelsea. Napasnya terengah-engah dengan keringat bercucuran. Bagaimana tidak dia baru saja menggila bersama sahabatnya di acara kelahiran putra Nara.


Vino duduk di kursi sembari menenggak minuman membasahi tenggorokannya yang terasa kering.


Sesosok perempuan cantik bertubuh mungil mendekat ke arahnya.


“Kak Vino!” sapa perempuan itu dengan senyum ceria.


Namun Vino hanya diam dengan tatapan  menyelidik pada perempuan cantik yang ada di hadapannya.


“Siapa kau?” tanya Vino dengan nada dingin.


Siapa kau?


Pertanyaan itu seketika membuat senyuman di wajah perempuan ini surut. Rasa kecewa menjalar di dalam perasaannya.


“Kak Vino! dia tidak mengenaliku, aku adik kecilmu,” batinnya.


Alana meraba pipinya, wajah dan penampilannya memang telah berubah karena make up yang ia kenakan. Untuk menutupi luka ini dia telah berubah.


“Aku tidak mengenalmu!” semakin kecewa saja perasaan Alana, kakak yang selalu memanjakannya kini tak mengenalnya.


“Maaf aku salah orang,” ucap Alana tersenyum getir lalu melangkah cepat meninggalkan pemuda itu.


Vino mematung melihat tingkah aneh perempuan yang terlihat sangat mengenalnya.


Ya, begitu kira-kira kisah antara Vino dan Alana ya!


Kapan?


Sabar sayang karena Sya belum bikin kerangka cerita lengkap, trus Sya juga mau nabung bab dulu biar lancar up nya ngak keteteran.


***


Ya tamat deh, terima kasih telah mengikuti cerita aku, akhirnya setelah banyak drama konflik cerita mereka telah selesai dengan happy ending.


Terima kasih telah mengikuti cerita Sya, jangan kapok ya. Terima kasih juga yang udah like, coment, vote, ngasih tips. Terima kasih banyak Sya ucapkan.


Oh, iya jangan hapus cerita ini dari daftar favorit kalian ya biar kalian tahu notif novel Vino dan Alana. sama siapa tahu Sya khilaf kasih extra part manis Milan dan Nara dengan baby  Berlin.


Sebelum berpisah koment terakhir dong untuk cerita Milan dan Nara, kalian merasa apa? Agar aku tahu apa yang perlu di perbaiki. Kisah mereka ini seperti apa?


Sedih deh aku pisah sama Milan dan Nara.


Salam sayang Syakira Sya.

__ADS_1


 


__ADS_2